Widodari

Widodari
bab 53. Pura pura Cinta


__ADS_3

...****************...


Ada bagusnya Widodari memanfaatkan kelemahan pangeran Valir yang sangat suka dan bucin terhadap Widodari. Makanya Widodari sangat memanfaatkan dalam situasi dan kondisi yang sangat genting. Esok pagi harinya ketika Widodari akan keluar istana. Lalu tiba-tiba pak kunang-kunang menghampiri Widodari.


" Widodari!! Kamu mau kemana?!" tanya pak kunang-kunang penasaran.


"Aku mau pergi keluar dari istana. ada apa ya?!" jawab Widodari memberitahu.


"Hati-hati di jalan ya. Kamu mau pergi sendiri atau di temani oleh seseorang?!" ujar pak kunang-kunang penasaran.


" Hemmmmm.. aku pergi dengan pangeran Valir. Soalnya pangeran Valir menawarkan diri untuk menemani aku" ujar Widodari menjelaskan.


" Owh begitu. Ya baguslah kalo kamu ada yang menemani. Jadi bapak gak khawatir dan cemas ketika kamu pergi ke luar istana" ujar pak kunang-kunang berkomentar.


" Ya pak. Jadi gak usah khawatir lagi. Soalnya di luar istana kejahatan lebih kejam dan lebih sadis daripada yang kita bayangkan" ujar pak kunang-kunang menjelaskan.


" Ya terimakasih pak kunang-kunang atas perhatian nya. " jawab Widodari tersenyum.


...****************...


Lalu datanglah pangeran Valir menghampiri Widodari saat berbincang dengan pak kunang-kunang.


"Kamu lagi ngapain sama kunang-kunang?!" tanya pangeran Valir sambil menghampiri Widodari.


" Owh. Aku lagi menunggu kamu sambil bermain dengan kunang-kunang" ujar Widodari memberitahu.


" Owh begitu. Ayo kita pergi. Mumpung masih pagi. Nanti kalo udah siang jadi mager( males gerak)" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Iya ayo. Kita pergi. " ujar Widodari sambil mengikuti langkah kaki nya pangeran Valir.


...****************...


Saat mau pergi keluar dari istana. Tiba-tiba saja tangannya Widodari di tarik oleh seseorang...


" Hei Upik Abu!! Kamu mau kemana?!" tanya ibunya pangeran Valir.


" Eh ibu ratu!! Aku mau pergi keluar istana sebentar!!" ujar Widodari memberitahu.

__ADS_1


" Pergi keluar istana?! Lah bukannya kamu punya tugas?! Kenapa gak kamu kerjakan sekarang?!" ujar ibunya pangeran Valir menegur Widodari.


" Hemmmmm.. aku sedang membutuhkan tenaga nya Widodari untuk membantu aku kerja di luar istana. Makanya aku mencari pengganti Widodari untuk sementara. Hanya satu hari saja. Setelah itu Widodari akan bekerja seperti semula" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Owh begitu. Kok kamu gak kasih tahu ibu sih soal ini?! " ujar ibunya pangeran Valir menegur.


" Iya maafkan aku ibu. Soalnya aku lupa. Ini kerjaan juga mendadak kok. Makanya aku baru ingin memberi tahu ibu. Tapi tadi kata asisten ibu bahwa ibu sudah berangkat kerja " ujar pangeran Valir mencari alasan.


" Ya niatnya ibu mau berangkat kerja pagi. Namun kepala ibu terasa sakit. Jadi baru mau berangkat kerja sekarang" ujar ibunya Valir memberitahu.


" Owh begitu. Ya udah. Aku pamit pergi duluan ya" ujar pangeran Valir berpamitan kepada ibunya.


...****************...


Lalu pangeran Valir pergi dengan Widodari dengan menaiki burung merpati milik nya. Dan sesampainya di tempat yang di tuju.


" Huft, hampir saja tadi aku merasa gelisah dan ketakutan ketika ibu kamu datang memegangi tangan aku. Bikin aku jantungan. Aku pikir siapa yang membuat aku kaget. Eh ternyata ibu kamu"ujar Widodari bercerita.


