
Pertemuan besar Para Tetua Keluarga Yun telah diadakan namun secara tertutup. Dan dipimpin langsung oleh Tuan Chen Yun. Pertemuan yang mendadak ini membuat semua Tetua bingung.
Selama ini mereka tidak pernah mengadakan pertemuan karena Pewaris sah keluarga telah menghilang. Bahkan mereka mendengar dari para leluhur bahwa anak-anak dari Chen Yun tidak ada yang mendapatkan “SHOUWEI”.
Jadi mereka tidak terlalu menganggap Tuan Chen dan keturunannya. Mereka akan mencari keturunan Yang sah lainnya sesuia perintah para leluhur yang dituliskan dalam buku kitab keluarga mereka.
Para tetua sendiri terdiri dari Sembilan orang, mereka merupakan keturunan para jendral, panglima bahkan pengawal setia keluarga ini.
Mereka bisa hidup Makmur dan rukun karena janji setia kerajaan terdahulu. Sedangkan Tuan Chen sendiri masih keturunan kaisar, mesti dia bukan Ahli waris yang sah, tetapi masih ada darah kaisar yang mengalir ditubuhnya. Jadi mereka juga tidak bisa membantah perintah Tuan Chen.
Mereka semua sudah berkumpul di Aula pertemuan dan duduk ditempat yang telah disediakan, mereka saling berbisik dan merasa bingung dengan pertemuan yang mereka sendiri tidak mengetahui tujuannya apa.
Tuan Chen telah memasuki Aula dengan Asisten Gong dibelakannya, melihat Tuan Chen masuk, mereka berdiri dan memberi hormat.
Tuan Chen duduk paling depan untuk menghadap mereka semua menunjuknan bahwa dia pemimpin disini.
“Terima Kasih para tetua mau hadir dalam pertemuan yang kuadakan hari ini.” Ucap Tuan Chen dengan ramah dan dianggukan semuanya.
“Maaf Tuan Yun. Apakah kami boleh tahu mengapa kami semua dikumpulkan?” Tanya salah satunya.
Tuan Chen tersenyum, sepertinya mereka tidak sabar dengan pertemuan yang dia buat saat ini.
“Sepertinya semuanya sangat tidak sabar dengan pertemuan ini, baiklah aku akan memberitahu kalian langsung. Tapi ada yang ingin aku tanyakan terlebih dahulu.” Tuan Chen menatap tajamsemua orang yang ada disana.
Mereka langsung diam dengan tatapan Tuan Chen, meski Tuan Chen tidak dianggap sebagai Ahli Waris yang sah yang bisa memimpin keluarga mereka. Namun darah kaisar tetap mengalir ditubuhnya. Jadi sifat mengintimidasi orang lain masih terasa kuat.
“Ada apa Tuan?” tanya salah satunya dengan mencoba tenang dan lembut.
“Apa yang tidak aku ketahui tentang keluarga ini?” Tanya Tuan Chen langsung.
Mereka semua langsung diam dan menunduk, mereka tidak ada yang berani menjawab pertanyaan ini. Karena menurut mereka Tuan Chen tidak berhak mengetahuinya.
“Mengapa kalian semua diam?” Tuan Chen menatap tajam semua orang.
“Maaf Tuan Yun, memang apa yang anda tidak ketahui, bukan kah semuanya sudah anda ketahui dengan jelas.” Ucap salah satunya untuk meyakinkan dia.
Tuan Chen marah dan menggebrak meja disampingnya. “Brak!” mengagetkan semua orang yang mulai ketakutan.
“Apa kalian meremehkan ku? Kalian pikir aku tidak bisa mencari tahu nya sendiri?” Ucap Tuan Chen marah.
__ADS_1
“Jika kalian masih diam, maka jangan harap Ahli Waris yang kalian cari dan harapkan bisa Kembali kekeluarga ini.” Ancam nya dan hendak pergi meninggalkan mereka semua.
“Tunggu,” Salah satunya menghentikan Tuan Chen.
“Apa maksud anda? Apa Ahli Waris yang sah sudah ditemukan?” Tanya nya lagi.
Tuan Chen mendengar kata-kata itu langsung tertawa kecil. “Jika iya, bagaimana?” Jawab Tuan Chen yang masih berdiri.
“Tuan Yun, anda jangan main-main dengan hal ini. Jika ahli waris telah ditemukan harap segera pertemukan kami dengannya.” Ucap tetua itu lagi.
