Widodari

Widodari
bab 51. Meledek


__ADS_3

...****************...


Entah kenapa pangeran Valir menjadi suka meledek widodari di istana. Seakan seperti membuly Widodari. Mungkin karena pangeran Valir gak punya teman terdekat selama ini.


" Kenapa sih pangeran selalu saja meledek aku terus?! Kamu gak punya temen ya?! Atau pangeran suka ya sama aku?!" ujar Widodari sambil tertawa terbahak-bahak.


" Hei,jadi orang jangan terlalu kepedean deh, Mana ada Majikan suka sama pembantu!!" ujar pangeran Valir menyindir aku.


" Ya aku tahu bahwa aku ini pembantu. Tapi bukan berarti pangeran bisa seenaknya teriak dan merendahkan aku " ujar Widodari merasa sedih.


" Eh maafkan aku Widodari!! Aku tak bermaksud untuk menyinggung ataupun merendahkan harga diri kamu!! Hanya saja aku ingin berteman dan bercanda sama kamu" ujar pangeran Valir me re *** bersalah.


" Aku mah di katakan sama pangeran valir seperti apapun aku gak akan marah. Begitu pula dengan ibu ratu yang suka menghina aku. Tapi aku akan marah jika kalian suka berteriak dan mempermalukan aku di depan banyak orang " ujar Widodari merasa kesal.


" Waduh,kok jadi begini sih?! Kamu jangan salah paham dengan sikap aku dong?! Karena aku gak pernah ada niatan membully atau menindas kamu" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Habis gimana aku kadang gak kesel!! Setiap aku melakukan apapun pasti selalu salah di mata pangeran dan ibu ratu " ujar Widodari menangis.


...****************...


Karena tak tega melihat Widodari menangis. Akhirnya pangeran Valir mendekati Widodari sambil memeluk dan meredakan emosi nya Widodari


" Maafkan aku ya Widodari. Aku janji takkan berteriak lagi sama kamu!! Tolong jangan menangis lagi!!" ujar pangeran Valir mencoba menenangkan hati nya Widodari.


" Kalo pangeran valir berteriak lagi. Maka aku lebih baik pergi dari istana ini. Biarlah jadi gelandangan. Biar lah gak ada yang kenal sama aku. Tapi setidaknya harga diri aku gak di injak-injak" ujar Widodari memberitahu.


" Ya udah kamu istirahat aja!! Biar aku yang menjaga dan merawat ayahku " ujar pangeran Valir sangat murah hati.


'' Tidak pangeran Valir!! Biarkan saja aku yang menjaga dan merawat raja. Agar raja bisa merasa senang berada disini" ujar Widodari menjelaskan.


" Tapi katanya kamu bete kalo di ruangan sendiri gak ada temen mengobrol nya" ujar pangeran Valir meledek widodari.

__ADS_1


" Tadi iya emang bete. Tapi sekarang sudah tak bete lagi. Soalnya aku menikmati waktu di istana" ujar Widodari menahan rasa kesal nya.


...****************...


Ada saja perilaku random pangeran Valir yang kadang di luar logika Widodari. Sekarang yang di lakukan oleh pangeran Valir menggendong Widodari dari belakang. Seolah sedang mencoba menenangkan hati nya Widodari yang amat sangat kesal terhadap nya.


" Ih apaan sih pangeran valir!! Lepaskan aku" teriak Widodari.


" Jangan berteriak Widodari!! Kan kamu sudah janji sama aku bahwa kita tak boleh lagi berteriak mulai sekarang" ujar pangeran Valir dengan nada lemah lembut.


" Iya tolong turun kan tubuh aku ya pangeran Valir!! Aku takut nanti jika ada pelayan lain yang melihat kita begini habislah aku di ceramahin oleh ibu ratu" ujar Widodari memberitahu.


" Aku tidak akan menurunkan kamu sampai kamu memaafkan aku, Widodari " ujar pangeran Valir yang berjalan mengelilingi ruangan tidur ayahnya sambil menggendong Widodari.


" Iya baiklah!! Aku maafkan pangeran Valir!! Tapi jangan bersikap begini lagi ya" ujar Widodari sambil berbisik di telinga pangeran Valir.


...****************...


