Widodari

Widodari
bab 20. Dilema


__ADS_3

...****************...


Meskipun sempat banyak pertanyaan mengenai tuan Putri Lylia. Akhirnya bisa terselamatkan dengan jawaban dan logika sehingga tuan Putri Lylia tidak di curigai oleh semua pangeran kerajaan istana.


" Maafkan aku gak bisa lama nongkrong. Soalnya aku mau jagain ayah yang belum sembuh. Dan maaf kemungkinan akan libur nongkrong juga. Soalnya aku gak enak jika ibuku yang harus merawat sendiri ayahku" ujar tuan Putri Lylia berbohong.


" Oh ya tidak apa-apa. Aku memaklumi. Bagi alamat kamu Leo!! Biar kalo ada waktu kami akan mampir menjenguk ayah kamu" ujar pangeran Valir bertanya soal alamat rumah kepada tuan putri lylia.


" Hemmmmm.. gimana ya?! Aku malu sama kalian. Soalnya rumah aku kumuh dan jelek. Sedangkan kalian itu pangeran istana. Kita gak selevel. Beda status sosial." ujar tuan Putri Lylia mengarang cerita.


" Ya jangan bilang begitu lah. Kamu tetap jadi sahabat kami. Gak akan ada perbedaan status. Kita sama aja kok" jawab pangeran valir menjelaskan.


...****************...


Seketika wajahnya tuan Putri Lylia langsung berseri-seri karena mendengar ucapan dari mulutnya pangeran valir. Seolah sebagai pertanda hatinya tuan Putri Lylia telah memberikan hatinya kepada pangeran Valir. Makin melihat sikap dan ucapan nya pangeran Thamus membuat tuan Putri Lylia makin yakin untuk membatalkan rencana perjodohan pernikahan dengannya.


" Kamu naik apa pulang nya?! Mau aku anterin?!" tanya pangeran Valir penasaran.


" Aku naik kunang-kunang milik ayahku. Kendaraan milik ayahku yang selalu bersama aku. " ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Oh begitu. Ya udah deh hati-hati di jalan ya. semoga ayah kamu lekas sembuh. Biar bisa nongkrong lagi ya. Kami tunggu kehadiran kamu" ujar pangeran Valir sambil melambaikan tangannya kepada tuan Putri Lylia.


" Yah jadi sepi deh Leo kalo kamu libur nongkrong. Aku berharap kamu akan secepat datang ke sini lagi ya" ujar pangeran Thamus berharap.


" Ya doakan semoga semuanya berjalan lancar ya" ujar tuan Putri Lylia pamitan dan menuju pak kunang-kunang.


" Hati-hati di jalan ya Leo " ujar pangeran Marvel melambaikan tangan kepada tuan putri lylia.

__ADS_1


...****************...


Tuan Putri Lylia,bunny dan pak kunang-kunang pergi meninggalkan kedai kopi bang kura-kura. Namun baru setengah perjalanan. Tiba-tiba alarm peringatan di istana berbunyi di gelang tangannya tuan Putri Lylia.


" Bip!! Bip!! Bip!! Bip" bunyi alarm gelang tangannya tuan Putri Lylia. Tanda sesuatu di dalam istana.


" Haduh, bunny!! Gimana ini?! Alarm berbunyi di gelang aku!! Ada peringatan nih?! Apa ada sesuatu terjadi di dalam istana?!" ujar tuan Putri Lylia menerka-nerka.


" Hemmmmm.. bisa jadi tuan Putri Lylia. Karena gak biasanya kan alarm berbunyi sangat kencang seperti itu" ujar bunny berkomentar.


" Aduh,aku makin khawatir aja nih!! Pak kunang-kunang bisa tambahkan kecepatan nya?! Aku ingin segera sampai ke istana " ujar tuan Putri Lylia memberikan perintah kepada pak kunang-kunang.


" Baik!! Siap laksanakan tuan Putri Lylia!! Bapak akan tambahkan kecepatan sesuai keinginan tuan Putri Lylia!!' ujar pak kunang-kunang yang menambahkan kecepatan tinggi untuk cepat sampai ke istana.


...****************...


Dan hanya waktu sepuluh menit saja. Akhirnya tuan Putri Lylia,bunny dan pak kunang-kunang sampai ke istana. Lalu guling di kamar nya tuan Putri kembali seperti semula. Lalu tuan Putri Lylia pergi berlari turun menuju lantai dasar. Dan beneran hal buruk terjadi. Ibu ratu pingsan di bawah. Dan telah di gendong oleh ayahnya lylia menuju kamar tidur mereka.