Tuan Chen tertawa mendengar nya. “Apa yang anda bicarakan tetua? Kalian saja tidak mau memberi tahu ku apa-apa, lantas untuk apa aku memberitahu kalian juga?” remehnya.
“Tuan Yun, anda jangan seperti itu. Ini menyangkut keberlangsungan keluarga kita.” Ucap yang lain.
Tuan Chen langsung menatapnya dengan tajam.
“Jika kau masih berbicara keberlangsungan keluarga. Maka aku juga bisa menghancurkan keluarga ini.” Tegasnya dengan nada yang rendah.
Semua orang terdiam tidak berani lagi berucap. Sampai salah satu dari mereka membuka suara.
“Apa yang ingin anda ketahui Tuan Yun?” Tanya Nya.
Semua orang menarik nafas, dan yang paling tuan dari mereka berdiri memulai kisah keluarga mereka dari asal usul mereka dan mengapa Tuan Yun bukan Ahli Waris yang sah untuk keluarga.
Serta mereka juga memberitahukan mengenai SHOUWEI makhluk mitologi penjaga keluarga mereka. Tuan Chen mendengarkan dengan seksama.
Dia tidak terkejut, karena dulu ibunya sering menceritakan kisah ini pada dirinya dan sang kakak, namun dia tidak menyangka bahwa kisah ini adalah keluarganya sendiri. Dia mengira semua itu hanya dongeng belaka.
Yang dia tahu bahwa leluhurnya merupakan keturunan dari Kaisar terdahulu.
“Tuan Chen, semua ini adalah kebenaran. Jika kita tidak membawa Ahli Waris yang sah Kembali. maka keluarga kita juga akan dihukum langit.”Ucap salah satunya.
Tuan Chen hanya terdiam dalam lamunan. Pantas saja Guangmin ingin sekali merebut kekuasaan keluarganya dan menghalangi Sora Kembali. Ternyata masalah ini tidak sesederhana yang dia fikirkan.
“Jika Ahli Waris benar-benar tidak ada apa yang akan terjadi?” Ucap Tuan Chen dengan menatap lurus.
“Keluarga kita akan lenyap.” Ucap salah satunya.
Mereka semua terdiam dan hanya menunduk memikirkan segala kemungkinan.
__ADS_1
Tuan Chen berdiri dan hendak meninggalkan para tetua.
“Pertemuan ini selesai.” Ucapnya dengan berjalan.
“Bagaimana dengan Ahli Waris yang anda ucapkan?” Tanya mereka.
Tuan Chen berhenti. "Aku sendiri yang akan membawa nya kehadapan kalian semua.” Tuan Chen berlalu tanpa mau menengok kebelakang dan membuat banyak pertanyaan pada para tetua tersebut.
“Segera hubungi Keluarga Kim, dan minta bantuan mereka. Kita harus membereskan Guangmin sendiri terlebih dahulu.” Ucap Tuan Chen pada Asistennya.
“Panggil juga Jiao Pulang. Anak itu harus ku berikan hukuman.” lanjutnya.
“Baik.”
Albern yang masih berada dikantornya disibukkan dengan semua pekerjaan yang menumpuk, dia sama sekali tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya. Selalu saja memikirkan Sora. Saat ingin pergi menemui Sora, pasti saja ada halangan.
“Ah, sial!” kesalnya dengan membanting berkas kemeja.
Sekretaris Choi masuk dan melihat Direkturnya yang seperti tidak terurus lagi, bahkan dua hari ini dia menginap dikantor lagi karena malas untuk pulang.
“Direktur,” Sapa Sekretaris Choi dengan membawa segelas Kopi.
Albern mengambil kopinya dan langsung duduk untuk meminum kopi itu. Sekretaris Choi juga ikut duduk dihadapannya.
"apa kamera yang terpasang masih aktif? " tanya Albern.
"tersisa beberapa buah yg masih terpasang Direktur, " jawab Sekretaris Choi.
Albern menjadi lebih kesal. mereka memasang beberapa kamera CCTV untuk mengamati Sora di Kuil, namun entah mengapa banyak yang rusak dan hilang.
“Tuan Chen menghubungi.” ucapnya dengan meletakkan beberapa berkas.
“Ada apa?”
“Mereka ingin kita membantunya membereskan Guangmin.”
“Heh, ternyata mereka sudah sadar. Berikan apa yang mereka minta.” Ucap Albern.
"Baik.”
__ADS_1