Widodari

Widodari
bab 36. Permainan Cinta


__ADS_3

...****************...


Pangeran valir mulai ketakutan akan kebohongan nya yang akan ketahuan sama pangeran Thamus dan Pangeran Marvel. Pangeran valir hanya pasrah semoga tuan Putri Lylia mau datang dan membantunya. Seharian tuan Putri memikirkan tentang cara agar bisa membantu pangeran Valir. Juga untuk memberikan pelajaran kepada pangeran Thamus.


" Kenapa tuan Putri Lylia terlihat murung begitu?! Apa masih memikirkan soal semalam?! " tanya bunny penasaran.


" Ya aku sangat bersalah dan terbebani. Satu sisi ingin membantu pangeran Valir. Tapi sisi lain aku gak mau melihat Valir nanti di bully oleh pangeran Thamus dan Pangeran Marvel. Gimana dong ini?! Aku sangat dilema" ujar tuan Putri Lylia bimbang.


" Kalo aku di posisi Tuan putri lylia pasti juga dilema dan galau. Tapi ini buat kebaikan tuan Putri Lylia juga. Emangnya tuan putri mau di jadikan pelampiasan cinta sama pangeran Thamus?! Mau jadi korban permainan cinta nya pangeran Thamus?!" ujar bunny mencoba menasehati.


" Ah ucapan kamu bikin aku bimbang bunny?!" ujar tuan Putri Lylia menghela nafas panjang nya.


" Ya semua kembali lagi. Keputusan di tangan tuan Putri Lylia. Aku tak akan menyuruh tuan Putri Lylia untuk mengikuti pendapat aku. Itu terserah tuan Putri Lylia. Yang penting ikuti kata hati" ujar bunny menjelaskan.


" Hemmmmm.. beri aku waktu sampai sore hari. Aku sedang mempertimbangkan keputusan aku. Agar aku tak menyesal nantinya " ujar tuan Putri Lylia sambil membantu di taman bunga anggrek milik orangtuanya.


...****************...


Baru kali ini tuan Putri Lylia merasa masalah dengan pangeran Valir dan pangeran Thamus sungguh sangat membebani pikiran nya. Bukannya masalah sepele. Tapi terlebih masalah soal perasaan.


Sore hari pun tiba. Tuan Putri Lylia masih saja seperti orang yang linglung di kamar tidur nya. Tiba-tiba ibu ratu datang ke kamar tidur nya tuan Putri Lylia .


" Ada tamu jauh datang ke istana kita. Katanya pengen ketemu sama kamu" ujar ibu ratu memberitahu.


" Siapa Bu?!" tanya tuan Putri Lylia penasaran.


" Sudah kamu keluar saja dulu. Temui orangnya dulu baru nanti bisa komentar" ujar ibu ratu merahasiakan tamu tersebut.

__ADS_1


" Siapa sih ibu?! Kalo pangeran Thamus. Aku gak mau keluar. Ibu bilang saja aku sibuk dan tak mau di ganggu " ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Bukan pangeran Thamus kok. Ibu sudah pastikan bukan pangeran Thamus. Tapi orang lain. Kamu keluar dulu ya. Gak enak loh orangnya dari tadi nunggu " ujar ibu ratu menjelaskan.


" Ya baiklah aku akan keluar kamar dan menemui nya " ujar tuan Putri Lylia dengan sikap tak bersemangat.


...****************...


Lalu tuan Putri Lylia pergi keluar dari kamar tidur nya. Dan pergi ke bawah untuk menemui tamu tersebut. Betapa terkejutnya tuan Putri Lylia saat melihat tamu tersebut. Dan ternyata...


" Maaf ya pangeran Valir!! Ibu agak susah tadi membangunkan lylia. Soalnya tadi lylia tidur terlalu pulas sekali" ujar ibu ratu berbohong.


" Iya tak apa-apa ibu ratu. Terimakasih sudah membuat tuan Putri Lylia datang untuk menemui aku" ujar pangeran Valir terpanah melihat kecantikan lylia.


" Ini pangeran Valir !! Lylia belum pernah kenal ya?! Waktu kalian masih kecil sering banget loh ketemu" ujar ayahnya lylia memberitahu.


" Hallo pangeran Valir!! Kenalkan aku LYLIA. Salam kenal ya" ujar tuan Putri Lylia sambil berjabat tangan dengan pangeran Valir.


