
Waktu berlalu, hari pertunangan Sora dan Albern semakin dekat. Namun semenjak Albern menyatakan cintanya malam itu. Mereka tidak pernah bertegur sapa lagi. Sora juga sering pergi dengan Nyonya Kim untuk mencoba berbagai baju. Mengecek cetring untuk acara dan melihat tempat untuk acara.
Albern pun jarang pulang dia lebih banyak menghabiskan waktu dikantor. Jika dirumah dia tidak bisa mengatur perasaannya ketika melihat Sora. Dan karena Sora juga belum menjawab pertanyaanya membuat Albern sedikit egois dan kecewa.
Siang itu Sora menghubungi sekretaris Choi menanyakan keberadaan Albern. Sekretaris Choi yang sedang melakukan pemeriksaan rutin berkata jika Albern masih dikantor pusat. Sora berinisiatif untuk mengantarkan makan siang untuk Albern dia langsung saja kedapur.
Sora yang sibuk menyiapkan makan siang untuk Albern dilihat oleh Nyonya Kim. “kau menyiapkan bekal untuk siapa sayang?” tanya Nyonya Kim.
“Ah, ibu. Aku ingin melihat Albern. Belakangan ini dia terlalu sibuk. Setidaknya aku tahu dia makan dengan baik.”jawab Sora sembari merapikan bekalnya.
“Ah, manis sekali.” Ucap Nyonya Kim.”Baiklah, hati-hati jika bergitu. Sampaikan salam ku pada anak nakal itu.” Nyonya Kim berlalu dan Sora hanya tersenyum dengan terus bersibuk ria didapur.
Setelah selesai dia memanggil Yoon Jun, pengawal pribadinya untuk membawakan barang-barang kemobil. Sora pergi dengan pengawalan ketat. Ada tiga mobil yang berangkat hanya untuk mengantar Sora keluar dari rumah utama menuju kantor pusat.
Sesampainya dikantor pusat Sora langsung jadi pusat perhatian. Dengan tubuh mungil dan dikelilingin oleh Sembilan pengawal dia memasuki lift menuju ruangan Albern. Sora tersenyum sepanjang jalan. Dia berfikir untuk menyatakan cintanya. Selama beberapa hari ini sejak Albern menyatakan perasaan nya padanya. Dia tidak bisa berfikir dengan tenang, Dia mencoba menata hatinya dan meyakinkan diri apakah dia mencintai Albern.
Ternyata saat dia tidak melihat, bertegur sapa atau tidak digoda oleh Albern dirinya merasa hampa. Dan ketika mengingat ciuman pertamanya dan juga saat diruang perpustakaan jantungnya berdegup kencang.
“Ya. Aku mencintai mu.” Batin Sora tersenyum sembari berjalan menuju ruangan Albern.
Sesampainya dipintu Sora langsung membukanya dan ingin menyapa. Namun ketika melihat Albern bersama seorang wanita. Sora tertegun.
Sosok wanita yang bersama Albern itu sangat cantik, tinggi serta anggun itu adalah Youra. Sora hanya terdiam melihat mereka berdua. Sora melihat wanita itu membawakan kotak makanan sama sepertinya.
Albern yang melihat sosok Sora berada didepan pintu langsung berdiri dan menyambutnya.
“Mengapa tidak mengabari ku jika ingin kemari?” tanya Albern dengan memegang tangan Sora.
Sora hanya terdiam menyambut tangan Albern.
Youra melihat interaksi dua sejoli itu menjadi panas dan cemburu. Dia sungguh yakin wanita itu adalah calon istri Albern.
Dia langsung mendekati Sora dan Albern.
“Hai, apakah kau calon istri Albern?” tanya Youra dengan sangat manis.
__ADS_1
“Sapaan yang akrab sekali,” Batinnya dengan melirik kearrah Albern.
Sora hanya membalasnya dengan senyuman. Albern tidak memperdulikan sapaan Youra pada Sora. Dia langsung menyuruh Sora duduk. Dan langsung menyuruh Youra meninggalkan mereka berdua.
“Nona Youra. Calon istri ku sudah datang. Bisakah anda meninggalkan kami?” ucap ALbern masih dengan nada sopan.
Youra mendengar itu merasa terhina. “Lihat saja. Aku akan memisahkan kalian berdua secepatnya. Tunggu nanti.” Batin Youra.
“Baiklah jika begitu. Ah, ini makan siang yang aku bawakan sama seperti kemarin-kemarin ku taruh sini saja.” Youra memancing dengan nada lembut.
Sora mendengar itu langsung melihat Albern dengan mata tajamnya. Tetapi Albern tidak perduli. Dia langsung mengambil kotak bekal yang dibawa Sora.
