Widodari

Widodari
bab 42. Menikmati Waktu Lajang


__ADS_3

...****************...


Tuan Putri Lylia dan pak kunang-kunang melanjutkan perjalanan menuju tempat tinggal nya Valentina.


" Aku merasa sangat kenyang sekali tadi makan sore sekalian makan siangnya. Harganya semurah itu yah. Udah murah porsinya banyak lagi" ujar tuan Putri Lylia merasa sangat senang.


" Hahaha.. iya. pertama kali bapak lihat tuan Putri Lylia makan sangat senang dan lahap sekali. Seperti baru sembuh sakit terus menyantap makanan yang di sukai" ujar pak kunang-kunang berkomentar.


" Ya maklum lah. Dari dulu sampai sekarang aku gak pernah merasakan makanan di pinggir jalan. Selalu di marahin sama ibu ratu kalo makan di pinggir jalan. katanya makanan nya enggak enak dan jorok. padahal gak begitu" ujar tuan Putri Lylia bercerita.


" Ya maklumlah kamu kan anak putri raja. Jadi kamu gak boleh ke sorot oleh banyak orang. Karena ayah dan ibu ratu sangat takut kalo kamu akan di bunuh ataupun di culik. Apalagi banyak pesaing bisnis usaha bunga anggrek" ujar pak kunang-kunang memberitahu.


" Oh begitu ya. Awalnya aku pikir mereka jahat. karena aku tak bisa bersosialisasi apalagi menikmati jajan di pinggir jalan. Rasanya mustahil. Kemana mana harus ada pengawal. Seolah aku tak bisa melakukan hal yang aku inginkan " ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Ya sudah resiko jika kekeluargaan kerajaan tak boleh selebor kalo bergaul apalagi soal kulineran. Takut kena paparazi nanti berujung dengan protes dari rakyat" ujar pak kunang-kunang menjelaskan.


...****************...


Lalu mereka pun sampai ke negeri kerjaan Bintang. Tempat tinggal nya Valentina. Disana terkenal dengan negeri sejuta buah. Banyak buah yang di hasilkan di negeri ini. Makanya kerjaan ini juga di sebut kerajaan kaya karena penghasilan dari berkebun buah-buahan.


" Katanya kalo mau menikmati buah-buahan terenak disini ya pak kunang-kunang. Apakah itu benar?!" tanya tuan Putri Lylia penasaran.

__ADS_1


" Ya bener sekali tuan Putri Lylia. Dulu waktu masih bujang bapak pernah bekerja disini. Wah senang sekali kalo setiap pulang kerja pasti di bawain hasil panen oleh pemilik kebun buahnya. Makanya kadang kalo tak punya uang. Hasil panen tersebut bapak jual ke orang lain agar bisa membeli keperluan di dapur" ujar pak kunang-kunang bercerita.


" Wah berarti raja disini sangat dermawan banget dong. Banyak ngasih hasil panen kepada petani kebun buah" ujar tuan Putri Lylia berkomentar.


" Ya kurang lebih begitu. Tapi itu zaman dulu bapak masih bujang. Tapi sekarang sudah berubah bergantian raja. Jadi tak merasakan yang seperti bapak dulu alami. Apalagi sekarang raja nya terkenal pelit kepada rakyat maupun petani buah. Bapak tahu hal ini karena sodara dari bapak ada yang tinggal di daerah ini dan menceritakan tentang kerja menjadi petani buah tak seindah zaman bapak" ujar pak kunang-kunang menjelaskan.


" Yah kasihan banget dong. Sekarang petani buah tak merasakan seperti yang bapak alami dulu. Apalagi sekarang raja nya itu ayahnya Valentina. Yang terkenal galak dan pelit seperti yang sodara bapak ceritakan tersebut " ujar tuan Putri Lylia memberikan informasi.


" Kok tuan Putri Lylia tahu informasi juga ya soal negeri orang?! Bapak pikir tuan Putri Lylia orang yang gak mau perduli dan gak bergaul seperti yang kebanyakan orang cerita kan . Ternyata di luar dugaan" ujar pak kunang-kunang terkejut.


