
Mereka berempat berbincang sampai matahari terbenam. Alyne sudah akrab dengan Sora dan Sora pun sudah nyaman dengan calon kakak iparnya itu.
Waktu pertunangan Sora dan Albern semakin dekat. Setelah selesai makan malam Nyonya Kim baru kembali dan ikut berkumpul dengan yang lain diruang keluarga setelah membersihkan diri.
“Persiapan pertunangan kalian sudah beres. Tinggal menikmati acaranya nanti.” Ucap Nyonya Kim dengan bersemangat dan duduk menghampiri suaminya. Membuat semua heran dan menggelengkan kepala.
Dulu saat pernikahan Ellard san Alyne juga sama saja. Ibu mereka ini sangat bersemangat. Sampai setelah acara dia harus dirawat dirumah sakit selama tiga hari. Namun jika diberitahu bahkan Tuan Besar Kim menceramahinya dia tetap tidak mau dengar.
"Oh iya. Pertemuan dengan Keluraga Yun sudah disiapkan.” Albern bercicara serius.
Tuan Kim dan Tuan Besar Kim saling diam memikirkan segala hal. Albern langsung memegang tangan Sora.
“Kau tenang saja. Aku akan menjaga mu.” Ucapnya meyakinkan. Sora hanya menatap dengan tersenyum.
Dia bukan memikirkan keselamatannya, tapi bertemu dengan keluarga ayahnya seperti ini membuatnya sedih. Dan takut jika karena pertemuan ini bisa membuat orang lain celaka seperti apa yang telah terjadi.
Ellard dan Alyne sudah sedikit mengetahui jika Sora bukan dari keluarga biasa-biasa saja. Namun konflik yang ada mereka belum mengetahuinya. Dan mereka juga tidak mau terlalu ikut campur. Pasti nanti mereka sendiri akan mengetahuinya secara detail.
“Baiklah. Kau siapkan semuanya dengan baik. Jangan sampai terjadi sesuatu dan menggagalkan pernikahan kalian.” Tuan Besar Kim memperingatkan. Sebenarnya dia tidak setuju dengan pertemuan ini sekarang.
Dia ingin jika harus bertemu nanti saja setelah pernikahan selesai. Namun pihak Keluarga Yun terus mendesak dan mereka tidak bisa menahan nya lagi.
“Aku mengerti kek,” Jawab Albern.
Pagi hari nya Albern telah bersiap untuk berangkat bekerja setelah sarapan. Sora menghampiri dan merapihkan dasi Albern. Albern hanya diam dan tersenyum memandangi wajah Sora dari dekat. Setelah selesai Albern mengecup kening Sora dan mengucapkan terima kasih.
Sora membalas dengan senyuman. Albern berangkat kekantor pusat dengan sekretarisnya.
Sementara Sora dirumah asik merangkai bunga dengan Nyonya Kim dan Alyne.
“Alyne, gaun mu sudah ibu siapkan. Jadi nanti kau tidak usah mencari gaun lain.” Ucap sang ibu.
“Baik Bu. Terima Kasih.” Jawab nya.
__ADS_1
“Sora. Kapan pertama kali kau bertemu dengan Albern?” Tanya Alyne langsung.
Sora terdiam dan menatap mereka.
“Eh, benar aku tidak pernah bertanya kapan pertama kali kalian bertemu sayang.” Nyonya Kim menimpali.
Sora ternyum. “Bukan pertemuan yang berkesan bu.” Ucapnya tertawa kecil.
“Maksud mu?” Alyne heran.
“Aku dulu karyawan dikantor pengiriman. Dan terjadi masalah disana. Karena aku yang bertanggung jawab saat pemeriksaan rutin maka aku berurusan dengan Albern. Disitulah pertemuan pertama ku dengan nya.” Dengan sedikit mengingat Sora bercerita.
“Bukan kah itu jadwal pemerikasaan rutin yang pertama dilakukan Albern.” Tanya Nyonya Kim.
“Sepertinya begitu bu. Karena biasanya para kepala bagian saja yang berkeliling.” Sora tersenyum dan mereka semua tertawa.
“Memang pertemuan pertama itu sungguh berkesan. Kalian tahu aku pertama kali bertemu dengan suami ku dimana?” Tanya nya.
Yang lain hanya saling tatap dan menggeleng.
Nyonya Kim bercerita bagaimana pertemuan mereka. Dan perbincangan semakin seru sampai saat menjelang makan siang.
