Widodari

Widodari
bab 17. Tangisan Pilu


__ADS_3

...****************...


Tangis tuan Putri Lylia dan ibu ratu pecah. Tatkala mereka mengungkapkan semua keresahan dalam hatinya. Saling berbagi keresahan dalam hatinya yang berakhir dengan tangisan penuh pilu.


" Aku tahu bahwa ayah dan ibu ratu sangat sayang dan cinta sama aku. Sangat perhatian juga sama aku. Tapi aku ingin merasa menjadi burung yang bebas terbang bebas selama satu Minggu. Aku gak minta banyak-banyak. Hanya minta waktu satu Minggu untuk bisa terbang bebas kemanapun angin membawaku. Aku ingin pergi menjelajah tempat yang ingin aku kunjungi tanpa ada pengawasan dari ayah dan ibu ratu" ujar tuan Putri Lylia bercerita.


" Tapi ayah dan ibu masih khawatir dengan kamu lylia. Takut kamu kenapa-kenapa di luar sana. Kalo hal buruk terjadi gimana?! Apalagi ini perdana kamu pergi tanpa di dampingi pengawal. Ini yang bikin ayah dan ibu gak bisa tidur memikirkan hal ini" ujar ibu ratu menjelaskan.


" Aku minta tolong ayah dan ibu untuk bisa memahami keputusan aku untuk traveling selama satu Minggu. Aku ingin menikmati masa lajang aku. Setelah itu kan aku akan menikah dengan pangeran Thamus. Itu kan keinginan ayah dan ibu agar bisa memperluas wilayah bisnis bunga anggrek " ujar tuan Putri Lylia berpendapat.


" Sebenarnya bukan tujuan itu aja. Ayah dan ibu ingin kamu mendapatkan suami yang terbaik seperti pangeran Thamus. Dari segi tampan,harta dan kehidupan nya layak untuk kamu menjalani masa depan dengannya. Pokoknya kamu menikah dengan pangeran Thamus tidak akan merasakan hidup susah" ujar ibu ratu bercerita.


" Kenapa ayah dan ibu ratu takut kalo aku nanti menikah akan hidup susah?! Toh aku juga sudah di bekali keahlian. Jadi seharusnya ayah dan ibu ratu tak perlu khawatir dong. Kalian terlalu berlebihan!!" ujar tuan Putri Lylia kesal.


" Mohon dengan sangat!! Jangan pergi!! Jangan tinggalkan ayah dan ibu!! Kami sangat kesepian tanpa kamu lylia!! Cuma kamu satu-satunya harapan dan keinginan kami!! Jangan pergi ya!! Kalo pergi traveling sesudah menikah enggak apa-apa. Ayah dan ibu takkan khawatir" ujar ibu ratu memberitahu.


...****************...


Perdebatan antara tuan Putri Lylia dengan ibu ratu makin sengit. Sama-sama keras kepala. Sama-sama egois. Sama-sama tak ada yang mau mengalah.

__ADS_1


" Kalo kaya begini berarti ayah dan ibu egois. Gak mau menepati janji. Ayah dan ibu bilang akan tepati janji kalo aku sudah bersikap baik di pertemuan semalam. Tapi kenapa jadi begini sih?! Salahnya aku dimana lagi?!" tanya tuan Putri Lylia kesal.


" Kami bukannya egois!! Hanya saja beberapa hari ini ibu bermimpi buruk bahwa kamu jatuh ke jurang dan meninggal dunia. Ibu takut hal itu terjadi sama kamu menjadi kenyataan dalam kehidupan sekarang" ujar ibu ratu bercerita.


" Mimpi hanya bunga tidur,ibu. Jadi jangan terlalu berlebihan menanggapi nya. Kalo ibu percaya tentang mimpi. Seharusnya ibu juga percaya hidup, mati, jodoh juga sudah di takdirkan oleh Allah. Jadi jangan terlalu percaya mimpi yang hanya bunga tidur" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Tapi dalam Mimpi beneran kamu jatuh ke jurang bertiga dengan bunny dan pak kunang-kunang. Namun mereka selamat. Hanya kamu saja yang tidak selamat" ujar ibu memberitahu.


