Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
81. Khawatir


__ADS_3

“Pergilah, dan untuk sementara kau diam saja dirumah. Bantu ibu mu untuk mengurus Fang saja. Tanpa perintah ku kau tidak boleh keluar dan berhubungan dengan siapapun.” Tuan Chen dengan tegas memberi perintah pada putranya tersebut.


Joai Yun hanya diam, dan memberi hormat pada Ayahnya lalu meninggalkan Ibu dan Ayahnya diruangan itu.


Nyonya Nyun masih sangat kesal dan kecewa pada Putranya, dia merasa Suaminya pasti kecewa padanya karena Tindakan Sang Putra.


“Suami ku,” Lirihnya.


“Sudahlah, ini bukan salah Jiao. Aku yang bertanggung jawab. Karena aku kurang memperhatikan kalian, Aku juga bersalah.” Sesalnya pada Sang Istri.


Nyonya Yun mendekati suaminya dan memegang tangannya.


“Maafkan aku yang tidak bisa mendidik Anak-anak kita dengan baik. Ini juga salah ku sebagai ibunya.” Ucap Nyonya Yun dengan menangis.


“Sudah, sudah… kita harus memperbaiki semuanya dengan menebus semua kesalahan pada Sora dan mengembalikan padanya karena ini semua bukan milik kita.” Ucap Tuan Chen.


Nyonya Yun hanya terdiam mendengar kata-kata suaminya.


Dilain sisi, Guangmin sudah merencanakan akan langsung mencari keberadaan Sora. Dia seperti kehilangan jejaknya yang entah kemana. dia langsung menemui seorang dukun yang selama ini membantunya.


“Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan informasi keberadaan anak Chan Yun?” Tanya Guangmin kepada sosok Wanita paruh baya tersebut.


“Tuan anda harus ingat yang kita hadapi adalah keturunan kaisar yang dijaga oleh langit, jadi tidak semudah itu.” Ucapnya dengan tersenyum.


“Aku sudah membayarmu mahal, mengapa belum ada informasi apapun.” Bentaknya.


“Dengar, kau bisa membuatnya keluar tanpa kita harus bersusah payah mencari keberadaannya.” Ucap Sang Dukun dengan senang.


“Apa itu?”


“Temui kekasihnya, buat dia menderita dan frustasi. Maka anak itu akan keluar.” Dukun itu tertawa, dan membuat Guangmin berfikir.


“Albern Kim,” Senyum nya.


Guangmin keluar dari rumah dukun itu dan segera memerintahkan untuk pergi kenegara Sora dan membuat Albern ketakutan sehingga Sora muncul dan dia bisa merebut kalung dan Shouwei miliknya.


“Segera atur keberangkatan kita dan urus semuanya.” Perintah Guangmin.


Disisi lain Albern yang sudah menyelesaikan pekerjaannya langsung bersiap untuk pulang karena dia akan pergi menemui Sora.


“Direktur, tunggu.” Ucap Sekretaris Choi.

__ADS_1


“Ada apa?”


“Aku mendapat kabar dari Tuan Chen bahwa Guangmin menemuinya secara langsung dan mengancam Nona Sora.” Ucap Choi memberitahunya.


“Sepertinya mereka sudah bertindak, apa ada pergerakan aneh di Kuil?”


“Tidak Direktur, sepertinya mereka belum mengetahui keberadaan Nona.”


“Bagus, berarti sekarang dia mengarah kekeluarga Kim, dengar kerahkan semua orang untuk melindungi Rumah utama dan sampaikan jangan ada yang pergi keluar untuk saat ini.”


“Baik.”


Mereka berdua keluar dari kantor pusat dan segera bergegas untuk Kembali kerumah utama. Sesampainya dikediaman Kim, Albern segera berganti pakaian untuk pergi Ke Kuil.


“Kau mau kemana?” tanya Sang Ayah.


“Ayah, aku akan ke Kuil. Sepertinya Guangmin telah bergerak dan mengincar kita sekarang.” Ucap Albern dengan tergesa-gesa.


“Tunggu.” Panggil sang Kakek. Membuat Albern langsung berbalik.


“Kakek.” Ucap Albern.


“Aku akan menemui Sora Kek.” JAwabnya.


“Jangan.”


“Kenapa Kek? Saat ini Guangmin telah bergerak, dan ini membahayakannya.” Kesal Albern.


“Anak ini, jika kau pergi ke Kuil maka mereka akan mengetahui keberadaan Sora. Dan kau yang mengantarkan mereka kesana.” Bentak Sang Kakek.


