
******
Obrolan malam ini sangat seru. Soalnya membahas tentang pertemuan pangeran Thamus dengan tuan putri lylia yang di jodohkan oleh kedua orangtua mereka.
" Ini beneran tuan Putri Lylia anaknya raja Zeus?!" tanya Valir penasaran.
" Yoi benar sekali kamu Valir!! Kamu bisa pilih makanan yang kamu sukai" jawab pangeran Thamus merasa senang.
" Tapi kok beda banget ya?! Perasaan dulu kecil,item,pendek ya?! Kok Disini terlihat badan ideal,putih dan tinggi ya?!" ujar pangeran valir berpendapat.
" Emang kamu pikir Valir?! Manusia pasti tumbuh meninggi dan membesar. Tergantung dari asupan makanannya. Tapi terlihat pangling kan Putri Lylia sekarang?! Pantas kan jadi calon istri aku?!" ujar Pangeran Thamus sangat percaya diri.
" Ya bener juga sih. ucapan kamu Thamus. Semua orang pasti mengalami fase perubahan. Tapi beneran tuan Putri Lylia sungguh sangat berbeda banget. Dulu bagai itik. Sekarang seperti angsa. Kalo buat jodoh kamu kurang pantas?! Yang pantas sepertinya aku" ujar pangeran valir meledek pangeran Thamus.
" Enak aja kalo ngomong!! Tuan putri lylia lebih pantas sama kamu daripada aku?! Ngaca woy?! Yang duluan suka tuan putri lylia itu aku bukan kamu?! Yang lebih kenal keluarga nya putri lylia juga aku bukan kalian. Jadi jangan berharap bahwa bisa memiliki tuan Putri Lylia!!" ujar pangeran Thamus kesal.
" Hahaha.. kan kita gak tahu tentang masa depan. Siapa tahu aku bisa kenal sama tuan Putri Lylia. Dan merebut hatinya dari kamu?! Apalagi catatan mengatakan kamu lebih banyak menghabiskan waktu untuk banyak wanita. Sedangkan aku tidak. Makanya aku sangat percaya diri kalo aku lebih berkualitas daripada kamu pangeran Thamus " ujar valir membandingkan dengan Thamus.
" Kalo hal itu sampai terjadi. Aku gak akan memberikan kamu kesempatan untuk merebut tuan Putri Lylia dari genggaman tangan aku. Karena aku akan berusaha bagaimana cara nya agar tuan Putri Lylia menjadi milik aku selamanya" ujar pangeran Thamus mengancam pangeran valir.
...****************...
Mulai terjadi perdebatan sengit di antara pangeran valir dan pangeran Thamus dalam memperebutkan hatinya tuan putri lylia.
__ADS_1
" Wah kayanya bakalan seru nih kalo Valir beneran rival dengan Thamus?! Bakalan siapa yang menang dalam mendapatkan hatinya tuan putri lylia ya?!' tanya pangeran Marvel penasaran.
" Enggak bakalan ada yang menang deh. Apalagi setahu aku tuan putri lylia sangat selektif orangnya. Gak akan sembarangan orang bisa menjadi calon suaminya nanti. " celetuk lylia berkomentar.
" Hei Leo!! Kok kamu berkomentar begitu sih?! Kamu meragukan dengan kemampuan aku dalam menaklukkan hati wanita?!" ujar pangeran Thamus kesal.
" Tuan Putri Lylia bukan tipe wanita yang murahan dan gampangan. Tuan Putri Lylia tipe orang yang kritis meskipun pendiam. Tapi sekalinya berbicara seringkali nyelekit di hati. Jadi jangan macem-macem sama tuan Putri Lylia. Jangankan menatap wajah nya. Berbicara aja bikin aku gemetar" ujar lylia berbicara tentang diri sendiri.
" Owh begitu ya. Kamu pernah ketemu sama tuan Putri Lylia ya?! Pernah mengobrol sama tuan Putri Lylia juga?!" tanya pangeran Marvel penasaran.
" Kalo ketemu ataupun papasan sudah sering kali. Soalnya aku kan bekerja di taman bunga anggrek milik orangtuanya. Kalo mengobrol jarang. Karena tuan Putri Lylia sibuk dengan hewan peliharaan nya. Jarang bersosialisasi. Karena terkurung di dalam istana " ujar lylia menjelaskan.
