Widodari

Widodari
bab 25. Penasaran


__ADS_3

...----------------...


Pangeran Thamus makin penasaran dengan ucapan sepenggal dari Tuan putri lylia yang bikin penasaran. Seolah-olah pangeran Thamus menjadi berhalusinasi yang aneh-aneh. Lalu hujan pun reda.


Tuan Putri Lylia pergi meninggalkan gudang bersama dengan pangeran Thamus menuju istana. Dalam perjalanan menuju istana mereka berbincang untuk menghangatkan suasana.


" Tadi kok kamu ngomong sepenggal aja sih lylia?! Apa ada yang ingin kamu sampaikan sama aku tapi gak jadi. Apa itu alasannya?!" tanya pangeran Thamus penasaran.


"Enggak apa-apa kok. Gak ada yang ingin aku katakan. Tadi hanya saja aku merasa lupa ingin mengatakan sama kamu" ujar tuan Putri Lylia berbohong.


" Seriusan?! Apa kamu ingin bilang kalo aku berkata jujur maka kamu mau jadi pacar aku ya?! Terus meninggalkan kekasih mu ya?!" ujar pangeran Thamus asal menebak pikiran dan isi hati nya tuan Putri Lylia.


" Ih sok tahu banget kamu Thamus. Sangat percaya diri kamu. Aku gak akan ngomong begitu. Malah tadinya kalo kamu mau jujur dari awal. Aku akan memberitahu foto kekasih aku. Tapi kamu terlalu lama. Akhirnya aku membatalkan keinginan aku deh" ujar tuan Putri Lylia bercerita.


" Owh begitu ya. Aku pikir sesuai keinginan aku. Ternyata beda dari keinginan aku. Ya sudahlah. Yang penting malam ini aku sangat bahagia karena kamu memberikan obat dari rasa rindu aku sama kamu. Sengaja aku datang kesini untuk bertemu kamu sekalian menjenguk ibu ratu yang sedang sakit" ujar pangeran Thamus menjelaskan.


" Oh jadi itu alasan kamu kesini bawa parsel buah dan buket bunga juga. Jangan bilang buket bunga itu buat aku ya. Hahaha.. karena gak akan aku terima. Soalnya aku kalo nyium bunga selain bunga anggrek suka bersin-bersin " ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" hehehe.. ya begitulah. Iya maaf aku gak tahu kalo kamu bisa alergi dengan bunga selain bunga anggrek. Tahu begitu aku bawain kamu coklat atau es krim ya " ujar pangeran Thamus cengar-cengir.


" Kalo coklat dan es krim aku suka banget. Apalagi rasa coklat " ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


...****************...


Sesampainya di istana. Tuan Putri Lylia dan pangeran Thamus sudah di sambut oleh ayah dan ibu ratu di ruangan tamu.


" Kalian gak kehujanan kan?! Tadi ibu nyuruh pelayan mencari kalian sambil bawa payung. Tapi katanya gak menemukan kalian. Memang nya kalian kemana?!" tanya ibu ratu penasaran.


" Owh tadi aku dan pangeran Thamus berteduh di gudang dekat taman bunga anggrek. Soalnya hanya itu tempat yang tak jauh dari taman bunga anggrek" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.

__ADS_1


" Ya benar yang di katakan lylia . Karena tadi terkejut hujan turun dengan derasnya serta angin kencang. Membuat tuan Putri Lylia mencari tempat teduh yang terdekat. Agar aku tak basah kuyup " ujar pangeran Thamus menjelaskan.


" Ya udah kita makan bareng aja. Makanan sudah siap nih" ujar ayah LYLIA mengajak pangeran Thamus untuk ikut gabung makan bersama.


" Tapi aku mau pulang. Sudah malam. Gak enak banget nih malah mau ikut gabung makan" ujar pangeran Thamus berpamitan.


" Ih enak aja!! Gak boleh dong pulang kalo disini sebelum makan dahulu. Nah kalo ntar udah makan baru deh bisa pulang." ujar tuan Putri Lylia sambil menarik tangan nya pangeran Thamus menuju ruangan makan.


" Ih kok kamu memaksa sih lylia" ujar pangeran Thamus kurang suka.


