Widodari

Widodari
Bab 21. Pending


__ADS_3

...****************...


Ayah dan Tuan putri lylia bergantian menjaga dan merawat ibu ratu yang sedang sakit. Sekarang tuan Putri Lylia fokus mengurus ibu ratu yang sakit di bandingkan memikirkan tentang traveling selama seminggu. Akhirnya selama tiga hari merawat ibu ratu. Kini keadaan ibu ratu sudah membaik.


" Terimakasih ya Lylia dan Ayah sudah sangat perhatian menjaga dan merawat ibu. Maafkan ibu yang selalu merepotkan kalian" ujar ibu ratu yang masih terlihat pucat wajahnya.


" Ya sama-sama sayang. Yang utama kini kondisi kesehatan kamu sudah membaik" ujar Ayahnya lylia sambil mengusap rambut ibu ratu.


" Maafkan ibu ya lylia. Karena ibu yang terlalu bodoh. Jadinya kamu gak jadi traveling. Berarti kamu gak akan pergi kan?!" ujar ibu ratu sedikit merasa senang karena Lylia tidak jadi pergi.


" Ya mau gimana lagi. Kesehatan ibu jauh lebih penting di bandingkan dengan keinginan dan impian aku" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Sudahlah jangan di bahas lagi. Kan kata dokter ibu gak boleh stress dan banyak pikiran. Yang penting ibu sudah jauh lebih baik ya. Semoga sehat terus ya" ujar ayahnya lylia mengalihkan pembicaraan.


" Hemmmmm.. iya benar yang di katakan oleh ayah. Aku pamit ke kamar tidur ya mau istirahat" ujar tuan Putri Lylia menghela nafas.


" Ya selamat beristirahat ya sayang" ujar ibu ratu sambil tersenyum.


" Ya silahkan istirahat sayang" ujar ayah LYLIA yang masih menemani ibu ratu di kamar tidur.

__ADS_1


...****************...


Tuan Putri Lylia akhirnya beristirahat juga. Setelah tiga hari merasakan tak tidur untuk menjaga ibu ratu. Karena ayah banyak tugas dan kerjaan. Jadi tuan Putri Lylia yang menggantikan ayahnya menjaga dan merawat ibu ratu yang sedang sakit selama tiga hari. Pagi hari beristirahat tanpa di ganggu. Akhirnya sore harinya Tuan putri kembali segar kembali tubuh nya setelah beristirahat. Lalu mandi dan berganti pakaian lanjut menemui ibu ratu di kamar tidur nya.


" Ibu sudah makan?!" tanya tuan Putri Lylia yang baru masuk ke kamar tidur nya Ibu ratu.


" Baru saja ibu makan. Tadi di suapin suster. Jadinya ibu bisa makan dengan baik. Kamu baru bangun ya?! Sudah makan belum kamu lylia sayang?!"jawab ibu ratu yang baru selesai makan sore.


" Hemmmmm.. iya aku baru banget bangun tidur. Soalnya aku selama tiga hari gak tidur. Aku begadang untuk merawat, menjaga dan menemani ibu di kamar. Karena aku sendiri yang ingin selalu di samping ibu saat ibu sedang sakit" ujar Tuan putri lylia bercerita.


" Iya maafkan ibu ya. Yang sudah merepotkan kamu dan ayah kamu. Tadi pagi ayah pun juga cerita bahwa kamu mengganti kan ayah yang sibuk kerja selama tiga hari. Kamu begadang selama tiga hari demi merawat ibu yang sedang sakit. Maafkan atas kesalahpahaman ibu terhadap kamu ya sayang" ujar ibu ratu mengakui kesalahannya.


" Makasih ya lylia sayang. Sudah memaafkan ibu dan bersikap dewasa. Meskipun ibu tahu bahwa ibu masih bersikap kekanak-kanakan. Selama tiga hari ini ibu sadar dan berpikir bahwa sikap ibu sangat salah. Dan selalu memaksa kamu untuk jadi apa yang ibu inginkan " ujar ibu ratu menangis.


...****************...


