Widodari

Widodari
bab 80. Menginap


__ADS_3

.


...****************...


Hujan pun tak reda. Malah semakin deras. Karena kelamaan menunggu hujan reda. Akhirnya membuat pangeran Valir dan ibu tiri nya bosan. Akhirnya mereka pun beristirahat ke kamar tidur yang telah di persiapkan Raja Zeus. Esok pagi harinya saat pangeran valir dan ibu tirinya sudah bangun tidur dan mandi. Mereka berniat ingin berpamitan dengan raja Zeus dan keluarga. Dan berterima kasih karena sudah di perbolehkan untuk menginap.


" Wah kalian sudah bangun dan mandi ya?! Ayo kita sarapan bersama" ujar raja Zeus menyapa pangeran Valir dan ibu tirinya.


" Tapi aku dan Valir mau berpamitan pulang. Terimakasih atas kamarnya. Terimakasih sudah memberikan kamar untuk beristirahat semalam karena hujan deras" ujar ibu tirinya pangeran Valir berterima kasih.


" Iya sama-sama. Tapi kalo mau pulang sekarang juga percuma. Karena sudah mulai hujan deras kembali. Daripada memaksa untuk pulang. Lebih baik kita sarapan bersama. " ujar ibunya lylia memberitahu.


" Tapi aku merasa tak enak hati. Sudah di berikan tempat untuk beristirahat semalam. Eh malah paginya di suruh sarapan pagi. " celetuk pangeran Valir.


" Iya kan enggak apa-apa. Sekalian belajar untuk kumpul bersama. Kan bentar lagi aku dan pangeran Valir akan segera menikah. Pasti kami juga akan sering sarapan pagi bersama disini" ujar Widodari memberitahu.


" Apa?! Sarapan pagi terus di istana ini?! Bukannya kalo sudah menjadi istri itu wajib istri ikut suami kan?!" ujar ibu tirinya pangeran Valir berkomentar.


" Iya aku tahu bahwa jika aku nanti menikah dengan pangeran Valir akan ikut tinggal Disana. Tapi apa boleh kalo aku minta tinggal bersama orangtua aku juga?! Terlebih mereka hanya memiliki anak aku saya. Anak semata wayang" ujar Widodari menjelaskan.


" Ya gak bisa begitu. Kamu harus mengabdi hidup kamu buat keluarga pangeran Valir. Bukan keluarga kamu. Karena kamu telah menjadi istri nya pangeran Valir" ujar ibu tirinya pangeran Valir memberitahu.


" Setahu aku gak ada deh aturannya begitu. Biasanya aturan itu di buat dari mertua untuk menantu deh. Biar menantu bisa fokus ke suami" ujar ibunya lylia berkomentar.

__ADS_1


" Ih sok tahu banget sih kamu!! " ujar ibu tirinya pangeran Valir merasa kesal.


...****************...


Mendengar argumen dari ibu tirinya pangeran Valir. Membuat pangeran Valir pun ikut berpendapat juga dalam perdebatan di ruangan makan saat sarapan pagi bersama di istana raja Zeus.


" Ya gak seperti itu juga dong ibu ratu Vexana. Aku gak pernah mau mengatur atau memaksa lylia. Jika Lylia kangen orangtuanya dan ingin menginap. Maka aku ijinkan. Selama Lylia tahu kewajiban nya sebagai istri. Bahwa suami juga harus di urus" ujar pangeran Valir berpendapat.


" Hemmmmm.. tapi dulu aku waktu jadi pengantin baru selalu di nasehatin seperti itu. Bahwa sebagai istri harus mengabdi hidup untuk suami dan keluarga suami. Bukan malah bersikap semaunya" ujar ibu tirinya pangeran Valir memberitahu.


" Aku juga pasti akan meminta ijin kepada pangeran valir jika ingin ke rumah orangtua. Agar aku menghargai pangeran Valir sebagai suami aku nanti. Jika pangeran Valir tak memperbolehkan. Maka aku akan turuti keinginan nya" ujar Widodari menjelaskan.