Pertemuan keluarga Kim dan Keluarga Yun ditetapkan disebuah Hotel Milik Keluarga Kim.
Karena faktor keamanan dan mereka sangat menjaga privasi untuk segala macam jenis pertemuan.
Sampai tiba akhirnya hari pertemuan itu.
“Apa kau siap?” tanya Albern yang sedikit khawatir.
Sejak pagi hari Sora sudah gelisah, sarapan hanya sedikit. Dan tidak bisa fokus mengerjakan sesuatu. Albern yang tidak bekerja karena akan menemaninya jadi sedikit khawatir. Karena takut Sora tidak bisa mengendalikan emosinya.
“Hem, kau tenang saja. Aku bisa melakukannya.” Sora menatap dengan sungguh-sungguh pada Albern. Dia tahu mereka semua menghawatirkannya, tetapi dia mencoba agar tidak membuat semuanya khawatir terlalu berlebihan pada dirinya.
__ADS_1
“Ayo.” Ajak Sora.
Setelah mendapat kabar bahwa Tuan Chen telah tiba dihotel tadi malam, maka pagi harinya mereka berangkat juga kesana dengan pengawalan yang ketat.
Menuju Hotel Sora sudah sedikit tenang, Albern yang terus memegang tanga Sora hanya menatap wanitanya itu dengan senyuman. Dia bangga jika Sora sudah bisa mengendalikan emosinya.
Mereka berjalan masuk menuju ruang pertemuan khusus dan dibuat tertutup. Karena tidak mau ada pihak lain yang mengetahui pertemuan mereka.
Sesampainya di pintu ruangan Sora mengambil nafas panjang dan perlahan membuanganya lalu tersenyum. “Ayo,” Seraya menggandeng lengan Albern.
Mereka berjalan masuk dan Tuan Chen melihat sosok Sora dan Albern. Dia memperhatikan mereka berdua dengan seksama yang berjalan perlahan. Tuan Chen melihat Sora dengan mata berkaca-kaca. “Kakak.” Batinnya.
Sejak dinegara nya Tuan Chen sudah tidak sabar untuk segera berangkat menemui Sora. Tanpa memperdulikan panggilan dari istrinya ditelpon. Mereka sudah beberapa hari tidak bertemu. Tuan Chen malas untuk pulang.
Dia sudah sangat mengira istrinya pasti melarang dia menemui Sora dan benar saja saat akan berangkat istrinya tiba di kantor dan menghadangnya.
“Tunggu, kau benar-benar akan pergi?” Tanya Nyonya Yun dengan panik.
"Kau sudah tahu mengapa bertanya. Aku tidak mau mengulur waktu. Pulang lah.” Perintah Tuan Chen.
“Tidak. Kau tidak boleh pergi sendiri. Aku ikut dengan mu,” pintanya.
“Aku akan pergi dengan Asisten Gong. Kau kembalilah kerumah.” Tuan Chen masih tenang menghadapi istrinya dan masuk kedalam mobil.
Nyonya Yun marah dan mengetuk-ngetuk pintu mobil bahkan menghadang didepan mobil. Tuan Chen memerintahkan pengawalnya untuk membawa pulang Nyonya Yun lalu mobil Tuan Chen pergi kebandara hari itu juga.
Sesampainya di hotel, Asisten Gong langsung mengabari Keluarga Kim. karena mereka tiba dimalam hari, jadi dijadwalkan besok pagi mereka baru bisa bertemu.
Tuan Chen tidak bisa tidur semalaman, pada dasarnya dia sangat merindukan kakak nya itu. sejak kecil dia sangat akrab dengan kakak nya. hanya saja kakaknya lebih keras kepala dari pada dirinya.
Dan saat kakak nya memutuskan pergi dari rumah dia hanya berfikir itu hanya kepergian sesaat. namun ternyata kepergian itu menjadi untuk selama-lamanya.
Patah hati terbesar seorang adik saat tahu kakaknya tidak akan kembali lagi dan dia harus menopang seluruh tanggung jawab atas keluarganya dan perusahaannya. marah, kecewa, takut, sedih semua jadi satu.
__ADS_1
Karena itu dia bertekad untuk membawa Sora kembali. Selain untuk melepaskan rindunya juga mengembalikan semua hak milik kakaknya kepada Sora. terlepas Sora menginginkannya atau tidak.