Widodari

Widodari
bab 50. Mendapat secercah harapan


__ADS_3

...****************...


Setelah mendapatkan saksi dan informasi. Akhirnya pasukan khusus raja Zeus kembali ke istana untuk memberikan laporan kepada raja Zeus. Agar bisa menemukan tuan Putri Lylia. Dan bisa di garis bawahi bahwa tuan putri lylia dan pak kunang-kunang telah di jebak oleh pangeran Thamus. Sesampainya di istana...


" Tadi saya habis berkeliling dan mencari informasi dari negeri kerajaan Awan. Dan ternyata memang benar tuan Putri Lylia dan pak kunang-kunang singgah disana." ujar pasukan khusus raja Zeus memberitahu.


" Alhamdulillah kalo lylia pernah singgah di daerah tempat tinggal nya pangeran Thamus. Terus ceritakan apalagi informasi yang kamu dapatkan?!" ujar raja penasaran.


" Iya ternyata pangeran Thamus sudah memantau tuan Putri Lylia saat singgah di sebuah kedai makan. Lalu pangeran Thamus menyuruh pelayan tersebut untuk memasukan cairan. Yang di katakan pangeran Thamus bahwa itu vitamin. Tapi kenyataannya itu obat tidur" ujar orang kepercayaan raja menjelaskan.


" Apa?! Lylia di beri obat tidur sama pangeran Thamus?! Kurang ajar sekali!! Gak punya perasaan dan gak punya hati banget!!" ujar raja Zeus sangat marah.


" Iya aku yang mendengar hal tersebut juga marah. Apalagi katanya pangeran Thamus melakukan hal tersebut dengan menyuruh pelayan memasukan cairan obat tidur untuk balas dendam terhadap tuan Putri Lylia. Kalo sudah tertidur akan di bawa ke tempat yang sepi dan gelap untuk di lecehkan " ujar orang kepercayaan raja Zeus menjelaskan.


" Wah pangeran Thamus ngajak ribut nih!! Enak aja dia pengen melecehkan anak aku!! Sudah jelas dia yang bikin masalah dengan lylia. Malah Lylia harus menanggung nya!! Terus Lylia sudah ketemu belum?!" ujar raja makin geram.


" Tapi kata warga yang melihat kejadian katanya pangeran Thamus mengalami cacat di tangan dan kakinya karena di gigit monster. Kalo kondisi tuan Putri Lylia dan pak kunang-kunang masih dalam pencarian " ujar orang kepercayaan raja menjelaskan.


" Wah sia-sia dong kamu sudah jauh kesana tapi belum ada hasilnya " ujar raja Zeus kesal.


...****************...

__ADS_1


Entah udah berapa kali raja Zeus menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan tuan Putri Lylia. Namun hanya kabar burung saja. Tak nampak batang hidungnya nya tuan Putri Lylia yang membuat raja Zeus makin pusing mengenai kabar tuan Putri Lylia. Tapi di istana nya pangeran Valir. Widodari di perlakukan sebagai asisten pelayan di istana. Ini hari pertama Widodari melakukan tugas dari pangeran valir.


" Ya Allah begini amat ya kalo hidup numpang di istana. Sangat menyedihkan" ujar Widodari sambil mengelap seluruh tubuhnya ayahnya pangeran Valir .


" Hemmmmm.. maksudnya apa kamu ngomong begitu?! Gak suka dengan tugas yang di berikan oleh pangeran Valir?! Atau tugasnya terlalu dikit ya?!" celetuk ibunya pangeran Valir yang mendengar curhatan Widodari.


" Hehehe.. bukan begitu ibu ratu yang cantik. Aku gak ngedumel. Tapi aku merasa sedih dan kasihan dengan raja yang kini terbaring lemah di kasur" ujar Widodari mencari alasan.


" Ya aku pikir kamu ngedumel karena di berikan tugas dari pangeran valir. Makanya nanti akan aku sampaikan agar pekerjaan kamu di tambahkan" ujar ibunya pangeran Valir meledek widodari.


" Yah jangan begitu dong ibu ratu cantik. Kerjaan begini aja menurut aku sudah besar dan membosankan. Kecuali raja mengajak aku berbicara mungkin agak mendingan lah ada temen ngobrol nya" ujar Widodari memberitahu.