" Iya aku juga terkejut ketika kamu berteriak karena di kejutkan oleh ibuku. Untungnya aku pintar bisa mencari alasan agar kita tak di curigai." ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Iya kalo engga ada kamu bisa fatal jadinya. Yang pasti aku akan bingung dan tak bisa berkata-kata ketika bertemu dan mengobrol dengan ibu kamu" ujar Widodari memberitahu.


" Ya terimakasih banyak ya mas sayang. Kamu selalu melindungi dan menjaga aku selalu " ujar Widodari sambil tersenyum.


" Iya. Aku akan selalu menjaga kamu meskipun ibuku gak menyukai kamu pun. Aku kan tetap menjadi pelindung kamu" ujar pangeran Valir menjelaskan.


...****************...


Lalu Widodari menuju tempat yang telah di berikan oleh ayahnya pangeran Valir. Sesampainya di tempat tersebut langsung Widodari memberikan obat untuk di uji oleh dokter yang telah di rujuk oleh ayahnya pangeran Valir.


" Ini pak. Obat yang ingin aku uji coba. Setelah uji coba di lakukan. Aku ini tahu semua informasi soal obat ini. Agar aku bisa menuntut orang yang telah menyakiti tubuh ayahku" ujar Widodari.


" Ya siap nona aku akan uji coba obat sedetail mungkin. Agar aku bisa memberikan informasi yang sedetail sama nona." ujar dokter tersebut.


" Ya terimakasih banyak atas kesediaannya untuk membantu aku hari ini" ujar Widodari berterimakasih.


" Ya sama-sama nona" jawab dokter.

__ADS_1


...****************...


Setelah urusan Widodari selesai. Lanjut pangeran Valir mengajak Widodari untuk makan. Soalnya dari pagi mereka belum makan.


' Kita cari makan dulu yuk sayang" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Ya boleh mas sayang" jawab Widodari tersenyum.


" Kamu mau makan apa?!" tanya pangeran Valir penasaran.


" Aku makan apa aja deh. Terserah kamu. Aku ngikutin kamu" ujar Widodari memberitahu.


"Lah aku bingung kalo kamu ngomong makan apa aja. Terserah dan ikuti makanan yang aku mau. Takut nya nanti kalo aku pengen makan sesuatu dan belikan kamu. Takut nya gak sesuai ekspektasi dan selera kamu" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Tenang saja. Aku bukan tipe wanita yang bawel dan cerewet jika di belikan makanan oleh kamu kok mas sayang. Malah aku senang banget kalo kamu pergi. Terus pulangnya bawain aku makanan " ujar Widodari menjelaskan.


" Seperti nya itu hal yang mustahil. Soalnya aku kalo pergi kerja atau berbisnis bisa dua hari atau tiga hari. Biar kalo beli oleh oleh buat kamu yang banyak sekalian " ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Yah jangan ninggalin aku dong!! aku gak bisa hidup tanpa kamu!! Aku sayang banget sama kamu" jawab Widodari manja.


...****************...


Sikap manja Widodari yang di tunjukkan kepada pangeran valir malah membuat pangeran Valir makin suka dan cinta terhadap Widodari. Sesampainya di kedai makanan.


" Kamu mau pesen makan apa?!" tanya pangeran Valir.


" Apa saja dan ikuti selera kamu aja" ujar Widodari santai.


" Beneran ya ikutin apa yang aku mau. Tapi jangan marah atau sakit hati kalo gak sesuai aktivitas" ujar pangeran Valir meledek widodari.


" Ya beneran aku gak bohong. Aku janji gak akan marah sama kamu kok. " ujar Widodari sambil tersenyum.


" Oke baiklah!! Aku akan pesen makanan yang pasti akan membuat kamu makan jadi nambah terus " ujar pangeran Valir memberitahu.


" Iya mas sayang. aku tunggu sampai kamu kembali buat bayar makanan dan minuman yang nanti kita pesan" ujar Widodari menjelaskan.


...****************...

__ADS_1


Akhirnya pangeran Valir membeli makanan yang mereka suka. Mereka pun saling mengobrol dan menggenggam tangan masing-masing. seolah seperti pasangan kekasih yang sedang di mabuk asmara. Rasanya ingin selalu bersamanya


__ADS_2