“Jika begitu aku pamit dulu. Selamat siang.” Youra pergi dari ruangan itu dan tidak diperdulikan Albern sama sekali.
Setelah Youra pergi, Sora yang duduk disamping Albern menangkupkan tangan didada dan menatap Allbern. Albern yang sibuk membuka kotak makan siangnya merasa ditatap dan langsung menengok.
“Ada apa?” Tanpa memperdulikan tatapan Sora dan mencoba bekal makan siang yang dibawanya.
“Membawakan bekal makan siang setiap hari?” ucap Sora.
“Benar.” Jawab Albern santai.
“Langsung ku buang.” Masih dengan santai dan mengunyah makananan yang dibawa Sora. “Ini enak.” Lanjutnya dengan tersenyum.
“Sora menjadi kesal dan menutup kotak makan siang itu.
“ish. Apa-apaan kau ini. Aku sedang makan.” Kesal Albern yang mau membuka kotaknya namun ditahan Sora.
“Jika tidak pernah memakan makanan wanita itu. Lalu siapa yang makan?” Tanya Sora. Albern yang melihat gadisnya ini sedang cemburu langsung menaruh sumpitnya dimeja dan menjajarkan diri pada Sora.
“Aku tidak pernah memakan makan siang yang dia bawa. Selalu ku buang.” Jawab Albern dengan membalas tatapan Sora.
“Siapa dia?” tanya Sora.
“Anak rekan bisnis ku.” Masih dengan santai.
“Apa kalian memiliki hubungan?”
__ADS_1
Albern bergaya seperti sedang berfikir dengan sedikit melirik Sora.
“Tunggu apa kau cemburu?” Albern menggodanya.
Sora yang digoda dengan pertanyaan itu malah jadi tersipu dan memalingkan wajah. “Siapa yang cemburu. Hanya bertanya.” Jawab Sora gelagapan.
“Lalu mengapa detail sekali pertanyaan mu jika itu bukan cemburu?” Albern masih menggoda.
Sora menjadi gelagapan dan panik. “Sudah lah. Aku akan pulang saja.” Sora buru-buru akan pergi namun lagi-lagi tangannya ditarik Albern dan duduk dipangkuannya.
“Albern merapihkan rambut Sora dan mengelus pipinya. “Apa ada yang ingin kau katakan?” Albern berkata dengan menatap mata Sora.
Detak jantung Sora semakin tidak beraturan. Wajah nya memerah dan terlihat jika dia tersipu. Sora memalingkan pandangan dari Albern. Dia gugup ketika ditatap.
“Sora lihat aku,” Albern memegang dagunya dan kembali membuat mereka bertatapan.
Cukup lama mereka saling memandang sampai Akhirnya Albern mencium Sora lagi. Dan dia membalas ciuman itu membuat mereka berdua terlalut dalam suasana.
Albern melepaskan ciumannya dan kembali menatap Sora. “Apa kau mencintai ku?” Tanya Albern dengan sangat lembut.
“Sora mengangguk. “Aku mencintai mu.” Dengan malu setelah mengucapkan kata-kata itu Sora menunduk. Saat mereka ingin melanjutkan kemesraan berdua tiba-tiba pintu ruangan diketuk.
“Direktur, ini aku.” Ucap Sekretaris Choi. Sora langsung berdiri dan merapihkan baju serta rambutnya.
Karena Sora yang langsung berdiri membuat Albern kesal dengan sekretarisnya ini.
Sekretaris Choi masuk dan melihat Sora serta Albern yang saling diam. Sora buru-buru membereskan kotak makan siang Albern dan melihat kotak makan siang dari Youra jadi kesal.
Dia mengambil kotak makan siang itu dan menyerahkannya pada Sekretaris Choi. “Buang.” Perintah Sora.
Sekretaris Choi yang bingung menatap Albern yang hanya tersenyum kecil. “Apa ini dari Nona Youra lagi?” pikirnya. Dia paham dan mengagguk.
“Baik Nona.” Ucap nya.
“Direktur, ini berkas hasil pemeriksaan akan saya letakkan disini.” Setelah meletakkan beberapa berkas dimeja kerja Albern. Sekretaris Choi pamit pergi.
Sora menatap Albern lagi dengan kesal. “Jika aku melihat ada wanita lain lagi yang menggoda mu dan kau diam saja. Maka akan ku perintah kan Leo menggigit mu.” Sora mengancam.
__ADS_1
Albern mendengar kata-kata Leo langsung bergidik ngeri karena dia sudah melihat langsung keganasan binatang itu.