" Ya udah kalian lanjutkan mengobrol. Ayah dan ibu takkan mengganggu " ujar ayah sambil meninggalkan tuan Putri Lylia dengan pangeran Valir.


...****************...


Setelah ayah dan ibu ratu meninggalkan berdua saja tuan Putri Lylia dengan pangeran Valir. Lalu tuan Putri Lylia mengajak pangeran Valir berjalan keliling ke arah taman bunga anggrek.


" Sepertinya ada yang mau kamu omongin ya sama aku?! Gimana kalo ngobrol nya di luar aja ya. Biar gak ada yang menguping" ujar tuan Putri Lylia mengajak pangeran Valir berjalan-jalan keluar istana.


" Ya benar. Kok kamu tahu bahwa ada hal penting yang ingin aku omongin sama kamu sih?! Kamu bisa baca pikiran ya?!" ujar pangeran Valir bercanda.

__ADS_1


" hehehe.. enggak. Aku gak bisa baca pikiran. Habis kamu terlalu asing buat aku. Sudah berpuluh tahu gak ketemu. Sekarang datang dan ingin bertemu. Sepertinya hal uang aneh buat aku" ujar tuan Putri Lylia berkomentar.


" Ya sebenarnya aku mau minta bantuan sama kamu tuan Putri Lylia. Hanya bantuan sekali saja. Jika berkenan. Nanti malam ingi membantu aku. Maka nanti malam aku akan menjemputmu di istana ini " ujar pangeran Valir menjelaskan.


" Bantuan apa ya?!" ujar tuan Putri Lylia pura pura bodoh.


" Memang nya Leo gak ngasih tahu sama Tuan putri lylia?!' ujar pangeran Valir mempertanyakan.


...****************...


Tuan Putri Lylia dan pangeran Valir mulai mengobrol dengan santai karena mereka mengobrol sambil berkeliling halaman di luar istana.


" Hemmmmm.. Leo sudah cerita kan semua nya sama aku. Dan aku sedang mempertimbangkan keputusan untuk membantu kamu" ujar tuan Putri Lylia memberitahu.


" Alhamdulillah kalo Leo sudah menceritakan semuanya sama tuan Putri Lylia. Jadi aku gak usah bertele-tele sama tuan Putri Lylia. Maukah malam ini datang ke tongkrongan kami?!" tanya pangeran Valir penasaran.


" Harus secepat itu kah?! Gak bisa menunggu beberapa hari?!" jawab tuan Putri Lylia masih merasa bimbang.


" Kalo harus menunda beberapa hari lagi. Aku takut nya nanti penyamaran dan sandiwara kita ketahuan. Soalnya aku sudah bilang ke semua temen-temen bahwa kita menjalin hubungan percintaan. Maafkan aku ya tuan putri lylia yang sudah lancang memberikan kabar tak baik" ujar pangeran Valir merasa bersalah.


" Iya tak apa-apa. Gak ada yang salah. Dan aku tak merasa di rugikan kok sama sekali. Hanya saja aku juga tak terima dengan sikap pangeran Thamus terhadap aku selama ini. Aku pikir dia tulus dan suka sama aku. Ternyata hanya pelampiasan" ujar tuan Putri Lylia berkomentar.


" Terus gimana nih?! Jadi mau kan nanti malam aku jemput?! Hanya sekali aja datang ke tongkrongan kami. Nanti aku akan minta ijin sama ayah dan ibu ratu buat mengajak tuan Putri Lylia pergi sebentar " ujar Pangeran Valir menjelaskan.


" Hemmmmm.. baiklah. Tapi kamu sehabis ini minta ijin sama ayah dan ibu aku ya. Soalnya kamu kan tahu sendiri aku tak pernah keluar istana. Apalagi pergi jam malam sama pria" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


" Siap. Nanti aku akan minta ijin. Sekalian berpamitan pulang. Kalo di ijinkan sama ayah dan ibu ratu. Aku langsung mengajak kamu nongkrong ke tempat aku biasa bertemu semua pangeran " ujar pangeran Valir memberitahu.

__ADS_1


...****************...


Akhirnya tuan Putri Lylia menyetujui permintaan dari pangeran valir untuk membantu malam ini. Entah kenapa setiap ucapan yang keluar dari mulutnya pangeran valir menjadi sihir buat tuan Putri Lylia untuk tak bisa menolak ajakan pangeran Valir.


__ADS_2