
Autor kembali..
karena terlalu banyak hal sehingga Autor baru bisa update..
Terima kasih untuk terus mendukung autor, sangat bisa menjadi motifasi buat autor..
selamat membaca semuanya..
Albern dan Ellard bersiap berangkat keNegara Tuan Chen. Mereka pagi-pagi sekali sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Yang lain tidak mengatar sampai bandara, Sora terlihat sedikit khawatir dengan Albern dan kakaknya.
“Kabari aku setelah sampai, dan tidak usah pergi kemana-mana. Cepatlah kembali,” Ucapnya.
“Ya, tenang saja. Setelah urusan Bersama Tuan Chen selesai, aku dan kakak pasti akan langsung pulang.” Jawab Albern dengan merangkul Sora.
“Berhati-hatilah kalian berdua.” Ucap Nyonya Kim seraya memeluk dua putra nya.
“Pasti Bu,” Jawab Ellard.
Mereka berdua berangkat dari rumah Utama Kim.
“Perkiraan kita akan sampai pukul Dua Belas siang Tuan,” ucap David asisten Ellard kepada mereka berdua.
Tuan Chen juga sudah menyiapkan segala sesuatunya, Jiao Yun yang akan berangkat kekantor melihat Ayahnya bersantai ditaman samping Rumah lalu menghampiri.
“Ayah,” Sapa nya.
Tuan Chen hanya menoleh dan melihat anaknya sekilas dan kembali menyeruput tehnya.
“Kau sudah mau berangkat kerja?” Tanya Sang Ayah.
“Benar, apa kau tidak kekantor hari ini?” Balas Jiao Yun yang melihat Ayahnya hanya mengenakan baju santai.
“Tidak, aku ada urusan diluar, berangkatlah dan bekerja dengan baik.” Jawab Ayahnya.
Jiao Yun hanya tersenyum tipis, saat akan berbalik dia bertemu dengan Ibunya.
“Kau sudah mau berangkat sayang?” Tanya Ibunya yang membawa cemilan untuk Tuan Chen.
“Ya bu. Aku pergi dulu.” Jiao Yun memberi Hormat pada Ayahnya dan Ibunya. Tuan Chen hanya melihat sesaat.
Nyonya Yun yang melihat sikap suaminya menjadi tidak tahan lagi.
“Mengapa kau tempatkan Jiao di bagian Pemasaran?” Tanya Nyonya Yun seraya meletakkan Cemilan dimeja dan duduk dikursi sisi lainnya dan sebelahan dengan Tuan Chen.
“Dia harus banyak belajar,” Jawab Singkat Tuan Chen.
__ADS_1
“Tapi tidak untuk dibagian Staf biasa, dia anak mu. Kau yang harus memberi pelajaran langsung padanya.” Kesal Nyonya Yun.
“Kau ini kenapa? Anak mu saja tidak protes dia bekerja dimana saja, mengapa kau ribut sekali?” Jawab Tuan Chen yang melihat kearah Istrinya.
“Bagian pemasaran sangat sulit, sudah beberapa hari ini semenjak bekerja dia selalu lembur pulang malam. Aku kasian padanya.” Lirih Nyonya Yun.
“Memangnya selama ini apa yang dia lakukan? Pulang selalu pagi, bahkan jarang ada dirumah. Sudah bagus sekarang dia ada kesibukan jadi bermanfaat dan selalu pulang kerumah.”
Saat Nyonya Yun ingin menjawab Tuan Chen langsung berdiri.
“Aku akan bertemu rekan bisnis. Kau jaga Fang saja.” Ucap Tuan Chen seraya pergi meninggalkan Nyonya Yun.
Nyonya Yun yang melihat sikap suaminya itu semakin kesal, namun dia tidak bisa protes terlalu berlebihan karena pasti ujung-ujung nya mereka ribut lagi.
Menjelang siang hari Tuan Chen sudah menunggu kedatangan para Tuan Muda keluarga Kim. Albern dan Ellard sudah tiba dibandara dengan menggunakan pesat Jet pribadi keluarga mereka.
Mereka sudah memerintahkan masing-masing orang kepercayaannya dengan tugasnya masing-masing.
Ellard juga sudah memerintahkan David untuk melakukan perentasan terhadap perusahaan Keluarga Yun melalui satelit. Apapun yang didapat harus segera dilaporkan.
Lalu mereka berdua disambut oleh Asisten Gong.
“Tuan Muda semua.” Tuan Gong memberi Hormat.
“Mari ikut saya, Tuan Yun sudah menunggu.” Elard dan Albern mengikuti dengan mobil yang sudah disiapkan oleh Tuan Chen menuju Gedung pertemuan.
