
Malam harinya setelah selesai makan malam. Semua keluarga tidak membahas apapun. Albern pergi lebih dahulu dan pamit pada mereka semua untuk menyelesaikan masalah ini.
“Aku pergi dulu.” Ucapnya pada Sora. Dan hanya dibalas senyuman sesaat. Sora juga bingung mau berkata apa.
Mereka melihat kepergian Albern dan ekperesi Sora menjadi khawatir.
“Sora.” Panggil Tuan Besar Kim.
“Ya Kek,” Sora menatap Tuan Besar Kim.
“Apa kau ragu dengan nya?” tanya Tuan Besar kim dengan serius.
Sora hanya diam dan tidak menjawab. Yang lain pun hanya diam tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun.
Sora bukan ragu, hanya saja dia tidak menyangka akan langsung seperti ini. Diapun bingung akan menyikapinya seperti apa.
“Jika kau ragu sedikit saja padanya. Maka tinggalkan.” Tegas Tuan Besar Kim yang membuat semua orang terkejut tidak terkecuali Sora.
“Karena aku yakin pada cucu ku. Dia laki-laki sejati dan cerdas.” Lanjut Tuan Besar Kim. Dia langsung pergi setelah mengucapkan kata-kata itu.
Sora seperti dicambuk. Dia jadi berfikir, jika mungkin ini ujian pertamanya. Dan dia mulai menyadari siapa yang akan dinikahinya ini. Dari keluarga dan personal Albern sudah pasti membuat semua wanita tergoda.
Lalu sekarang dia lah yang dipilih Albern untuk mendampinginya. Albern juga sudah berkali-kali mengatakan jika harus percaya padanya.
Sora berdiri dan menyusul Tuan besar Kim yang berjalan masuk keperpustakaan setelah berfikir dan menyimpulkan segala hal.
“Kakek,” Tuan Besar Kim yang sedang duduk santai di kursi Sofa menatap Sora yang berjalan mendekat.
Sora duduk berhadapan dengan Tuan Besar Kim. Dia menatap Tuan Nesar Kim dengan yakin.
“Aku mempercayainya.” Ucapnya dengan yakin.
Tuan Besar Kim tersenyum lalu menaruh buku yang dia pegang.
__ADS_1
“Mungkin ini cobaan pertama mu nak. Jadi kau harus tetap berdiri disampingnya, tanpa ragu untuk mundur sedikit pun. Karena dia pun akan tetap disamping mu tanpa ragu sama sekali.” Nasihat Tuan Besar Kim.
Sora tersenyum mendengar nasihat Tuan Besar Kim itu.
“kemari lah.” Pinta Tuan Besar Kim. Sora berdiri dan melangkah untuk duduk disampingnya.
Tuan Besar Kim memegang tangan Sora dan menepuk-nepuk nya.
“Kau adalah cucu ku juga. Jadi tetaplah kuat dan tegar, Ini hanya ujian kecil untuk mu.” Ucap Tuan Besar kim lagi.
Sora mengangguk dan sudah mulai bisa mengendalikan emosinya. Lalu memeluk sang kakek.
“Terima kasih kek, karena kalian mau menerima ku.” Ucap Sora dengan tulus.
“Kami tidak pernah salah menilai orang lain.” Dengan tertawa kecil Tuan Besar Kim menatapnya.
“Biarkan Albern menyelesaikan masalahnya. Kita santai saja.” Ucapnya lagi. Mereka mengobrol banyak hal diperpustakaan, karena Sora sedikit menyukai membaca. Jadi obrolan mereka sedikit nyambung.
Tuan Kim dan istrinya sedang menunggu berita putranya itu di media. “hei, mengapa kau tegang?” Tanya Tuan Kim pada istrinya.
Tuan Kim tertawa. “Kau ini. Kita lihat anak mu itu akan membuat Orang Tuanya bangga akan dia.” Ucap Tuan Kim pada Istrnya itu.
Nyonya Kim hanya melirik kesuaminya yang terlihat santai.
Alyne dan Ellard berada ditaman. “Kau tidak mau menyaksikan performa adikmu?” Tanya Alyne sedikit bercada. Karena sejak tadi pagi saat berita itu keluar, suaminya ini tidak berkomentar dan mengucapkan sepatah kata pun.
“Untuk apa, biarkan dia menyelesaikannya sendiri.” Ucapnya dengan santai.
Alyne hanya menggeleng melihat sikap suaminya itu. "Jika benar itu anak Albern bagaimana?” seloroh Alyne. Membuat Ellard menengok kearahnya.
“Yah, kita akan mempunyai keponakan lebih dulu.” Sedikit bercanda.
Alyne tersenyum sinis dan pergi meninggalkan suaminya itu. Ellard melihat istrinya pergi langsung menarik tangannya dan menghentikan Alyne.
__ADS_1
“ada apa?” tanya sang suami.
“Tidak ada. Aku lelah ingin kekamar.” Alyne merasa percuma menjelaskan jika suaminya saja santai.
“Alyne... aku mohon jangan seperti ini. Katakanlah sesuatu.” Bujuk sang suami lagi.
“Sampai kapan kita akan seperti ini?” Alyne mulai mengeluh.
“Kita sudah dua tahun menikah, tapi belum juga memiliki keturunan. Apa kau tidak memikirkannya?” Alyne mulai menangis.
Ellard mendengar keluhan istrinya langsung memeluk dan menenangkannya. “Jadi kau mau kita bagaimana?” tanya nya lagi.
“Aku mau kita fokus untuk memiliki anak. Berhenti berpindah-pindah negara, aku ingin menetap. Dimana saja.” Tegasnya.
Ellard tersenyum dan kembali menatap istrinya.
“Baiklah. Kita akan menetap. Nanti dimana nya kita diskusikan lagi setelah semua urusan Albern terselesaikan.” Pinta nya.
Alyne tersenyum senang. Selama ini mereka selalu berpindah-pindah. Selain karena memang Ellard yang mengurus semua perusahaan diluar negri milik keluarganya.
pada dasarnya tidak harus dia terjun sendiri. karena masih banyak para staff dan Asisten nya yang bisa menyelesaikan urusan perusahaan. Dan mungkin karena itulah mereka belum juga memiliki keturunan.
“Ayo masuk. Sudah mulai larut dan dingin,” Ajak Ellard. Alyne mengangguk dan menggandeng suaminya itu untuk berjalan bersama.
Albern sudah berada dikantor pusat dan mengumpulkan semua orang yang terlibat.
“ini bukan hal kecil. Aku tidak mau ada kesalahan. Kerjakan dan hancurkan mereka sesuai urutannya.” Dengan tatapan tajam dia memerintahkan para Ahli IT untuk membongkar kebusukan Youra, dan jelas akan menghancurkan kehidupannya dan keluarganya.
“Sepertinya Tuan Yoon sudah siap untuk kehilangan segalanya.” Albern menatap tajam kedepan dan terlihat sinis.
“Pergilah.”
Pagi harinya Berita media Sosial dan Tv mengeluarkan semua bukti-bukti mengenail kelakuan Youra. Dari dia yang suka pergi ke Club malam. Pulang dalam keadaan mabuk dan selalu berganti teman laki-laki.
__ADS_1
Tuan Yoon membaca berita pagi hhari ini langsung erkejut dan terkena serangan jantung. Karena semua berita tentang putrinya sangat menyakitkan dan menghancurkan hatinya.