" Sudahlah ibu!! Sudah cukup!! Aku terlalu muak mendengar ucapan ibu mengenai mimpi!! Kalo mau bikin karangan cerita jangan begini!! Aku sudah bosan mendengarnya!!" ujar putri lylia kesal.


" Tolonglah lylia sayang!! Kamu percaya dengan ucapan dan mimpi ibu!! Jangan pergi ya!! Kamu tetap di istana ya!! Kalo kamu pengen beli apa?! Ngomong aja nanti ibu belikan yang kamu mau" ujar ibu ratu merayu tuan Putri Lylia.


" Maaf ibu tidak bisa lylia sayang!! Ibu lebih sayang sama kamu!! Ketimbang ibu harus kehilangan kamu!!" ujar ibu ratu pergi meninggalkan ruangan tempat tidur nya tuan Putri Lylia.


...****************...


Ibu ratu pergi meninggalkan kamar tidur tuan Putri Lylia karena merasa sedih dan tak kuat menahan tangis untuk bersikap ikhlas membiarkan tuan Putri Lylia pergi traveling selama seminggu.


" Waduh,tuan Putri Lylia jahat banget ucapan nya sama ibu ratu nih!! Sampai ibu ratu menangis dan pergi meninggalkan kamar tidur tuan Putri Lylia. Harusnya tuan Putri Lylia mengalah. Ikuti perintah dan keinginan dari ibu ratu untuk tidak berpergian. Soalnya ibu ratu punya firasat buruk tentang perjalanan kita besok" ujar bunny berkomentar.

__ADS_1


" Ah parah banget kamu bunny!! Suka merusak suasana aja. Bikin aku jadi badmood aja!! Aku gak salah dalam kasus masalah ini. Aku hanya menagih janji ayah dan ibu soal pertemuan aku yang sudah di rencanakan oleh ayah dan ibu ratu " ujar tuan Putri Lylia menjelaskan


" Iya juga sih. Tapi biasanya kalo ibu ratu memberitahu bahwa mimpi buruk akhir -akhir ini jadi pertanda kurang bagus buat kehidupan yang sekarang di jalani " ujar bunny melontarkan pendapat nya.


" Entah lah bunny. Aku sedang tak bisa berpikir jernih!! " ujar tuan Putri Lylia sedang merasa kesal.


" Jangan membenci ayah dan ibu ratu ya. Mau bagaimana pun. Mereka tetap orangtua kamu. Mereka bersikap keras sama kamu karena ingin kamu sadar dan memahami bahwa didikan nya terhadap kamu demi kebaikan kamu juga" ujar bunny berkomentar.


" Tapi kan mereka egois banget bunny. Aku sudah melakukan kewajiban aku dengan bertemu dan mengobrol dengan pangeran Thamus. Apa aku salah jika meminta gak aku untuk pergi liburan selama seminggu tanpa pengawasan?!" tanya tuan Putri Lylia sangat merasa kesal.


" Ya aku tahu ayah dan ibu kamu sedang merasa egois karena ingin kamu bahagia dengan aturan mereka!! Dengan keinginan mereka!! Tapi mereka khawatir kalo kamu gak bisa hidup bahagia jika nanti kamu salah pilih suami. Makanya mereka yang pilihkan" ujar bunny memberitahu.


" Orangtua aku terlalu kolot dan berpikiran zaman dahulu banget ya. Apa-apa terlalu berpikiran berlebihan secara negatif. Tapi mereka gak sadar sudah mengubur kebahagiaan anaknya dan impian anaknya sendiri. Demi mewujudkan keinginan dan impian mereka" ujar tuan putri lylia berargumen.


" Hemmmmm.. kalo begitu aku no komen deh. Takut salah berucap dan nanti salah di pahami. Berujung fatal" ujar bunny angkat tangan.


" Aku berkata begini bukan melawan sama orangtuaku. Hanya ingin mengemukakan pendapat aku yang selama ini terpendam " ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


...****************...

__ADS_1


Bunny yang ingin memberikan saran terbaik untuk tuan Putri Lylia. Berubah drastis menjadi terdiam membisu dengan segala ucapan tuan Putri Lylia menjelaskan tentang perasaan nya sebagai anak. Yang di tuntut harus menuruti keinginan orangtua. Sampai harus mengubur impiannya dan keinginan nya tuan Putri Lylia sendiri.


__ADS_2