Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
41. Perlindungan


__ADS_3

Keadaan semakin menegangkan, Yoon Jun yang sudah berada didepan mobil bersiap untuk melawan. Orang-orang dalam mobil yang menghadang tadi juga keluar semua, tetapi anehnya mereka malah berdiri mengelilingi mobil Sora. Yoon Jun yang sudah memasang kuda-kuda untuk melawan langsung bingung dengan sikap mereka. ”Mereka bukan orang-orang keluarga Kim, lalu Siapa?” ada 6 orang pria bertubuh tegak yang berdiri mengelilingi mobil Sora.


Sora juga melihat itu menjadi heran.“Apa mereka orang-orang Albern?” batinnya.


Yoon Jun tetap waspada, tidak lama ada 4 mobil datang dengan orang-orang yang bergaya preman keluar dari dalam mobil, mereka semua membawa berbagai senjata. Tidak butuh waktu lama perkelahianpun langsung dimulai, orang-orang yang menjaga mobil Sora ikut melindungi dan malah membantu Yoon Jun untuk melawan preman-preman yang datang.


Perkelahian yang sedikit tidak seimbang dari jumlah orang namun pihak preman cukup kewalahan, orang-orang itu memiliki ilmu beladiri yang tangguh, serangan mereka hampir semua ditangkis. Sora melihat dari dalam mobil sedikit ngeri, karena preman-preman itu tidak hanya membawa pemukul, namun pisau dan lain-lain juga mereka gunakan.


Perkelahian yang tidak ada hentinya itu berlangsung cukup lama hingga terdengar suara tembakan, semua langsung berhenti. Orang-orang yang melindungi Sora dengan sigap kembali keposisi mobil Sora untuk melindunginya tidak terkecuali Yoon Jun. Preman-preman tadi juga kembali keposisi mereka datang.


Dari kejauhan ada banyak mobil yang tiba, seauar tembakan tadi keluar dari salah satu mobil itu. Semua mobil berhenti dan Albern dengan cepat keluar dari mobil berlari menuju mobil Sora. Sora yang melihat Albern datang dan menuju mobilnya langsung keluar langsung memeluknya, Albern pun menyambut Sora. Albern melepas pelukan itu lalu melihat gadis didepannya. “Kau tidak apa-apa?” tanya Albern panik.


Sora mengangguk menandakan dia baik-baik saja.


“Siapa kalian? Berani menggangu orang-orang ku?” dengan berteriak dan memasang wajah benci Albern menatap preman-preman yang memegang senjata tadi.


Orang-orang yang Albern bawa kali ini lebih banyak dari kemarin saat menyelamatkan penculikan Sora. Albern juga memandangi orang-orang yang berada didekat mobil Sora tapi seperti penjaga. Orang-orang itu sadar jika sedang diperhatikan oleh Albern, mereka langsung memberi hormat.


Albern menatap Sora, “Siapa wanita ini?” batinnya.


Sora yang ditatap hanya bingung menandakan dia tidak tahu apa-apa. Dengan masih menggandeng tanga Albern. “Pindahlah kemobil ku dan tunggu disana.” Perintah Albern.

__ADS_1


Sora langsung saja menuruti dan berjalan menuju mobil Albern, diikuti oleh sekretaris Choi. Setelah Sora masuk kedalam mobil. Albern maju kedepan berhadapan langsung dengan para preman itu. Kelompok preman itu sadar jika sudah sangat tersudut. Mereka hanya diperintahkan jika tidak bisa membawa wanita itu pergi maka bunuh. Tapi jika situasinya begini pasti mereka lah yang terbunuh.


Daripada mati konyol mereka lebih baik melawan. Albern langsung saja diserang oleh beberapa orang, namun belum sampai melukai Albern mereka sudah dihadang oleh orang-orang Albern sendiri. Pertarungan yang tidak seimbang itu mulai terjadi. Albern hanya diam ditempat melihat orang-orangnya melawan mereka.


Sora menutup mata dan telinganya dengan tertunduk tidak mau melihat atau mendengar pertarungan itu. Karena belum apa-apa, sudah ada yang terluka. Para preman itu kalah telak, bahkan sudah ada beberapa yang tewas ditempat.


Albern maju mendekati salah satu preman itu.


“Jika ingin nyawa mu selamat, maka beritahu siapa yang memerintahkan kalian?” suara Albern terdengar menyeramkan, tatapan yang tajam langsung membuat orang yang ditatapnya merinding ngeri. Seperti berhadapan dengan malaikat maut.


“Ka... kami hanya diperintahkan oleh bos kami untuk membawa wanita itu,” jawab preman itu dengan tergagap.


Albern melihat tato ditangan preman itu. “Lambang ini?” batinnya.


Preman itu langsung saja bersujut pada Albern dan memohon. “Tuan, mohon lepaskan kami.


Tolong jangan bunuh kami.” Lirih ketakutan salah satu dari mereka bahkan sampai menangis.


Albern yang tidak perduli langsung menuju mobilnya. Tapi dia kembali menatap orang-orang yang melindungi Sora tadi. “siapa kalian?” Tanya Albern.


Salah satu dari mereka maju dan memberi hormat. “Kami diutus untuk melindungi Nona Sora Tuan Muda.” Jawabnya.

__ADS_1


“Atas perintah siapa?” tanya Albern penasaran.


“Kami tidak bisa memberitahu anda. Tuan kami nanti yang akan menemui anda” ucap nya.


”Tapi yang ingin kami tahu lebih jelas, apakah nona Sora berada dibawah perlindungan anda?” Lanjut pengawal itu.


Albern menatap sora yang berada didalam mobil, dia menutup mata dan telinganya seperti ketakutan. “Dia calon istri ku, jelas berada dibawah perlindungan ku.” Albern dengan nada yakin.


“Baiklah, kami akan menyampaikan pada Tuan kami. Dengan segera dia akan menemui anda.” Ucap pengawal itu.


“Jika begitu kami undur diri.” Dengan memberi hormat, kelompok pengawal tadi pergi meninggalkan Albern dan yang lain.


Yoon Jun mendekat. “Tuan Muda, maafkan saya,” dia menunduk merasa bersalah tidak bisa menjaga Sora.


“Istirahatlah, tugas mu sepertinya akan lebih berat nanti,” dengan menepuk pundak Yoon Jun.


“Choi, urus semua.” Perintahnya.


“Baik Tuan.”


Albern masuk kedalam mobil dan duduk disamping Sora. Dia memegang tangannya yang masih menutup telinga, Sora sadar ada yang memegang tangannya dan ternyata itu albern maka dia menatap dan tersenyum.

__ADS_1


“Sudah aman, kita pulang sekarang,” ucapnya lembut pada Sora. Sora yang mendengar itu langsung tersenyum, genggaman tangan merekapun lepas.


Keduanya pulang dengan beberapa pengawalan. Menuju Rumah utama Kim.


__ADS_2