" Kalo kamu gak mau makan dulu. Nanti aku juga takkan mau bertemu apalagi mengobrol dengan kamu jika kamu main ke sini ya?!" ujar tuan Putri Lylia mengancam pangeran Thamus.


" Baiklah aku mau mengikuti keinginan kamu. Asal kamu juga mengikuti keinginan aku" jawab pangeran Thamus langsung berubah pikiran.


" Nah begitu dong. Kan biar mempercepat aku juga makan. Soalnya tadi di luar pada berada di gudang. Aku merasa sangat lapar" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


...****************...


" Kok ibu merasa kita makan bersama. Kaya melihat tuan Putri Lylia makan bersama suaminya ya" celetuk ibu ratu.


" Hemmmmm.. sudah lah sayang. Lagi makan jangan ngebahas hal itu dulu. nanti malah membuat lylia dan Thamus merasa canggung loh" ujar ayahnya lylia menegur ibu ratu.


" Hehehe.. maafkan ibu ya soal tadi membahas pangeran Thamus dan Lylia. Soalnya ibu ingin punya cucu dari kalian" ujar ibu ratu makin frontal.


" Ibu tolong jangan bahas itu " ujar tuan Putri Lylia yang tersedak saat minum.


"Ya Bu ratu. Maaf jangan di bahas soal pernikahan dan perjodohan aku dengan tuan Putri Lylia. Karena aku dan lylia ingin menikmati makan malam tanpa memikirkan soal perjodohan" ujar pangeran Thamus berkomentar.


" Ya maafkan ya. Ya udah kalian lanjutkan lagi makan nya" ujar ibu ratu cengar-cengir.

__ADS_1


...****************...


Usai makan malam bersama. Lanjut pangeran Thamus pamit untuk pulang ke istana. Tuan putri lylia pun mengantarkan pangeran Thamus sampai depan pintu istana.


" Maafkan aku pamit pulang ya. Terimakasih atas jamuan makan malam nya. " ujar pangeran Thamus berpamitan.


" Ya sama-sama pangeran Thamus yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke istana untuk menjenguk ibu ratu dan bertemu dengan lylia. " ujar ayahnya lylia berterima kasih.


" Ya sama-sama pak. Aku merasa sangat bahagia jika berada disini. Maafkan aku baru datang sekarang soalnya kemarin sibuk kerja" ujar pangeran Thamus memberitahu.


". Ya udah ngobrol nya nunggu waktu lain kali ya ayah. Kasihan pangeran Thamus mau pulang nih" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Hehehe.. ya udah. Maaf kan ayah ya pangeran Thamus. Lylia,kamu antarkan pangeran Thamus ya. " ujar ayah memberikan perintah.


" Ya siap ayah" ujar tuan Putri Lylia sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


...****************...


Setelah pangeran Thamus pergi meninggalkan istana. Kemudian tuan Putri Lylia masuk ke dalam istana. Lalu tuan Putri Lylia di introgerasi oleh ayah dan ibu ratu mengenai pangeran Thamus.


" Sepertinya kamu dan pangeran Thamus sudah sangat akrab dan sangat kenal ya?!" ujar ayah berkomentar.


" Ya begitulah. Kan kata ayah dan ibu bilang nya kalo aku harus bersikap baik sama pangeran Thamus dan keluarganya. Jadi aku bersikap sewajarnya aja. Sebagai ungkapan terima kasih juga sudah menjenguk ibu ratu" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Sudah lylia dan pangeran Thamus secepatnya menikah. Kalo bisa besok menikah. Biar lylia gak kesepian. Kan bisa tuh bulan madu berpergian selama seminggu " ujar ibu ratu berkomentar.


" Hemmmmm.. mulai dah ibu selalu begitu. Aku belum siap menikah. Aku ingin selama seminggu berpergian menenangkan hatiku" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


...****************...

__ADS_1


Ibu ratu masih memaksakan keinginan nya untuk menikahkan tuan Putri Lylia dengan pangeran Thamus agar lylia bisa jalan jalan keluar istana dengan bulan madu bersama dengan pangeran Thamus.


__ADS_2