Widodari

Widodari
bab 74. Tak Berkutik


__ADS_3

...****************...


Saat pangeran Thamus tidak menodongkan pisau ke lehernya Widodari. Lalu dengan gerak cepat. Pangeran Valir langsung berlari dan mengikat tangan nya pangeran Thamus dengan tali agar tidak bertindak kriminal kepada Widodari. Meskipun ada perlawanan dari pangeran Thamus. Namun ikatan tali di belakang punggung tubuhnya. Membuat pangeran Thamus tak berkutik oleh pangeran Valir.


" Lepaskan aku Valir!! Tolong jangan ikat aku begini!! Kita bisa bicara kan dengan baik-baik!!" ujar pangeran Thamus memohon.


" maaf tidak bisa Thamus!! Aku gak mau membahayakan Lylia dan diriku dengan sikap kamu!! " ujar pangeran Valir memberitahu.


" Aku janji takkan berbuat hal yang membuat kalian menjadi takut!! Tolong lepaskan aku ya!! Kita damai" ujar pangeran Thamus merayu.


" Tidak pangeran Thamus!! Aku tak percaya lagi sama kamu!!" ujar Widodari memberitahu.


" Tolong aku lylia!! Aku janji takkan menyakiti kamu lagi!!" ujar pangeran Thamus Dengan wajahnya memelas.


" Tadi saja kamu menodongkan pisau ke leher aku. Andai saja kamu tak melakukan hal itu. Mungkin kita bisa jadi teman baik" ujar Widodari menjelaskan.


" Tapi aku gak mau jadi teman kamu lylia. Aku maunya jadi kekasih sekaligus calon suami kamu" ujar pangeran Thamus memberitahu.


" Itu hak yang mustahil Thamus. Soalnya sebentar lagi aku dan lylia akan segera menikah." ujar pangeran Valir pamer kepada pangeran Thamus.


" Jangan kepedean dulu Valir!! Hari ini bisa jadi lylia milik kamu!! Siapa tahu nanti jadi milik aku. hahahaha...." ujar pangeran Thamus sambil tertawa terbahak-bahak.


" Wakakakak.. pede sekali kamu!! aku gak akan pernah mau jadi milik kamu!! " ujar Widodari tegas.

__ADS_1


...****************...


Lalu datanglah polisi membawa pangeran Thamus ke kantor nya untuk di periksa dan di investigasi. Widodari dan pangeran Valir pun ikut untuk menjadi saksi. Setelah dua jam di periksa oleh polisi akhirnya Widodari dan pangeran Valir pun di perbolehkan pulang oleh polisi.


" Akhirnya kita pulang juga ya Widodari!! Aku sempat galau saat di kantor polisi. Takut gak boleh pulang. Tapi akhirnya bisa pulang juga!" ujar pangeran Valir sambil mengantarkan Widodari pulang ke istana raja Zeus.


" Aku takut banget tadi pas pangeran Thamus menodongkan pisau ke leher aku. Ngeri pangeran Thamus nekat aja melukai aku. " ujar Widodari memberitahu.


" Iya aku juga takut kalo Thamus nekat buat melukai kamu. Soalnya Thamus terkenal bengis ke siapapun " ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Iya kamu kan sudah tahu wataknya pangeran Thamus soalnya kamu kan sudah lama kenal pangeran Thamus dari kecil. Jadi wajarlah kamu anggap pangeran Thamus bestie." ujar Widodari berkomentar.


" Itu pangeran Thamus juga bentar lagi akan keluar dari kantor polisi. Soalnya pangeran Thamus kan punya sodara yang bekerja jadi polisi. Jadi bakalan hal mudah bagi pangeran Thamus. Makanya tadi terlihat pangeran Thamus nampak santai aja tanpa ada rasa ketakutan " ujar pangeran Valir bercerita.


" Kalo soal masuk dan keluar kantor polisi. Pangeran Thamus sudah seringkali melakukan hal itu. Banyak tindak kriminal yang di lakukan nya. Tapi semua nya aman tanpa di ketahui oleh orangtuanya. Soalnya semua bisa di tangani sendiri oleh pangeran Thamus sendiri. Soalnya aku seringkali di minta bantuan oleh pangeran Thamus " ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Owh begitu. Jadi kamu tahu banget ya mengenai masalah begini. Jadi percuma dong kita melaporkan kasus ini ke kantor polisi. Soalnya pangeran Thamus bentar lagi akan keluar dari kantor polisi " ujar Widodari cemberut.


