
Sora dan Albern semakin penasaran dengan hewan ini. Terutama Sora yang tidak berfikir bahwa Leo berbeda dengan yang difikirnya, awalnya dia mengira Leo adalah kucing rumahan seperti pada umumnya, namun sekarang kenyataannya Leo adalah hewan buas dan langka.
Lalu apa lagi yang berbeda dari dirinya, Leo juga tidak mau mendekat dengan orang lain. Hanya kepada Sora dia mau mendekat dan Sora lah yang memberi makan setiap harinya.
Mereka kembali berbincang santai sampai Albern membuka pembicaraan lagi yang lebih serius.
“Aku ingin memberitahu sesuatu kepada kalian semua.” Ucapnya.
Semua anggota keluarga menatapnya dengan bingung. “Ada apa lagi sayang?” tanya Nyonya Kim.
“Sora akan bertemu dengan keluarganya, dan ini bukan hal sederhana.” Jelasnya dengan menatap kearah Ellard dan Alyne.
“Mungkin kakak dan kakak ipar tidak mengetahuinya. Tapi Sora keturunan langsung dari keluarga Yun.”
Ellard juga mengenal keluarga Yun dan sepak terjang bisnis mereka, meski Tuan Besar Yun sudah meninggal. Bisnis mereka tidak dapat diragukkan lagi. Sedikit terkejut namun dia tidak merasa aneh, karena sejak pertama kali melihat Sora dia merasa mirip seseorang namun dia tidak tahu siapa itu.
Ellard hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan dari Albern. “Keluarga Yun sepertinya menjadi dua kubu.” Albern melanjutkan.
“Maksud mu?” Tanya Ellard.
“Beberapa kali Sora mau diculik dan dibunuh.” Albern semakin serius. Alyne yang mendengar sangat terkejut dan menatap Sora. “Bagaimana bisa, dan mengapa?” Alyne yang bertanya karena keterkejutannya.
“Sora adalah ahli waris yang sah dikeluarga itu. Sepertinya Paman Yun menghendaki Sora kembali ke keluarga mereka, namun ada pihak yang tidak terima dengan keputusan itu.” Albern menatap Sora yang hanya diam menunduk.
Saat ini Sora sudah lebih bisa mengatur emosinya, ketakutan yang dia rasakan sudah tidak ada lagi. Dan dia sepertinya siap untuk menghadapi keluarga ayahnya itu.
“Jadi aku minta, perketat penjagaan kita, dan kakak ipar jangan dulu keluar sendirian Karena sangat berbahaya.” Ucapnya pada Alyne.
“Aku mengerti.” Alyne langsung mengiyakan. Dari awal dia paham jika keluarga suami nya ini banyak yang ingin menjatuhkan, jadi dia sudah banyak belajar tentang perlindungan diri.
“Bagaimana dengan mu Sora?” Tanya Sang Ayah.
Sora melihat kearah Tuan Kim. “Aku sudah siap Ayah, bagaimanapun juga aku pasti akan menghadapi mereka.” Jawabnya dengan yakin.
Membuat semua tersenyum bangga, semenjak datang kekeluarga Kim, Sora sudah banyak berubah. Karena selama ini dia banyak belajar serta melakukan banyak pelatihan. Pada dasarnya Sora hanya tinggal diasah saja, dia gadis yang cukup cerdas.
“Pertemuan akan diadakan tertutup, tapi aku yang akan bertemu dengan mereka terlebih dahulu.” Ucap Albern.
“Mengapa?” Sora merasa aneh.
“Dengar, jika keluarga Yun tidak semua nya mendukung mu. Makan aku akan menyuruh mereka menyelesaikan kekacauan dikeluarga mereka terlebih dahulu. Baru membicarakan tentang keberadaan mu.” Jelas Albern.
Sora hanya terdiam, sebenarnya dia paham tapi dia menghawatirkan Albern jika harus pergi sendiri kesana.
__ADS_1
“Tapi bukan kah itu berbahaya?” Khawatirnya.
“Aku akan pergi bersama Kakak.” Dengan mengarahkan senyumannya kepada Ellard. Ellard yang mendengar tersedak karena terkejut saat Albern mengatakannya.
“Aku?” ucapnya bingung. “kenapa aku harus ikut dengan mu?” tidak terima.
“Apa kau tega jiga adik mu yang imut ini pergi sendirian, “ Albern sedikit memanja.
“Ish, kau punya Choi yang jauh lebih handal. Mengapa masih membutuhkan ku?” Tolak nya.