Karena pangeran Valir merasa kegelian dengan Widodari berbicara berbisik di telinga. Akhirnya membuat Widodari jatuh karena tubuhnya pangeran Valir tak seimbang.


" Iya maafkan aku ya" ujar pangeran Valir sambil mengulurkan tangannya dan membantu Widodari berdiri.


" Lain kali jangan begini ya. Itu membuat aku takut sama pangeran valir. Sakit tahu pantat aku jatuh. Mana jatuh nya tanpa aba-aba dulu" ujar Widodari merasa kesal.


" Iya maafkan aku ya. Aku tak seimbang karena kamu berbisik di telinga aku. Sedangkan aku orangnya gelian terhadap apapun" ujar pangeran Valir merasa bersalah.


" Ah pangeran Valir sangat payah sekali!! Masa hanya berbisik-bisik di telinga saja gelian. Apalagi kalo ciuman. hahaha.. yang ada mungkin pingsan" ujar Widodari meledek.


" Enak aja kalo ngomong!! Kaya sendirinya udah pernah ciuman aja" ujar pangeran Valir membalas ucapan nya Widodari.


...****************...

__ADS_1


Widodari gelagapan ketika pangeran Valir menyindir nya mengenai berciuman. Jangankan berciuman. Memiliki pacar aja enggak punya.


" Kenapa diam saja?! Ketahuan kan pasti gak pernah ciuman?! Kayanya boro boro ciuman. Punya pacar juga hal yang mustahil" ujar pangeran Valir menertawakan Widodari.


" Kata siapa aku belum pernah ciuman?! Dulu aku juga punya pacar. Karena berbeda status aja. Jadinya kamu memutuskan untuk berpisah" ujar Widodari mengarang cerita.


" Ah aku mah gak yakin. Soalnya wajah kamu terlihat tidak memungkinkan" ujar pangeran Valir dengan tatapan sindiran.


" Ya terserah sih mau percaya atau enggak. Apa perlu kita buktikan bahwa aku jago dalam berciuman" ujar Widodari yang kemudian mencium bibir manisnya pangeran Valir.


...****************...


Pangeran Valir pun terkejut dengan sentuhan bibirnya Widodari saat berpapasan secara kilat di bibirnya pangeran Valir. Seperti meteor yang jatuh ke bumi. Hal yang menyenangkan tapi terjadi secara singkat.


" Kenapa diam saja pangeran valir?! Heran ya?! Aku jauh lebih jago dari kamu?!" ujar Widodari menahan wajah tegang dan canggung nya.


" Enggak apa-apa kok. Hanya saja kenapa kamu berani sekali menyentuh bibir aku tanpa berpamitan" ujar Pangeran Valir bertanya.


" Ya kalo aku berpamitan gak seru dong. Kan tadi pangeran Valir sendiri yang menyindir aku bilang nya gak pernah ciuman. Ternyata kenyataan aku bisa membuat pangeran Valir merasa bingung kan" ujar Widodari sambil tertawa terbahak-bahak.


" Iya kamu jahat menyentuh bibir aku tanpa berpamitan. Kamu kan hanya teman bukan pacar aku" ujar pangeran Valir merasa canggung.


" Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku pernah berciuman dan pernah merasakan nya. Kan kamu yang nanya. Jadi aku jawabnya dengan melakukan nya" ujar Widodari menjelaskan.


" Ya tapi seharusnya kalo mau berciuman kasih kode atau setidaknya aba-aba dulu gitu. Biar jantung aku gak berdebar kencang seperti ini" ujar Pangeran Valir memberitahu.


" Hahaha.. ketahuan dah kalo pangeran valir gak pernah pacaran. Dimana mana kalo berciuman itu paling enak mendadak tanpa ada kode. Karena rasanya luar biasa takkan bisa di jelaskan dengan kata-kata." ujar Widodari berargumen.


" Ho oh bener yang kamu katakan. Boleh minta sekali lagi gak?!" ujar pangeran Valir keceplosan.


.

__ADS_1


...****************...


Lalu dengan tiba-tiba secara cepat pangeran Valir membalas ciuman kepada Widodari. Mereka berciuman ketika ayah nya Valir sedang mengalami koma di ruangan tidur ayahnya Valir. Suasana yang panas kini mencari dengan ciuman di antara pangeran valir dan Widodari.


__ADS_2