
...****************...
Tiba-tiba hujan deras turun di saat pangeran valir dan Widodari sedang bermain di pantai. Hujan makin deras dan lebar sekali. Pangeran Valir dan Widodari mencari tempat untuk berlindung dan berteduh. Tiba-tiba Widodari berubah menjadi seekor kucing yang sangat menggemaskan. Ternyata Widodari tak bisa menjadi manusia ketika tubuhnya terkena air hujan dan basah kuyup.
" Widodari!! Kenapa kamu berubah jadi kucing?! " ujar pangeran Valir terkejut.
Sedangkan Widodari hanya membalas dengan ucapan " miaw.. miaw..". Karena pangeran Valir tak bisa berbahasa isyarat binatang. Namun pangeran Valir tak hilang akal. Segera pangeran Valir mengambil dedaunan yang basah lalu di keringkan untuk membuat tubuh nya Widodari menjadi kering. Setelah tiga puluh menit membuat tubuh kucingnya Widodari mengering. Akhirnya Widodari kembali menjadi manusia lagi.
" Alhamdulillah!! Kamu kembali seperti manusi lagi!! Menjadi kekasih aku lagi" ujar pangeran Valir merasa Senang dan bahagia.
" Hemmmmm.. aku sedih. Kenapa aku bisa berubah menjadi wujud binatang kucing ya?!" ujar Widodari merasa sedih.
" Emangnya kamu gak tahu bisa berubah seperti itu?!" tanya pangeran Valir penasaran.
" Tidak!! Aku sungguh tidak tahu bahwa aku bisa berubah wujud menjadi kucing. Aku baru tahu hari ini bahwa aku berubah menjadi kucing jika terkena hujan. Rasanya menyedihkan loh. Padahal aku tadi teriak minta tolong sama kamu mas sayang. Tapi nyatanya kamu gak mendengar " ujar Widodari menitikan air mata nya.
" Jangan bersedih lagi!! Aku gak akan membiarkan orang lain tahu bahwa kamu bisa berubah wujud menjadi kucing!! Nanti ada yang ingin memanfaatkan kamu!!" ujar pangeran Valir sambil memeluk erat tubuhnya Widodari.
" Usai berubah wujud menjadi kucing. Entah kenapa tubuhku melemah. Rasanya tenaga aku terkuras. Mungkin karena tadi aku teriak meminta bantuan kamu. Malah kamu tak bisa mendengar nya" ujar Widodari memberitahu.
" Ya udah kita cari tempat berteduh ya. Kamu gak boleh kehujanan lagi. Nanti aku sedih kalo kamu berubah jadi wujud kucing lagi" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Iya baiklah!! Cari tempat makan mungkin ya. Aku merasa lapar lagi" ujar Widodari sambil memegangi perut nya yang keroncongan.
" Baiklah sayang!! Aku akan cari kedai makanan terdekat!!" ujar pangeran Valir sambil menghubungi burung merpati untuk menjemput nya.
__ADS_1
...****************...
Tak lama kemudian burung merpati datang. Dan pangeran Valir mempunyai kekuatan memperbesar barang yang di inginkan. Termasuk memperbesar daun untuk alas atas saat berkendara di waktu hujan agar tidak basah kuyup kembali.
" Bagaimana kalo kita makan yang berkuah?! Seperti mie atau apa nih?!" tanya pangeran Valir menawarkan makanan kepada Widodari.
" Iya boleh juga tuh. Ide yang bagus. Aku pengen mie instan pake telor,cabe dan bakso juga. hahaha.. pokoknya paket komplit. boleh kan?!" ujar Widodari cengar-cengir.
" Iya boleh dong sayang!! Apa sih yang enggak buat kamu?! Jangankan mie instan. Barbeque aja aku akan belikan untuk kamu. Karena kamu sudah aku jadikan belahan jiwa aku" ujar pangeran Valir sambil tersenyum.
" Hemmmmm.. terimakasih mas sayang!! Aku merasa senang tapi merasa masih kedinginan " ujar Widodari dengan wajah pucat dan bibir keunguan karena kehujanan dan basah kuyup.
" Sini mendekat padaku!! Akan aku peluk tubuh kamu hingga tubuh kamu menghangat kembali menjadi normal. Maafkan aku ya gak bisa memahami ucapan kamu ketika kamu berubah menjadi kucing" ujar pangeran Valir merasa bersalah.
