Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
71. Skema


__ADS_3

Tuan Chen yang mendengar kata-kata Albern dan Ellard langsung tidak terima, selama ini keluarga nya hanya dipimpin oleh dia seorang. Tanpa campur tangan orang lain. Lalu apa hubungannya dengan orang-orang ini.


“Para Tuan Muda jangan asal bicara. Jika hanya seperti ini kalian akan membuat fitnah kepada keluarga kami.” Tegas Tuan Chen.


“Kami tidak asal bicara, maka dari itu kami meminta Tuan Chen lah yang menyelidiki masalah ini karena berhubungan dengan keluarga anda. Jika kami yang menyeidikinya makan tidak etis.” Albern tersenyum.


Tuan Chen terdiam. “Apa maksudnya dari semua ini?” batinnya dengan menatap foto wajah Tuan Changmin. Sudah lama sekali dia tidak melihat saudara tiri ayahnya ini. Dia keluar dari keluarga karena telah mencoreng nama keluarga Yun.


“Apa memang ada hubungannya dengan dia?” Tuan Chen semakin berfikir dan hanya terdiam.


“Aku tidak bermaksud mencampuri urusan keluarga anda Tuan Yun. Namun sepertinya anda bertekad ingin membawa Sora Kembali. dan itu menjadi urusan kami.” Jelas Albern.


“Tuan Chen, jika kau membutuhkan bantuan kami. Maka kami siap membantu dengan senang hati.” Ucap Ellard menambahkan.


Tuan Chen hanya menatap mereka berdua dalam diam. Dia semakin bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi.


Karena sudah lama mereka berbincang, maka Albern dan Ellard diantar kekamar Hotel yang setara dengan kelas Presidential Room. Fasilitas mewah dan nomor satu dihotel tersebut. Albern sengaja meminta sekamar dengan kakak nya. Karena besok mereka akan langsung pulang Kembali ke Negaranya.



Setelah mereka sampai dikamar dan membersihkan diri. Ellard langsung membuka Komputer jinjingnya. Dia fokus dengan apa yang sudah diperintahkan kepada David. Dan laporan dari David sudah diterima.


“Kau sedang mengecek apa kak?” Tanya Albern dengan membawa kopi.


“Apa kau ingin kopi?” Tanya Albern lagi.


“Tidak, lihat kemari.” Dengan serius Ellard menunjukan hasil pencariannya.


“Perusahaan mereka termasuk yang terbesar diAsia. Dan para pemegang saham rata-rata bukan orang dalam Negri. Ada beberapa orang Luar negri.” Ellard menjelaskan sedikit.


“Tapi kau lihat skema ini.” Dengan menjukan bentuk skema pemegang saham dari yang terkecil hingga terbesar.


Albern memperhatikannya dengan seksama.


“Mengapa semuanya bisa dalam satu jalur?” Tanya nya heran.

__ADS_1


“Nah aku juga berfikir begitu. Pada dasarnya pemegang saham terbesar hanya dua orang. Tuan Chen dan seseorang dibalik mereka” Jelasnya.


Ellard memiliki kemampuan merentas Komputer sejak SMP, dan Ayahnya memfasilitasi semua untuk meningkatkan kemampuannya tersebut dan mengarahkan Ellard. Kepintaran Ellard bisa dibilang diatas Albern namun jika dibidang akademis, Albern masih lebih unguul.


Jika Ellard sekolah hanya untuk formalitas supaya bisa dilihat keluarga dan para pesaing bisnisnya, bahwa dia mampu meski keunggulannya bukan dalam hal itu. Ini alasan kenapa dia jarang ada disatu negara.


Albern melihat kakaknya yang mengotak-atik computer dengan cepat dan sesuai keahliannya.


“Sepertinya pembagian saham secara berpencar dilakukan sudah lama, namun semenjak Dipimpin Tuan Chen semakin besar kepemilikan saham tersebut.” Dengan serius Ellard mengotak atik komputernya dan mengoceh.


Albern mengambil kursi untuk duduk disebelah kakaknya dan ikut serius memperhatikan computer.


