
...****************...
Percakapan di antara pak kunang-kunang dan Widodari berlangsung sangat menyenangkan. Dan pak kunang-kunang menyuruh Widodari untuk merahasiakan hal ini. Agar yang lain menganggap Widodari manusia yang normal. Bukan manusia aneh.
" Aku harap kita kalo berkomunikasi jangan di depan banyak orang ya nona Widodari. Nanti kamu di anggap orang aneh loh" ujar pak kunang-kunang berkomentar.
" Hehehe.. ya emang dari dulu aku sudah di juluki wanita aneh. Udah jadi hal yang lumrah dan gak asing buat aku mendengar orang beranggapan seperti itu" ujar Widodari berkomentar.
" Ya bapak ngomong begini karena bapak sangat perduli dan perhatian sama mba widodari. Gak pengen kamu di bully oleh banyak orang." ujar pak kunang-kunang memberitahu.
" Ya pak. Aku tahu itu. Karena aku menginap disini baru kali ini ada yang perhatian sama aku. Rasanya luar biasa" ujar Widodari memberi tahu.
" Katanya orang sini kamu lupa ingatan?! Tapi kok bisa tahu nama kamu sendiri?!" tanya pak kunang-kunang penasaran.
" Aku juga gak tahu siapa nama aku. Hanya menebak aja. Soalnya yang dalam ingatan aku hanya kata widodari yang berarti bidadari " ujar Widodari menjelaskan.
" Owh begitu. Jadi kamu masih belum tahu nama asli kamu ya?! Semoga secepatnya ingatan kamu bisa kembali" ujar pak kunang-kunang mendoakan.
" Ya Ammiin. Semoga secepatnya bisa kembali ingatan aku. Tapi bapak juga belum ingat juga kan sama seperti aku" ujar Widodari meledek pak kunang-kunang.
...****************...
Percakapan antara pak kunang-kunang dan Widodari berlangsung sangat santai dan tenang. Seolah seperti widodari sedang bernyanyi sendiri. Tak ada yang akan perduli. Tiba-tiba datanglah pangeran Valir memasuki ruangan kamar tidur nya pak kunang-kunang.
" Ngapain kamu disini Widodari?!" tanya pangeran Valir penasaran.
" Aku kesini hanya ingin menjenguk dan melihat keadaan pak kunang-kunang" ujar Widodari memberi tahu.
" Terus gimana keadaannya?!" tanya pangeran Valir pura-pura tidak tahu.
" Katanya sih sudah membaik dan mendingan. Soalnya tadi perawat bilang seperti itu sama aku" ujar Widodari menjelaskan.
__ADS_1
" Kata perawat kamu belum makan ya?! Kenapa?! Kamu diet?!" ujar pangeran Valir meledek widodari.
" Tidak!! Aku tidak diet. Tadi aku ke dapur dan menanyakan tentang makanan yang sudah di masak apa belum?! Mereka menjawab belum matang. Jadi daripada aku menunggu terlalu lama. Makanya aku berkeliling di istana ini" ujar widodari bercerita.
" Owh begitu. Hari ini aku sengaja bilang ke tukang masak istana untuk memasak makanan terenak hari ini untuk kamu. Soalnya kamu sudah memberitahu siapa nama kamu. " ujar pangeran Valir memberitahu.
" Boleh lah aku makan disini bareng pak kunang-kunang?! Entah kenapa aku merasa bersalah melihat nya terbaring di atas kasur dengan infusan. Aku mau menyuapinya makanan " ujar Widodari membuat permohonan.
" Hemmmmm.. gimana ya?!" ujar pangeran Valir sambil berpikir.
" Tolonglah hanya hari ini saja. Besok aku tidak akan meminta hal seperti ini lagi" ujar Widodari memohon.
" Baiklah. Permintaan kamu di setujui. Aku akan bilang ke pelayan untuk membawa kan dua makanan. Satu untuk kamu Dan satu lagi buat pak kunang-kunang " ujar pangeran Valir menjelaskan.
...****************...
