
...****************...
Terlihat banget pangeran Valir sangat marah dan terkejut oleh ucapan dan pengakuan dari pangeran Thamus. Sedangkan Widodari bersikap santai. Karena merasa itu tak pernah terjadi oleh nya.
" Kamu jangan terlalu gila Thamus!! Kita tidak melakukan apa-apa saat itu. Karena waktu itu kan kamu keburu di gigit lengan dan kaki kamu oleh monster bukan?! Hingga kamu mengalami pendarahan hebat. Jadi mana mungkin kamu bisa melakukan hubungan intim dengan aku. Sedangkan lengan dan kaki kamu terluka. Yang ada saat itu kamu langsung butuh bantuan dari pelayan kamu" ujar Widodari menjelaskan.
" Bagaimana kamu tahu bahwa kejadian nya seperti itu?! Banyak yang bilang kamu lupa ingatan" ujar pangeran Thamus terkejut.
" Aku memang sedikit lupa ingatan. Tapi kalo kejadian tersebut aku ingat selalu di setiap aku mau tidur. Di tambah pak kunang-kunang semalam menceritakan kembali kejadian awal mula mengapa kami mengalami kejadian buruk hingga kecelakaan dekat istana pangeran Valir. Semua itu memang sudah kamu rencanakan kan pangeran Thamus?!" ujar Widodari sambil melirik ke arah pangeran Thamus.
" Itu semua tidak benar!! Aku tak merencanakan apapun!! Sumpah!! Kejadian tersebut beneran di luar dugaan aku" ujar pangeran Thamus gelagapan.
" Hemmmmm.. sudahlah kamu harus bertaubat pangeran Thamus!! Jangan cari masalah atau bikin keributan lagi ya!! Aku sudah memaafkan semua kesalahan kamu meskipun kamu belum minta maaf " ujar Widodari menjelaskan.
" Tapi beneran loh sebelum monster itu menyerang aku. Kita sudah melakukan hubungan intim " ujar pangeran Thamus masih nekat.
" Hemmmmm.. aku kasihan sama kamu pangeran Thamus. Jangan terlalu berharap sama aku. Karena aku ini sudah milik pangeran Valir. Masih banyak wanita yang jauh lebih cantik dan jauh lebih menarik daripada aku" ujar Widodari memberitahu.
" Enggak mau!! Aku mau nya tetap kamu lylia!! Aku gak mau orang lain!! Soalnya aku sudah terlanjur sayang dan cinta sama kamu lylia!! Tolong ya kamu harus jadi milik aku!! Agar aku gak gila seperti ini!!" ujar Pangeran Thamus memohon kepada Widodari.
" Maaf aku tak bisa pangeran Thamus!! Aku sudah sangat menyukai dan mencintai pangeran Valir!! Aku gak mau menyakiti hati nya pangeran Valir!! Aku harap kamu mengerti." ujar Widodari berkomentar.
__ADS_1
...****************...
Lalu tiba-tiba pangeran Thamus berlari menuju arah Widodari. Dan menarik tangan nya Widodari. Kemudian mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke lehernya Widodari. Untuk mengancam pangeran valir agar mau melepaskan Widodari.
" Jangan bergerak!! Atau Lylia akan aku bunuh" ujar pangeran Thamus sambil mengarahkan pisau ke lehernya Widodari.
" Tolong jangan melakukan hal bodoh Thamus!! Aku hargai kamu menyukai Lylia!! Aku berterima kasih kamu menyukai dan mencintai lylia. Tapi harusnya kamu sadar bahwa lylia itu milik aku!! Kami akan segera menikah dalam waktu secepatnya" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Lah!! Ini apa Lylia?! Dulu kamu bilang akan mau jadi calon istri aku!! Tapi kenapa kamu bisa berubah pikiran untuk menikah dengan sahabat aku,Valir!! Kenapa kamu sangat tega sama aku LYLIA!!" ujar pangeran Thamus dengan tatapan matanya yang sangat marah.
