
Dong Fang dan tiga lainnya telah berlatih dengan sangat keras siang dan malam.
Zora bahkan semakin kejam dan kejam dari hari ke hari.
Hal-hal berlalu dengan cepat. Tidak terasa, mereka telah menghabiskan waktu satu bulan berlatih di tempat ini.
Kekuatan mereka terus tumbuh dan tubuh mereka juga semakin kuat dan kuat.
Dong Fang yang telah menerobos ke Ranah Master Tahap 2 sebulan yang lalu, kini telah maju ke Ranah Master Tahap akhir.
Feng Mei yang berada di Pengembangan Roh Tahap 3 terakhir kali, juga telah maju ke Ranah Master Tahap Awal.
Sedangakan untuk Li Wei dan Wen Xia, keduanya telah sama-sama maju ke Pembentukan Inti Tahap Akhir.
Itu adalah peningkatan yang luar biasa.
Mereka hanya menghabiskan 1 bulan untuk menerobos 3 tahapan sekaligus.
Jika ada orang-orang di luaran sana yang mengetahui hal ini, mereka mungkin akan meragukan hidup mereka sendiri.
Tapi sepertinya, segala sesuatu bagi Hongling tidak sebaik keempat orang tersebut.
Dia telah menghabiskan waktu selama satu bulan penuh berada di dalam Formasi Hitam itu.
Mereka tidak dapat mendengarkan apapun yang terjadi di dalam sana, dan mereka bahkan belum melihat tanda-tanda dari Hongling.
Mereka hanya percaya bahwa Hongling baik-baik saja saat ini.
Setiap kali Zora menghilang dari tempatnya setelah berlatih, mereka akan berpikir bahwa dia pergi untuk melihat kondisi Hongling.
Setiap kali juga, pertanyaan yang sama keluar dari mereka, Zora selalu menjawab bahwa Hongling akan baik-baik saja.
Hanya dia sendiri yang tahu bahwa dia telah membohongi dirinya sediri dan lainnya.
Dia tentu khawatir dengan keadaan Hongling.
Meski wajar bahwa seseorang akan membutuhkan waktu lama dalam pelatihan tertutup, dia masih merasa cemas.
Namun, dia berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengeksposnya.
Dong Fang, Feng Mei dan dua lainnya kini berdiri berhadapan dengan Zora.
Mereka tidak tahu berapa banyak jumlah pertempuran antara mereka dan Zora.
Setelah waktu itu dia pergi dengan meninggalkan kalimat 'Kita akan melanjutkannya besok', mereka tidak menyangkah bahwa dia benar-benar memperlakukan mereka dengan "sangat baik".
Tapi, berkat itu semua, mereka menjadi tumbuh dari waktu ke waktu.
Keempat orang tersebut bergerak dengan cepat ke arah Zora.
Dong Fang, dan Feng Mei bergerak dari arah utara dan selatan, sedangkan Li Wei dan Wem Xia, keduanya bergerak dari arah timur dan barat.
__ADS_1
Pergerakan ke empat orang itu sangat cepat, mereka bahkan meninggalkan bayangan mereka dibelakang.
Saat keempat tangan itu menyerang bersamaan, Zora tersenyum melalui matanya, dengan lembut mendorong kakinya, dan melambung ke udara.
Dong Fang dan lainnya segera melompat mundur. Mengeluarkan senjatanya masing-masing, mereka dengan cepat menyusul Zora ke udara.
Li Wei dan Wen Xia secera bergantian menyerang Zora.
Melihat kedua orang itu telah memberikan peluang kepada mereka, Dong Fang dan Feng Mei segera menciptakan seribu pedang roh dan es.
Seribu pedang roh milik Dong Fang akan di atur untuk menyerang dari atas, sedangkan seribu pedang es milik Feng Mei di atur untuk menyerang dari bawah.
Zora tidak memegang senjata ditangannya, seperti biasanya.
Kali ini, dia hanya mengenakan sebuah Artefak Tingkat Tinggi yaitu, Sarung Tangan Salju.
Itu terlihat seperti sarung tangan biasa dengan rancangan yang sederhana. Tapi ketika tangannya menyentuh senjata milik Wen Xia dan Li Wei, bunyi gemercing pada sentuhan setiap jarinya terdengar sangat jelas.
Itu terdengar seperti alunan musik yang berirama dan indah.
Senjata keduanya juga seperti di blokir oleh senjata lainnya.
Senjata milik Wen Xia adalah pedang, dan ketika dia akan menyerang Zora, Zora menjepit pedang itu dengan jarinya.
Wen Xia mengerutkan keningnya, dia berusaha menarik maupun mendorong lebih kuat senjatanya.
