
Sekretaris Choi berjalan kearah cafetaria. Ketika sampai dipintu café dia melihat sekelebat sosok Wanita dan sepertinya dia tahu itu siapa. “Untuk apa nona Youra datang kesini. Bukan kah tidak ada janji?” Pikir dia.
Karena tidak terlalu memperdulikannya dia masuk kecafe lalu memesan kopi.
Youra dengan santai masuk ke dalam kantor pusat. Karena sudah tidak terlalu banyak karyawan dia dengan bebas berjalan kearah lift dan menuju lantai ruangan Albern. Youra membawa dua cup kopi untuk diberikan pada Albern.
Youra mengetahui jika Albern masih dikantornya dari orang-orang kepercayaan dia. Tidak sulit jika hanya ingin mengetahui keberadaan orang lain untuknya.
Albern yang masih sibuk dengan berkas-berkas yang bertumpuk dimejanya. Tidak lama pintunya diketuk dan masuklah sosok Youra. Albern melihat sosok itu dari balik layar komputernya. Langsung heran dengan sosok Youra yang ada didepannya.
“Sepertinya anda terlalu sibuk hari ini direktur.” Ucap Youra dengan lembut seraya berjalan anggun kehadapan Albern.
Jarak mereka sekarang hanya dibatasi meja kerja Albern. Albern duduk menyenderkan badan dikursinya. “sepertinya kita tidak sedang membuat janji Nona Youra.” Ucap Albern.
“Ah, ternyata anda mengingat nama ku.” Youra tersenyum senang.
Albern hanya menatap curiga pada Youra. “Tetapi lebih enak jika anda memanggil ku Aya saja, terdengar lebih akrab.” Lanjut Youra seraya duduk dikursi dan menghadap kearah Albern.
“Aku sedang banyak pekerjaan, jadi lebih baik anda pergi karena aku tidak akan meladeni anda.” Ucap Albern dan Kembali kelayar komputernya.
“Oh, tentu saja. Aku tahu kau sedang sibuk. Jadi aku hanya ingin memberikan ini,” sambil menyodorkan Kopi kepada Albern.
“Terima Kasih, kau boleh keluar.” Ucap Albern dengan hanya melirik sekilas kebenda yang diberikan Youra.
“Baiklah jika begitu, aku akan pergi. Senang bisa bertemu dengan anda.” Youra pergi berjalan keluar ruangan Albern.
Dijalan dia berpapasan dengan sekretaris Choi, dan langsung menunduk sedikit pada Youra yang dibalas anggukan dengan tetap berjalan.
Sekretaris Choi masuk keruangan Albern.
“Direktur, ada hal apa sehingga Nona Youra datang?” tanyanya pada Albern.
“Dia memberikan kopi ini, singkirkan dari meja ku,” Tanpa melirik dia memerintahkan membuang kopi itu.
“Tuan sepertinya ini tidak baik.” Ucap Sekretaris Choi.
Albern langsung melihat kearah sekretarisnya itu.
__ADS_1
“Mengapa?” tanya nya.
“Anda tahu skandal nona Youra dengan model Prancis waktu itu?” tanya Sekretaris Choi.
“Sedikit, karena aku tidak perduli.” Jawab Albern acuh.
“Anda sepertinya harus sedikit perduli, aku menyelidiki Nona Youra ini. Dia Wanita yang manipulatif. Karena ayahnya pemilik agensi terbesar dan perusahan iklan yang tidak perlu diragukan lagi. Dia sedikit sewenang-wenang.” Jelas Sekretarisnya ini.
Sekretaris Choi selalu mencari tahu setiap Wanita atau orang-orang yang mau mendekati tuannya ini terlebih dahulu. Sejak kedatangan pertama Youra waktu itu, sekretaris Choi langsung tahu maksud dan tujuan dia untuk mendekati Albern.
Albern mendengar penjelasan sekretarisnya itu langsung menaruh kewaspadaan. Dia melirik kopi yang dibawa Youra tadi. “Buang benda ini, singkirkan semua hal dari dia.” Albern menatap tegas kedepan.
Dia berfikir, jika pertunangannya ini pasti akan membuat banyak peluang untuk mengacaukan karir atau mencelakai orang-orang yang berada disampingnya.
“Baik,” Sekretaris Choi langsung mengambil kopi itu dan membuangnya.
Mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Pukul satu malam Albern baru meninggalkan kantor. Ketika akan pergi dengan mobilnya dia menerima telpon.
“Tuan Albern, ini aku Aya, bisa kau membantu ku.” Suara Youra dari ujung telpon itu.
