Widodari

Widodari
bab 61. Bersemangat


__ADS_3

...****************...


Pangeran Valir bersemangat untuk membantu raja Zeus. Dengan menjadikan Widodari menjadi Lylia. Di buat mirip dan tak bisa di bedakan. Biar tak ada yang curiga. Usai widodari belajar berjalan dan makeup seperti Lylia. Tiba-tiba saja pak kunang-kunang menghampiri Widodari. Karena ada yang ingin di obrolin dengan Widodari.


" Nona Widodari,bisa aku minta waktu nya sebentar?!" tanya pak kunang-kunang sambil menarik tangan nya menuju tempat yang sepi.


" Iya boleh pak. Apa ada hal yang ingin di omongin ya?!" jawab Widodari sambil mengikuti langkah kaki nya pak kunang-kunang.


" Apa benar nona Widodari akan menyamar sebagai tuan Putri Lylia?! Apa bener tadi raja Zeus kesini untuk meminta bantuan kepada pangeran valir dan Nona Widodari?!" tanya pak kunang-kunang penasaran.


" Bentar pak kunang-kunang. Aku jawab satu satu oke. Iya aku menyamar sebagai Lylia selama tiga bulan. Benar juga tadi raja Zeus kesini meminta bantuan kepada aku dan pangeran Valir. Besok aku akan ke istana nya. Dan menginap selama tiga bulan. Sampai pangeran Zeus menemukan tuan putri lylia. Bagaimana pak kunang-kunang bisa tahu hal ini?! " ujar Widodari bercerita.


" Aku punya kekuatan bisa mendengarkan suara yang jauh. Meskipun berada di satu atap yang sama di istana. Aku bisa mendengarkan pembicaraan kalian" ujar pak kunang-kunang memberitahu.


" Wah hebat sekali pak kunang-kunang bisa mempunyai kekuatan seperti itu. " ujar Widodari memuji pak kunang-kunang.


" Boleh aku ikut menemani nona Widodari selama tiga bulan?! Aku yakin Nona Widodari pasti akan kesepian disana dan butuh temen untuk mengobrol " ujar pak kunang-kunang menawarkan diri.


" Hemmmmm,gimana ya?! Tanya sama pangeran valir dulu ya. Soalnya dia yang bertanggung jawab atas aku" jawab Widodari menjelaskan.


" Yah,aku mohon nona Widodari untuk merayu pangeran Valir untuk mengijinkan aku untuk menemani nona Widodari. Aku janji gak akan membuat keributan ataupun menyusahkan kalian" ujar pak kunang-kunang berjanji.


" Aku gak bisa janji. Tapi akan aku usahakan ya" jawab Widodari tersenyum.


...****************...


Usai widodari mengobrol dengan pak kunang-kunang. Lalu Widodari mencari keberadaan pangeran Valir. Ternyata pangeran Valir sedang mengobrol dengan ayahnya di ruangan kamar tidur ayahnya.

__ADS_1


" Aku bersyukur ayah sudah bangun dari koma nya. Aku sudah mengambil hasil test obat yang ayah suruh kepada Widodari. Dan hasilnya ayah di berikan suntikan narkoba bukan obat" ujar pangeran Valir memberitahu.


" Wah parah banget ya. Ibu kamu dan dokter tersebut sudah bersekongkol untuk mencelakai ayah selama dua tahun ini" jawab ayahnya pangeran Valir berkomentar.


"Iya parah banget. Sudah mencelakai ayah malah berselingkuh pula. Beneran gak ada akhlak nya. Sudahlah ayah ceraikan saja ibu ratu. Lebih baik aku gak memiliki ibu. Daripada punya ibu seperti dia" ujar pangeran Valir bersedih.


" Nunggu ayah pulih dan sembuh dahulu. Baru ayah bisa ambil tahta kekuasaan ayah yang di renggut oleh ibumu" ujar ayahnya pangeran Valir menjelaskan.


" Iya kini aku cari asisten yang terpercaya untuk bisa merawat dan menjaga ayah sepenuhnya. Dan kamar ini juga di penuhi cctv. Agar aku bisa tahu apa yang terjadi di ruangan ini" ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Terimakasih nak. Sudah sangat membantu. Dan terimakasih juga buat Widodari yang sudah mau membantu ayah" ujar ayahnya pangeran Valir sambil tersenyum.


...****************...