" Hehehe.. kalo aku malah kebalik. Aku malah bersemangat jika ada temen ngobrol nya tahu ibu ratu" ujar Widodari sambil cengar-cengir.


" Udah ah aku mau pergi. Mau bisnis dengan raja yang lain. Kalo aku ngobrol sama kamu yang ada aku jadi aneh. Soalnya kamu seringkali berbicara sendiri " ujar ibunya pangeran Valir sambil tertawa terbahak-bahak.


...****************...


Lalu ibunya pangeran Valir pergi meninggalkan ruangan tidur raja ( suaminya). Yang bikin Widodari aneh yaitu bukannya pangeran Valir yang sibuk menggantikan ayah nya. Tapi malah ibunya yang berambisi. Setelah melakukan tugas yang di berikan oleh pangeran Valir. Lanjut Widodari makan di ruangan tempat tidur sang raja untuk menemani nya. Lalu tiba-tiba datanglah...


" Hei,orang aneh!! Ngapain kamu makan di ruangan tempat tidur ayahku?! Nanti ruangan ini jadi bau makanan" teriak pangeran Valir seakan mencari masalah dengan Widodari.

__ADS_1


" Ya ampun pangeran Valir!! Aku janji gak akan melakukan kesalahan lagi. Cuma tolong toleransi hari ini saja!! Soalnya aku sangat lapar sekali. Masa aku pindah tempat buat makan sih?! Yang ada nanti raja gak ada yang menemani. Kata pangeran Valir katanya aku harus merawat dan menjaganya" ujar Widodari menjelaskan.


" Hemmmmm.. iya juga sih. Tapi kan aku gak bilang buat makan disini . Kalo ibuku tahu . Nanti kamu bisa di usir dari istana loh. Kamu bakalan jadi gelandangan lagi loh. " ujar Pangeran Valir meledek widodari.


" Ya ampun pangeran Valir!! Tolong jangan adukan aku sama ibu ratu!! aku takut!! Tadi aja aku di omelin sama ibu ratu karena aku ngobrol sendiri katanya aku orang aneh" ujar Widodari menjelaskan.


" Ya emang kenyataan kan kalo kamu itu orang yang aneh!! Yang pernah aku temui selama ini!! Jadi wajarlah juga kalo orang disini bilang kamu aneh soalnya kamu suka ngobrol sendiri kaya orang yang tidak waras" ujar Pangeran Valir tertawa terbahak-bahak.


" Aku kan mengobrol sendiri karena gak ada yang mau dekat sama aku. Jadi wajarlah kalo aku mengobrol sendiri untuk menghibur diriku sendiri. Demi menjaga kewarasan aku. Terlebih lagi aku tak ingat kejadian kecelakaan " ujar Widodari dengan wajahnya yang cemberut.


" Hemmmmm.. emang orang pea kamu Widodari!! Nama nya cantik Widodari!! Arti nama kamu bidadari!! Tapi kelakuan kaya orang aneh!! Udah kamu ganti nama aja ya!! Gimana kalo aku kasih nama Oneng aja. Kan bagus tuh" ujar Pangeran Valir cengar-cengir.


" Lah parah banget aku di kasih nama oneng. Kan aku gak oon. Aku mengerti semua ucapan dan tugas dari pangeran valir. Hanya aja aku suka berbicara sendiri soalnya aku ingin menghibur diriku yang masih lupa ingatan" ujar Widodari bercerita.


" Ah itu mah alasan lama aja kamu bilang menghibur diri kamu sendiri!! Padahal emang seperti nya kamu orang dalam gangguan jiwa!! Mungkin karena kamu setiap hari terbiasa hidup sebagai gelandangan" ujar pangeran Valir berargumen.


" Aku bukan orang dalam gangguan jiwa. Hanya aku mencoba untuk mengingat kembali ingatan yang telah hilang dalam memori di kepala aku" ujar Widodari menahan amarahnya.


...****************...


Entah kenapa pangeran Valir menjadi suka meledek widodari di istana. Seakan seperti membuly Widodari. Mungkin karena pangeran Valir gak punya teman terdekat selama ini.

__ADS_1


__ADS_2