Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
61. Milik siapa?


__ADS_3

Besok adalah hari pertunangan Sora dan Albern. Sejak pagi hari Sora dan para wanita sudah mulai menyiapkan segala sesuatunya. Dan sudah pasti nyonya Kim yang paling sibuk diantara mereka. Dia tidak mau terjadi kesalahan sekecil apapun.


Saat sedang asik bercanda hanpon Sora berbunyi, dan mendapatkan sebuah pesan. Sora membukanya dan itu adalah sebuah foto. Sora melihat Foto-foto Albern bersama seorang wanita, masuk kedalam Hotel.


Sora terkejut dan menjatuhkan Ponselnya, membuat yang lain menatap nya dengan bingung.


“Ada apa sayang?” tanya Nyonya Kim.


Alyne mengambil ponsel Sora yang terjatuh dan melihat foto tersebut. Alyne terkejut dan memperlihatkan kepada ibu mertuanya. Mereka sama-sama terkejut. Benar itu adalah Albern dan tertulis pesan dibawahnya.


“Apa kau yakin dia milik mu? Aku rasa tidak.” Bunyi tulisan itu.


Semua menjadi hening. Sora mulai emosi dan mengambil hanponnya dari tangan Nyonya Kim. Dia pergi untuk menghampiri Albern yang sedang berada ditaman samping.


Dia berjalan dengan cepat diikuti yang lain. Ketika melihat Albern sedang berbincang dengan Tuan Kim dan Tuan Besar Kim. Sora langsung menyodorkan ponselnya ke Albern.


“Apa maksudnya ini?” Sora mecoba menahan amarahnya karena semua orang disana melihat mereka.


Albern mengambil ponsel Sora dan melihat apa yang ditunjukan Sora.


Albern tersenyum. “Hanya Foto. Ada masalah?” jawabnya dengan santai.


“Masalah?” Sora sudah tidak bisa bersabar karena mendengar jawaban Albern.


“Kau bersama Wanita ke Hotel di malam hari. Lalu apa kau membaca pesannya? Kau bilang ada masalah?” Dengan nafas tersengal-sengal karena menahan emosi Sora berbicara.


Alyne mendekati dan mencoba menenangkan Sora.


“Albern, ada apa ini?” Nyonya Kim mulai emosi juga karena sudah melihat foto itu.


“Kalian tenang saja. Ini tidak seperti yang kalian fikirkan.” Ucap nya dengan masih santai dan berjalan menghampiri Sora.


“Dengar. Aku tidak akan pernah menghianati mu. Aku sudah pernah bilang. Percaya pada ku.” Sora membalas tatapan Albern dengan tajam dan penuh emosi.


“Albern?” Panggil sang kakek.

__ADS_1


Albern melihat kearah semua orang dan tersenyum.


“Aku minta kalian percaya pada ku. Akan ku selesaikan semua serta membuktikan jika aku tidak seperti yang kalian fikirkan.” Jelasnya.


Setelah mendengar perkataan Albern Sora menjadi sedikit tenang dan mencoba mempercayainya.


“Aku menunggu pembuktian mu.” Ucap Sora sudah lebih tenang.


Mereka menghabis kan waktu seharian dirumah sampai pada siang hari keluar berita tentang Albern dan seorang wanita. Berita itu muncul di semua media sosial dan TV.


Karena Orang terkaya Kota itu akan melangsungkan pertunangan namun tetap menjalin hubungan dengan gadis lain.


Alyne melihat berita di media Sosial dan menunjukannya pada Ellard.


“Beritanya sangat besar.” Ucap Alyne.


Dan wanita yang bersama Albern itu adalah Youra. Dia mengeluarkan bukti semua foto-foto yang terlihat mereka selalu bersama.


Yang setiap hari keluar masuk kekantor pusat. Pakaian saat masuk dan keluar selalu berbeda membuat pemikiran semua orang menjadi negatif.


“Jika Albern berani berkhianat dan tidak dapat membuktikan apa-apa, maka dia akan kehilangan segalanya.” Pikir Sora.


Hingga jam lima Sore Youra membuat conferensi pers dan menangis. Mengatakan jika dia tidak tahu bahwa sudah menjadi selingkuhan Albern.