Sesampainya digedung pertemuan, Albern dan Ellard langsung disambut Tuan Chen, karena ini pas jam makan siang. Maka Tuan Chen langsung menghidangkan makanan-makanan Khas Chna yang terkenal dan enak kepada mereka.
“Mari silahkan-silahkan. Aku sudah menyiapkan makan siang untuk kalian. Kita makan terlebih dahulu.” Dengan senyuman ramah Tuan Chen menyambut mereka.
Mereka bertiga duduk dikursi yang telah disiapkan dan menyantap makanan yang sudah tersaji dengan rapih.
Setelah selesai makan siang, mereka diarahkan Tuan Chen kesebuah ruang pertemuan yang cukup santai sambil minum teh.
“Silahkan duduk, kalian pasti lelah. Kita minum teh dengan santai dulu.” Ajak Tuan Chen lagi.
“Apakah tempat ini milik anda Tuan Yun?” tanya Ellard.
“Ah, ini milik keluarga ku.” Ucapnya tidak mau meninggi.
Ellard hanya mengangguk saja.
__ADS_1
“Tuan Yun, dimana istri anda?” Tanya Albern.
“Anak Ku baru Kembali dari rumah sakit, jadi dia sedang menjaganya. Mohon maaf jika dia tidak bisa menyambut kalian.” Tuan Chen Menatap Ellard dan Albern.
“Jadi kau memiliki dua orang anak Tuan?” Tanya Albern lagi.
“Ya, aku memiliki seorang Putra dan Putri. Putra ku sedang bekerja diperusahaan. Masih belajar.” Seraya tersenyum Tuan Chen sedikit menceritakan.
“Sedang kan Putri ku masih bersekolah, namun mencoba bisnis kecil-kecilan.” Tuan Chen melanjutkan dan menyeruput Teh nya.
Ellard dan Albern mengangguk dan menyeruput teh mereka.
“Bagaimana keadaan Sora?” Tanya Tuan Chen.
“Dia sangat baik Tuan, maaf dia belum bisa kesini.” Ucap Albern.
“Aku mengerti,” Tuan Chen Tersenyum.
“Aku ingin langsung kepokok pembicaraan Tuan Yun.” Albern meletakkan tehnya dan menghadap kearah Tuan Chen.
Tuan Chen berbalik dan meletakkan teh nya juga.
"Jadi seperti apa Tuan muda Albern?” jawab Tuan Chen menghormati Albern.
Albern tersenyum dengan ucapan Tuan Chen.
“Kau pasti sudah mengetahui mengapa aku tidak bisa membawa Sora kemari dan bertemu dengan mu. Karena dia belum bisa menerima kehadiran mu sebagai pamannya. Namun bukan itu masalah yang paling besar.”
Tuan Chen menatap serius Albern.
“Sora sudah Tiga kali mengalami kejadian yang menyakitkan. Dan aku mencurigai dalangnya ada dikeluarga anda Tuan.” Albern menatap tajam Tuan Chen dan membuat Tuan Chen sedikit terkejut.
“Maksud mu?” Tuan Chen sebenarnya paham akan kejadian yang dialami Sora. Namun dia hanya mendapatkan laporan satu kali dan sisa kejadian dia tidak mengetahuinya.
“Sora pernah diculik, dia mengalami pengejaran oleh beberapa orang preman namun sepertinya pengawal anda datang untuk menyelamatkannya. Dan yang terakhir ada yang menyerang mansion pribadiku secara terbuka dan itu membuat keluarga kami murka dan semakin waspada dengan keluarga anda Tuan Yun.” Jelas Albern tanpa melewatkan kejadian satu pun.
“Tidak mungkin, siapa yang berani melawan ku dan mencoba mencelakai Ahli waris yang sah. Apa kau punya bukti dengan semua tuduhan mu?” Tuan Chen sedikit marah denga napa yang dikatakan Albern.
Ellard memberikan tangannya kearah Choi untuk membawakan berkas-berkas yang dia minta.
“Kau bisa membaca ini.” Ellard meletakaan beberapa berkas kepada Tuan Gong untuk diserahkan kepada Tuan Chen. Ketika Tuan Chen membacanya dia terkejut.
“Apa maksudnya ini?” Tanyanya semakin bingung.
“Saat Sora diserang untuk ke dua kalinya, aku mencari tahu siapa yang memerintahkan mereka. Dan mendapatkan alur kepemimpinan mereka. Kau pasti mengenal siapa itu Tuan Chen.” Dengan gaya menantang Ellard mencoba memberi sedikit tekanan kepada Tuan Chen.
__ADS_1
Tuan Chen melihat dengan seksama. “Paman Changmin?” Batinnya.
“Aku curiga mereka yang memberi perintah, namun tidak secara langsung tetapi melalui seseorang yang dekat dengan keluarga anda Tuan.” Tatapannya serius.