" Menurut kamu yang lebih pantas jadi calon suami tuan Putri Lylia siapa ya?! Pangeran Thamus atau pangeran valir?!" tanya pangeran Marvel.
" Wah kalo itu aku gak tahu deh. Soalnya aku gak kenal dekat. Hanya tahu keseharian nya tuan Putri Lylia saja. Tapi gak tahu sifat dan karakter nya" ujar lylia berpendapat.
...****************...
" Ya udah lah. Aku pamit pulang. Besok aku mau kerja" ujar lylia berpamitan.
" Lah kok kamu pamitan mau kerja sih?! Enak saja?! Kamu sudah ngasih informasi. Jangan setega itu buat pergi begitu saja" ujar pangeran Thamus sambil menarik tangan nya lylia.
" Waduh!! Kok jadi begini sih?! Kan aku mau pulang!! Ayah dan ibuku pasti sudah menunggu aku di rumah!! Apalagi ayah sedang sakit!! Aku harus menjaga dan merawat nya malam ini" ujar lylia yang terkejut karena tangannya di tarik oleh pangeran Thamus.
__ADS_1
" Ini aku punya uang buat berobat ayah kamu?! Ini aku kasih kamu uang?! Silahkan kamu pergi!! Ayah kamu pasti membutuhkan kamu!!" ujar valir memberikan uang segepok kepada LYLIA.
" Tidak terimakasih pangeran valir!! Aku tidak bisa menerima ini!! Aku takut gak bisa mengembalikan uang dari pangeran valir!!" ujar lylia mengembalikan uang kepada pangeran valir.
" Ya udah terima saja uang aku Leo. Tapi kamu ceritakan lagi ya soal tuan Putri Lylia. Aku pikir kamu bisa jadi mata-mata dalam mencari informasi tentang tuan Putri Lylia. Apalagi kamu bekerja di taman bunga anggrek milik orangtuanya lylia" ujar pangeran Thamus sambil memberi uang dua gepok kepada LYLIA.
" Tolong jangan berikan aku uang terus!! Aku ingin berteman bukan meminta uang!! Jadi jangan nilai pertemanan dengan uang!! Karena pertemanan tidak bisa di beli dengan uang!! Kalo kalian ingin informasi tentang tuan Putri Lylia. Besok malam aku akan datang kesini lagi. Jadi tolong lepaskan aku!! Aku ingin pulang!!" ujar lylia memohon kepada semua pangeran.
...****************...
Lylia memohon kepada semua pangeran untuk memberikan ijin pulang. Karena waktu sudah menunjukkan jam dua pagi dini hari. Lylia takut penyamaran nya akan terbongkar jika melewati batas waktu.
" Baiklah!! Aku biarkan kamu pulang Leo!! Tapi kamu janji ya besok malam harus berikan informasi tentang tuan Putri Lylia!! Jangan sampai tidak!! Kalo kamu berbohong maka kamu akan kami hukum!!" ujar pangeran Thamus memperbolehkan lylia pulang.
" terimakasih pangeran Thamus!! Terimakasih atas kebaikan dan kerendahan hatinya. Maafkan aku yang tidak bisa lama karena kondisi orangtuaku yang sedang sakit. Aku berjanji besok akan berikan informasi tentang tuan putri lylia. " ujar lylia berjanji.
" Hati-hati di jalan ya Leo!! Jangan sampai mengantuk" ujar pangeran valir perhatian.
" Ya terimakasih ya semua pangeran. Aku senang bisa berkumpul dan mengenal kalian. Besok lanjut lagi mengobrol nya" ujar lylia sambil tersenyum.
" Aku tunggu besok malam di sini ya. Jangan sampai terlambat. Apalagi mengingkari janji. Aku akan hukum kamu ya" ujar pangeran Thamus sambil melambaikan tangan kepada LYLIA.
" Ya pangeran Thamus. Tenang saja. Aku takkan mengingkari janji aku" ujar lylia pergi meninggalkan kedai kopi bang kura-kura.
__ADS_1
...****************...
Pak kunang-kunang pun sudah menguap karena mengantuk menunggu lylia yang tak di perbolehkan pulang oleh semua pangeran karena membahas soal dirinya sendiri. Lylia pikir jika memberikan informasi tentang dirinya tak ada yang antusias. Ternyata di luar dugaan. Semua pangeran mengenal dirinya. Di bandingkan ayah dan ibu ratu.