" Sudah tenang aja. Gak usah di pikirin. Yang penting pikirin tentang acara pernikahan kita. Bagaimana kita bisa menggagalkan rencana ibu tiri aku dan Thamus uny menghancurkan rencana pernikahan kita " ujar pangeran Valir memberitahu.


"Apa?! Ibu tiri kamu dan pangeran Thamus berencana ingin menghancurkan rencana pernikahan kita?! Kok bisa?! Kamu tahu darimana?!" ujar Widodari terkejut.


...****************...

__ADS_1


Akhirnya pangeran Valir pun bercerita kepada Widodari. Bahwa waktu itu pangeran Valir tidak sengaja mendengar kan percakapan telpon ibu tirinya dengan pangeran Thamus. Yang membuat pangeran Valir tanda tanya. Kenapa ibu tirinya bisa kenal dekat dengan pangeran Thamus. apa mungkin mereka masih bersaudara?!


" Aku tahu bahwa ibu tiriku dan Thamus memiliki rencana untuk menggagalkan rencana pernikahan kita. Soalnya aku tak sengaja mendengar percakapan mereka. Hemmmmm.. yang buat aku aneh. Kenapa ibu tiri aku bisa kenal dekat dengan pangeran Thamus?! Padahal aku kan gak pernah memperkenalkan Thamus sama ibu tiriku?!" ujar Pangeran Valir mencurigai Thamus dan ibu tirinya.


" Apa mungkin mereka masih bersaudara?! Atau masih memiliki darah keluarga?!" ujar Widodari berkomentar.


" Ya bisa jadi sih. Aku akan cari tahu kebenaran nya. Agar aku bisa mencari informasi dengan selektif. Aku harus meminta bantuan pasukan aku. Tapi sepertinya kita juga harus waspada juga deh sama ibu tiri aku dan Thamus. Takut mereka punya rencana lebih jahat daripada hari ini" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Hemmmmm,,iya betul. Aku juga mencurigai ibu nya lylia. Seperti nya juga ada hal yang di sembunyikan dari kita. Apa mungkin ibunya lylia punya rahasia yang tak di ketahui oleh kita?!" ujar Widodari penasaran.


" Kalo masalah itu kamu harus cari informasi sendiri. Soalnya aku pasti akan memantau ibu tiri aku dan Thamus. Kamu juga harus memantau ibunya lylia. Agar kita tidak tertipu oleh mereka " ujar pangeran Valir memberitahu.


" Gimana keadaannya ayah kamu,mas sayang?! Sudah membaik kah?!" tanya Widodari penasaran.


" Alhamdulillah sudah membaik. Dan sudah mau makan. Sekarang aku sudah tak lagi menggunakan jasa dokter yang jadi selingkuhan ibu tiri aku. Sekarang aku memilih dokter dan perawat rekomendasi dari ayahku. Jadi biar aku bisa pantau kesehatan ayahku yang semakin lama semakin membaik" ujar pangeran Valir bercerita.


" Oh syukurlah Alhamdulillah. Akhirnya ayahmu sudah membaik. Aku senang mendengarnya. Salam ya buat ayah kamu dari aku" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Ya. akan aku sampaikan salam kamu buat ayahku. Dan ayahku juga kangen sama kamu. Kalo ada waktu kamu bisa mengobrol dengan ayahku. Tapi jangan kelamaan ya. Biar gak ketahuan oleh ibu tiri aku" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Ya siap mas sayang!! Ah tak menyangka kita bisa menaklukkan pangeran Thamus dengan mengikat kedua tangan nya. Kalo kamu gak gerak cepat aku bisa terluka" ujar Widodari memberitahu.


...****************...

__ADS_1


Pangeran Valir merasa lega karena bisa menyelamatkan Widodari dari todongan pisau nya pangeran Thamus. Meskipun dengan suasana tegang. Tapi semua kejadian hari ini bisa terlewati dengan baik. Semua bisa di selesaikan dengan aman tanpa ada korban dan bahaya apapun. Semua aman terkendali sekarang.


__ADS_2