
...****************...
Semenjak pangeran Valir dan Widodari menjalin hubungan percintaan. Mereka tak jaim pamer kemesraan. Agar semua orang tahu bahwa mereka pasangan saling mencintai. Lalu Widodari dan ibunya lylia pamit pulang ke istana mereka.
" Hari sudah mau malam. Aku dan ibuku pamit pulang ya mas sayang. Next time( waktu berikutnya) aku tunggu kamu Maen ke istana ya. Aku pamit pulang ya ibu ratu" ujar Widodari berpamitan.
" Iya kamu hati-hati di jalan. Eh kamu pulang naik apa?!" tanya pangeran Valir penasaran.
" Aku naik kunang-kunang kok. Cukup kok buat aku, bunny dan ibuku" ujar Widodari menjelaskan.
" Apa?! Kamu naik kunang-kunang yang sudah tua itu?! Yakin gak kenapa kenapa di jalan?!" tanya ibu tirinya pangeran Valir yang terkejut mendengar ucapan nya Widodari.
" Hehehe.. aku sudah terbiasa terbang bersama pak kunang-kunang. Jadi aku takkan merasa cemas dan khawatir. Soalnya pak kunang-kunang selalu membuat aman dan nyaman" ujar Widodari bercerita.
" Mau aku antarkan ke istana?! Bisa naik burung merpati dan kuda terbang?!' ujar pangeran Valir menawarkan tumpangan.
" Enggak usah repot-repot mas sayang. Aku gak mau merepotkan kamu. Lagian juga aku ingin jalan-jalan bersama ibuku juga bunny. Apalagi kamu jarang berjalan jalan bersama" ujar Widodari memberitahu.
" Owh begitu. Kalo begitu. Ya udah hati-hati di jalan" ujar pangeran Valir sambil.
...****************...
Cinta yang di rasakan Widodari dengan pangeran Valir itu aneh. Tahu kenapa?! Kebanyakan orang merasakan cinta dari mata turun ke hati. Lain hal dengan cara sederhana Widodari dan pangeran Valir menjelaskan cinta mereka dari hati naik ke mata. Sesampainya di istana raja Zeus. Ibunya lylia tak berkata apapun. Lanjut Widodari ke kamar tidur nya. Auto langsung rebahan. Karena merasa lelah sekali perjalan menuju istana pangeran Valir.
" Tumben banget nih tuan Putri Lylia terlihat sangat lelah sekali. " celetuk Bunny mengoceh.
" Hehehe.. iya perjalanan menuju istana pangeran Valir sangat jauh sekali juga ya dari istana ini. Jarak tempuh nya jauh juga ya" ujar Widodari sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
" Oh usai mengantarkan kita pulang. Tadi pak kunang-kunang pamit sama aku langsung ke rumah nya. Katanya kangen anak dan istrinya" ujar bunny memberitahu.
__ADS_1
" Owh rumahnya pak kunang-kunang dekat dari istana ya?!" tanya Widodari penasaran.
" Wah aku kurang tahu deh. soalnya pak kunang-kunang gak pernah cerita soal dimana alamat rumahnya. Bukannya tuan Putri Lylia lebih tahu informasi tersebut " ujar bunny berkomentar.
" Wah aku juga kurang tahu bunny. Soalnya juga pak kunang-kunang gak pernah ngasih tahu alamat rumahnya. Hanya bilang dekat dengan istana " ujar Widodari berbohong karena masih lupa ingatan.
" Oh ya. Tadi kalo aku gak salah menguping. Seperti ibu ratu sedang bekerjasama dengan ibunya pangeran Valir. Kalo aku gak salah denger. Mereka sedang barter sesuatu deh. Seperti hal yang penting begitu" ujar bunny menjelaskan.
" Soal apa ya itu?! apa soal pernikahan aku dengan pangeran Valir?!" tanya Widodari penasaran.
" Iya betul. Malah lebih penting dari itu juga. Seperti hal yang ingin mereka barter dengan pernikahan tuan Putri Lylia dengan pangeran Valir " ujar bunny berargumen.
" Haduh,jangan bilang bahwa mereka belum berdamai. Hanya ingin bernegosiasi?! Apa jangan jangan ibuku melakukan sesuatu agar aku di berikan restu sama ibunya pangeran Valir?!"tanya Widodari penasaran.
" Seperti nya begitu. Makanya kita kudu hati-hati sama ibu tirinya pangeran Valir. Jangan sampai ibu ratu tertipu dengan mulut manis dan sikap nya ibu tirinya pangeran Valir " ujar bunny memberitahu.
