Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
35. Pengawal


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA..


Ketua dari Kelompok yang menculik Sora sudah mendapatkan laporan dari anak buahnya yang melarikan diri dari kepungan orang-orang Albern malam itu. Karena kegagalan anak buahnya dia tidak menyangka akan menjadi sedikit sulit. Dia fikir hanya menculik gadis kecil yang biasa. Ternyata dia memiliki perlindungan yang kuat.


“Aku akan menghubungi Orang itu dulu. Mengenai apa yang harus dilakukan, tunggu perintah selanjutnya.”


Dia merasa ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut, dan hanya menunggu perintah selanjutnya karena mereka tidak boleh gegabah.


Saat ini Albern sedang berada diruang rapat Ketika sekretaris Choi membisikan sesuatu. Dengan raut wajah yang sedikit marah dia langsung menutup rapat.


“Aku ada urusan lain, semua laporan sudah ku terima. Rapat hari ini selesai.” Perintahnya dengan jelas.


Dengan cepat Albern keluar dari ruang rapat. Dewan direksi yang lainpun langsung berdiri.


“Ada apa ini, tidak pernah-pernanya Tuan Muda terlihat panik.” Bisik salah satu dewan direksi.


“Mungkin ada yang darurat,” Yakin yang lain.


Dengan berjalan sedikit cepat. “Berikan apa yang ibu mau. Dan sekarang kita pulang ke rumah utama,” Ucap nya pada sekretaris Choi.


“Baik.”


Sora akan bersiap pergi mendengar telponnya berbunyi.


“Iya heiran, aku akan kesana sebentar lagi.” Sora langsung menjawab telpon dari Heiran.


“Apa kau tidak bekerja?” Tanya Heiran bingung.


“Nanti saja aku ceritakan saat kita bertemu. Sudah ya aku matikan telponnya.” Tutup Sora.


Heiran yang mendengar itu semakin penasaran dengan temannya ini. “Apa yang dia lakukan sebenarnya.”


Pelayan Park yang memberi tahu sekretaris Choi bahwa nyonya Kim datang ke mansion. Albern yang medengar itu sudah pasti merasa sedikit panik. Ibunya pasti berfikir Sora kekasihnya, Dan ini akan membuat semuanya semakin kacau.


“Awasi gadis itu, jangan sampai dia membuat masalah.” Perintah Albern kepada sekretarisnya.


“Baik Tuan.”


Mereka berdua melaju ke rumah utama Kim.


Sora sudah akan pergi namun dihadang oleh pelayan Park. “Nona, mobil sudah disiapkan sesuai perintah Nyonya besar.” Terang pelayan Park.


Sora sedikit bingung. Tapi hanya bias menurut dan yang terpenting dia bisa bertemu dengan Heiran untuk menjelaskan semuanya.


Setelah sampai di parkiran kantor Sora dibukakan pintu mobil oleh sang sopir. Sora yang terkejut dengan perlakuan ini menjadi salah tingkah.


Sora langsung saja akan pergi namun supir itu masih mengikutinya. Maka dia bertanya, “Maaf tuan, mengapa kau mengikuti ku?”

__ADS_1


“Saya diperintahkan untuk menjaga anda 24 jam hari ini Nona.” Terang supir itu.


“Oleh siapa?” Sora semakin bingung.


“Nyonya Besar."


“Nyonya besar maksud anda Nyonya Kim, untuk apa?” Pikir Sora.


Karena waktunya sudah mendesak dia tidak menunggu jawaban supir itu lagi, dan langsung saja berbalik pergi. sementara Supir sekaligus pengawal tadi tetap mengikuti Sora.


Sampainya di resto kantor, dia melihat Heiran dan yang lain. Langsung saja dia menuju kesana dan duduk. Mereka bertiga malah fokus pada laki-laki dibelakangnya yang berpenampilan terlalu mencolok, memakai setelan jas dan kaca mata hitam.


Heiran dan yang lain terpaku melihatnya dan bersamaan kembali menatap Sora dengan banyak pertanyaan. “huft… Sudah jangan perdulikan dia.”