Karena kesibukannya juga sehingga dia tidak nengetahui mengenai berita pertunangan Albern. Dengan wajah tidak berdosa dia mengucapkan maaf pada Sora. Namun dia juga mengatakan, bahwa dia tidak bisa meninggalkan Albern dan berpisah dengannya.


“Aku meminta maaf kepada wanita yang akan menjadi tuangan Albern. Namun aku juga tidak bisa meninggalkan dia.” Dengan ekspersi masih menangis dan memegang perutnya.


“Apa maksud anda Nona Yuora?” Salah satu wartawan bertanya dengan penasaran karena melihat ekspresi Youra.


Youra melihat kearah Ayahnya di samping. Ayahnya sudah tahu jika Youra sedang dekat dengan Albern. Awalnya dia tidak setuju karena keluarga Albern sulit untuk dijangkau namun Youra meyakinkan ayahnya bahwa Albern mencintainya.akhirnya sang Ayah diam dan menyerahkan semuanya pada Youra.


Youra mengambil nafas perlahan dan mengucapkan kata-kata yang membuat semua orang terkejut.


“Aku hamil. Ini memang bukan berita yang baik. Namun aku bahagia karena bisa memiliki bayi ini dikehidupan ku. Aku mengadakan converensi ini bukan untuk hal jahat. Aku hanya ingin membuktikan bahwa Albern adalah milik ku. Dan supaya wanita itu tidak kecewa dan marah pada akhirnya.” Dengan meneteskan air mata Youra mencoba membuat semua orang merasa kasihan padanya karena Albern memperlakukan hal kejam padanya.

__ADS_1


Sang Ayahnya datang dan merangkul dia.


Momen ini dilihat langsung oleh keluarga Kim. Dan membuat semua terkejut lalu menatap Albern.


Albern masih santai dan hanya manaikan pundaknya. Sora yang melihat ini menjadi sangat emosi dan pergi dari meninggalkan semua orang.


Sora berjalan cepat kearah kandang Leo. Albern menyusulnya dengan tersenyum.


“Sayang.” Albern memanggilnya yang sudah berdiri didepan kandang Leo.


“Aku tidak tahu Albern, ini terlalu sulit untuk ku Terima. Tolong tinggalkan aku.” Sora yang bingung karena besok hari pertunangan mereka. Namun berita ini benar-benar membuatnya tersudut.


“Kau harus mempercayai ku. Jika kau tidak mendukung ku. Maka semuanya percuma Sora.” Ucap Albern dengan Tulus dan Sora masih membelakangnya tanpa mau disentuh.


“Waktu mu hanya sampai besok pagi. Jika tidak bisa membuktikan apapun maka aku yang pergi dari sisi mu. Dan kau tidak akan pernah melihat ku seumur hidup mu lagi.” Sora mengancam.


Albern memahami emosi Sora, namun dia tetap meyakinkan dengan serius.


“Aku bukan laki-laki rendahan seperti itu.” Albern tersenyum dan langsung memeluk Sora.


Dikepala Sora saat ini bercampur aduk antara percaya atau tidak. sedangkan wanita itu dengan berani mengadakan jumpa pers. Jika dia tidak mempunyai bukti-bukti yang jelas bagaiman bisa dia mempublis ini semua.


Tidak lama hanponnya berberbunyi lagi sementara Albern masih berada disampingnya. Sora membuka pesan yang masuk dan kembali melihat foto Albern yang sedang memapah Youra kekamar Hotel pada hari yang sama. Karena ada tanggal yang tertera pada foto itu.


Sora kembali menatap Albern, karena Albern juga melihat foto tersebut.


Namun hanya senyum sinis yang diberikan masih ada pesan selanjutnya.


“Upsh!! ternyata dia milik ku. Dan aku memiliki buah cinta kami.” Bunyi pesan itu.


Sora hanya memijat keningnya karena merasa sangat stres dan lelah. Foto-foto itu juga sudah disebar disegala media. Membuat nama Albern tersorot karena Foto itu sama sekali tanpa sensor.


Albern menelpon Sekretarisnya itu. “Sudah saatnya dimulai.” Perintahnya.


Sekretaris Choi mengerti dengan maksud Tuannya dan langsung bergerak.

__ADS_1


Albern kembali merangkuk Sora. "Ayo masuk, sudah dingin." Ucapnya lembut. Dan Sora mengikuti.


__ADS_2