Widodari

Widodari
bab 77. Rasa Khawatir


__ADS_3

...****************...


Meskipun awalnya bunny dan pak kunang-kunang agak khawatir tentang Widodari yang tak di jaga oleh mereka. Namun ketika Widodari bercerita bahwa pangeran Valir sangat siaga menjadi calon suaminya. berusaha menjaga dan melindungi Widodari dalam bahaya apapun. membuat mereka sedikit merasa lega. Pagi harinya di istana pangeran Valir.


"Hemmmmm kapan kamu dan Lylia akan menggelar acara pernikahan?!'' tanya ibu tirinya pangeran Valir.


" Kemungkinan dua bulan lagi. Ada apa Bu?!" jawab pangeran valir penasaran.


"Enggak apa-apa. Ibu hanya bertanya. Gimana konsep pernikahan kalian?! Sudah di tentukan?! Mau di dalam ruangan atau di luar ruangan?!" ujar ibu tirinya pangeran Valir penasaran.


" Kalo soal itu belum tahu. Soalnya masih mempersiapkan buat hal yang lain terlebih dahulu " ujar pangeran Valir memberitahu.


" Owh begitu. Kalo boleh tahu apa tuh?!" ujar ibu tirinya pangeran Valir makin penasaran.


"Rahasia. Kalo aku kasih tahu ke ibu sekarang gak surprise dong" ujar pangeran Valir membuat ibu tirinya penasaran.


" Oh begitu. Cerita kamu dan Lylia mau ngasih kejutan sama ibu ya?!" ujar ibu tirinya pangeran Valir meledek.


" Ya begitulah. Aku mau kasih kejutan yang takkan terlupakan oleh ibu. Dan semoga ibu suka nantinya " ujar pangeran Valir memberitahu.


" Baiklah ibu akan sabar menunggu sampai hari itu tiba" ujar ibu tirinya pangeran Valir menjelaskan.


...****************...


Setelah sarapan pagi bersama. lalu pangeran Valir pergi meninggalkan istana menuju penjahit baju pengantin. Namun sebelum menuju penjahit baju pengantin. Terlebih dahulu pangeran Valir menjemput Widodari di istana nya. Sesampainya di penjahit baju pengantin. Widodari dan pangeran Valir melihat model baju pengantin yang terpajang di lemari kaca.


" Aku pikir kamu gak jadi mengajak aku ke penjahit baju pengantin hari ini. Soalnya kamu datang sudah agak siang" ujar Widodari berkomentar.

__ADS_1


" Hehehe.. iya maafkan aku. Soalnya tadi sebelum berangkat menuju istana raja Zeus. Aku ngobrol dulu sama ayahku. Karena keasyikan ngobrol. Sampai aku lupa waktu" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Arrggghhh.. aku kangen mengobrol sama ayah kamu. Masih dua bulan lagi untuk berpura-pura menjadi tuan Putri Lylia" ujar Widodari memberitahu.


" Ya sabar sayang. Hanya dua bulan lagi kok. Sehabis itu kita akan jadi pasangan suami-isteri. Aku gak perduli sama pendapat semua orang. Atau pun orang menilai kamu buruk. Bila seandainya kedok kita ketahuan" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Hehehe.. bisa aja nih kamu sayang. Oh ya kamu kok bisa tahu bahwa ada penjahit baju pengantin yang bagus sih. Dari tadi sampai disini aku melihat keliling bajunya bagus bagus semua ya. Udah berasa kaya di negeri dongeng " ujar Widodari menjelaskan.


" Hehehe.. aku tahu disini. Soalnya rekomendasi ayahku. Waktu ayahku menikah sama ibu kandungku. Jahit baju pengantin disini juga" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Owh begitu. Kamu mau aku pakai baju pengantin yang sama dengan ibu kandung kamu ya?!" ujar Widodari meledek pangeran Valir.


" Ya kurang lebih seperti itu. Soalnya baju pengantin ibuku sudah di buang oleh ibu tiriku. Jadi aku gak punya desain baju pengantin ibuku. Hanya sebuah foto yang terpajang di laci kamar tidur ayahku. Makanya aku bawa agar bisa di buat kembali yang sama persis seperti gaun pengantin ibuku" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Ya aku sih enggak apa-apa. Mau model desain baju pengantin nya seperti ibu kamu pun. Aku akan nurut aja. Selama menurut aku desain baju pengantin tersebut bagus dan gak norak" ujar Widodari berargumen.


