Widodari

Widodari
bab 54. Budak Cinta


__ADS_3

...****************...


Akhirnya pangeran Valir membeli makanan yang mereka suka. Mereka pun saling mengobrol dan menggenggam tangan masing-masing. seolah seperti pasangan kekasih yang sedang di mabuk asmara. Rasanya ingin selalu bersamanya.


" Awal pertama ketemu kamu. Aku pikir kamu itu wanita yang sangat aneh banget. Tapi makin lama makin aku sadar bahwa kamu wanita yang sangat cantik dan pengertian. Tipe idaman aku banget deh" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Kalo aku awal mengenal kamu. Aku pikir kamu tipe orang yang sangat rese dan menyebalkan. Bagaimana tidak. Kamu sering membuat aku kesal dengan ucapan dan sikap kamu yang membuat aku emosi" ujar Widodari bercerita.


" Maafkan aku ya suka bikin kamu kesal dan emosi. Soalnya aku itu lagi cari perhatian sama kamu. Entah kenapa kalo aku melihat kamu marah dan kesel itu malah aku bawaannya seneng banget. Apalagi kalo liat kamu suka ngobrol sama kunang-kunang. Aku jadi ketawa liat tingkah laku kamu" ujar pangeran Valir bercerita.


" Iya jangan nyebelin lagi ya. Nanti aku bisa marah. Kan kamu tahu bahwa aku orangnya gampang marah dan emosional. Ya maklum lah. Aku anak yatim piatu yang gak sekolah. Hidup sendiri,mencari makan sendiri. Gak ada yang menjaga aku" ujar Widodari menjelaskan.


" Ya tak apa-apa sayang. Yang penting kamu sekarang gak usah khawatir. Karena ada aku disini. Aku akan selalu menjaga kamu dan melindungi kamu dari bahaya apapun " ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Ya terimakasih banyak ya mas ayang!!" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Ya sama sama sayang. Kita harus sering berpergian seperti ini. Agar kita bisa saling mengenal satu sama lain ya. Apalagi aku belum terlalu kenal siapa kamu" ujar pangeran Valir sambil mengusap dengan lembut rambut nya Widodari.


" Ya mas sayang. Aku juga belum terlalu kenal kamu. bagaimana kalo kita berpacaran sambil mengenal satu sama lain" ujar Widodari berkomentar.


" Aku sangat setuju dengan ide kamu mas sayang" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Ya aku juga sangat setuju banget " ujar pangeran Valir memberitahu.


...****************...


Lalu pelayan datang membawa makanan dan minuman yang mereka pesan. Dan mereka menikmati makanan mereka dengan lahap.

__ADS_1


" Habis makan dari restoran ini. Kita pergi yuk ke pantai atau ke pasar malam. Biar bisa melihat keseruan jalan jalan seperti rakyat biasa" ujar pangeran Valir mengajak pergi.


" Wah boleh juga itu. Ide yang sangat bagus. Aku jelas belum pernah kesana. Boro-boro kesana. Buat makan aja aku masih suka mikir. Kadang cari uang untuk beli makanan jadi gelandangan itu sangat sedih dan ingin menangis. Apalagi kalo keadaan sakit gak ada yang merawat " ujar Widodari bercerita.


" Ya kamu jangan bersedih lagi. Aku akan selalu membuat kamu tersenyum dan tertawa lagi. Takkan ada lagi air mata ataupun tangisan di wajah kamu" ujar pangeran Valir berjanji.


" Terimakasih ya mas sayang. Sudah menepati janji kamu untuk menjaga dan menemani aku selalu. Aku sayang kamu" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Ya sama. Aku juga sayang banget sama kamu. Semoga hubungan percintaan kita sampai ke pelaminan " ujar pangeran Valir terlihat bahagia.


" Jadi kita pergi habis makan ini?!" tanya Widodari penasaran.


" Hemmmmm.. jadi dong. Masa gak jadi. Kita udah pergi dari istana. Masa gak jalan-jalan sih " ujar pangeran Valir memberitahu.


