Widodari

Widodari
bab 18. Egois


__ADS_3

...****************...


Bunny yang ingin memberikan saran terbaik untuk tuan Putri Lylia. Berubah drastis menjadi terdiam membisu dengan segala ucapan tuan Putri Lylia menjelaskan tentang perasaan nya sebagai anak. Yang di tuntut harus menuruti keinginan orangtua. Sampai harus mengubur impiannya dan keinginan nya tuan Putri Lylia sendiri.


" Terserah kamu deh bunny!! Mau bela orangtua aku juga enggak apa-apa. Aku pun takkan marah sama kamu. Hanya saja aku sedang ingin egois!! Aku ingin keinginan aku di turuti oleh ayah dan ibu ratu!! Jangan aku terus yang selalu mengalah!! Aku juga ingin di hargai dong!!" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Ya tuan Putri Lylia jangan bersikap begitu dong!! Aku jadi merasa bersalah banget nih dengan ucapan aku tadi!! Sumpah aku benar-benar gak ada niatan buat nyakitin apalagi nyinggung perasaan tuan Putri Lylia kok. Suwer deh" ujar bunny merasa bersalah.


" Selow dan santai aja bunny. Aku tak merasa sakit hati kok. Aku malah seneng kamu mengemukakan pendapat kamu. Ucapan kamu benar jika di lihat dari sudut pandang orangtua aku. Tapi ucapan kamu juga salah jika di pandang dari sudut pandang aku sebagai anak. Jadi kalo tarik kesimpulan semua punya pandangan berbeda beda. Tergantung di posisi mana" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Iya sih. Benar juga yang di katakan oleh tuan Putri Lylia. Gak ada yang salah. Hanya saja aku merasa orangtua tuan Putri Lylia masih merasa bahwa tuan Putri Lylia belum dewasa. Jadi harus bersama mereka terus. Itu yang bisa aku tangkap dari cerita nya tuan Putri Lylia " ujar bunny berkomentar.


" Aku bukan anak bocah lagi yang apa-apa harus nurut terus. Aku sudah dewasa. Dan aku juga sudah harus menikah. Masa masih di atur juga sama ayah dan ibu ratu sih?!" ujar tuan Putri Lylia kesal.


" Terus mau ngeluh mulu tuan Putri Lylia?! Gak jadi nih pergi ke kedai kopi bang kura-kura?! Sudah di tunggu sama pak kunang-kunang nih" ujar bunny memberitahu.


" Habis aku lagi kesel banget sama ayah dan ibu ratu yang egois banget ngatur hidup aku. Jadi dong pergi ke kedai kopi bang kura-kura. Aku ingin mefreshingkan pikiran dan hati aku. Biar gak spaneng memikirkan tentang masalah di istana " ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


...****************...

__ADS_1


Akhirnya tuan Putri Lylia, bunny dan pak kunang-kunang pergi ke kedai kopi bang kura-kura meskipun hatinya tuan Putri Lylia masih merasa dongkol dengan ayah dan ibu ratu. Dalam perjalanan menuju kedai kopi bang kura-kura...


" Tuan Putri Lylia kenapa cemberut saja?! Apakah ada masalah?! Atau ada yang menyakiti perasaan tuan Putri Lylia?! Atau sedang bertengkar dengan ayah dan ibu ratu?!" tanya pak kunang-kunang penasaran.


" Iya pak kunang-kunang. Aku sedang tak mood banget hari ini. Tapi aku akan jauh lebih bete jika aku di kamar tidur. Soalnya pikiran aku sedang kacau balau seperti benang kusut" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Iya biasa pak kunang-kunang melihat tuan Putri Lylia selalu ceria. Malam ini sangat berbeda. Seperti hidup segan mati tak mau. Tak ada semangat dan gairah hidup sepertinya " ujar pak kunang-kunang berkomentar.


