
...****************...
Melihat tingkah laku random Widodari. Jadi mengingatkan pangeran Valir tentang sosok Leo. Pria yang bekerja di istana nya tuan Putri Lylia.
" Kamu kalo bertingkah seperti itu Widodari. Mengingat aku kepada sahabat aku bernama Leo. Sikap dan perilaku nya Mirip kamu. Hanya beda nya dia pria. Sedangkan kamu wanita" ujar pangeran Valir memberitahu.
"Hahaha.. suwee banget kamu pangeran Valir menyamakan aku sama pria!!" ujar Widodari sangat kesal.
" Wakakakak.. kenapa?! Kamu marah sama ucapan aku yang menyamakan sama sahabat aku?! Atau sebenarnya kalian itu kembar ya?!" ujar pangeran Valir meledek widodari.
" Kalo kamu menyamakan aku dengan putri atau wanita cantik gpp. Tapi kan menyamakan aku dengan pria?! Kan kebangetan banget " ujar Widodari meluapkan emosi nya.
" Habis kamu muka nya wanita tapi tingkah seperti pria. Gak sesuai dengan wajah kamu yang cantik dan kalem. Kelakuan udah kaya gelandangan " ujar pangeran Valir berkomentar.
" Hemmmmm.. memang iya aku seorang gelandangan. Aku gak punya orangtua. Aku hanya sebatang kara. Jangankan sekolah. Buat makan aja kadang masih minta orang lain" ujar Widodari menjelaskan.
...****************...
Melihat sikap dan perilaku Widodari yang urakan. Tak membuat pangeran Valir jadi tegaan sama Widodari. Rasanya ingin terus membantu Widodari jadi orang yang lebih baik.
"; Sudah mau tiga hari kamu di istana aku. Kan kamu bilang akan balas kebaikan aku. Jadi selama kamu tinggal di istana kamu harus juga bekerja disini. Bagaimana kalo kamu jatahnya merawat ayahku. Dari menyuapi nya makan, membersihkan badannya hingga mengganti kan bajunya" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Hemmmmm.. baiklah akan aku coba melakukan hal yang pangeran Valir inginkan!!" ujar Widodari menyetujui tugas dari pangeran valir.
" Kamu yakin nih Widodari?! Akan melakukan tugas yang aku berikan?! Ini tugas bukanlah gampang loh" ujar pangeran Valir meragukan Widodari.
" Ya aku sangat yakin seratus persen. Aku akan mencoba melakukan tugas yang pangeran Valir suruh. Selama aku bisa membalas budi dan kebaikan pangeran Valir. Aku akan lakukan untuk membayar hutang Budi" ujar Widodari memberitahu.
" Oke baiklah!! Aku percaya kamu akan bisa melakukannya dengan baik!! Apalagi kamu punya tekad untuk membayar hutang Budi sama aku. Tapi aku takkan menggaji kamu loh Widodari hanya aku berikan makan dan tempat tinggal di istana " ujar pangeran Valir menjelaskan.
__ADS_1
" Ya tak apa-apa pangeran Valir. Selama aku tinggal di istana merasa aman akan terjaga keselamatan aku. Daripada di luaran aku belum tentu bisa makan dan merasakan tidur dengan kasur" ujar Widodari bercerita.
...****************...
Pangeran valir sangat terharu dan tersentuh dengan cerita Widodari yang setiap harinya hanya hidup sebagai gelandangan. Makanya pas tahu Widodari selalu menuruti keinginan dan tugas dari pangeran valir membuat pangeran Valir bersimpati.
" Untunglah pangeran Valir menyuruh aku merawat dan menjaga ayahnya. Jadi aku masih sanggup buat begadang. Jadi tak begitu khawatir" ujar Widodari menjelaskan.
"Emangnya kamu mau aku kasih tugas apa?! Yang lebih susah dan berat?! Emangnya bisa?!" ujar pangeran Valir meledek widodari.
" Hehehe.. selama tugasnya bukan memasak. Aku masih bisa melakukan nya dengan baik" ujar Widodari memberitahu.