Albern menatap dengan wajah memohon dan memelas, Ellard yang ditatap dan melihat sekelilingnya seperti mendukung permintaan Albern, termasuk sang istri.
“Hais, yasudah aku ikut bersama mu.” Dengan kesal dia mengiyakan dan mengambil teh dimeja.
“Bagus,” Albern dengan senang. Dan semuanya tersenyum.
Kedua orang tua mereka yakin dengan anak laki-lakinya ini. Meski sejak kecil mereka jarang bersama, namun kedekatan mereka sangat erat.
Dan Albern yang selalu memanfaatkan keberadaan kakak nya ketika sedang dirumah bersama mereka. Dan sang kakak pun tidak bisa menolak permintaan adik nya ini.
Albern masih cuti dan beberapa hari ini dia tidak kekantor, melainkan sekretaris Choi yang menyusul ke Rumah Utama jika ada pekerjaan yang tidak bisa ia tangani. Seperti saat ini, mereka berdua sedang berdiskusi diruang kerja Albern yang berada di Rumah Utama.
“Apa ada kabar tentang hal lain?” Tanya Albern pada Sekretarisnya.
“Untuk apa?” tanya Albern . “Bukankah aku tidak ada urusan dengannya?” lanjut dia dengan masih mengecek beberapa laporan.
“Dia ingin meminta berita tentang Nona Youra di Take Down.” Jelas Choi.
“Lakukan saja, lagi pula aku tidak mau berurusan lagi dengan mereka.”
“Hm, Satu lagi Direktur.” Ragu Sekretaris Choi.
“Ada apa?”
“Nona Youra mengalami keguguran dan terus menyalahkan mu, terakhir dia keperusahaan dan mengamuk disana.”
Albern hanya tersenyum sinis. “Biarkan dia mau melakukan apapun, tapi jangan sampai dia mendekati keluarga ku terlebih Sora.” Ancam Albern.
“Baik Direktur. Saya mengerti.” Sekretaris Choi langsung paham apa yang dikatakan Tuan nya itu.
“Atur pertemuan dengan Tuan Yun,” Ucap Albern.
“Maaf direktur, mereka sudah kembali kenegaranya tadi pagi.” Jawab Sekrearis choi.
__ADS_1
“Ada apa?”
“Anak perempuan mereka masuk rumah sakit mendadak dan mereka sudah langsung menghubungi kita.”
“Jika seperti itu kita yang harus berkunjung kesana, atur penerbangannya. Aku akan berangkat bersama kakak.” Perintahnya.
“Baik.”
Sora yang mendengar Sekretaris Choi sedang bersama Albern dan sudah lama mereka berada diruangan. Berinisiatif untuk membawakan cemilan.
“Apakah aku boleh masuk?” Tanya Sora dari balik pintu.
Sekretaris Choi yang mendengar itu langsung melihat Albern dan Albern mengangguk.
Dia membukakan pintunya dan melihat Sora sudah dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi dan beberapa cemilan.
Langsung disambut oleh sekretaris Choi nampan tersebut. ”Anda jangan terlalu repot-repot Nona.”
Dengan berjalan kemeja lalu meletakkan cemilan yang dibawa Sora.
“Tidak apa-apa, kalian pasti lelah. Aku hanya membawakan kopi dan sedikit semilan.” Sora berjalan kearah Albern.
Albern tersnyum dan memperhatikan Sora yang mendekat.
“Terima kasih “ dengan mencium tangan Sora yang sudah berada dipundaknya.
“Apa banyak pekerjaan kalian?” Sora melihat kelayar computer dan beberapa berkas.
“Tidak terlalu, hanya mengecek saja.” Jawab Albern.
Sora tersenyum. “Baiklah, lanjutkan kesibukan kalian, aku akan kembali kedapur menyiapkan makan malam untuk kalian juga.” Sora berjalan keluar dari ruang Kerja Albern dan meninggalkan mereka berdua lagi.
Sekretaris Choi menunduk sedikit. “terima kasih Nona.” Dibalas senyuman oleh Sora.
Albern berdehem karena Sekretaris Choi memperhatikan Sora sampai keluar dan menutup pintu. Sekretaris Choi terkejut dan langsung mengambil kopi untuk Tuannya itu.
“Minumlah direktur,” rayunya.
Albern hanya menatap dan menerima kopi itu lalu menyeruputnya. “Kita lanjutkan mengecek yang lain.” Ajaknya.
“Baik.”
__ADS_1