" Ya bisa di katakan begitu pak kunang-kunang. Ayah dan ibu ratu terlalu mengekang tuan Putri Lylia. Sehingga tuan Putri Lylia di buat stress. akhirnya malah jalan-jalan malam nongkrong lagi di kedai kopi bang kura-kura " ujar bunny ikut mengobrol.


" Hemmmmm.. untunglah besok aku bisa menikmati traveling selama seminggu. Lumayan kan aku bisa refreshing otak dan hati aku. Biar gak spaneng Dengan sikap ayah dan ibu ratu di istana " ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Tuan Putri Lylia mau traveling kemana?! Kok bapak gak di kasih tahu sih?!" ujar pak kunang-kunang terkejut.


" Aku juga belum tahu mau kemana pak kunang-kunang. Yang pasti ingin menghirup udara segar di luar istana saja. Pak kunang-kunang mau menemani aku dan bunny jalan-jalan selama seminggu?!" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Mau banget tuan Putri Lylia. Selama pergi nya sama tuan Putri Lylia. Kemanapun juga bapak jabanin. Soalnya bapak ingin selalu mendampingi tuan Putri Lylia." ujar pak kunang-kunang setuju untuk menemani tuan Putri Lylia berlibur.


...****************...

__ADS_1


Tuan Putri Lylia merasa senang karena tanpa berdebat maupun obrolan panjang. Akhirnya pak kunang-kunang mau menemani tuan Putri Lylia berpergian selama satu Minggu.


" Terus kalo kita pergi selama satu Minggu. Libur dong ke kedai kopi bang kura-kura?! Terus tuan Putri Lylia pamit gak sama semua pangeran?!" tanya pak kunang-kunang penasaran.


" Ya selama kita pergi berlibur selama satu Minggu. Kita juga libur pergi ke kedai kopi bang kura-kura. Kalo pamit gak mungkin deh. Soalnya kan aku selalu menyempatkan waktu untuk nongkrong ke kedai kopi bang kura-kura untuk menyamar. Pengen tahu pangeran Thamus seperti apa. Pangeran valir seperti apa?!" ujar tuan Putri Lylia bercerita.


" Bukannya tuan Putri Lylia mau di jodohkan dengan pangeran Thamus ya?! Kenapa juga pengen cari tahu soal pangeran valir juga?!" tanya pak kunang-kunang heran.


" Ya karena aku masih penasaran aja. Kenapa ayah nya pangeran valir membuat peraturan untuk segera wanita dan pria di nikahkan. Kalo tidak akan di berikan hukuman?! Kan aneh banget!! Masa sih pernikahan harus di dasarkan peraturan raja sih?! Bukan pernikahan di dasari rasa sayang dan cinta?!" jawab tuan Putri Lylia berargumen.


" Wah kalo itu bapak gak tahu jawabannya. Hanya keluarga kerajaan dari pangeran valir yang bisa menjawab nya" ujar pak kunang-kunang berkomentar.


" Nah maka dari itu selama satu Minggu berlibur. Aku ingin mengunjungi istana nya pangeran valir. Untuk bisa cari informasi tentang peraturan secepatnya menikah. Agar aku bisa menghilangkan peraturan tersebut. Makanya harus tau penyebabnya apa" ujar tuan Putri Lylia bercerita.


" Hemmmmm.. iya juga ya. Sebelum tau kenapa jadi peraturan. Harusnya lebih dahulu tau penyebab apa?! Bisa gak salah menduga dan gak salah paham lagi" ujar bunny mulai mengerti.


" Ya udah besok pokoknya pak kunang-kunang ke kamar tidur aku ya. Nanti kita pamitan sama ayah dan ibu ratu. Baru deh berangkat " ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Siap tuan Putri Lylia!! Laksanakan!!" ujar pak kunang-kunang dan bunny kompak.

__ADS_1


...****************...


Sesampainya di kedai kopi bang kura-kura. Ternyata semua pangeran kerjaan sudah datang. Sepertinya mereka datang duluan dengan sengaja untuk menunggu tuan Putri Lylia bercerita soal dirinya sendiri.


__ADS_2