Terlihat Widodari sangat senang dan bahagia ketika mendengar ucapan dari pangeran valir yang menyetujui permintaan nya untuk makan bersama pak kunang-kunang.
" Terimakasih banyak atas permintaan aku yang sudah di setujui. Suatu saat aku akan balas kebaikan pangeran Valir" ujar Widodari sambil tersenyum.
" Ya ampun maaf kan aku ya pak kunang-kunang sudah membuat kamu terluka" ujar Widodari sambil menggenggam tangan nya pak kunang-kunang.
" Kok kamu malah menggenggam tangan nya pak kunang-kunang sih?! Kan yang menyelamatkan kamu itu aku bukan pak kunang-kunang" ujar pangeran Valir yang mulai cemburu.
" Hehehe.. iya maafkan aku pangeran Valir!! Aku tadi reflek dan gak sengaja melakukan hal itu karena kalo aku gak menindih tubuhnya pak kunang-kunang. Mungkin pak kunang-kunang gak akan mengalami koma selama tiga hari " ujar Widodari merasa bersalah.
" Iya kamu juga harus punya rasa empati kepada orang lain juga. " ujar pangeran Valir mulai kesal dengan ucapan Widodari.
...****************...
Tak lama kemudian datanglah pelayan istana membawakan dua porsi makanan untuk Widodari dan pak kunang-kunang. Widodari menyuapi pak kunang-kunang. Dan pak kunang-kunang makan dengan sangat lahap. Membuat pangeran Valir juga makin cemburu.
__ADS_1
" Pangeran kenapa mukanya cemberut begitu?! Pangeran gak punya temen ya?!" ujar Widodari meledek pangeran Valir.
" Enak aja kamu!! Bilang bahwa aku gak punya teman!! Aku mah punya temen banyak. Bahkan lebih banyak daripada kamu" ujar pangeran Valir membandingkan.
" Ya aku tahu bahwa pangeran Valir sangat hebat. Pasti banyak temennya. Beda sama aku yang gak punya temen. Sudah beberapa hari ini gak ada yang mau berteman sama aku" ujar Widodari bersedih.
" Lah kok jadi cemberut begitu sih Widodari?! Bapak mau kok jadi temen kamu" ujar pak kunang-kunang berkomentar.
" Seriusan?! Mau jadi temen aku?! " ujar Widodari merasa senang.
" Ih pea!! Siapa yang bilang mau jadi temen kamu?! Kalo aku sih ogah banget temenan sama kamu. Soalnya kamu kan orang yang aneh. Suka ngobrol sendiri. Udah gitu tingkah laku kamu juga aneh. " ujar pangeran Valir menjelaskan.
" Emang ada larangan nya ya?! Orang seperti aku gak boleh punya temen?! Meskipun aku ini aneh " ujar Widodari cemberut.
" Ya enggak ada larangannya sih" ujar pangeran Valir merasa bersalah dengan Widodari yang wajah nya terlihat cemberut.
...****************...
Usai widodari menyuapi pak kunang-kunang dengan makanan yang sudah di siapkan pelayan. Lanjut Widodari melahap makanan yang sangat enak.
" Enak kan masakan makanan hari ini?!" tanya pangeran Valir.
" Iya sangat enak. Aku jadi merasa sedih kalo makan makanan seenak ini" ujar Widodari menangis.
" Lah kok kamu jadi sedih dan menangis'?! Emangnya kenapa?!" tanya Pangeran Valir penasaran.
" Soalnya kali ini pertama aku menikmati makanan seenak ini. Dulu aku gak pernah makan seenak ini seumur hidup aku" ujar Widodari menangis.
" Sudahlah jangan menangis. Nanti kalo kamu menangis makanan nya jadi asin karena air mata kamu bercampur keringat jatuh ke makanan" ujar pangeran Valir meledek widodari.
" Ih pangeran Valir jahat banget. Aku lagi sedih malah di bercandaan" ujar Widodari kesal.
__ADS_1
...****************...
Melihat tingkah laku random Widodari. Jadi mengingatkan pangeran Valir tentang sosok Leo. Pria yang bekerja di istana nya tuan Putri Lylia.