Widodari

Widodari
bab 16. Kena Mental


__ADS_3

...****************...


Tuan Putri Lylia emang paling hebat membalas ucapan Odet yang selalu jadi saingan nya selama ini. Tapi tuan Putri selalu menang dalam segala hal. Makanya Odet merasa tersaingi dan membenci tuan Putri Lylia.


" Hemmmmm.. jangan sesekali ganggu orang yang pendiam. Karena sekalinya kamu bikin marah. Maka kamu akan kena mental!! Jangan karena kamu cantik dan bahkan punya uang bisa melakukan apapun yang kamu mau!! Aku juga punya harga diri!! Ingat kalo mau jadi rival sama aku!! Kudu belajar lagi ya!! Biar kekuatan kamu sama kaya aku" ujar tuan Putri Lylia berargumen.


" Hahaha.. kamu pikir bisa mengalahkan aku Lylia!! Jangan sombong deh!! Kamu dan aku tak setara!! Aku jauh lebih baik daripada kamu!! Dan kamu bukan apa-apa buat aku!! Jadi kita gak selevel!! Kamu level nya sama rakyat biasa!! Soalnya kehebatan kamu bisa mengerti rakyat biasa bukan kalangan keluarga kerajaan!!" ujar Odet sambil menunjuk jarinya kepada tuan Putri Lylia.


" Wakakakak.. mana ada ya tuan putri kerajaan yang gak punya kebisaan kaya kamu!! Hanya bisa menunjuk dan menghina orang adalah kehebatan kamu!! buktinya les melukis ini kamu ikut hanya ingin dapat sertifikat bahwa kamu bisa melukis ya?! Ntar kalo di suruh melukis kamu menyuruh orang untuk jadi apa yang kamu inginkan dengan membayar pakai uang orangtua kamu kan?! Hahaha.. udah ketebak banget sih!!" ujar tuan putri lylia sambil tertawa terbahak-bahak.


" Lah iya dong aku bangga dengan uang dari orangtua aku!! Kamu kan orangtuaku jauh lebih kaya daripada kamu!! Jadi kita memang berbeda dan gak selevel!!" ujar Odet yang tak mau di samakan oleh tuan Putri Lylia.


" Wakakakak.. mendingan aku lah. Aku mau duit aja kerja!! Kalo kamu mah ungkang-ungkang kaki ya!! Sukanya shopping dan ke tempat nongkrong minum sama pria yang ga jelas!! Bagaimana kalo pangeran valir tahu kamu begini?! Yang ada kamu di blacklist dari calon istrinya" ujar tuan Putri Lylia berkomentar.


" Hahaha.. pangeran Valir gak akan pernah tahu hal itu. Karena gak akan ada yang berani melaporkan itu!! Jadi aku mah tenang aja!!" ujar Odet sambil tertawa terbahak-bahak.


" Ya mungkin rakyat kamu gak ada yang berani melaporkan. Tapi kalo aku mah berani aja!! Soalnya aku kan dekat sama pangeran valir!! Jadi aku bisa dong ngelaporin semua perbuatan jahat kamu Odet!!" ujar tuan Putri Lylia meledek Odet.


" Ah aku mah gak percaya!! Kamu kan kuper( kurang pergaulan). mana ada yang mau temenan sama kamu!! hahahaha..." ujar Odet meremehkan tuan putri lylia.


" Ya udah kalo gak percaya. Besok aku kasih bukti kalo aku dan pangeran Valir dekat" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.

__ADS_1


" Oke!! Kamu berikan bukti dulu!! Kalo kamu beneran dekat sama pangeran valir!! Aku siap jadi temen kamu" ujar Odet berjanji.


" Tapi aku gak mau jadi temen kamu. Kita hanya partner saja ya" ujar tuan Putri Lylia menjelaskan.


...****************...


Setelah tuan putri lylia selesai berdiskusi dengan Odet. Tuan putri lylia pun pergi menuju istana untuk bersiap paling baju prepare traveling besok selama satu Minggu. Sesampainya di istana. Ayah dan ibu ratu tak ada di rumah. Sedang berada di istana nya pangeran Valir.


