Widodari

Widodari
bab 72. Mencari Alasan


__ADS_3

...****************...


Setelah pangeran Valir mendengar ucapan dan ungkapan hati ayahnya soal alasan menikah lagi. Membuat hatinya pangeran Valir makin sedih dan merindukan ibu kandung nya.


" Kamu kenapa terlihat sedih dan murung valir?! Tanya ayahnya pangeran Valir penasaran.


" Aku rindu ibu kandung aku. Selama aku tinggal di istana aku gak pernah merasakan kehangatan pelukan ibuku. Dan aku selalu merasa hangat dan nyaman ketika aku di peluk oleh Widodari. Makanya wanita pertama yang memeluk aku setelah ibu kandung aku yaitu Widodari " ujar pangeran Valir bercerita.


" Ya maafkan ayah yang salah pilih istri dan salah pilih ibu baru buat kamu Valir " ujar ayahnya pangeran Valir merasa bersalah.


" Tidak!! Ayah tak pernah salah. Yang salah hanya ibu ratu Vexana yang tak bisa melihat cinta dalam diri kita" ujar pangeran Valir sambil tersenyum.


" Kamu berhati baik dan bijaksana sekali Valir. Kamu persis ibu kamu. Dan ayah rasa Widodari mirip juga seperti ibu kandung kamu. Mungkin tuhan baik. Meskipun kamu gak berjodoh dengan lylia. Tapi kamu di berikan kekasih yang hati nya mirip ibu kandung kamu" ujar ayahnya pangeran Valir menjelaskan.


" Iya makasih ayah. Makanya meskipun aku gak berjodoh dengan lylia. Aku tak merasa sedih. Soalnya aku sudah memiliki Widodari. Yang hati nya sama baik seperti ibu kandung aku" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Terus setelah kamu tahu rencana pernikahan kamu dengan Widodari akan di hancurkan oleh ibu ratu Vexana dan Thamus. Apa yang akan kamu lakukan?!" tanya ayahnya pangeran Valir penasaran.


" Hemmmmm.. aku belum punya ide akan hal tersebut. Tapi yang jelas aku harus menceritakan hal ini juga sama Widodari. Agar Widodari bisa lebih waspada." ujar pangeran Valir memberitahu.


" Oh iya ide yang bagus. Memang sudah seharusnya kamu kasih tahu hal ini ke Widodari. Jangan sampai Widodari mengalami hal yang serupa seperti Lylia. Atau jangan jangan Lylia mengalami kecelakaan karena Thamus?!" ujar ayahnya pangeran Valir berkomentar.


" Ya bisa jadi seperti itu. Soalnya Lylia sampai saat ini masih belum di temukan. Entah Lylia di culik atau sudah meninggal dunia " ujar pangeran Valir berargumen.

__ADS_1


...****************...


Sekarang pangeran Valir berpikir jangan jangan Widodari akan bernasib sama seperti tuan Putri Lylia yang mengalami kecelakaan seperti orang yang hilang tanpa jejak. Belum bisa di temukan dan tak tahu dimana keberadaan nya. Lalu karena merasa cemas dan khawatir. Akhirnya pangeran Valir pergi menuju istana raja Zeus untuk bertemu dengan Widodari. Sesampainya di istana pangeran Valir pun terkejut karena ada pangeran Thamus yang sudah berada di istana raja Zeus.


" Thamus?! Kok kamu ada disini?!" ujar pangeran Valir yang terkejut dengan kehadiran pangeran Thamus.


" Hai,Valir!! Aku kesini mau Maen dan bertemu dengan lylia. Katanya lylia sudah di temukan. Makanya aku penasaran. Jadi nya aku kesini untuk mengetahui keadaan nya lylia. Usai sebulan lebih baru balik ke istana" ujar pangeran Thamus memberitahu.


" Kamu tahu darimana bahwa lylia baru kembali ke istana?!" tanya pangeran Valir penasaran.


"Aku tahu dari pelayan istana kamu. Soalnya waktu itu aku Maen ke istana kamu. Tapi katanya kamu sedang berada di luar istana. Terus pelayan istana kamu bercerita bahwa kamu mengantarkan Lylia pulang ke istana nya " ujar pangeran Thamus mengarang cerita.