Tanpa aba-aba. Saat Tuan putri lylia melihat ibu ratu menangis langsung memeluk erat tubuh nya. Seolah suasana pecah dengan tangisan hati antara ibu ratu dan tuan Putri Lylia. Bunny yang melihat tuan Putri Lylia dan iBu ratu menangis pun ikutan bersedih juga. Rasanya seperti melihat adegan drama di televisi yang menangis tanpa di buat buat.


" Dari awal aku pun tahu bahwa ibu dan ayah terlalu memaksa aku jadi apa yang kalian mau. Meskipun batin dan logika aku berkata beda. Tapi aku selalu memakai perasaan aku dalam masalah ini. Aku gak mau keegoisan aku malah merusak hubungan aku dengan ayah dan ibu ratu. Makanya aku lebih baik mengalah. Untuk bisa mendamaikan hati dan pikiran kita masing-masing" ujar tuan Putri Lylia berargumen.

__ADS_1


" Ya memang kamu dari dahulu selalu saja tak pernah egois. Tak pernah memaksakan keinginan dan impian kamu. Kebanyakan anak semata wayang egois nya jauh lebih tinggi. Tapi kamu berbeda. Makanya selama tiga hari ini ibu juga menangis jika melihat kamu begitu perhatian sama ibu" ujar ibu ratu menangis.


" Aku bersikap begini bukan agar aku di perbolehkan traveling. Aku hanya menunda berpergian saja. Menunggu ibu sadar bahwa aku juga butuh waktu melepas lajang seperti yang seusia aku lakukan sebelum mereka menikah dengan suaminya " ujar tuan Putri Lylia bercerita.


" Ya ibu tahu akan hal itu. Kemarin ibu marah sama kamu. Karena ibu tak bisa jadi kamu yang berpikiran untuk traveling sebelum menikah dengan ayah kamu. Makanya ibu merasa iri dengan kamu lylia. Sekali lagi maafkan ibu ya" ujar ibu ratu sambil menggenggam tangan tuan Putri Lylia.


" Kalo dari awal ini bilang ingin ikut mungkin aku bisa mengajak ibu. Tapi apa ibu sanggup berpergian jauh?! Aku lebih takut ibu kenapa-kenapa. Lagian juga aku gak tega jika mengajak ibu pergi. Nanti ayah gak ada temennya. Makanya lebih baik aku pergi bersama bunny dan Pak kunang-kunang yang sudah terbiasa menjadi pengawal aku" ujar tuan Putri menjelaskan.


" Ya ibu percaya bahwa mereka pasti akan melindungi kamu dan menjaga kamu. Karena mereka kelihatan jauh lebih sayang banget dari ayah dan ibu" ujar ibu ratu sambil tersenyum.


" Hal yang wajar jika ibu merasa khawatir dengan aku karena berpergian jauh selama satu Minggu. Tapi aku ingin ibu percaya bahwa aku bisa menjaga diri dan takkan mengingkari janji aku sama ayah dan ibu untuk selalu berkomunikasi kemanapun aku berada " ujar Tuan putri lylia memberitahu.


" Baiklah kalo kamu menginginkan hal itu. Ibu ijinkan kamu pergi selama satu Minggu. Ketulusan dan perhatian kamu meluluhkan hati ibu untuk percaya dengan ucapan kamu" ujar ibu ratu memberikan restu kepada tuan putri lylia berpergian dengan bunny dan pak kunang-kunang.


" Terimakasih banyak ya ibu. Sudah sadar dan percaya terhadap aku. Aku janji takkan mengingkari janji aku sama ayah dan ibu" ujar tuan Putri Lylia sambil mencium pipi kanan dan kiri ibu ratu.


...****************...


Saking senengnya mendengar keputusan ibu ratu yang memberikan ijin. Sampai tuan Putri Lylia berjoget bersama bunny di depan ibu ratu. Sampai ibu ratu tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi lucu tuan Putri Lylia dan bunny. Rasa bahagia terpancar dari wajah tuan Putri Lylia dan ibu ratu.

__ADS_1


__ADS_2