
...****************...
Lalu Widodari dan pangeran Valir menikmati makan malam bersama mereka di dekat tepi pantai uang sangat indah. Setelah seharian melakukan aktivitas yang cukup melelahkan. Di tutup dengan makan malam romantis yang sangat berkesan oleh Widodari dan pangeran Valir.
" Kalo nanti kita menikah. Terus kita tinggal dimana?! " tanya Widodari penasaran.
" Ya tinggal di istana aku lah. Bareng keluarga aku" jawab pangeran valir.
" Jujur aku agak ragu dengan pernikahan ini tahu. Soalnya raja Zeus kan masih mencari tuan Putri Lylia. Kalo misalnya tuan Putri Lylia di temukan gimana?! apa kamu masih mau menikah dengan aku?!" ujar Widodari makin penasaran.
" Ya tetap lah menggelar pernikahan kita. Paling aku akan menghentikan pernikahan aku dengan lylia" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Seriusan kamu akan melakukan hal itu?! Gak akan ingkar janji dan berbohong kan?!" ujar Widodari mempertanyakan.
" Aku serius sama kamu!! Kalo aku gak serius ngapain juga aku mau merencanakan nikah sama kamu sayang!! Aku gak perduli juga kamu dari rakyat biasa atau putri kerjaan!! Yang aku tahu bahwa aku sangat sayang dan cinta sama kamu!!" ujar pangeran Valir sambil mencium punggung tangannya Widodari.
" Iya makasih kamu sudah meyakinkan aku dengan ucapan kamu!! Bahwa kamu beneran pria yang bisa menepati janji sama aku" ujar Widodari sambil tersenyum.
" Ya sama sama sayang!! Terimakasih juga sudah meluangkan waktu seharian untuk aku" ujar pangeran Valir sambil mengusap rambut Widodari dengan lembut.
...****************...
Sesampainya di istana raja Zeus. Widodari dan pangeran Valir sudah di sambut hangat oleh semua anggota keluarga. Namun yang terlihat aneh ketika ibu tiri nya pangeran Valir datang berkunjung ke istana raja Zeus.
" Wah pas banget kalian baru datang ya. Ini ibu vexana datang ke istana. Katanya ingin mengobrol dengan lylia." ujar raja Zeus memberitahu.
__ADS_1
" Oh ada calon ibu mertua aku ya. maaf aku dan pangeran Valir pulang nya agak larut malam. Soalnya kami habis makan malam bersama di dekat tepi pantai " ujar Widodari memberitahu.
" Ya ibu pikir tadi kamu gak pergi sama dengan pangeran Valir. Niatnya mau ibu ajak untuk ke toko baju pengantin langganan ibu " ujar ibu tirinya pangeran Valir menjelaskan.
" Owh kalo soal itu. Aku dan lylia barusan ke toko baju pengantin langganan ibu kandung aku. Niatnya aku mau membeli baju pengantin yang mirip dengan yang di pakai ibu kandung ku saat menikah." ujar pangeran Valir memberitahu.
" Apa?! Lylia akan menggunakan gaun pengantin yang model nya mirip dengan almarhum ibu kandung kamu pangeran Valir?!" ujar ibu tirinya pangeran Valir sangat terkejut.
" Iya Bu. Aku mau Lylia menjadi sangat cantik dan mirip seperti ibuku. Tadi aku memberikan foto kepada pemilik toko baju pengantin tersebut. Dan pemilik tersebut menyanggupi untuk membuat nya karena sebagai ucapan terimakasih telah menggunakan jasa nya kembali" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Ya tapi kan lylia bukan ibu kamu?! Yang jadi ibu kamu sekarang itu aku!! Tapi kenapa kamu gak ada persetujuan dulu sama aku" ujar ibu tirinya pangeran Valir merasa kesal.
" Ya maaf ibu. Bukannya aku gak membahas hal ini sama ibu dan keluarga nya lylia. Karena aku pikir yang akan menikah itu aku dan lylia. Jadi biarkan kami yang memutuskan untuk mencari model baju pengantin seperti apa. konsep pernikahan nya seperti apa. Karena kami yang akan menikah." ujar pangeran Valir berargumen.
