Wanita Penguasa

Wanita Penguasa
40.Dikejar


__ADS_3

Sora sudah kembali kekamarnya, ketika pelayan mengetuk pintu kamar. “Nona Sora, sudah waktunya makan malam.” Seorang pelayan memberitahunya.


“Baiklah, aku akan segera turun.”


Sora sudah selesai membersihkan diri dengan jalan perlahan-lahan. Setelah selesai dia pergi turun untuk makan malam. Ternyata sudah ada pelayan yang menunggunya diluar.


“Mari saya bantu Nona.” Seorang pelayan menggapai tangan Sora dan membantunya berjalan.


“terima kasih.” Sora berjalan dengan pelan kemeja makan. Albern melihat itu merasa sedikit kasihan tetapi juga kesal. “Jika bukan karena gadis ini yang keras kepala mungkin dia sudah tidak ada disini.” Batin Albern.


Mereka berdua makan malam bersama dalam diam. Sampai makan malam hampir selesai Sora membuka pembicaraan.


“Direktur,” panggil Sora.


Albern yang sedang memakan makanan penutupnya langsung terhenti, dia menegakkan badan dan mengelap mulutnya lalu menatap Sora diujung kursi. Mereka makan malam dengan duduk saling berhadapan, jarak mereka pun sedikit agak jauh sekitar 3 meter. Albern menatap Sora tanpa kata. Sora yang ditatap seperti itu oleh Albern malah jadi kebingungan dan salah tingkah.


Dia menunduk dan memainkan jarinya. karena bingung ingin berkata apa.


“Ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Albern dengan suara barintonnya namun tetep terdengar lembut.


“Kenapa akhir-akhir ini bicara dia lebih lembut? Aneh.” Batin Sora yang mendengar nada bicara Albern berbeda dari biasanya.


“Hm, apa aku boleh bertemu dengan teman?” tanya Sora sedikit ragu.


“Tapi jika tidak boleh tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa lagi.” Dengan cepat Sora melanjutkan kata-katanya sebelum Albern menjawab.


“Pergilah, dengan supir yang kemarin.” Jawab Albern. “oh iya, Sorenya kau ikut dengan ku, nanti Sekretaris Choi akan menghubungi mu.” Lanjut Albern seraya akan pergi.


“Kemana?” tanya Sora sebelum Albern pergi dari meja makan.


Namun Albern tetap berjalan tanpa menjawab pertanyannya.


“Ish... Orang ini mengapa tetap menyebalkan.” Pikir Sora.

__ADS_1


Pagi hari Albern telah bersiap untuk pergi kerumah utama Kim. Dia melihat Sora ditaman lagi dengan kucingnya.”apa hanya perasaan ku, kucing itu semakin besar?” batin Albern.


“Paman, suruh orang untuk menyiapkan kandang yang besar ditaman secepatnya.” Perintah Albern.


“Baik Tuan Muda.”


Sora melihat Albern sedang berbicara dengan pelayan Park. Langsung saja dia menghampirinya.


“Direktur,” sapa Sora. Albern berbalik, melihat Sora sudah rapih mengenakan dres biru hingga lutut dan rambut diikat kebelakang membuatnya terpesona.


“Apa anda akan berangkat bekerja?” tanya Sora lagi.


Albern tersadar dari lamunannya. “Ah, ya. Nanti akan ada yang mengantar mu, dan ingat nanti sore,” setelah berbicara Albern langsung pergi.


Sora melihat Albern pergi hanya menatap dengan heran. “Dia kenapa sih?” gerutunya.


Saat dimobil albern melamun, kenapa sekarang dia jadi lebih sering memperhatikan Sora. Ada saja yang membuat jantungnya berdegup ketika berhadapan dengan gadis itu. Albern langsung menepisnya.”Ah, ini hanya karena terlalu kesal dan menyebalkannya gadis itu.” Tepis Albern.


“Kau tahu Nona Hong Ming?” tanya Ji Min kepada Sora.


“Ada apa dengan nya?” tanya Sora penasaran.


“Aku tidak tahu kenapa, tapi minggu lalu dia dipecat dari perusahaan.” Jelas Ji Min.


“Kenapa bisa? Apa yang terjadi?” tanya Sora Lagi semakin penasaran


Heiran langsung menjawab. “ Dia melakukan penyalahgunaan wewenang. Entah apa itu, tapi sepertinya fatal sehingga dia bisa dipecat.” Jelas Heiran panjang lebar.


