
...****************...
Mendengar ucapan Widodari dan pangeran Valir menasehati ibu Lylia dan ibunya pangeran Valir membuat mereka sadar bahwa sikap mereka salah dan kekanak-kanakan.
" Intinya aku dan lylia sepakat. Jika kalian masih saling membenci dan bertengkar. Maka kami takkan perduli dengan kalian" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Yah jangan begitu dong. Iya ibu janji takkan membuat masalah lagi deh lylia dan pangeran Valir. Tolong maafkan kami" ujar ibunya lylia merasa bersalah.
" Aku pengen liat kalian berdamai dan berpelukan. Agar kami percaya bahwa kalian beneran tulus ingin berdamai bukan kepalsuan" ujar Widodari berkomentar.
" Lah aku mah Ogah melakukan nya duluan. Karena yang memulai pertengkaran ini adalah dia bukan aku." ujar ibu tirinya pangeran Valir dengan ketus.
" Maafin aku ya vexana sang penyihir jahat. Aku begini karena kamu berbuat semena-mena sama anak ku Lylia. Ibu di dunia pun juga akan marah jika anaknya di perlakukan kurang baik sama orang lain" ujar ibunya lylia berargumen.
" Aku bukan bersikap semena-mena. Tapi lebih bersikap tegas. Takut aja sama seseorang yang gak tahu identitas. Lupa ingatan dan bersikap mencurigakan. Ya wajarlah aku bersikap keras kepada anak kamu" ujar ibu tirinya pangeran Valir.
" Hahaha... ya bersikap tegas dan keras boleh saja. Tapi bukan berarti harus memarahi anakku dan mempermalukan nya di hadapan semua orang dong" ujar ibunya lylia kesal.
"Ya kalo anak kamu bersikap baik dan sopan santun juga gak akan mungkin aku marahi dan permalukan di hadapan banyak orang." ujar ibu tirinya pangeran Valir menjelaskan.
" Kalo emang anak aku salah bisa tegur dengan baik. Bukannya malah marahin dan permalukan dia depan orang banyak. Bisa bikin mentalnya ngedown" ujar ibunya lylia membela Widodari.
" Anak kalo salah gak di kasih tahu yang ada nanti mangkak alias jadi tinggi hati( sombong). !!" ujar ibu tirinya pangeran Valir memberitahu.
...****************...
__ADS_1
Akhirnya ibunya lylia dan ibu tiri nya pangeran Valir saling memaafkan dan saling berpelukan dengan kesalahan mereka masing-masing.
" Nah gitu kan enak di lihatnya!! Coba ibu mendengarkan ucapan aku!! Pasti gak akan bertengkar" ujar Widodari memberitahu.
" Hehehe.. iya maafkan ibu ya sayang!! Maafkan ibu yang gak mendengar ucapan dan saran kamu" ujar ibunya lylia merasa bersalah.
" Ibu juga mulai sekarang gak boleh memarahi Lylia atau mempermalukan Lylia. Karena lylia itu bakal jadi calon istri dan calon mantu ibu juga" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Ya ibu berjanji takkan memarahi Lylia dan mempermalukan nya. Tapi kalo lylia berulah bikin masalah dan bersikap tak sopan. Maka ibu juga pasti akan menegur nya" ujar ibu tirinya pangeran Valir memberitahu.
" Iya aku mau minta restu sama kalian. Bahwa aku dan pangeran Valir mempunyai niat untuk menikah dalam waktu dekat ini. Jadi tolong berikan restu. Agar dalam mempersiapkan acara pernikahan di berikan kelancaran" ujar Widodari memberitahu.
" Doa restu ibu selalu untuk kamu lylia. Semoga pangeran Valir menjadi jodoh kamu yang terbaik " ujar ibunya lylia mendoakan yang terbaik.
" Kalo untuk saat ini ibu belum berikan restu untuk lylia. Karena ibu belum terlalu kenal ya. Bagaimana jika dalam mempersiapkan acara pernikahan. Kan ada waktu untuk saling mengenal" ujar ibu tirinya pangeran Valir menjelaskan.
...****************...