" Owh begitu. Iya pantas aneh aja kamu bisa kesini. Padahal aku gak kasih tahu" ujar pangeran Valir mencurigakan pangeran Thamus.


" Jaga ucapan kamu Thamus!! Lylia bukan lagi kekasih kamu maupun calon istri kamu!! Tapi Lylia itu milik aku!!' ujar pangeran Valir dengan tatapan tajam nya kepada pangeran Thamus.


" Kan sebelum Lylia sah menjadi istri kamu. Aku masih berhak juga untuk berjuang memiliki nya" ujar pangeran Thamus menjelaskan.


" Jangan terlalu berharap hal itu kan terjadi. Karena aku telah memiliki hatinya Lylia. Sedangkan kamu hanya bisa menyakiti hati nya lylia." ujar pangeran Valir menyindir pangeran Thamus.


" Ya dulu aku begitu. Tapi kan sekarang tidak lagi. Yang pasti aku bisa jauh lebih baik daripada kamu Valir" ujar pangeran Thamus tak mau kalah saing dengan pangeran Valir.


...****************...

__ADS_1


Tak lama kemudian datanglah Widodari menuju lantai bawah. Dengan tatapan mata nya mempesona melihat ke arah pangeran Valir sedang bersitegang dengan pangeran Thamus. Lalu Widodari langsung menghampiri mereka. Namun Widodari langsung merangkul tangan nya pangeran Valir. Seolah Widodari ingin meredam emosi di hatinya pangeran Valir.


" Eh mas sayang?! Kapan datangnya?! Kok gak bilang sih mau datang ke istana?!" ujar Widodari sambil merangkul tangan nya pangeran Valir.


" Iya aku sengaja gak bilang dulu sama kamu. Soalnya aku mau ngasih kejutan sama kamu sayang" ujar pangeran Valir tersenyum.


" Hai,Lylia!! Kamu masih ingat dengan aku kan?! Aku Thamus mantan calon suami kamu. Aku kesini ingin mengobrol sama kamu. Sekalian ada hal yang ingin aku bahas dengan kamu" ujar pangeran Thamus memperkenalkan diri.


" Oh iya aku ingat kamu. Tapi kalo mau ngobrol disini aja. Karena kalo hanya kita berdua saja. Aku gak mau nanti mas pangeran Valir jadi salah paham" ujar Widodari memberitahu.


" Enggak bisa ngomong disini!! Soalnya aku mau ngomong empat mata sama kamu lylia!!" ujar pangeran Thamus memaksakan keinginan.


" Yah,tapi maaf banget ya pangeran Thamus. Aku gak bisa mengobrol hanya berdua saja. Soalnya aku gak mau nanti jadi salah paham di antara kamu,aku dan pangeran Valir " ujar Widodari menjelaskan.


" Baiklah akan aku katakan sama kamu sekarang. Aku ingin menikah dengan kamu. Setelah kejadian satu bulan lalu. ketika kita melakukan hubungan intim di istana aku. Dan aku merasa bersalah. Aku ingin bertanggung jawab atas perbuatan buruk aku sama kamu. Makanya aku luangkan waktu aku sama kamu" ujar pangeran Thamus bercerita.


" Hah?! Apa apaan ini Thamus?! Maksudnya kamu apa?! Kamu telah menodai Lylia?! Apakah benar semua ucapan nya Thamus itu lylia?!" ujar pangeran Valir marah hingga menarik lehernya pangeran Thamus.


" Aduh pangeran Thamus. Jangan bikin fitnah deh. Aku aja sudah males banget buat ketemu kamu. Apalagi dengan alasan kamu menodai tubuh aku. Kamu kan sudah tahu bahwa aku bisa bela diri. Jadi kalo kamu macem-macem pasti akan babak belur sama aku" ujar Widodari menjelaskan.


" lah tapi kan waktu itu kita melakukan hubungan intim dengan suka sama suka. Jadi aku berharap kalo kamu hamil aku bisa jadi ayah untuk anak kita" ujar pangeran Thamus makin bikin suasana memanas.


...****************...

__ADS_1


Terlihat banget pangeran Valir sangat marah dan terkejut oleh ucapan dan pengakuan dari pangeran Thamus. Sedangkan Widodari bersikap santai. Karena merasa itu tak pernah terjadi oleh nya.


__ADS_2