Albern menatap kearah Sekretaris Choi dan memberikan kode untuk menyadap telponnya.
“Ada apa?” tanya Albern.
“Aku sedang berada disebuah club Bersama teman-teman, tetapi mobil ku mogok. Bisa kah kau menjemput ku?” dengan sedikit merayu Youra berbicara.
Albern tersenyum sinis dari balik telpon. “Kirimkan alamat kalian.” Lalu menutup telponnya.
Tidak lama Mobil yang dikendarai Albern tiba didepan klub malam tersebut. Youra menerima telpon lagi.
“Tuan Albern,” jawabnya.
“Keluarlah, mobilku sudah berada didepan.” Jawab Albern.
Youra yang merasa sudah sangat berhasil kegirangan dan langsung saja keluar dari club. Dia melihat mobil Albern yang sudah terparkir didepan club langsung berlari kecil dan masuk kedalam mobil, sebelumnya dia sudah menyemprotkan parfum khusus untuk meningkatkan gairah seseorang Ketika mencium aromanya.
__ADS_1
Ketika membuka pintu mobil Youra melihat sosok laki-laki itu langsung saja merangkulnya. Dia sudah tidak memperdulikan siapapun karena dia sudah berhasil memancing Albern untuk menemuinya, dengan mengenakan baju yang sangat minim dan seksi dia mencoba menggoda Albern.
“Tuan, bagaimana jika kita menginap dihotel dulu. Aku merasa sangat lelah.” Dengan gaya bicara merayu dan terus menepel pada laki-laki disampingnya.
Hanya Anggukan dari Albern dan mereka pun pergi meninggalkan Club. Sesampainya dihotel Youra sudah diberi minuman dan sedikit mabuk, sehingga dia harus sedikit dipapah untuk masuk kekamar hotel. Pagi menjelang, Youra bangun dari tidurnya dan melihat sudah tidak ada siapa-siapa dikamar itu.
Dia merasakan tubuhnya sangat sakit, lalu melihat dibalik selimut dan ternyata sudah tidak mengenakan sehelai bajupun. Youra merasa kan kemenangan, dia tersenyum lalu mencari ponselnya dan menelpon seseorang.
“Apa kau sudah mendapatkan foto-fotonya?” langsung saja dia bertanya.
“Sudah sesuai perintah anda Nona.” Jawab orang dibalik telpon tersebut.
Dia menutup telponnya dan tersenyum Bahagia lalu membaringkan tubuhnya dikasur. “Lihat saja siapa yang akan mendapatkan laki-laki itu, haha.., kemenangan akan menghampiri ku,” Youra berteriak Bahagia dikamarnya.
Saat ini keluarga Kim sudah memulai persiapan acara pertunangan Albern dengan Sora. Yang paling sibuk adalah Nyonya Kim. Dia sibuk menelpon sana sini dan sangat tidak bisa diganggu. Semua orang tidak ada yang berani mengegurnya karena segan.
Sora yang melihat Nyonya Kim sangat sibuk mendekatinya. “Ibu, apa tidak sebaiknya kau istirahat?” ajaknya.
“Ah, nanti dulu, aku sedang Menyusun acara untuk nanti. Kau tenang saja.” Sora merasa Nyonya Kim sedikit berlebihan, lalu berinisiatif memanggil Albern.
Albern masih belum keluar kamar mesti sudah agak siang, bahkan dia melewatkan jam sarapan. Sora menghampiri kamarnya dan mengetuk.
“Albern apa kau masih tidur.” Sora memanggil
Albern memang masih tertidur, namun dia tidak tidur dengan nyenyak, hanya mencoba merebahkan badan karena kelelahan.
Ketika mendengar suara Sora dia langsung bangun dan merapihkan diri lalu membuka pintu kamar.
“Hai, aku sudah bangun. Hanya beristirahat saja.” Jawab nya seraya membuka pintu.
“Kau terlihat lelah sekali, apa kau sakit?” Sora mengkhawatirkannya.
“Tidak, pekerjaan ku sangat banyak. Aku menyelesaikannya dalam satu malam, itu sudah sangat membuatku lelah.” Jelas Albern.
“Jika seperti itu, istirahat lah. Aku tidak akan menggangu. Tapi jangan lupa untuk makan.” Sora akan pergi meninggalkan Albern namun tangannya alangaung ditarik membuat Sora langsung berbalik.
“Ada apa?” Albern seperti tahu jika ada yang ingin dibicarakan.
__ADS_1