...****************...


" Ini namanya pantai?!" tanya Widodari penasaran.


" Iya ini pantai. Dengan pasir putih dan ombak laut yang melengkapi indahnya. Air biru yang menenangkan hati." ujar pangeran Valir memberitahu.


" Owh begitu. Aku suka pantai. Aku suka di ajak jalan kesini. Juga aku suka sama kamu. Makasih ya mas sayang" ujar Widodari merasa senang.


" Ya sama-sama sayang. Aku akan sering ajak kamu ke pantai. Jika aku libur ya. " ujar pangeran Valir sambil mengecup kening nya Widodari.


"Ya mas sayang!! Aku akan tagih ya janji kamu ya. Awas aja ya kalo kamu ingkar janji. Aku gak akan mau mengobrol sama kamu" ujar Widodari mengancam.


" Hehehe.. jangan begitu dong. Jangan hukum aku seperti itu. Jangan gak mengobrol sama aku. Nanti aku bisa bersedih " ujar pangeran Valir memberitahu.

__ADS_1


" Hehehe.. aku bercanda kok. Gak seriusan kok. Hanya mengancam sambil meledek kamu" ujar Widodari memberitahu.


"Iya aku gak mau sampai pisah atau gak ketemu kamu. Nanti aku bisa gila " ujar pangeran Valir dengan wajah bersedih.


" Aku janji takkan pergi dan takkan meninggalkan kamu" ujar Widodari berjanji.


...****************...


Pangeran Valir dan Widodari menikmati suasana di pantai. Berlarian sambil bermain air di pantai. Seolah pantai itu milik mereka berdua. Rasanya seperti di surga dunia.


" Aku sangat bahagia banget mas sayang!! Aku belum pernah merasakan hal seperti ini. Sungguh pantai itu hal yang sangat luar biasa. Membuat hatiku tenang dan damai" ujar Widodari memberitahu.


" Aku juga merasa senang dan bahagia ke pantai bersama kamu. Kamu tahu gak kalo pantai ini punya tempat bersejarah buat aku. Tahu gak kenapa?!" ujar pangeran Valir memberikan kode.


" Enggak. Aku sama sekali gak tahu. Emang nya kenapa?!" tanya Widodari penasaran.


" Ya pantai ini menjadi sejarah dan berkesan sama aku. Karena dulu waktu aku masih kecil hingga remaja. Ayahku selalu mengajak kesini. Kamu berdua suka kesini sambil bermain air di pantai dan memancing. Pokoknya sangat seru sekali " ujar pangeran Valir bercerita.


" Oh begitu ya?! Wah asyik sekali ya. Aku juga merasa senang dan damai disini. Apakah ini rasanya seperti surga dunia?! Ingin aku kesini lagi bersama kamu jika kamu ada waktu luang. Enggak apa-apa seharian di pantai. Aku rela wajah aku gosong karena terik matahari " ujar Widodari sambil bercanda.


" Jangan dong. Kamu wajahnya jangan sampai gosong. Nanti kamu terlihat seperti monster. Aku takut sekali dengan monster " ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Hahaha.. aku bercanda. Tapi kalo monster seperti aku lucu kali ya" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Kalo monster nya seperti kamu mah aku gak akan takut sama sekali. Malah akan aku kejar dan tangkap. Biar kamu gak pergi ataupun lari dari aku." ujar pangeran Valir sambil menyiram air laut ke wajahnya Widodari.


...****************...

__ADS_1


Tiba-tiba hujan deras turun di saat pangeran valir dan Widodari sedang bermain di pantai. Hujan makin deras dan lebar sekali. Pangeran Valir dan Widodari mencari tempat untuk berlindung dan berteduh. Tiba-tiba Widodari berubah menjadi seekor kucing yang sangat menggemaskan. Ternyata Widodari tak bisa menjadi manusia ketika tubuhnya terkena air hujan dan basah kuyup.


__ADS_2