Zora

Zora
CH 20


__ADS_3

Sebulan lebih telah berlalu.


Tidak pernah ada kata santai untuk latihannya itu.


Cukup sulit baginya untuk menguasai semua teknik yang ada.


Tetapi hasil yang dia terima juga sepadan.


Dia berhasil menguasai ke empat teknik yang dia ambil hingga tingkat tertinggi.


Dia juga berhasil menguasai Teknik Formasi dan Sihir, walaupun hanya ditingkat menengah, itu sudah cukup baginya.


Awalnya dia sedikit heran pada dirinya, sebab setiap kali dia melakukan pelatihan dia tidak pernah kehabisan Qi.


Dia juga sudah merasakannya saat dia melatih Kekuatan Elemen, hanya saja dia tidak terlalu memikirkannya.


Hingga akhirnya dia penasaran, dan mencari beberapa buku mengenai Lautan Qi.


Mansion Perpustakaannya itu sangat lengkap.


Kecuali beberapa hal mengenai kasusnya yang terdapat bola aneh diatas Lautan Qi nya dan Kisah tentang 10.000 tahun yang lalu.


Hal-hal mengenai tentang kejadian 5.000 tahun yang lalu semuanya ada, tetapi tidak terlalu detail.


Zora cukup terkejut dengan Dentian Spesial miliknya itu setelah membaca beberapa buku.


Dia bahkan tidak perlu melakukan meditasi untuk berkultuvasi.


Dentian Spesialnya itu dapat menyerap Aura Qi, walaupun dia sedang berjalan atau tidur.


...


Zora sudah cukup puas dengan pencapaian yang dia miliki.


Sudah lama juga dia berada di Ruang Dimensi.


Dia juga memutuskan untuk segera keluar dari Ruang Dimensinya itu untuk berpetualang.


Dia butuh beberapa hal atau benda yang dapat merangsang bola-bola tersebut untuk menghancurkan rantai pengekang yang mengikat itu.


Zora kini tengah berendam, kali ini Qing Yu menyarankan untuk dirinya berendam di Kolam dengan Air berwarna putih salju itu.


Qing Yu juga memberi taunya tentang ketiga nama dari kolam tersebut, sekaligus menjelaskannya.


Kolam pertama yang Zora gunakan adalah Kolam Qīngchú (jernih), air dari kolam itu sendiri merupakan Air Spiritual yang keberadaannya di dunia rendah sangatlah langka.


Kolam kedua, adalah kolam yang tengah dia gunakan untuk berendam, Kolam Xuě (salju) air dari kolam itu sendiri merupakan Air Dewa yang keberadaannya hanya ada di Alam para Dewa.


Dan untuk kolam yang ketiga, adalah Kolam Jīnzi (emas) dengan air dari kolam itu yang merupakan Air Surgawi, yang keberadaanya hanya ada di 11 Tatanan Alam Surgawi.


Ketiga kolam itu memiliki kegunaan yang sama, Merilekskan tubuh, mengencangkan kulit dan mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh juga dapat membantu seseorang dalam penerobosan.

__ADS_1


Tetapi ketiganya juga memiliki kegunaan spesial, untuk Air Spritual dapat digunakan dalam pembuatan Pil, dengan adanya Air Spiritual Pil yang dihasilkan jauh lebih baik dari biasanya levelnya juga meningkat tentunya.


Air Dewa, dapat digunakan untuk menyembuhkan segala jenis penyakit dan luka. Sama persis dengan kegunaan Pil Regenerasi, hanya saja khasiat Air Dewa 5 kali lipat dari Pil Regenerasi.


Air Surgawi, dapat menyembuhkan seseorang dari Racun, berlaku untuk semua jenis racun, entah itu Rancun tingkat rendah atau tingkat tinggi.


Zora keluar dari dari Kolam Xuě.


Tidak hanya kekuatan fisiknya yang meningkat secara signifikan, pertumbuhan pada dirinya juga berubah.


Dengan wajah sempurnanya, tingginya yang kira-kira 162cm, tubuh ramping dengan dadanya yang tidak besar tetapi juga tidak kecil, Auranya yang tegas, dingin juga bermartabat menambah kesan elegan dan keindahan.


Dia mengenakan hanfu yang diberikan oleh Qing Yu padanya.


Hanfu putih dengan corak peras disetiap helai kainnya, sangat kontras dengan kulit putihnya serta rambut peraknya.


"Qing Qing, susah cukup lama aku berada ditempat ini, aku akan keluar dan memulai petualanganku, aku juga sudah merindukan mereka yang ada diluar..."


"Apakah kau akan ikut bersama dengan ku untuk keluar atau tetap berada disini?" Tanya Zora


"Saya tetap disini saja Yang Mulia, tetapi jika Yang Mulia membutuhkan bantuan saya, Yang Mulia Bisa langsung memanggil saya". Ucap Qing Yu tegas.