" Ya sudahlah. Kamu jaga dan rawat ayahku yang sedang sakit. Sebagai imbalan kamu makan dan tidur di istana ini. Tapi kamu gak aku gaji ya" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Ya aku terima konsekuensinya selama tidak saling merugikan di antara kita" ujar Widodari menjelaskan.
" Kenapa pangeran Valir seneng banget ya menertawakan aku?! Padahal aku gak bikin lelucon" ujar Widodari merasa kesal.
" Habis muka kamu terlihat sangat lucu. Jadi aku selalu merasa terhibur " ujar pangeran Valir memberitahu.
...****************...
Karena Widodari sangat kesal dengan sikap pangeran Valir yang terus saja meledek widodari. Padahal tak ada hal lucu.
" Sudah ah!! Aku mau balik ke kamar tidur! Mendadak aku merasa pusing" ujar Widodari berbohong.
" Kamu sakit ya?! Ya udah aku antarkan ke kamar tidur kamu" ujar pangeran Valir sambil menggendong Widodari dari depan.
" Ih pangeran Valir!! Apa apan sih?! Turun kan aku!! Malu di lihat orang!!" ujar Widodari memaksa untuk di turunkan tubuh nya.
__ADS_1
" Tadi katanya kamu merasa pusing!! Ya udah aku bantu kamu ke kamar tidur!! Sudah jangan berisik!! Sebentar lagi akan sampai kamar tidur kamu!!" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Yah parah dah kalo sampai ibu pangeran Valir tahu bahwa kita melakukan hal yang tidak di sukai nya!! nanti di sangka nya!! Aku menggoda pangeran Valir!!" ujar Widodari merasa takut.
" Tenang saja!! Ibuku sedang menggantikan tugas ayahku!! Jadi pulang nya nanti sore!! Kamu takkan di marahi olehnya" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Ah tetap aja!! Suara teriakan ibunya pangeran Valir selalu membuat aku down!!" ujar Widodari menjelaskan.
" Tenang saja!! Aku akan selalu melindungi dan menjaga kamu!! Selama kamu jadi orang yang patuh dan nurut sama aku!!" ujar Pangeran Valir berargumen.
...****************...
Sesampainya di kamar tidur nya Widodari. Tapi pangeran Valir masih nyeleneh. Langsung saja pangeran valir membanting tubuhnya Widodari ke atas kasur ranjang nya.
"Aduh!! Parah bener ya pangeran Valir!! Tadi menggendong aku sekarang malah ngebanting tubuhku!! Seolah baru aja angkat aku ke langit lalu menjatuhkan aku ke jurang" ujar Widodari merasa kesal.
" Hahahaha.. habis kamu bawel banget sih!! Kan aku bilang tadi kalo kamu menuruti keinginan dan patuh sama aku. Maka aku akan perlakukan dengan baik!! Tapi kenyataannya kamu sangat bawel!! Lebih bawel dari ibuku" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Ya kalo wanita bawel itu wajarlah!! Kadang banyak pria yang bertindak gak di pikir dulu. Malah melakukan hal yang mereka inginkan tapi lupa akan keselamatan wanita!! Ya kalo bercanda yang beneran dikitlah pangeran Valir!! Kalo membanting tubuh aku meleset yang aku aku bisa hancur tukang nya" ujar Widodari berpendapat
" Ya tapi kenyataannya tidak bukan?! Aku memperlakukan kamu sangat baik loh!!" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Ya sangat baik banget. Sangat romantis banget!! Besok aku gak akan mau ngomong apalagi minta bantuan sama pangeran valir. Yang ada aku sport jantung Mulu " ujar Widodari berargumen
" Ya udah kalo begitu. Aku takkan membela ataupun melindungi kamu dari ibuku. Jika kamu di ceramahin atau di omelin sama ibuku. Akan aku lihat saja dan menyimak dengan baik-baik percakapan kalian. Sampai akhirnya paling kalian adu mulut dan bertengkar " ujar pangeran Valir berkomentar.
...****************...
Mau berargumen sebanyak apapun. Tetaplah Widodari selalu kalah dari pangeran valir. Apalagi pangeran Valir yang menyelamatkan nyawa Widodari. Jadi tak mau membuat pangeran Valir tersakiti ataupun kecewa.
__ADS_1