Yang lain hanya saling pandang, Sora mulai membuka pembicaraa.


“Hm, baiklah… aku diculik.” Singkatnya.


“APA?” mereka bertiga langsung tidak bisa menutup keterkejutannya.


“Apa maksud perkataan mu? Coba jelaskan.” Desak Heiran.


Sora mulai menceritakan dari mulai dia menutup telponnya dengan Heiran malam itu,lalu tiba-tiba diculik, diselamatkan oleh Albern dan sekarang tinggal dimension Albern.


“tunggu-tunggu, aku benar-benar tidak paham dengan semuanya,” Ucap Ji Min yang semakin bingung.


“Aku tahu, tapi bagaimana bisa. maksud ku, Direktur perduli pada mu?” Ji Min semakin bingung.


“Iiss.. kau ini, jelas direktur perduli pada Sora, apa dia menyukai mu?” Tanya Heiran tanpa basa-basi.


“Hei jaga bicara mu, itu mana mungkin.” Marah Sora.


“Dengar, mungkin dalam beberapa hari aku tidak bisa bertemu kalian, entah mengapa aku merasa harus ada yang diselesaikan.” Jelas Sora.


“Apa itu?” Tanya Heiran penasaran.


“Nanti ku ceritakan jika semuanya sudah ku ketahui, aku tidak mau kalian ikut celaka karna mungkin ada orang yang mengincar nyawa ku.” Sora mencoba meyakinkan kondisinya sekarang.


Mereka bertiga memang merasa akhir-akhir ini Sora terlalu banyak masalah. Jadi mereka sedikit memahaminya.


“Sora aku minta maaf, karena sempat membencimu,” Ucap Ji Min yang tiba-tiba merasa bersalah menundukan wajahnya.


Sora yang melihat pengakuan Ji Min merasa tidak enak karena memang tidak ada yang akan menyangka ada kejadian seperti ini.


“Sudahlah, kau tidak perlu meminta maaf, jika aku diposisimu aku juga akan melakukannya,” Ucap Sora dengan tersenyum dan memegang tangan Ji Min.


“Sora…” Rengek Ji Min.

__ADS_1


“Haduh… Bocah ini,” Lirik Heiran dan Ji Hun yang sebal dengan kelakuannya. Sora hanya tertawa saja.


Hanpon Sora berbunyi. Dilihatnya nomor yang tidak dikenal.


“Hallo?” Jawab Sora ragu.


“Kau dimana? Tanya Albern.


“Ini??” Sora masih kurang mengenali suara itu.


“Kau bodoh atau apa, masih tidak mengenali ku? Marah Albern.


Ketika mendengar suara itu Sora langsung terkejut dan berdiri.


“Direktur?” Dengan berteriak. Membuat semua yang ada disana terkejut.


Heiran dan yang lainnya hanya menutup mulut mereka dan saling melirik satu sama lain.


“Hais… kenapa kau berteriak?” kesal Albern dengan menjauhkan telponnya dari telinga.


“Jawab pertanyaan ku.”


“Aku.. aku, dikantor.”


“Kembali ke mansion sekarang.”


“Ba..baik.”


Sora yang masih terkejut dan merasa heran.


“Bagaimana dia tahu nomor ku?”, Pikirnya.


“Sora, ada apa?” Tanya Heiran penasaran.


Sora bergegas saja berpamitan dengan yang lain, sepertinya ini bukan hal baik.


“aku harus kembali kemansion, nanti aku kabari kalian lagi,” Ucap Sora dengan terburu-buru.


“Baiklah, hati-hati dijalan.” Heiran dan dianggukan yang lain.


Setelah Sora hilang dari pandangan Ji Min langsung membuka pembicaraan.


“Bagaimana jika Sora dan Direktur saling menyukai?” ucapnya asal bicara.


Yang lain hanya terdiam.“Tutup mulut mu, jika tidak aka nada gossip lagi yang beredar” Kesal Ji Hun.


Heiran hanya diam tanpa kata. Tidak tahu apa yang difikirkannya.

__ADS_1


__ADS_2