Zora mengangguk mengerti dengan pilihan Qing Yu.


"Bagaimana denganmu Dai'er?" Tanya Zora kembali namun pertanyaannya tertuju pada Xiao Dai.


"Tentu aku akan mengikuti Rara kemanapun Rara pergi". Ucap Xiao Dai.


Tubuh Xiao Dai tumbuh dengan sangat cepat asupan bergizi yang diberikan Zora membuat kekuatannya juga meningkat, ukuran tubuhnya juga berubah menjadi lebih besar dar tinggi menyamai bahu Zora.


Xiao Dai sendiri dapat mengubah dirinya menjadi manusia sebab kultuvasinya sendiri telah Ranah Immortal tahap 4.


Tetapi dia lebih suka dengan tubuh harimaunya, dengan begitu Zora lebih leluasa mengelusnya.


Xiao Dai merupakan Harimau betina, dia juga sangat manja pada Zora.


"Xiao Dai bisa berubah menjadi manusia, ah.. tidak.. tidak, Xiao Dai akan mengubah tubuh Xiao Dai menjadi kecil saja, dengan begitu Rara bisa dengan mudah membawa Xiao Dai". Ucapnya manja.


Zora hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Xiao Dai.


Tubuhnya saja yang sudah membesar, tetapi tidak dengan tingkahnya.


"Baiklah.. ayo kecilkan tubuhmu, kita akan keluar sekarang". Ucap Zora dan diangguki Xiao Dai sebagai jawabannya.


Zora menggendong Xiao Dai yang sudah mengecil kemudian pamit kepada Qing Yu lalu mereka berdua keluar dari Ruang Dimensi.


***


Mereka berdua sekarang berada pada Gua yang ada dibalik air terjun.


Zora mengalihkan atensinya pada tempat pedang ditancapkan diatas batu.

__ADS_1


Aneh..


Pedang itu tidak ada lagi ditempatnya, tetapi ada sesosok familiar yang dikenalnya sedang bersandar lemah pada batu itu, sambil memegangi perutnya yang terluka.


Dapat dilihat dari banyaknya darah yang sudah mengering pada tubuh sosok itu


Mata Zora memerah, tidak ada kemarahan atau kebencian hanya kekhawatiran.


"Hongling". Gumamnya sambil mendekati tubuh Hongling.


Dengan lemah Hongling membuka matanya pelan, dia tau suara itu, dia sangat kenal, hatinya kini dipenuhi dengan harapan yang mendalam pada sosok itu.


"Zora". Lirihnya pelan.


"Tenanglah dan jangan berbicara dulu, aku akan mengobatimu terlebih dahulu". Ucap Zora cepat.


Jantungnya berdetak cepat, dia benar-benar sangat takut saat ini, ini adalah perasaan yang tidak pernah dia alami sebelumnya.


Hongling adalah orang pertama yang dia temui, menjaganya dengan baik dan memberikannya kehangatan, Hongling adalah sosok keluarga baginya, sosok seorang kakak dan dia tidak ingin kehilangannya.


Dia dengan penuh kehati-hatian memeriksa Hongling.


Hongling tidak memiliki luka dalam, sebab dia sepertinya telah menelan Pil yang pernah dikasih oleh Zora.


Luka tusukan diperut Hongling cukup besar.


Dia menyeritkan keningnya, "Racun...." gumamnya setelah meneliti tubuh Hongling lebih jauh.


Dia dengan segera mengambil Air Dewanya dari Ruang Dimensi, Air Dewa yang dikeluarkannya itu sudah dikemasnya didalam botol kecil beberapa waktu lalu saat masih di Ruang Dimensi.


Dia membuka tutup botol itu lalu memberikan kepada Hongling.


"Minumlah".


Hongling meneguk habis air tersebut.


Tidak butuh waktu lama, semua lukanya kembali sembuh, luka-luka yang cukup besar juga kembali menyatu.


Tubuhnya kembali seperti semula, tidak ada bekas luka yang terlihat.


Belum selesai sampai disitu.


Zora kembali mengibaskan tangannya, kali ini dia mengambil Air Surgawinya untuk diberikannya pada Hongling.


Dia tidak ingin menggunakan pilnya, karna menurutnya khasiatnya tidak sebagus Airnya itu.


Hongling kembali meneguk habis Air yang diberikan Zora padanya.


Sesaat kemudian dia memuntahkan banyak darah hitam pekat, dilihat bagaimana darah hitam pekatnya itu dia sepertinya sudah lama keracunan.


Wajahnya yang pucat berangsur-angsur cerah.

__ADS_1


Zora akhirnya bisa menghela napas lega.


__ADS_2