" Lylia?! Maafkan ayah?! Ayah terlalu bikin ibu kelelahan dan bikin ibu banyak pikiran!!" ujar ayah menangis.


" Ibu kenapa bisa pingsan?!" tanya tuan Putri Lylia penasaran.


" Ibu kamu tadi nekat mau bunuh diri. Habis berdebat sama ayah mengenai kamu yang besok pagi mau pergi traveling selama seminggu. Ibu kamu gak mau kamu pergi jauh" ujar ayah LYLIA bercerita.


" Astaghfirullah!! Kok bisa ibu ratu senekat itu?! Hanya karena aku ingin traveling selama seminggu." ujar tuan Putri Lylia terkejut.


" Iya awalnya hanya mengobrol biasa saja. Tapi ibu sudah menanggapi nya terlalu berlebihan. Bilangnya kalo kamu sakit siapa yang merawat. Kalo kamu di culik gimana?! Ada aja pertanyaan aneh yang di lontarkan dari mulut nya" ujar ayahnya lylia menjelaskan.

__ADS_1


" Sebenarnya tadi juga aku dan ibu sempat berdebat hebat. Ibu ingin aku tak pergi. Tapi kan sebelum nya ibu menyetujui permintaan aku. Tapi kenapa jadi begini. Ibu bilang takut kalo mimpi nya jadi kenyataan. Karena ibu bermimpi aku masuk ke jurang saat perjalanan keliling negeri kerajaan " ujar lylia bercerita.


" Ya sama. Tadi ibu juga berkata begitu. Sampai segitunya ibu kamu takut mimpinya jadi kenyataan. Tadi baru pulang ke dukun untuk meminta pertolongan dan bantuan agar kamu di jauhkan dari marabahaya" ujar ayah menjelaskan.


...****************...


Tak lama kemudian datanglah dokter spesialis istana yang selalu menangani kesehatan ibu ratu di istana. Tak lama ibu pingsan. Ayah menyuruh pelayan menelpon dokter spesialis di istana. Dokter pun memeriksa kondisi kesehatan ibu ratu.


" Gimana dokter keadaan ibu ratu?!" tanya tuan Putri Lylia penasaran.


" Keadaan ibu ratu sudah membaik. Aku suntik vitamin dan obat lewat infus. Biarkan ibu ratu tenang buat istirahat. Jangan di ganggu dulu dengan banyak permasalahan dan pernyataan ya. " ujar dokter memberikan informasi.


" Keadaan istri saya gak fatal kan?!" tanya ayahnya lylia merasa khawatir.


" Tenang saja pak. Tangan yang tergores pisau sudah saya obati. Agar tidak terjadi infeksi ataupun pendarahan hebat" ujar dokter memberitahu.


" Ini semua salah aku yang egois dengan keinginan dan keputusan aku. Baiklah aku akan pending untuk pergi liburan selama seminggu sampai ibu ratu yang memberikan ijin aku untuk berpergian selama seminggu" ujar tuan Putri Lylia menyalahkan diri sendiri.


" Ini bukan salah kamu lylia. Tapi salah ayah yang sudah membuat kamu jadi terbebani. Andai saja ayah tak berjanji sama ayahnya pangeran Thamus soal perjodohan. Gak mungkin ibu kamu menjadi antusias dan fanatik seperti ini. Seharusnya ayah hanya membicarakan sama kamu saja. Agar ibu kamu gak ikut campur " ujar ayahnya lylia menyalahkan diri sendiri.


" Sudah lah raja dan tuan Putri Lylia. Jangan menyalahkan diri sendiri. Lebih baik doakan semoga kondisi kesehatan ibu ratu membaik dan lekas sehat kembali. Agar bisa beraktivitas seperti biasa " ujar dokter menyarankan.


" Terimakasih banyak ya dokter sudah datang di waktu yang tepat" ujar tuan Putri Lylia berterimakasih.


" Terimakasih juga dokter yang selalu setia dan selalu ada di saat kami butuhkan " ujar ayah sambil memberikan amplop berisi uang yang banyak kepada dokter.


" Terimakasih juga kepada raja dan tuan Putri Lylia yang sudah memakai jasa saya. Maaf saya pamit dulu ya" ujar dokter pamit pulang.

__ADS_1


...****************...


Ayah dan Tuan putri lylia bergantian menjaga dan merawat ibu ratu yang sedang sakit. Sekarang tuan Putri Lylia fokus mengurus ibu ratu yang sakit di bandingkan memikirkan tentang traveling selama seminggu.


__ADS_2