Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
73. Surat Ancaman


__ADS_3

Plak!!! Tuan Yun menampar Jiao Yun Dihadapan sang Ibu dan adiknya.


Jiao Yun hanya diam menerima tamparan dari ayahnya. “Apa kau ingin mempermalukan keluarga kita hah!” bentak sang Ayah yang sudah sangat murka.


“Aku sudah berusaha untuk memberikan kesan baik pada mereka. Supaya keluarga kita bisa dilihat layak untuk kembalinya kakak Sepupu mu kesini?” Tuan Chen yang sudah sangat kesal membentak dan menyilangkan tangannya dibelakang untuk memberi pelajaran pada putranya itu.


“Ayah, untuk apa Anak Paman Kembali? Bukan kah ayah masih memiliki Aku?” Jawab Jiao Yun kesal.


“Kau? Apa yang sudah kau lakukan untuk keluarga ini hah? Yang kau tahu hanya bermain Wanita dan bermabuk-mabukan. Apa kau pikir aku tidak tahu?” Tuan Chen semakin marah.


“Itu karena Ayah tidak pernah memberi kesempatan pada kami.” Bela Jiao Yun.


“Kesempatan? Berapa kali aku menawarkan kau bekerja dan membantuku diperusahaan.” Ucap sang Ayah.


“Tapi apa, kau bilang bukan waktunya kau masuk keperusahaan? Hah, sombong sekali.” Ayahnya meremehkan.


“Ayah, aku sekarang sudah bisa membantu mu diperusahaan. Jadi berikan aku kesempatan.” Ucap Jiao Yun mememohon.


Tuan Chen hanya diam dan duduk karena merasa terlalu kesal dengan putranya. Dia menghela nafas Panjang sebenarnya dia tidak bisa marah dengan anak-anaknya ini, karena dia sadar waktu dan kasih sayang untuk mereka sangat kurang. Tapi apa yang dilakukan putranya sungguh memalukan. Tuan Chen tidak bisa berfikir lagi.


“Keluarlah, aku ingin istirahat.” Ucap Tuan Chen.


“Ayah…” Lirih Jiao Yun.


“Kakak, ayo kita Kembali kekamar.” Ajak Fang Yun yang melihat Ayahnya sudah tidak mau meladeni mereka.


Nyonya Yun langsung duduk disamping Suaminya dan mencoba menenangkan. “Sayang. Tenangkan diri mu.” Ucap Nyonya Yun dengan lembut dan hati-hati.


Jiao Yun langsung pergi dari kamar Ayahnya diikuti Fang Yun. Sampai dikamarnya Jiao Yun melempar benda-benda diatas meja dengan marah dan kesal terhadap Ayahnya.


“Apa salah ku, Aku sudah berjuang dan menerima pengaturannya tapi dia masih tidak memihak ku.” Teriak Jiao Yun.


“Kak, tenang lah.” Fang Yun yang ketakutan dengan kemarahan kakaknya mencoba menenangkan.


“Fang, mau sampai kapan kita diatur oleh Ayah? Kita ini anaknya atau pelayannya? Bahkan dia tidak pernah memperhatikan kita semenjak berkutat dengan perusahaan. Sekarang dia menjadi marah karena hal ini. Agghh!!” Jiao Yun terus mengoceh tidak jelas.

__ADS_1


“Kak, kau harus menengankan diri mu terlebih dahulu, jika kau emosi seperti ini maka Ayah akan semakin marah pada mu.” Bujuk Fang Yun.


“Keluarlah, aku ingin beristirahat. Kau juga kan belum pulih.” Jiao Yun merendahkan suaranya dan duduk disofa kamarnya mencoba untuk tenang.


“Baik, aku akan kembali kekamar. tapi jangan berbuat hal aneh lagi. ” Fang Yun pergi keluar dari kamar kakakya.


“Aku harus menelpon orang itu.” Pikir Jiao Yun.


“Paman, Ayah marah pada ku karena memata-matai mereka, dan mata-mata itu tertangkap oleh mereka.” Ucap Jiao Yun pada pamannya yaitu Changmin.


“Bodoh! Aku sudah bilang untuk jangan melakukan apapun dan tunggu perintah ku.” Kesal Changmin.