Albern terdiam tanpa bisa menjawab, sebenarnya dia juga sadar bahwa Guangmin belum mengetahui keberadaan Sora. Namun rasa khawatir nya sangat tinggi sehingga membuatnya tidak bisa berfikir jernih.


“Bersikap biasa saja sampai mereka mencari kita, jika mempelajari sikap Guangmin. Dia akan mencari masalah dengan bertindak terburu-buru. Manfaatkan itu.” Ucap Tuan Besar Kim menasehati Albern.


“Kembali lah, kita bicara diruang keluarga.” Ucap Sang Ayah.


Albern mengikuti mereka berdua dengan tertunduk lesu, hatinya sangat tidak tenang. Memikirkan Sora di Kuil Bersama para biksu itu saja sudah membuatnya frustasi. Ditambah ancama Guangmin ini benar-benar membuatnya gila.


“Panggil yang lain.” Ucap Tuan Besar Kim kepada Kepala Pelayan.


“Baik.”

__ADS_1


Semua orang sekarang telah berkumpul. Dan menunggu Tuan Besar Kim membuka pembicaraan.


“Dengar, aku akan memberitahukan sesuatu pada kalian dan aku harap kalian semua bisa berfikir jernih.” Tuan Besar Kim memulai pembicaraan dan berhenti kearah Albern.


“Seperti kalian tahu jika Sora sedang pergi Ke Kuil dipegunungan. Dia bukan hanya ke Kuil biasa yang sedang memperdalam agamannya. Namun dia sedang melatih binatang penjaganya yang merupakan Makhluk mitologi Bernama SHOUWEI yang merupakan penjaga dari langit untuk Ahli Waris utama keluarga Yun dan Sora yang merupakan Ahli Waris Utama Keluarga Yun harus bisa mengandalikan hewan tersebut.” Tuan Besar Kim menjelaskan dengan perlahan mencoba memberikan pemahaman yang sederhana dan mudah dipahami.


“Keluarga Yun bukan hanya sekedar keluarga biasa, mereka masih memiliki darah keturunan Kaisar terdahulu, dan sampai sekarang generasi mereka masih dipercaya memegang kendali langit.” Lanjutnya.


“Tunggu Kek, aku benar-benar tidak paham.” Ellard yang bingung dengan penjelasan sang kakek.


“Singkatnya, Sora sedang berjuang untuk menjaga kekuatan keluarganya dari orang lain yang berniat jahat untuk menguasai itu semua.” Jelas Tuan Besar Kim.


“Memang mengapa jika mereka menguasai Leo dan kekuatan Keluarga Sora.” Ucap Ellard penasaran dan di iyakan oleh yang lain.


“Aku yang beberapa kali bertemu dengan kepala Biksu Tian Tan. Dia mengatakan jika kekuatan keluarga Sora itu sangat besar. Bahkan bisa mengguncangkan langit. Jika memiliki point dan sumber utama kekuasaan itu sudah dapat bisa dipastikan Dunia dalam genggaman mereka. dan Guangmin ingin menguasai ini semua,” tatapnya tajam pada yang lain.


Semua terdiam tanpa berkata apapun.


“Biarkan Sora berlatih dan fokus, kita saat ini menjaga diri dari Guangmin. Kemungkinan dia akan banyak melakukan manipulasi kepada keluarga kita, jika ini berurusan dengan mistis.” Ungkap Tuan besar Kim untuk membuat semua orang waspada.


“Saat ini bersistirahatlah, besok pasti banyak kejutan untuk kita.” Sang kakek pergi meninggalkan semua orang yang masih terdiam disana.


Albern juga pergi kekamarnya karena hatinya sangat tidak tenang.


“Choi ikut aku.” Perintahnya dan Sekretaris Choi mengikutinya.


“Apa kamera masih ada yang berfungsi?”


“Beberapa masih Direktur, namunbeberapa sudah mati karena banyaknya angin membuat kamera jatuh dan hilang.” Jelas Sekretarisnya.


“Aneh, aku yakin memesangnya sedang baik. Namun bisa jatuh juga. Padahal angin di Kuil sudah kuperhitungkan.” Guman Sekretaris Choi.


Albern hanya diam memperhatikan beberapa kamera yang masih aktif. Sejak beberapa hari lalu dia tidak melihat sosok Sora terekam dan karena itu juga membuat hatinya tidak tenang.


“Dimana dia?” Gumannya.


“Perintahkan orang-orang kita disana untuk mengecek.” Perintah Albern


“Baik.”


Hati Albern benar-benar gundah, dia terus memikirkan keselamatan Sora dan memikirkan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2