" Iya aku mau di peluk kamu. Tubuh kamu sangat hangat. Apalagi bibir kamu yang lembut seperti es krim. Rasanya bikin aku ketagihan " ujar Widodari keceplosan.
" Ya sangat hangat sekali. Seolah kamu itu seperti kangguru yang memberikan kehangatan buat aku masuk ke kantong tubuh kamu" ujar Widodari menjelaskan.
...****************...
Dan terjadi lagi di antara pangeran valir juga Widodari. Mereka berciuman dengan sangat mesra saat menuju kedai makanan. Usai widodari berciuman dengan pangeran Valir. Lalu suhu tubuhnya yang tadi dingin berubah menjadi normal kembali.
" Ih mas sayang!! Lihat tubuh dan wajah aku sudah berubah menjadi seperti semula. Sudah tak merasa dingin lagi" ujar Widodari memberitahu pangeran Valir.
" Ih iya beneran kamu kembali normal lagi suhu tubuhnya. Nah sekarang aku harus mengingat kejadian hari ini. Kalo kamu berubah menjadi kucing. Dan ingin kembali ke wujud manusia harus keringkan tubuh kamu dan mencium kamu agar menjadi manusia dengan suhu normal" ujar berargumen.
__ADS_1
" Ya betul mas sayang!! Terimakasih untuk perhatian dan kasih sayang nya" ujar Widodari mencium pipinya pangeran Valir.
" Ya sama-sama sayang" jawab pangeran Valir sambil mencium bibirnya Widodari. membalas ciuman nya Widodari.
" Aku sayang kamu mas sayang!! Tolong tetap terus menjaga dan melindungi aku ya" ujar Widodari memeluk erat tubuh nya pangeran Valir.
" Aku juga sayang dan cinta kamu. Aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu terus" ujar pangeran Valir sambil mencium lagi bibir tipis manisnya Widodari.
...****************...
Sesampainya di kedai makanan. Pangeran Valir dan Widodari memesan mie instan dan susu coklat hangat untuk di nikmati di kala hujan deras masih turun. Sambil menunggu pesanan mereka di masak. Akhirnya mereka pun mengobrol santai sambil menikmati susu coklat hangat.
" Kamu tahu gak?! Dulu aku pernah suka sama wanita yang jadi cinta pertama aku. Tapi sayangnya wanita tersebut tidak suka sama aku. Jadi aku hanya cinta bertepuk sebelah tangan" ujar pangeran Valir bercerita.
" Owh jadi kalian pernah pacaran begitu ya?! Atau gimana sih?! hehehe.. " ujar Widodari sambil menikmati susu coklat hangat nya.
" Kami belum pernah pacaran. Jangankan pacaran. Aku aja belum pernah menyatakan cinta sama dia. Jadi aku merasa menyerah dan mundur. Soalnya takut perasaan aku di tolak oleh dia. Makanya sekarang aku sudah bertemu dengan kamu dan menerima cintaku. Aku merasa sangat bahagia sekali" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Owh jadi ceritanya kamu baru suka doang ya. Kenapa gak kamu ungkapkan saja?! siapa tahu dia juga suka sama kamu?!" ujar Widodari berkomentar.
" Ada terbesit ingin menyatakan perasaan cinta aku sama dia. Tapi ternyata dia seperti suka dengan pria lain. Bukan aku. Jadi aku memilih menyerah dan mundur perlahan. Agar aku tak merasa sakit hati. Aku memilih kamu soalnya wajah kamu mirip dia. Tapi sifatnya masih jauh lebih kamu daripada dia" ujar pangeran Valir memuji Widodari.
" Ah parah banget!! Kamu mas sayang bilang bahwa wajah aku mirip dia. Berarti wajah aku pasaran dong. Kalo sifat mah dari dulu aku terkenal baik hati dan tidak sombong " ujar Widodari membanggakan diri nya sendiri.
" Hahaha.. iya aku percaya dengan ucapan kamu" ujar pangeran Valir sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
...****************...
Akhirnya pesenan mereka di antarkan pelayanan dan menikmati mie instan dengan sesuai pesanan mereka.