" Terus apa yang harus kita lakukan?! Agar kita bisa menyelesaikan masalah mereka?!" ujar Widodari bingung.
...****************...
Rasa capek di tubuh nya Widodari seakan hilang. Ketika bunny menceritakan hal sesuatu yang buruk akan terjadi mengenai pernikahan nya.
" Aku siap pertaruhan pernikahan aku dengan pangeran Valir. Agar tak ada korban jiwa" ujar Widodari memberitahu.
" Seriusan nih tuan putri lylia?! Kamu yakin dengan keputusan itu?! " ujar bunny penasaran.
" Ya aku yakin dengan hal itu. Apa kita harus rahasiakan juga terhadap pangeran Valir?! Agar pangeran Valir tak usah ikuta campur?!" ujar Widodari berkomentar.
" Hemmmmm.. galau ya. Satu sisi ingin merahasiakan hal dari pangeran valir. Tapi kalo di rahasiakan pasti akan kebongkar juga. Takutnya kalo ke bongkar pangeran Valir akan tahu kebenarannya malah jadi kecewa sama tuan Putri Lylia " ujar bunny berkomentar.
__ADS_1
" Yah makin galau deh aku buat ambil keputusan ini. Gimana kalo besok tanya tanggapan dari pak kunang-kunang?! Biasanya keputusan pak kunang-kunang selalu benar dan terbaik " ujar Widodari menjelaskan.
" Wah ide yang bagus juga. Ya udah sambil menunggu besok pak kunang-kunang datang ke istana. Lebih baik kita juga berpikir soal keputusan dan tindakan yang akan di ambil" ujar bunny memberitahu.
" Ya sudahlah kalo begitu. Aku mau istirahat. Karena aku sangat lelah sekali perjalanan sangat jauh sekali " ujar Widodari langsung pules istirahat nya.
" Ya tuan putri lylia. Selamat malam. Dan selamat tidur yang nyenyak " ujar bunny yang tidur di samping Widodari.
...****************...
Dan ternyata ibu tirinya pangeran Valir memberitahu pangeran Thamus bahwa tuan Putri Lylia sudah kembali ke istana. Dan sudah di temukan. Membuat pangeran Thamus makin kesal. Apalagi ibu tirinya bilang bahwa tuan Putri Lylia dan pangeran Valir akan segera menikah secepatnya. Ibu tirinya pangeran Valir menghubungi pangeran Thamus yang sedang nongkrong di kedai kopi bang kura-kura.
" Ada kabar baik dan kabar buruk nih Thamus?! Kamu mau yang mana dulu?!"ujar ibu tirinya pangeran Valir menyapa pangeran Thamus.
" Kabar yang penting yang utama sih?!" jawab pangeran Thamus santai.
" Oke. Kabar pertama. Tuan Putri Lylia sudah kembali ke istana. Ternyata yang waktu itu Valir temukan di dekat istana kamu adalah tuan Putri Lylia. Bukan Widodari. Karena mengalami kecelakaan sampai membuat nya lupa ingatan" ujar ibu tirinya pangeran Valir bercerita.
" Owh begitu. Terus kabar buruknya apa?!" tanya pangeran Thamus penasaran.
" Kabar buruknya. Dalam waktu dekat tuan Putri Lylia akan menikah dengan pangeran Valir. Bagaimanapun caranya kamu harus membantu aku untuk menggagalkan rencana pernikahan mereka. Kamu kan bilang sangat mencintai lylia " ujar ibu tirinya menjelaskan.
" Hemmmmm.. Iya aku sangat menyukai dan mencintai lylia. Tapi apa enggak apa-apa aku merusak rencana pernikahan mereka?!" ujar pangeran Thamus berkomentar.
" Ya wajarlah kamu ingin merusak rencana pernikahan mereka. Soalnya mereka kan membuat hubungan percintaan kamu dengan Valentina menjadi berpisah. Dan mereka mempermalukan kamu juga" ujar ibu tirinya pangeran Valir berkomentar.
" Baiklah akan aku lakukan sesuai rencana kita. Harus menghancurkan rencana pernikahan mereka" ujar pangeran Thamus mendendam.
...****************...
__ADS_1
Usai menelepon pangeran Thamus. Akhirnya ibu tirinya pangeran Valir bisa membuat rencana agar pernikahan tuan putri lylia dengan pangeran Valir di hancurkan oleh pangeran Thamus.