
Pertemuan Albern dan Tuan Chen sudah ditentukan, tempat pertemuan mereka juga disiapkan khusus oleh Tuan Chen. Jiao Yun yang sudah bisa bekerja diperusahaan menemui Ayahnya diruang kerja.
“Ayah Aku datang.” Sapa Jiao Yun.
“Ah, kau sudah datang, kenalkan ini tuan Guan Lin.” Dengan menunjuk seseorang.
Jiao Yun menyapa dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
“Dia yang akan mengantarkan keruang kerja mu.”Jelas Sang Ayah kepada Jiao Yun.
“Baik,” Jiao Yun mengikuti kepala personalia itu.
“Mari Tuan,” Guan Lin mempersilahkan.
Mereka keluar dari ruang kerja Tuan Chen.
“Apa anda yakin Tuan menempatkan Tuan Muda dibagian pemasaran?” Tanya Asisten Gong.
“Dia harus banyak belajar tentang pemasaran perusahaan, jika dia tidak terima maka dia bisa keluar dan mundur.” Ucap Tegas Tuan Chen untuk Putranya.
Jiao Yun diantar ke lantai 3, dimana Staff dan Tim pemasaran ada disana.
“Tuan ini ruangan anda.” Ucap Tuan Guan Lin Ketika mereka sudah memasuk Ruang Kepala Tim pemasaran.
Jiao Yun hanya diam dan tidak percaya bahwa dia ditempatkan dibagian staf pemasaran biasa oleh ayahnya, jauh dari bayangan dia yang mungkin akan menjadi direktur atau jabatan yang lebih tinggi lainnya.
“Apa benar aku akan bekerja disini?” Tanya Jiao Yun ragu.
“Sesuai instruksi Ayah anda Tuan Muda.”
Jiao Yun menghela nafas Panjang. “Baiklah.”
Kemudian dia masuk keruangan itu. Ruangan yang berukuran mungkin 5 kali 4 itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, hanya saja banyak berkas dan cacatan yang tersusun bahkan dimeja sudah banyak yang bertumpuk.
“Paman Tunggu,” Saat Tuan Guan Lin akan pergi meninggalkannya namun dihentikan Jiao Yun.
“Sebelumnya siapa yang menempati bagian ini?”
“Itu, Nona ShengXiaon Tuan,” Jawab Tuan Guan.
“Kemana dia?”
__ADS_1
“Dia mengundurkan diri setelah menikah beberapa hari yang lalu.” Ucap Guan Lin.
“Baiklah, aku mengerti.” Kau bisa meninggalkan ku.
Guan Lin memberi hormat dan meninggalkan ruangan itu.
“Ternyata Ayah ingin mengujiku, baiklah aku akan membuktikan pada nya.” Senyum sinis keluar dari bibirnya.
Jiao Yun sudah diinstruksikan oleh seseorang untuk tidak menolak apa yang ditugaskan oleh ayahnya, jadi sekarang dia menerima setiap perintah sang ayah.
Tuan Guan Lin kembali keruangan Tuan Chen dan melaporkan apa yang terjadi.
“Tuan,” Guan Lin memberi Hormat.
“Bagaimana?” Tanya Tuan Chen.
“Dia menerimanya tanpa bertanya apapun tuan, hanya menanyakan siapa yang bekerja sebelumnya disana.” Jelas Guan Lin..
Tuan Chen hanya mengangguk mengerti.
“Sepertinya dia benar-benar ingin masuk keperusahaan, dan menerima semua perintah dengan baik. Yasudah biarkan dia, jika membutuhkan bantuan. Bantu saja sebisanya.” Ucap Tuan Chen sebagai perintah.
“Bagaimana persiapannya Gong?” tanya Tuan Chen.
“Semua sudah siap Tuan, tinggal menyambut kedatangan mereka esok hari.” Jelas Asisten Gong.
“Bagus, jangan sampai mereka kecewa dengan apa yang kita berikan, aku ingin memberikan kesan yang baik.” Ucap Tuan Chen dan diiyakan oleh Asisten Gong.