" Hemmmmm,begini aku jelaskan ya pangeran Thamus!! Iya memang dulu aku berkata begitu ketika aku pikir saat itu kamu beneran single. Tapi waktu aku tahu saat kejadian di kedai kopi bang kura-kura bahwa kamu mencium dan bermesraan dengan Valentina. Aku jujur merasa hancur hatiku. Terlihat kamu tak perduli dengan omongan aku. Malah kamu seolah ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa kamu di sukai banyak wanita. Ya aku sudah salah menilai kamu. " ujar Widodari bercerita.
" Lah jelas beda lah. Aku jujur bahwa aku punya kekasih waktu itu. Sedangkan kamu kan dari awal memang tak jujur sama aku. Itu yang tak bisa aku biarkan kamu mendapatkan hatiku kembali" ujar Widodari menjelaskan.
" Kamu tega banget sih lylia!! Kamu bukan hanya menghancurkan rencana masa depan kita. Tapi kamu juga menghancurkan perasaan dan hatiku juga dengan kabar bahwa kamu akan menikah dengan Valir " ujar pangeran Thamus sambil menangis.
" Maafkan aku!! Aku tahu bahwa aku sudah bersalah!! Tapi kamu juga punya salah sama aku!! Jadi sekarang kita impas ya!!" ujar Widodari sambil tersenyum.
" Aku gak mau mendengarkan maaf dari kamu!! Yang aku ingin dengarkan bahwa kamu akan menikah dengan aku!! Aku janji takkan mengulangi kesalahan aku lagi!! Aku janji akan bahagiakan kamu selamanya " ujar pangeran Thamus sambil memeluk erat tubuh nya Widodari.
" Okeh. Baiklah kalo kamu mau nya begitu. Aku boleh minta satu permintaan " ujar Widodari mencoba mencari alasan.
__ADS_1
...****************...
Widodari sedang mencoba mengalihkan perhatian dan pembicaraan dengan pangeran Thamus. Agar bisa mengambil paksa pisau yang ada di tangannya. Hal yang menguji nyali buat Widodari dan pangeran Valir.
" Kalo kamu mau mengobrol berdua sama lylia silahkan saja Thamus!! Asal kamu jangan arahkan pisau di lehernya Lylia" ujar pangeran Valir mencoba merayu pangeran Thamus.
" Kamu ngapain ikut campur Valir!! Ini masalah aku dengan lylia!! Kalo kamu gak masuk dalam hidupnya Lylia!! Mungkin sekarang Lylia bisa aku miliki selamanya!! Kamu itu perusak hubungan percintaan aku dengan lylia!!" ujar pangeran Thamus menuduh pangeran Valir.
" Aku sama sekali gak merusak hubungan percintaan kamu dengan lylia. Aku mulai mengenal Lylia itu kan setelah kamu dengan lylia sepakat untuk berpisah" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Ya betul. Tapi kalo kamu tidak mencoba mendekati lylia juga pasti lylia tidak akan berubah pikiran!! Lylia pasti mau kembali lagi menjalin hubungan percintaan sama aku bukan sama kamu Valir " ujar pangeran Thamus menjelaskan.
" Tolong ya lepaskan pisau tersebut!! Kamu gak merasa sedih apa?! Jika Lylia terluka karena pisau yang kamu todongkan di lehernya Lylia?!" ujar pangeran Valir berkomentar.
" Ya betul banget pangeran Valir. Pangeran Thamus aku punya dua permintaan. Tolong jangan todongkan pisau di leher aku. Kedua kalo mau ngobrol dekat sama aku. Kita bisa bicara baik-baik dan santai. Gak perlu aksi seperti ini" ujar Widodari mencoba merayu pangeran Thamus.
" Tapi janji ya. Kita hanya mengobrol berdua saja kalo aku tak todongkan pisau ke leher kamu" ujar pangeran Thamus mengancam.
...****************...
Saat pangeran Thamus tidak menodongkan pisau ke lehernya Widodari. Lalu dengan gerak cepat. Pangeran Valir langsung berlari dan mengikat tangan nya pangeran Thamus dengan tali agar tidak bertindak kriminal kepada Widodari. Meskipun ada perlawanan dari pangeran Thamus. Namun ikatan tali di belakang punggung tubuhnya. Membuat pangeran Thamus tak berkutik oleh pangeran Valir.
__ADS_1