" Aku bukannya gak tahu informasi apapun. Hanya membatasi diri untuk bergaul sama orang yang toxic seperti Valentina dan Odet. Takut aku bergaul yang salah. Makanya aku lebih menjaga jarak" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" ya benar yang di pikirkan tuan Putri adalah tepat. Karena kadang kalo kita salah pilih teman akan berakibat fatal dengan kehidupan kita" ujar pak kunang-kunang menasehati.


...****************...


" Ayo pak kunang-kunang kita beli banyak buah untuk di makan dalam perjalanan menuju rute tempat berikutnya. Kalo habis nanti pulang ke istana kita mampir saja. Untuk belikan oleh-oleh buat ayah dan ibu ratu" ujar tuan Putri Lylia sambil tersenyum.


" Ya betul. Menikmati waktu dengan memakan dan membeli sesuatu yang tak pernah kita lakukan adalah hal yang menyenangkan" ujar pak kunang-kunang berkomentar.


" Kalo ada bunny pasti akan suka jika berada di negeri kerajaan Bintang. Karena bunny suka sekali dengan buah-buahan. Iya belikan buah saat nanti kita pulang juga buat bunny, keluarga aku dan keluarga pak kunang-kunang" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.

__ADS_1


" Asshiiaap tuan Putri Lylia!! Tapi jangan bawa terlalu banyak. Nanti kalo beban terlalu berat akan mempengaruhi dalam perjalanan menuju tempat tujuan" ujar pak kunang-kunang menjelaskan.


" Iya siap. Aku takkan membeli banyak buah-buahan. Hanya membeli buah yang ingin kita makan saja" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Ya kalo nanti habis kan pulang dari jalan-jalan bisa beli lagi. Apalagi perjalanan selama satu Minggu. Lumayan cukup lama buat berpergian " ujar pak kunang-kunang memberitahu.


...****************...


Lalu tuan Putri Lylia dan pak kunang-kunang membeli buah-buahan yang mereka sukai untuk di makan dalam perjalanan. Setelah membeli banyak buah-buahan. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Negeri Awan.


" Aku agak takut kalo ke negeri kerajaan Awan. Takut bertemu ataupun berpapasan dengan pangeran Thamus. Makanya kita tak singgah. Hanya lewat saja ya pak. Takut bertemu dengan pangeran Thamus" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Asshiiaap tuan Putri Lylia. Iya jangan singgah di tempat ini jika tak ingin bertemu ataupun berpapasan dengan pangeran Thamus. Yang ada nanti jadi masalah besar. Apalagi pangeran Thamus bilang akan balas dendam terhadap tuan Putri Lylia dan pangeran Valir soal kejadian di kedai kopi bang kura-kura" ujar pak kunang-kunang berkomentar.


" Nah maka dari itu. Paling aku berhenti untuk istirahat sebentar tidur agar aku tak merasa ngantuk. Aku juga melihat mata pak kunang-kunang terlihat sudah lelah. Makanya istirahat sebentar sekitar satu atau dua jam. Terus langsung melanjutkan perjalanan ya" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Hehehe.. jadi malu. Ketahuan banget ya kalo bapak sudah rapuh tubuh dan pandangan nya. Makanya kini kalo perjalanan jauh suka sering kelelahan " ujar pak kunang-kunang menjelaskan.


" Ya tak apa-apa pak kunang-kunang. Jangan menyalahkan diri sendiri. Aku juga salah terlalu memaksa keinginan aku. Padahal aku tahu kondisi kesehatan nya pak kunang-kunang yang tak lagi muda. Sekali lagi maafkan aku ya" ujar tuan Putri Lylia merasa bersalah.


" Iya tak apa-apa tuan Putri Lylia. Salah bapak juga yang terlalu memaksa kondisi bapak. Karena bapak tak pernah merasa tua. Selalu merasa berjiwa muda" ujar pak kunang-kunang sambil tersenyum.

__ADS_1


...****************...


Tuan Putri Lylia singgah di negeri kerajaan Awan untuk beristirahat sebentar sebelum ke negeri kerajaan Langit. Tempat tinggal nya pangeran Valir.


__ADS_2