" Benar yang di ucapkan Lylia. Aku sebagai ayahnya juga pasti akan memberikan nasihat yang baik. Agar lylia bisa menjadi istri yang baik dan menantu yang baik di istana sana" ujar raja Zeus berkomentar.


" Terimakasih ya pangeran Valir atas pengertiannya. Semoga aku harap kamu menepati janji kamu sesuai ucapan kamu. Jangan menyakiti dan mengecewakan hati kami dan lylia ya" ujar raja Zeus menasehati.


" Ya sama-sama raja Zeus. Aku juga berterima kasih sudah memberikan restu kepada aku dan lylia untuk bisa ke jenjang pernikahan. Aku berjanji akan jadi suami idaman. Menantu idaman pula" ujar pangeran Valir tersenyum.


" Sudah lah jangan mengobrol Mulu. Mari habiskan sarapan pagi hari ini. Agar makanan dan minuman cepat habis" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Hehehe. iya juga sih. " ujar pangeran Valir cengar-cengir.


...****************...

__ADS_1


Usai sarapan pagi. Widodari dan pangeran Valir pun mencuci piring bareng. Namun terlihat ibu tirinya pangeran Valir kurang suka dengan sikap mereka. Merasa sangat cemburu dan tak suka melihat Widodari dan pangeran Valir terlihat kompak bersama. Setelah selesai mencuci piring. tiba-tiba saja...


" Kamu ngapain sih pangeran valir malah mencuci piring?! Kamu harus jaga image. kamu kan pangeran!! Gak boleh kamu melakukan pekerjaan pelayan istana!! kalo ayah kamu sampai tahu gimana?!" celetuk ibu tirinya pangeran Valir.


" Ya maafkan aku ya!! Aku gak bermaksud untuk meminta bantuan kepada pangeran valir untuk membantu aku mencuci piring!!" ujar Widodari merasa bersalah.


" Kenapa sayang?! Kenapa kamu harus berkomentar seperti itu?! Aku bantu kamu tanpa paksaan kok!! Lagian aku sering kok mencuci piring dan mencuci baju dulu saat ada kegiatan sekolah" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Ya tapi kan itu beda pangeran Valir!! Itu kegiatan sekolah!! Kalo ini kan kita disini sebagai tamu!! Bukan pembantu apalagi pelayan!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir dengan ketus.


" Sudahlah ibu!! Jangan di bahas dan jangan di permasalahkan lagi!! Ingat kita tamu disini. Kita gak boleh nyari masalah!!" ujar pangeran Valir kesal.


" Ya ibu ngomong begini hanya mengingatkan saja untuk lylia dan keluarganya!! Bahwa kamu itu pangeran meskipun status menantu!! Bukan berarti bisa di suruh seenaknya!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir menyindir secara halus.


" Aku tahu dan sadar diri!! Bahwa valir itu pangeran!! Dari awal kenal hingga sekarang aku tak pernah memaksa pangeran Valir untuk membantu apalagi melakukan pekerjaan pelayan!! Tapi mungkin karena pangeran Valir tak tega melihat lylia melakukan pekerjaan tersebut makanya membantu nya" ujar ibunya lylia membela Widodari dan pangeran Valir.


" Pokoknya ini peringatan pertama aku!! Kalo sampai kejadian ini terulang kembali!! Aku takkan maafkan kalian!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir mengancam.


" Aku janji gak akan mau di bantu oleh pangeran Valir!! Apalagi pangeran Valir melakukan hal yang tak di sukai oleh ibu ratu" ujar Widodari merasa bersalah.


" Baguslah Lylia kalo kamu sudah paham!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir tersenyum sinis.


...***************...

__ADS_1


Hujan masih deras. Namun suasana usai sarapan semakin memanas. Terlebih ibu tirinya pangeran Valir seolah ingin membuat masalah di istana raja Zeus. Untung nya Widodari bisa meredam emosi semuanya. Agar tidak terjadi keributan yang parah.


__ADS_2