
...****************...
Akhirnya ibunya lylia dan Widodari bersiap untuk menuju istana pangeran Valir. Dengan menaiki tubuh nya pak kunang-kunang. Jadi lebih aman. Tapi bunny pun ikut serta untuk menemani mereka. Agar bisa melindungi mereka. Sesampainya di istana pangeran Valir.
" Vexana!! Vexana!! Turun kamu kesini!! Aku mau bikin perhitungan sama kamu" teriak ibunya lylia memanggil ibu tirinya pangeran Valir.
" Sudah ibu jangan berteriak begitu!! Malu di dengar pelayan yang bekerja di istana pangeran Valir" ujar Widodari menegur ibunya lylia.
" Ngapain harus Malu!! Toh biar sengaja ibu manggil dia buat menghampiri ibu" teriak ibunya lylia dengan kencang dan bernada lantang.
" Udah ya Bu!! Kita pulang saja!! Jangan bikin keributan disini!!" ujar Widodari mengajak ibunya lylia untuk kembali ke istana.
" Udah kamu jangan bawel!! diam saja!! Biar ibu yang mengahadapi!!" ujar ibunya lylia yang bersemangat untuk melabrak ibu tirinya pangeran Valir.
" Jangan bersikap begini Bu!! aku malu melihat ibu bersikap kekanak-kanakan seperti ini" ujar Widodari menjelaskan.
" Kenapa kamu jadi malu?! Harusnya kamu bangga dong!! Karena aku membela harga diri kita sebagai keluarga!!" ujar ibunya lylia merasa percaya diri.
" Bangga nya aku kalo ibu gak bikin masalah!! Aku ngomong begini agar ibu ingat karma!! Ingat apa yang kita tanam. Kita akan tuai hasilnya sendiri " ujar Widodari menasehati ibunya lylia.
" Udah jangan banyak bicara jangan banyak menasehati. Buktinya kamu juga gak bisa menghadapi ibu tirinya pangeran Valir!!" celetuk ibunya lylia.
...****************...
Karena suara teriakan ibunya lylia yang sangat mengganggu ibunya pangeran Valir dan pangeran Valir yang sedang menikmati sarapan pagi.
" Siapa itu yang bertamu sepagi ini?! Sambil meneriakkan nama aku" ujar ibunya pangeran Valir yang kebingungan.
"Mungkin itu penggemar nya ibu" celetuk pangeran Valir santai sambil menikmati sarapan pagi.
" Ah masa penggemar ibu berteriak nama ibu sih. jadi penasaran?! Ibu akan turun ke bawah!! Kamu makan saja" ujar ibu tirinya pangeran Valir sambil turun ke bawah.
__ADS_1
" Aku ikut Bu. Aku juga penasaran dengan penggemar ibu yang datang ke istana dengan berteriak lantang" ujar pangeran Valir makan dengan terburu-buru.
...****************...
Sesampainya ibu tiri nya pangeran Valir dan pangeran Valir sampai di ruangan bawah. Ternyata mereka terkejut. Ada ibunya lylia dan Widodari.
" Lylia!!" teriak pangeran Valir merasa senang.
" Hei, pangeran Valir!!" ujar Widodari sambil melambaikan tangan.
" Hai,kamu ngapain kesini orang yang tak sopan" teriak ibu tirinya pangeran Valir.
" Kurang ajar kamu vexana!! Yang penyihir jahat yang suka membuat masalah" ujar ibunya lylia menghina ibu tirinya pangeran Valir.
" Darimana kamu tahu nama aku dan julukan aku!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir dengan mata melotot.
" Ya jelas aku sangat tahu siapa kamu vexana sang penyihir jahat!! Wakakakak " ujar ibunya lylia sambil tertawa terbahak-bahak.
" Enak aja kalo ngomong aku rakyat biasa!! Kasih tahu pangeran valir!! Siapa aku!!" ujar ibunya lylia merasa sombong.
" Dia itu calon ibu mertua aku. Dia ibunya lylia. Dia ibu ratu di negri kerajaan sama kaya kita. Status kita sama. Dia istri nya raja Zeus" ujar pangeran Valir bercerita .