“Dari awal aku memang tidak menyukai dia, jelas-jelas aku bukan anak buahnya tapi sering ditegur dengan teriak-teriak. Ish.” Keluh Ji Min yang terlihat sangat kesal.


“Sudahlah jangan membicarakan orang lain. Lebih baik kita pikirkan bagaimana cara menghabiskan makanan ini karena kalian memesan banyak sekali.” Lirik Ji Hun kepada Heiran dan Ji Min. Tapi mereka berdua hanya tersenyum tanda tidak bersalah.


Sora juga tersenyum karena dia juga ikut memesan tadi. Dia terus berfikir ada apa dengan nona Hong. ”Aku akan bertanya pada nya nanti.” Batinnya untuk bertanya pada Albern.

__ADS_1


Setelah jam 3 sore Sora pamit pergi, karena dia masih harus kesuatu tempat. Dan mereka berempat berpisah disana. Sora sudah berada didalam mobil dan diberitahu oleh sekretaris Choi tempat bertemu dengan Albern.


Ketika ditengah perjalanan, supir Sora merasa ada yang mengikuti dari belakang. Dia menambah kecepatan. Mobil dibelakang juga mengikuti dengan kecepatan yang sama. Supir itu sudah merasa ada yang aneh semenjak mereka keluar dari pusat perbelanjaan.


“Yoon, ada apa? Kenapa kau buru-buru?” tanya Sora yang merasa mobil mereka kecepatannya bertambah.


“Maaf nona, sepertinya da yang mengikuti kita. Tolong berpengangan dengan erat supaya anda tidak terluka.” jelas Yoon Jun kepada Sora dengan terus melihat kedepan. Sora langsung mengengok kebelakang mobil, memang ada dua mobil yang mengikuti mereka.


“Ada apa ini, siapa mereka?” tanya Sora yang sedikit ketakutan.


Yoon Jun langsung menghubungi Sekretaris Choi, untuk meminta bantuan. Sepertinya akan menjadi masalah besar.


Benar saja ketika selesai menghubungi sekretaris Choi mobil mereka ditabrak dari samping, Yoon Jun yang memiliki sertifikat pengemudi mobil balap dengan cekatan mengontrol kemudi untuk mobil tetap berada dijalurnya. Dulu dia juga termasuk pembalap mobil liar sebelum bekerja dengan keluarga Kim.


Dengan cekatan dia bisa terus melajukan mobil mereka. Sora mencoba untuk tetap tenang walau dia merasa ketakutan setengah mati, “ya Tuhan, siapa mereka?” batin Sora yang tetap memegangi sabuk pengaman dibelakang kemudi.


Hampir 15 menit sudah mereka saling mengejar, entah bagaimana sepertinya mobil yang mengejar Sora bertambah.


Albern sudah berada dibutik tempat dia akan bertemu dengan Sora. Dia duduk disofa ruang VIP. Ini adalah butik langganan keluarga mereka, Semua staf butik saling berbisik. siapa yang sedang ditunggu Albern hari ini. Dan sepertinya seorang wanita. Hampir seperti itulah pembicaraan para staf.


Dengan tergesa-gesa sekretaris Choi masuk dan membisikkan sesuatu tentang keadaan Sora, Albern langsung berdiri dan pergi dari butik itu lalu masuk kemobil.


“Lacak keberadaan mereka, dan siapkan orang-orang kita.” Perintah Albern.


Albern bertanya-tanya siapa yang mengejar Sora, apakah para penculik waktu itu atau kelompok lain. “cari tahu siapa mereka secepatnya, aku ingin lihat siapa yang berani menyentuh orang ku.” Dengan tatapan tajam kedepan Albern memerintahkan.


Sora dan supir nya tersudut, mobil yang mengejar mereka semakin banyak, sekarang mereka berada dijalan yang sepi, Yoon Jun tetap berusaha melajukan mobil kearah yang aman. Tapi dari arah depan mereka langsung dihadang dua mobil, terpaksa Yoon jun menghentikan mobil dengan mendadak.


Walau Yoon Jun juga memiliki ilmu beladiri, tetapi dengan jumlah mereka yang sepertinya banyak dia tidak tahu bisa menjaga Sora atau tidak.


”Nona Sora, tetap lah didalam mobil. Apapun yang terjadi jangan keluar. Aku akan mencoba mengulur waktu sampai bantuan datang.” Yoon Jun berbicara dengan Sora dan langsung keluar mobil sebelum Sora menjawab.


Sora hanya menatap ketakutan ketika Yoon Jun keluar mobil dan langsung mengunci semua pintu.

__ADS_1


__ADS_2