Malam Hari Tuan Chen Kembali kerumah dan disambut istrinya.
“Sayang, kau sudah pulang?” sambut Nyonya Yun.
“Hmm,” Jawab singkat Tuan Chen.
Nyonya Yun menyambut suaminya dan melihat kebelakang seperti mencari seseorang.
“Diaman Jiao, mengapa tidak pulang Bersama mu?” Tanya Nyonya Kim.
“Entahlah, mungkin dia masih lembur.” Jawab santai Tuan Chen.
“Lembur? Ini kan hari pertama dia bekerja bagaiman dia bisa lembur?” Kesal sang Istri.
__ADS_1
Tuan Chen berbalik dan menatap Istrinya heran.
“Mengapa? Kau tidak terima anakmu sibuk bekerja?” Tuan Chen sedikit emosi.
“Bukan aku tidak terima, maksud ku biarkan dia beradaptasi dulu dengan lingkungan kantor. Lagi pula dia kan anak mu seharusnya tidak terlalu banyak pekerjaannya.” Bela Nyonya Yun.
“Meski dia anak ku, dia tetap karyawan dikantor. Aku sudah menempatkan dia dibagian paling penting dikantor. Jadi kau tenang saja.” Tuan Chen berbalik dan langsung berjalan kemeja makan untuk makan malam.
“Tunggu, apa kau bilang? Karyawan? Memang kau tempatkan Jiao dimana?” desak Nyonya Yun.
“Sudahlah, bukan urusan mu. Yang jelas dia sudah mau menunjukan jika dia layak diperusahaan. Aku sudah lapar.” Tuan Chen yang malas berdebat lagi dengan istrinya mengalihkan pembicaraan.
Semenjak bertemu dengan Sora, dia bertekat untuk lebih akur dengan Istri dan anak-anaknya. Karena dia mau menunjukan pada keluarga Kim bahwa Sora layak dan harus Kembali ke keluarga besar Yun.
Lagipula dia seperti ini untuk keluarganya, supaya bisa lebih fokus untuk memperhatikan keluarganya kelak. Jadi dia sudah malas untuk berdebat lagi dengan istrinya.
Nyonya Yun yang mendengar jawaban Suaminya menjadi penasaran dan khawatir pada putranya.
Sejak awal suaminya ini sangat kesal dengan putra mereka, jadi dia tidak yakin jika Jiao Yun ditempatkan dia bagian yang seharusnya sebagai putra pertama direktur.
Setelah selesai makan malam Nyonya Yun keluar kamar dan menelpon Seseorang yang dia percaya diperusahaan.
“Apa kau masih dikantor?” tanya Nyonya Yun pada Staf Kantor itu.
“Masih Nyonya, aku sedang lembur. Ada apa?” Jawab Staf Wanita itu.
“Kau tahu putraku ditempatkan dibagian apa?”
“Ah, Tuan Muda. Ya dia ditempat kan sebagai pengganti kepala Tim bagian Pemasaran. Sepertinya Tim mereka juga sedang lembur saat ini Nyonya.” Jawab Wanita itu lagi.
“Apa bagian Pemasaran?” Nyonya Yun kaget.
Sungguh tega sekali suaminya menempatkan putra mereka dibagian yang sangat sulit. Ini keterlaluan.
“Baiklah jika begitu. Kabari aku apabila Jiao mengalami kesulitan.” Pinta Nyonya Yun.
“Baik Nyonya.” Telpon mereka pun ditutup.
“Keterlaluan, bagaimana bisa dia menempatkan putranya dibagian pemasaran yang sulit.” Batin Nyonya Yun kesal. Dan ingin langsung protes pada suaminya.
Saat Kembali kekamar dia melihat suaminya sudah tidur. Jadi dia menunda permbicaraan hingga besok pagi dan dia segera kekamar mandi untuk ikut tidur.
__ADS_1