“Maaf, aku penasaran dengan mereka. Karena itu aku mencari tahu. Tapi ternyata mereka orang yang diluar dugaan ku. ” Sesal Jiao Yun.


“Mulai sekarang diam saja dan jangan melakukan apapun. Mengerti!” bentak Changmin.


Belum sempat dijawab oleh Jiao Yun, telpon tersebut sudah ditutup.


“Hah, mengapa jadi kena marah dua kali oleh para Orang Tuan ini.” Guman Jiao Yun. Dia langsung merebahkan badannya dikasur dan tidur.


David mengintip dan ternyata itu Tuan Chen, langsung saja dibuka olehnya.


“Tuan.” David memberi Hormat.


“Aku ingin bicara dengan Tuan-Tuan Mu.” Ucap Tuan Chen dengan pelan.


“Baik, Silahkan masuk.” Ajak David.


Albern dan Ellard yang melihat Tuan Chen masuk langsung mempersilahkan duduk.


“Ada apa pagi-pagi sekali Tuan Yun sudah menemui kami?” Tanya Albern.


“Hm, Aku mau meminta maaf atas kelakuan Putra ku atas apa yang dilakukannya. Dia masih terlalu muda dan kekanak-kanakan.” Ucap Tuan Chen dengan ramah.


“Kami sudah memaklumi Tuan Yun.” Ucap Ellard.

__ADS_1


“Kalian benar, aku harus membenahi keluarga ku. Putra ku itu tidak akan berani melakukan hal tersebut jika tidak dibimbing orang lain.” Tuan Chen penuh penyesalan.


Albern dan Ellard hanya saling pandang tanpa menjawab sedikit pun.


“Sampaikan salam ku pada Tuan Besar Kim dan yang lain, terutama Sora.”


“Aku akan menjemputnya jika semua sudah dalam kondisi baik.” lanjutnya.


“Akan kami sampaikan Tuan, sekali lagi jika kau membutuhkan bantuan jangan sungkan untuk menghubingi kami.” Ucap Ellard dengan Tulus.


“Ya, ya.. Aku akan Kembali bekerja. Kalian juga sudah bersiap. Hati-hati lah diperjalanan.” Ucap Tuan Chen seraya berdiri dan diikuti oleh mereka berdua. Tidak lupa juga mereka bersalaman. Tuan Chen meninggalkan kamar Albern dan Ellard.


“Cari tahu siapa yang menyetir Jiao Yun. Jika sudah dapat segera tangani.” Ucap Tuan Chen dengan berjalan kepada Asisiten Gong.


“Baik Tuan.”


Albern dan Ellard juga tidak tinggal diam. “Cari tahu siapa yang berhubungan dengan Jiao Yun. Setidaknya kita harus mengetahuinya terlebih dahulu.” Ucap Ellard kepada David.


“Sepertinya kau cukup bersemangat kak akhir-akhir ini.” Sindir Albern.


Ellard hanya melirik dan melanjutkan untuk bersiap.


Mereka berdua beserta robongan berangkat menuju bandara. Belum sampai bandara rombongan mobil mereka dihadang. Ellard dan Albern sungguh terkejut dengan pencegatan itu.


Tidak lama keluar beberapa Orang dari mobil yang menjegat. Mereka mengetuk kaca mobil Albern, dia langsung nurunkan kaca mobilnya sedikit dengan waspada.


“Aku hanya ingin memberikan pesan dari Tuan Ku.” Orang yang berbicara itu memakai masker dan kaca mata menyerahkan sebuah amplop kepada Albern dan langsung pergi.


Albern membuka amplop nya dengan santai. Dan ada tulisan besar didalamnya.


“BERHENTI IKUT CAMPUR JIKA INGIN DIA SELAMAT!” Tulis pesan itu membuat Albern murka.


“Beraninya mereka mengancamku.” Dengan geram dia meremat kertas tersebut.


“Sepertinya, ini tidak semudah yang kita pikirkan.” Ucapnya.

__ADS_1


Mereka berdua langsung terbang dengan jet pribadi untuk pulang kenegara nya.


__ADS_2