Tak lama kemudian datanglah Widodari menghampiri pangeran Valir dan ayahnya yang sedang mengobrol.


" Ya boleh silahkan. Kami juga sudah selesai mengobrol nya" ujar ayahnya pangeran Valir memberitahu.


" Kita harus pergi ke tempat yang sepi. Agar tak ada orang yang menguping" ujar Widodari sambil menarik tangan nya pangeran Valir menuju taman di halaman belakang.


" Ya ampun sayang!! Kamu sampai segitunya mau mengobrol sama aku malah mengajak ke taman di halaman belakang. Emang mau ngomongin apaan sih?! Aku kepo nih?!" ujar pangeran Valir meledek widodari.


" Udah jangan bawel. Aku beneran serius mau ngomong hal penting. Kalo di ruangan tidur ayah kamu akan terasa kurang enak. Soalnya ada cctv. Nanti ada yang mengawasi kita. Kalo di taman halaman belakang kan gak ada cctv. Jadi aku bebas mengungkapkan semua uneg-uneg dalam hati ku" ujar Widodari menjelaskan.


" Oke baiklah. Aku ikutin perintah kamu" jawab Pangeran Valir sambil menuju ke taman halaman belakang.


...****************...

__ADS_1


Sesampainya di taman halaman belakang istana. Widodari menghela nafas dulu. Agar tak tegang berbicara dengan pangeran Valir. Sedangkan pangeran Valir merasa lucu melihat tingkah laku nya Widodari yang random dengan kepolosan nya.


" Besok kamu jadi kan mengantarkan aku ke istana raja Zeus?!" tanya Widodari penasaran.


" Ya jadi dong. Kamu dari tadi ingin ngobrol mau membahas ini doang?!" ujar pangeran Valir geleng-geleng kepala nya.


" Bukan hanya itu saja. Usai mengantarkan aku terus kamu langsung pulang ya?! Gak menemani sampai malam?!" ujar Widodari penasaran.


" Ya enggak lah. Aku hanya mengantarkan kamu sebentar. Terus aku kembali ke istana aku mengurus kerjaan aku. Kalo aku gak sibuk akan mampir ke istana raja Zeus. " ujar pangeran Valir memberitahu.


" Yah aku merasa sepi dong. Terus nanti aku komunikasi sama kamu gimana?! Kalo aku kangen sama kamu gimana?!" ujar Widodari dengan raut wajahnya bersedih.


" Iya juga yah. Ntar komunikasi kita gimana kalo aku sibuk kerja dan tak bisa berkunjung ke istana raja Zeus. Ini aku berikan jam tangan buat komunikasi. Ini akan bisa buat komunikasi dan sinyal bahaya yang kamu kasih ke aku. Dan aku punya pasangan nya dengan jam ini" ujar pangeran Valir sambil memakai kan jam di tangannya Widodari.


" Aku mulai berpikir akan rindu berat kalo sehari gak ketemu kamu. Apa aku boleh minta permintaan sebelum besok aku tinggal di istana raja Zeus?;" ujar Widodari memohon.


" Ya boleh. Asalkan bukan hal yang ribet dan rumit ya?!' ujar pangeran Valir santai.


" Aku ingin pak kunang-kunang menemani aku saat di istana raja Zeus nanti. Agar aku tak kesepian. Soalnya aku kan gak tahu lingkungan istana raja Zeus seperti apa. Sedangkan aku hanya memiliki teman pak kunang-kunang saja. " ujar Widodari menjelaskan.


" Hemmmmm.. gimana ya?! Aku takut gak di bolehkan oleh raja Zeus. Tapi besok aku kita bawa saja kunang-kunang. Kalo gak di perbolehkan kunang kunang pulang sama aku ya" ujar pangeran Valir berpendapat.


" Oke baiklah. Semoga Raja Zeus mengijinkan aku untuk membawa pak kunang-kunang di istana nya" ujar Widodari sambil tersenyum.


" Ammiin.. Semoga aku juga gak menangis saat terpisah jauh sama kamu sayang" ujar pangeran Valir sambil mencium kening nya Widodari.


...****************...

__ADS_1


Pelukan hangat yang di berikan pangeran Valir untuk Widodari. Serta ciuman manis yang menyentuh keningnya Widodari memberikan isyarat bahwa perpisahan akan di mulai esok hari. Semoga rindu di antara mereka bisa menguatkan hati mereka.


__ADS_2