Widodari

Widodari
bab 52. Secepat kilat


__ADS_3

...****************...


Lalu dengan tiba-tiba secara cepat pangeran Valir membalas ciuman kepada Widodari. Mereka berciuman ketika ayah nya Valir sedang mengalami koma di ruangan tidur ayahnya Valir. Suasana yang panas kini mencari dengan ciuman di antara pangeran valir dan Widodari.


" Ih gila ya kamu pangeran Valir!! Mencium aku di depan ayah kamu!!" ujar Widodari sambil mendorong tubuh nya pangeran Valir.


" Lah kok jadi begini?! Kan aku hanya membalas apa yang telah kamu perbuat dari aku tadi?!" ujar pangeran Valir mencoba menghilangkan canggung depan Widodari usai berciuman dengannya.


" Kan aku melakukan ciuman duluan sama kamu itu kan habisnya kamu duluan yang meledek aku bahwa aku gak pernah ciuman apalagi pacaran?! Tapi kenyataannya apa?! Kamu juga aku ajarin buat ciuman kan?!" ujar Widodari meledek pangeran Valir.


" Hahaha.. pede sekali kamu widodari. Aku tadi diam usai kamu mencium aku. Hanya ingin tahu. Kamu beneran bisa berciuman atau hanya sekedar omongan" ujar pangeran Valir mencari alasan


" Ah tukang bohong kamu pangeran Valir!! Sudah terlihat jelas tadi usai pertama kita berciuman kamu terlihat bingung dan bengong. Seolah tak percaya dengan tindakan aku tadi. Mungkin kamu berpikir bahwa kok aku bisa senekat dan seberani itu?!" ujar Widodari mencoba menebak isi pikiran nya pangeran Valir.


" Hahaha.. ketahuan deh aku ya!! Kalo aku gak pernah pacaran dan gak pernah berciuman sama wanita mana pun. Makanya pas kamu cium aku dan aku terkejut. Karena aku baru tahu tadi rasanya di cium sama wanita" ujar pangeran Valir berkata jujur.


...****************...


Saat Widodari mendengar ucapan jujur dari pangeran valir. Langsung terpesona dan terhanyut dalam suasana. Seolah ucapan nya pangeran Valir membuat Widodari merasa melayang di atas Langit.


" Aku pikir kamu jago. Ternyata kamu cupu!!" ujar Widodari meledek pangeran Valir.


" Hahaha.. sengaja aku bilang udah terbiasa. biar aku tahu seberapa tertantang nya kamu sama aku. Eh ternyata kamu kena jebakan aku" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Parah banget kamu!!" ujar Widodari mengambek.


" Udah lah jangan ngambek Mulu!! Nanti kamu jadi jelek dan cepat tua loh. Fiks ya hari ini kita jadian." ujar pangeran Valir tersenyum.


" Jadian?! Gak salah?!" ujar Widodari bingung.


" Iya kita pacaran. Kan tadi kita udah berciuman. Dimana mana kalo orang yang sudah berciuman itu tandanya sudah berpacaran " ujar pangeran Valir menjelaskan.

__ADS_1


" Masa ya?! Setahu aku sih harus mengungkapkan perasaan dulu deh. Baru nanti di jawab si cewek. Kalo iya berarti pacaran. Kalo tidak berarti hanya berteman " ujar Widodari menjelaskan.


" Ah bodo amat!! Intinya kita sudah berpacaran. Lagian Tadi kan kita sudah berciuman. Jadi aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Seriusan kamu bakalan menjaga dan melindungi aku?! Dari ibu ratu juga?!" tanya Widodari penasaran.


" Itu sudah jelas pasti aku akan melindungi kamu dari ibuku maupun yang lainnya. Akan aku buktikan bahwa kamu akan menjadi prioritas aku" ujar pangeran Valir berjanji.


" Oke baiklah. Aku mau jadi kekasih kamu" ujar Widodari tersenyum.


...****************...


Widodari berniat ingin menjadi kekasih nya pangeran Valir agar bisa di lindungi oleh pangeran Valir dari ibunya. Semua orang pun sudah tahu bahwa ibu nya pangeran Valir tidak suka dengan Widodari.


" Beneran nih kamu mau jadi kekasih aku?! Gak bohongan kan?! Gak mempermainkan perasaan aku kan?!" tanya pangeran Valir penasaran.