Tidak lama pintu kamarnya diketuk, karena sudah menjelang makan malam. Mereka diberi tahu bahwa diundang oleh Tuan Chen untuk makan malam Bersama dan istrinya juga hadir.


Siang tadi Nyonya Yun berinisiatif mengatar makan siang untuk anak dan suaminya. Setelah bertemu anaknya yang sedang sibuk bekerja. Dia berjalan menuju ruangan Suaminya dilantai paling atas. Namun sekertarisnya mengatakanTuan Chen tidak datang sejak pagi dan sampai saat ini belum kekantor.


Nyonya Yun jadi curiga, “Kemana suaminya ini. Bertemu dengan rekan bisnis tapi mengapa lama sekali?”Batinnya.


Nyonya Yun Kembali kerumah dan menunggu sampai suaminya pulang. Tidak lama Fang Yun Kembali dari rumah sakit. “Ibu,” Sapa nya.


‘Berjalan lancar bu, jika terus ada peningkatan. Terapi ku hanya tinggal beberapa kali lagi.” Jawabnya dengan lembut.


Semenjak jatuh sakit, Fang Yun menjadi lebih lembut dan bicara nya juga sopan. Tidak seperti biasanya yang bertingkah kekanak-kanakan dan suka sekali bertingkah ceroboh.


Nyonya Yun tersenyum.” Beristirahatlah, kau pasti Lelah.” Perintah Nyonya Yun dengan lembut.


“Baik.” Fang Yun pergi ke kamarnya meninggalkan sang ibu.


Tidak lama juga Tuan Chen sampai. Nyonya Yun melihat Suaminya yang ditunggu telah tiba langsung menghampiri.


“Dari mana saja kau? Aku tadi kekantor tapi kau tidak ada?” Tanya Istrinya itu.


Tuan Chen hanya diam dan terus berjalan kekamar. Banyak yang dia fikirkan saat ini.


“Untuk apa kau kekantor?” Tanya Tuan Chen tiba-tiba.

__ADS_1


“Aku mengantar makan siang untuk Jiao dan dirimu.” Ucap Nyonya Yun. “Namun aku tidak menemukan mu.” Lanjutnya.


“Aku bertemu dengan Tuan Muda Kim.” Jawab Singkat Tuan Chen.


“Apa? Mengapa kau tidak memberitahu ku?” Kesal Istrinya itu..


“Anakmu sedang sakit, aku kira kau harus menemani Fang untuk terapi,” Tuan Chen mencoba menyangkal.


“Aku…” Nyonya Yun bingung mau menjawab apa. Dia melihat suaminya mandi dan berganti pakaian.


“akau mau kemana lagi?” Tanya nya.


“Aku mengundang mereka untuk makan malam, karena besok mereka akan Kembali.” ucap Tuan Chen.


“Aku ikut.” Nyonya Yun juga segera bersiap.


Tuan Chen hanya diam, dia sengaja memberitahu Istrinya dan ingin menunjukan kepada dua Tuan Muda itu bahwa keluarga mereka baik-baik saja .


Mereka berdua berangkat menuju Rumah makan dan Hotel milik mereka itu. Nyonya Yun mengenakan baju Cheongsam Khas cina berwarna Maroon yang sangat elegan.



Sedangkan Tuan Chen mengenakan setelan pakaian model Tang dengan warna senada yang membuatnya semakin berwibawa dan juga elegan.



Menjelang makan malam dua Tuan Muda Kim datang dengan beberapa pengawal dengan setelan khas china yang telah disiapkan dengan warna senada seperti anak kembar.



Membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian saat memasuki ballroom makan malam yang sudah disiapkan dengan cukup mewah oleh Tuan Chen. lebih mewah sehingga seperti pesta.


Albern dan Ellard saling memandang. “Bukankah sedikit ini berlebihan untuk makan malam?” Ucap Albern dengan berbisik.


Ellard hanya diam dan memperhatikan setiap sudut ruangan yang cukup dijaga ketat.

__ADS_1


Tuan Chen mengadakan sedikit perayaan, bahkan dia mamanggil Jiao Yun untuk hadir dan akan diperkenalkan kepada mereka berdua. Sedangkan Fang Yun tidak diajak karena tubuhnya masih lemah.


__ADS_2