" Ya ibu tahu bahwa yang akan menikah itu kamu dan Lylia. Tapi apa salahnya jika kalian minta pendapat dari kami sebagai orangtua. Kalo kalian tak minta pendapat berarti kalian tak menganggap kami sebagai orangtua dong?!" ujar ibu tirinya pangeran Valir berkomentar.
...****************...
Nampak terlihat raut wajah nya ibu tirinya pangeran Valir merasa kesal dengan ucapan dan argumen dari mulut pangeran Valir sendiri. Sedangkan Widodari lebih banyak diam. Takut menjadi pengganggu jika terlibat dalam pembicaraan antara pangeran valir dengan ibu tirinya.
" Owh jadi kamu pangeran Valir mau nya begitu ya. Gak ingin kami sebagai orangtua di ikut sertakan dalam acara pernikahan kalian. " ujar ibu tirinya pangeran Valir cemberut.
" Iya aku dan lylia sepakat untuk tidak mengikutsertakan kedua orangtua dalam acara pernikahan kami. Takut kalian menjadi beban pikiran" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Sudahlah jangan berdebat lagi!! Tolong hargai keputusan aku dan pangeran Valir!! Kami bersikap begini agar semua masalah cepat terselesaikan" ujar Widodari berkomentar.
__ADS_1
" Benar yang di ucapkan oleh lylia. Kan mereka yang mau menikah. Wajarlah lah semuanya sesuai keinginan dan konsep pernikahan mereka" ujar ibunya lylia memberitahu.
" Iya tolong hargai keputusan mereka ya!! Jangan sampai karena masalah sepele jadi ribut besar. kita sebagai orangtua juga harus berlapang dada. mungkin mereka ingin kita gak beban pikiran. soalnya proses acara pernikahan itu lumayan menguras tenaga, pikiran dan uang juga" ujar raja Zeus berkomentar.
" Baiklah kalo pangeran valir dan Lylia sudah keras kepala dengan pemikiran kalian. Aku bisa berbuat apa. Semoga proses acara pernikahan kalian berjalan lancar ya. ibu doakan semoga Lylia bisa menjadi istri idaman" ujar ibu tirinya pangeran Valir sambil tersenyum.
" Alhamdulillah!! Terimakasih ibu ratu Vexana sudah mau mengerti dan memahami dari keinginan aku dan pangeran Valir" ujar Widodari sambil tersenyum.
" Iya kalo kalian senang. Ibu juga akan ikutan senang " ujar ibu tirinya pangeran Valir tersenyum dengan terpaksa.
...****************...
Obrolan mereka masih berlanjut. Karena ibu tirinya ingin mengakrabkan diri dengan Widodari dan keluarga nya. Namun tiba-tiba hujan deras turun. Sehingga membuat pangeran Valir dan ibu tiri nya dengan terpaksa harus menginap. Karena sudah larut malam.
" Sepertinya hujan akan turun sampai pagi. Apalagi dari siang hingga sore panasnya terik sekali" ujar ibunya lylia memberitahu.
" Mungkin lebih baik ibu ratu Vexana dan pangeran Valir menginap di istana. Soalnya kalo pulang dengan keadaan hujan sangat deras akan membuat kalian sakit" ujar Widodari menyarankan.
" Aku akan menunggu hujan reda saja. Baru nanti pulang" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Ya benar. Ibu juga akan menunggu hujan reda. Biarkan berteduh disini terlebih dahulu" ujar ibu tirinya pangeran Valir.
" Ya udah kalo merasa ngantuk. Sudah di Persiapkan kamar. Jadi kalian bisa beristirahat" ujar raja Zeus menjelaskan.
" Ya terimakasih banyak ya " jawab ibu tirinya pangeran Valir.
__ADS_1
...****************...
Hujan pun tak reda. Malah semakin deras. Karena kelamaan menunggu hujan reda. Akhirnya membuat pangeran Valir dan ibu tiri nya bosan. Akhirnya mereka pun beristirahat ke kamar tidur yang telah di persiapkan Raja Zeus.