Setelah berbaikan. Mereka pun mengobrol santai di halaman belakang istana. Sedangkan Widodari dan pangeran Valir merasa senang karena bisa temu kangen. Karena belum terbiasa menjalani hubungan percintaan jarak jauh.
" Jujur sayang!! Tadinya hari ini aku mau ke istana raja Zeus. Buat bertemu dengan kamu. Eh pucuk di cinta. Ulam pun tiba. Yang aku rindu datang juga ke istana aku. Jujur aku merasa sangat bahagia saat tahu kamu datang dengan ibunya lylia" ujar pangeran Valir memberitahu.
" Hehehe.. tapi aku malu tahu. Kesini malah bikin ribut dan masalah. Di perjalanan aku sudah memberikan nasihat dan saran kepada ibunya lylia. Tapi gak mau mendengarkan" ujar Widodari berkomentar.
" Aku sih gak perduli dengan hal itu. Yang penting aku dan kamu bisa bertemu hari ini. Meskipun ada pertengkaran dan hujan badai pun sungguh aku tak perduli akan hal itu. Yang penting aku bisa melihat kamu dan mengobrol dengan kamu" ujar pangeran Valir sambil mencium punggung tangannya Widodari.
__ADS_1
" Hehehe.. bisa aja sih kamu mas sayang. Itu lihat deh ibu kita berdua sedang mengakrabkan diri usai bertengkar. Kalo terlihat akur begitu kan enak di lihatnya" ujar Widodari memberitahu.
" Kalo sudah menentukan tanggal pernikahan. Aku mau mengenalkan kamu sama sahabat aku. Biar aku bisa pamerkan sama mereka bahwa aku bukan jomblo ngenes. Tapi aku akan segera menikah dengan memberikan undangan pernikahan kita" ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Sahabat kamu?! Siapa?! Kok aku baru dengar ya?!" ujar Widodari bingung.
" Ya aku belum pernah cerita sama kamu soal sahabat aku. Soalnya menurut aku hal itu terlalu sensitif. Kalo sekarang udah gak sensitif. Soalnya kan sebentar lagi kita akan menikah. Jadi kamu harus tahu siapa aku dan siapa yang dekat sama aku" ujar pangeran Valir berkomentar.
...****************...
Widodari berusaha untuk menyenangkan hati nya pangeran Valir. Karena Widodari berhutang Budi sama pangeran valir karena telah menyelamatkan nyawa nya. Kalo tanpa perintah dari pangeran valir belum tentu nyawanya Widodari terselamatkan.
" Terimakasih ya mas sayang. Sudah berikan cinta dan kasih sayang penuh buat aku selama ini. Selama kita kenal dan dekat seperti ini. Aku akan tetap jaga cinta kita selalu" ujar Widodari sambil tersenyum.
" Iya sama-sama Widodari sayang. Tapi kalo aku perhatikan mata kamu bagaikan pelangi ya. Selalu berikan warna dalam hidup aku. Terimakasih sudah mewarnai hidup aku yang kelabu ini " ujar pangeran Valir sambil mencium kening nya Widodari.
" Masa sih?! Perasaan mata aku berwarna coklat deh bukan pelangi deh. Hehehe.. " ujar Widodari meledek pangeran Valir.
" Beneran sayang. Kamu itu bagaikan bidadari yang turun dari pelangi yang di takdirkan untuk aku menjalani kehidupan masa depan berumah tangga sama kamu. Dan aku siap menemani kamu dalam susah dan senang. Dalam sakit dan sehat" ujar pangeran Valir sambil tersenyum.
"Terimakasih atas pujiannya sayang. Aku sungguh terharu dan senang dengan pujian yang kamu berikan. Selalu memberikan aku semangat dan kekuatan " ujar Widodari memberitahu.
" Iya sayang. Janji ya kita harus selalu bersama ya" ujar pangeran Valir merasa senang.
...****************...
__ADS_1
Saat ibunya lylia dan ibu tiri nya pangeran Valir melihat keakraban Widodari dan pangeran Valir. Membuat mereka sadar bahwa Widodari dan pangeran Valir merupakan pasangan yang saling mencintai.