" Iya beneran. Aku tidak berbohong. Aku ingin menjadi kekasih kamu. Karena aku juga suka sama kamu pangeran Valir" ujar Widodari berbohong.


" Ya terimakasih ya Widodari sayang" ujar pangeran Valir mengecup kening nya Widodari.


" Kok panggil nya pangeran sih?! Kalo kita lagi berduaan begini kamu panggil aku sayang ya?! Biar kita makin akrab dan dekat" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Oke siap mas sayang" jawab Widodari sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Ya aku suka kamu panggil aku mas sayang seperti tadi" ujar pangeran Valir salah tingkah.


" Baik mas sayang" ujar Widodari mencoba menyenangkan hati perasaan nya pangeran Valir.


...****************...


Setelah janji ikrar antara pangeran valir dengan Widodari di ucapkan untuk menjadi sepasang kekasih. Lalu pangeran Valir pergi meninggalkan ruangan tidur ayahnya. Dan tak lama kemudian ayahnya pangeran Valir bangun dan menggerakkan tangan nya menggenggam tangan Widodari.

__ADS_1


" Terimakasih sudah merawat saya seharian ini Widodari" ujar ayahnya pangeran Valir bangun dari koma.


" Alhamdulillah bapak sudah bangun. Aku panggilkan pangeran Valir ya" ujar Widodari memberitahu.


" Jangan bilang siapa-siapa. Ini hanya rahasia kita berdua. Tolong kamu bantu saya untuk mengawasi ibunya pangeran Valir. Soalnya semenjak bapak meminum obat dari dokter yang di rekomendasikan oleh istri bapak. Langsung mengalami lumpuh dan tubuh mati total" ujar Ayahnya pangeran Valir bercerita.


" Astaghfirullah!! Masa sih?! Segitu nya?! Istri mencelakai suaminya sendiri?!" ujar Widodari tak percaya dan terkejut.


" Iya beneran. Apalagi sekarang masalah kerajaan di pegang oleh istriku. Seharusnya itu kan tugas bisa di pegang anak. Yaitu pangeran Valir " ujar ayahnya pangeran Valir menjelaskan.


" Terus bapak mau minta tolong apa ke aku?!" tanya Widodari penasaran.


" Tolong cek semua obat ke dokter yang akan aku beritahu. Cek semua kandungan obatnya. Jika sudah tahu kamu beritahu aku. Agar bisa bisa menyelamatkan kerajaan aku dari penyihir gila istri ku yang sudah berkhianat dengan dokter yang merawat aku" ujar ayahnya pangeran Valir bercerita.


" Siap!! Aku akan laksanakan perintah dari Baginda raja" ujar Widodari mengangguk kepala nya.


...****************...


Widodari langsung menyimpan beberapa obat untuk di bawa ke dokter yang telah di kasih tahu oleh ayahnya pangeran Valir untuk di uji coba. Besok Widodari ingin meminta ijin sama pangeran valir untuk keluar istana dengan di temani pengawal. Tak lama kemudian datanglah pangeran Valir sambil membawakan makanan dan beberapa buah untuk ayahnya.


"Mas sayang. Boleh gak besok aku ke pasar dekat istana?! Aku ingin melihat dunia luar. Dan juga aku ingin membeli pakaian. Soalnya baju aku bau. Selalu pakai baju yang sama tiap hari. Aku ingin beli beberapa setel pakaian ganti" ujar Widodari merayu pangeran Valir.


" Hemmmmm boleh. Gimana kalo aku temani kamu. Habis aku selalu rindu kalo jauh dari kamu" ujar pangeran Valir sedang bucin terhadap Widodari.


" Ya boleh aja sih. Tapi nanti kamu gak takut di cariin oleh ibu kamu?!" tanya Widodari penasaran.


" Ya gampanglah!! Kan nanti aku bisa bilang main ke istana nya siapa. Pasti ibuku takkan khawatir" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Okelah kalo begitu. Maafkan ya kalo aku merepotkan kamu" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Ya sama sama sayang. Aku tidak merasa di repotkan. Malah merasa senang bisa menemani kamu" ujar pangeran Valir membalas senyuman kepada Widodari.

__ADS_1


...****************...


Ada bagusnya Widodari memanfaatkan kelemahan pangeran Valir yang sangat suka dan bucin terhadap Widodari. Makanya Widodari sangat memanfaatkan dalam situasi dan kondisi yang sangat genting.


__ADS_2