...****************...


" Permisi pak!! Aku mau bertemu dengan pemilik dari toko penjahit baju pengantin ini?! Apakah bisa bertemu dengan beliau?!" ujar pangeran Valir penasaran.


" Oh ya!! Dengan aku sendiri. Ada perlu apa ya tuan dan nona ingin bertemu dengan aku?!" jawab pemilik toko baju pengantin.


" Bolehkah aku memesan baju pengantin yang mirip dengan model desain yang seperti di foto ini?!" ujar pangeran Valir sambil memberikan bukti foto tersebut kepada pemilik penjahit baju pengantin tersebut.


" Hemmmmm.. bisa kok. Tapi kalo boleh tahu darimana kamu bisa tahu model desain baju pengantin ini?! Ini baju pengantin pertama yang aku desain buat putri kerajaan dan raja yang menikah pada waktu itu" ujar pemilik penjahit baju pengantin tersebut.


" Aku tahu desain model baju pengantin Tersebut karena yang ada di foto tersebut itu ayah dan ibuku. Makanya aku di rekomendasikan oleh ayahku untuk datang kemari dan memesan baju pengantin untuk pernikahan aku dengan calon istri ku dalam dua bulan kedepan" ujar pangeran Valir bercerita.

__ADS_1


" Oh,maafkan aku tuan pangeran!! Maafkan aku yang telah lancang bertanya dengan nada tak sopan seperti ini. Aku tak menyangka raja dan ratu telah mempunyai anak yang setampan anda" ujar pemilik penjahit baju pengantin merasa bersalah.


" Oh ya. Tidak apa-apa pak. Aku memaklumi bahwa bapak kan hanya penjahit bukan tinggal di istana maupun bekerja di istana" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Gimana kabar ayah dan ibu kamu?! Masih menjadi raja dan ratu kan?!" ujar pemilik penjahit baju pengantin penasaran.


" Kabar ayahku Alhamdulillah sudah sehat dan membaik dari sakitnya. Tapi kalo ibuku sudah lama meninggal dunia. Ibuku meninggal dunia usai melahirkan aku. Makanya aku gak tahu wajah asli ibuku" ujar pangeran Valir bercerita.


" Innalilahi wa innailaihi rojiun. Maafkan aku tak bermaksud untuk membuat pangeran bersedih " ujar pemilik penjahit baju pengantin merasa sedih.


...****************...


Pangeran Valir ingin di pesta pernikahan dengan Widodari. Nanti Widodari memakai gaun pengantin mirip ibu nya dahulu.


" Kalo boleh tahu kapan aku bisa mengambil baju yang jadi?! Ini butuh waktu berapa lama untuk bisa sesuai dengan gaun pengantin mirip ibuku?!" tanya pangeran Valir penasaran.


" Akhir bulan ini bisa langsung jadi. Aku janjikan baju pengantin akan sesuai dengan yang mirip dengan ibu kamu. Apalagi calon istri kamu juga mirip dengan mendiang ibu kamu" ujar pemilik toko gaun pengantin berkomentar.


" Baiklah akhir bulan aku akan kesini bersama calon istri ku untuk mencoba dan mengambil baju pengantin. Aku bayar sekarang atau nanti setelah baju selesai?!" ujar pangeran Valir sambil membuka dompet.


" Bayar separuh dulu. Nanti sisa nya bisa di bayar setelah baju pengantin selesai" jawab pemilik toko baju pengantin.


" Baiklah kalo begitu. Aku berikan uang yang sesuai dengan yang tadi kita omongin. Nanti sisanya aku bayar di akhir bulan ya" ujar pangeran Valir sambil memberikan sejumlah uang yang telah di sepakati.


" Ya terimakasih banyak ya pangeran " ujar pemilik toko baju pengantin tersenyum.


...****************...

__ADS_1


Usai widodari di ukur tubuh nya untuk membuat desain model baju pengantin yang sesuai ukuran tubuh nya Widodari. Meskipun model desain baju pengantin nya mirip mendiang ibu nya pangeran Valir.


__ADS_2