" Oh my God!!( oh Tuhanku)!!! Seriusan dia seorang ratu dan istrinya raja Zeus?! Kok sikapnya kaya rakyat biasa yang tinggal di pinggir jalan seperti gelandangan sih" ujar ibu tirinya pangeran Valir.
...****************...
Ibu tirinya pangeran Valir pun merasa terkejut dengan pembicaraan pangeran Valir mengenai ibunya lylia dan Widodari.
" Valir,tadi kamu bilang dia Lylia?! Bukannya dia itu Widodari?! gelandangan yang di temukan di depan istana kita" ujar ibu tirinya pangeran Valir berkomentar.
" Ya benar. Aku Widodari yang di temukan oleh pangeran Valir saat itu aku lupa ingatan. Namun dengan berjalannya waktu. Ingatan aku pun kembali. Yang banyak membantu yaitu pangeran Valir. Yang mencari identitas aku ternyata aku tuan putri lylia. Anak dari raja Zeus " ujar Widodari berbohong.
__ADS_1
" Hahaha.. pinter banget kamu gelandangan mengarang cerita begitu indah!! Tapi aku sama sekali gak percaya dengan ucapan kamu!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir menjelaskan.
" Prak!!" tamparan keras tertuju kepada ibu tirinya pangeran Valir dari tangannya ibunya lylia.
" Kenapa kamu menampar aku?!" ujar ibu tirinya pangeran Valir membalas balik tampar ke wajahnya ibunya lylia.
" Ya wajarlah aku marah dengan ucapan kamu!! Berapa kali aku harus bilang bahwa ini lylia anak kandung aku bukan gelandangan " ujar ibunya lylia sambil menjambak rambut nya ibu tirinya pangeran Valir.
" Ya marah sih boleh aja marah!! Tapi kenapa dengan kekerasan!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir membalas menjambak rambut nya ibunya lylia.
...****************...
Awalnya hanya tamparan. Kemudian jambakan. Lanjut menjadi pertengkaran hebat antara ibunya lylia dengan ibu tirinya pangeran Valir.Yang aneh bukannya Widodari dan pangeran Valir melerai pertengkaran. Malah mereka mengobrol sambil menonton kedua ibunya bertengkar. Setelah lelah bertengkar. Akhirnya mereka berhenti karena kelelahan.
" Hei,kalian !! Anak kurang ajar!! kenapa kalian mengobrol?! Bukannya bantu melerai pertengkaran kami!!" ujar ibu tirinya pangeran Valir sangat marah.
" Eh maaf ibu!! Aku pikir kalian lagi syuting drama . Jadi wajarlah kalo kami hanya menyaksikan saja tanpa melerai pertengkaran kalian" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Ya setidaknya jangan membuat kami menjadi kelelahan begini dong" ujar ibunya lylia dengan wajah pucatnya.
" Ya habis gimana ya?! Aku sudah berusaha untuk ibu dan ibunya pangeran Valir untuk tidak bertengkar tapi gak di dengerin. Ya udah kamu gantian melakukan hal itu. Agar kalian paham dan sadar bahwa sikap kalian seperti anak kecil" ujar Widodari menjelaskan.
" Kami melakukan hal ini karena ingin membela harga diri kami" celetuk ibunya pangeran Valir.
" Ya benar yang di katakan oleh Vexana!! Lagian kan ibu bertengkar begini ingin membela kamu lylia!! Agar tidak di perlakukan semena-mena oleh ibu tiri nya pangeran Valir" ujar ibunya lylia menjelaskan.
" Ya tapi hal begitu bukan berarti harus bertengkar dong ibu!! Cukup debat argumen saja menurut aku sudah menjadi hal membuat aku bangga sama ibu tanpa mengotori tangan dengan kekerasan " ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Aku setuju dengan ucapan pangeran Valir. Seharusnya kalian malu bertengkar depan kami!! Karena kami bukan anak kecil lagi!! Tapi sudah menjadi dewasa!! Dan ingin segera menikah!! Masa kalian yang harusnya jadi panutan malah bersikap kekanak-kanakan " ujar Widodari menasehati.
...****************...
__ADS_1
Mendengar ucapan Widodari dan pangeran Valir menasehati ibu Lylia dan ibunya pangeran Valir membuat mereka sadar bahwa sikap mereka salah dan kekanak-kanakan.