" Kok tumben ya sepi banget ya?! Pada kemana ya?!" tanya tuan putri lylia kepada pelayannya.


" Ayah dan ibu ratu dengan pergi ke kerajaan negeri Langit. Katanya ada hal penting" jawab pelayan istana tuan Putri Lylia.


" Owh begitu. Bakalan lama gak?! Nginep atau pulang ya?!" tanya tuan putri lylia makin penasaran .


" Oh ya udah. Aku mau ke kamar sekalian mau paling baju. Kalo ayah dan ibu ratu tanya. Aku di kamar ya" ujar tuan Putri Lylia sambil melangkah menuju kamar tidur nya.


" Ya siap tuan Putri Lylia " jawab pelayan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


...****************...


Sesampainya di kamar tidur. Tuan Putri langsung mandi terus ganti baju dan mulai packing baju untuk persiapan traveling besok. Saat selesai packing semua baju dan kebutuhan. Tiba-tiba pintu kamar tidur nya di ketuk dari luar. Dan ternyata ibu ratu datang menemui Tuan Putri Lylia.

__ADS_1


" Kamu lagi apa lylia sayang?!" ujar ibu ratu sambil menghampiri tuan Putri Lylia.


" Eh ibu ratu. Baru balik ya?! Habis darimana?!" tanya tuan Putri Lylia pura pura tidak tahu.


" Iya ibu dan ayah baru balik dari kerajaan langit. Nengokin ayahnya pangeran Valir yang sedang sakit. Kamu sudah selesai packing?! Kamu beneran besok mau traveling selama seminggu?!" ujar ibu ratu sambil memeluk erat tubuh nya tuan Putri Lylia.


" Owh. Ayahnya pangeran Valir sakit apa ya?! Ya dong. Aku jadi traveling selama seminggu. Lagian ngapain gak jadi pergi kalo aku sudah packing baju. Kenapa?! Ibu ratu merasa khawatir dan sedih sama aku?!" ujar tuan putri lylia yang membalas senyuman kepada ibu ratu.


" Pending aja ya pergi nya. Jangan besok. Ibu akan merasa kesepian tanpa kamu loh. Apalagi kamu pergi selama satu Minggu. Bukan waktu yang singkat. Juga bukan waktu yang lama. Tapi buat ibu satu Minggu rasanya kaya sewindu" ujar ibu ratu menjelaskan.


" Yah ibu ratu masa tega sama aku sih?! Aku sudah melakukan keinginan ayah dan ibu ratu untuk mengobrol dan dekat dengan pangeran Thamus. Sekarang giliran aku dong yang ingin menikmati waktu aku untuk bersenang-senang. Aku ingin bersenang-senang sebelum melepas lajang dengan pangeran Thamus " ujar tuan putri lylia menjelaskan.


" Kamu anak ibu satu-satunya. Kamu anak semata wayangnya ayah dan ibu. Jadi wajarlah kalo ayah dan ibu merasa khawatir. Kamu akan tahu apa yang kami rasakan jika kamu nanti jadi orangtua" ujar ibu ratu berargumen.


" Tapi ayah dan ibu ratu pernah gak ngerasain di posisi aku. Yang terkurung di istana. Gak boleh main kemanapun. Gak bisa bergaul apalagi bersosialisasi. Hanya bermain-main dengan hewan peliharaan yang gak bisa di ajak mengobrol. Sampai semua orang bilang aku gak waras" ujar tuan Putri Lylia mengeluh.


" Maafkan ayah dan ibu ya sayang. Semua ini kami lakukan agar kamu tidak seperti putri kerajaan lain yang mengalami pergaulan bebas. Kami ingin kamu jadi anak yang baik dan penurut." ujar ibu ratu menangis.


" Iya aku sekarang jadi kurang pergaulan. Aku jadi anak baik dan penurut buat ayah dan ibu ratu. Tapi aku serasa kesepian karena tidak mempunyai teman" ujar lylia bersedih.


...****************...

__ADS_1


Tangis tuan Putri Lylia dan ibu ratu pecah. Tatkala mereka mengungkapkan semua keresahan dalam hatinya. Saling berbagi keresahan dalam hatinya yang berakhir dengan tangisan penuh pilu.


__ADS_2