Sayang, bahwa itu tidak bergerak sedikitpun.
Saat Li Wei menyerang dengan tombaknya dari arah lain, Zora berputar menghindarinya tetapi tangannya tidak sedikitpun bergeser dari pedang Wen Xia.
Tangannya dengan lembut berputar, dan dengan "trang" pedang milik Wen Xia di patahkan dengan mudah. Dia kemudian melemparkan ujung pedang yang ada pada jarinya menuju Wen Xia.
Wen Xia segera mundur.
Melemparkan pedangnya ke tanah, ekor matanya melirik Feng Mei dan Dong Fang yang telah berhasil menciptakan senjata mereka.
Dia kembali mengeluarkan senjata dari Cincin Ruang miliknya.
Kali ini, dia tidak lagi menggunakan pedang, melainkan sebuah seruling kecil berwarna hijau muda.
Melihat bahwa Wen Xia telah mengeluarkan serulingnya, Feng Mei dan Dong Fang tidak lagi tinggal di tempat.
Keduanya dengan senjata masing-masing membantu Li Wei menyerang Zora dari arah yang di tentukan.
Ketiganya bekerja sama dengan baik.
Wen Xia kemudian memainkan serulingnya.
Suaranya yang merdu menjalarkan kekuatan pengendali yang sangat kuat.
Menyebar ke ribuan pedang roh dan es, dan dengan suara seruling, dia dengan mudah mengendalikan pedang-pedang tersebut dan membantu Dong Fang dan lainnya dengan menyerang dari celah yang terlihat.
__ADS_1
Zora tidak merasa panik sedikitpun. Tetapi pergerakannya semakin di percepat.
Meski begitu dia tahu bahwa dia sama sekali tidak bisa terus menerus mengindar dari berbagai serangan yang ada.
Dengan cepat, dia menggunakan Niat Pedangnya.
Hanya butuh beberapa detik, Pedang besar berwarna putih menembus awan terlihat di belangkang punggungnya.
Kekuatan yang begitu luar biasa, membuat Dong Fang, Feng Mei dan Li Wei di tekan hingga jatuh ke tanah.
Tidak hanya mereka bertiga, Wen Xia juga tidak hanya di tekan ke tanah, tetapi pengendaliannya terhadap pedang roh dan es juga lepas.
Semua pedang bergetar hebat, seolah-olah mereka menemukan tuannya.
Setelah bergetar beberapa saat, semua pedang hancur dan menghilang dari udara tipis dengan sendirinya.
Saat bersamaan.
Di dalam Kotak Formasi Hitam, keringat dingin membasahi tubuh Hongling. Wajahnya merengut membuat kedua alisnya menyatu.
Terlihat jelas bahwa dia tengah mengalami kesakitan yang luar biasa.
Pada saat ini, dia seperti terjebak di dalam sebuah kotak sebening kristal yang cukup besar, dan di setiap sisinya terdapat ukiran naga berwarna merah gelap.
Itu terlihat persis seperti sebuah formasi.
Bahkan kotak tersebut dapat menghasilkan berbagai jenis Kekuatan Elemen di dalamnya.
Dan dalam waktu satu bulan ini, dia telah menerima banyak pukulan dari berbagai jenis Kekuatan Elemen secara bergantian di setiap harinya.
Selain bertarung habis-habisan melawan kekuatan yang dihasilkan oleh kotak tersebut, dia juga sedang berusaha untuk menemukan jalan keluarnya.
Sejak memasuki pelatihannya, Hongling telah terperangkap pada tempat tersebut sejak awal.
Hanya dengan menemukan jalan keluar dari tempat itu, pelatihannya akan berhasil dan dia akan menerobos 2 tahapan.
Beruntungnya, dia memiliki lapisan sisik yang sangat kuat.
Saat ini, tubuhnya tengah menerima sambaran petir dari berbagai sisi.
Meski tubuhnya dapat menahan sambaran petir tersebut, itu masih terasa di setiap pukulannya.
Selain itu, dia juga telah berusaha banyak setiap harinya. Meskipun dia menerima banyak pemukulan, dia masih menempatkan dirinya untuk menghancurkan dinding tersebut.
Namun, pada saat ini, dia benar-benar tidak tahu harus apa.
Saat dia akan menyerah, kata-kata Zora tiba-tiba berputar di benaknya, 'Ingatlah bahwa sekuat apapun segala sesuatu yang anda temui, cukup perhatikan hal-hal kecil disekitarnya'.
Memikirkan ini, Hongling tersenyum tanpa sadar.
Dia dengan cepat memperhatikan sekitarnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, dia menemukan salah satu lukisan naga di sudut terlihat sedikit berbeda dari yang lainnya.
...