Zora

Zora
CH 62


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu dengan begitu cepat.


Kelima orang tersebut, masih setia berjuang menahan tekanan yang di berikan oleh Zora.


Mereka dilatih siang dan malam tanpa henti. Setiap kali mereka kelelahan, mereka hanya akan di beri berbagai macam pil tanpa beristirahat.


Tekanan yang diatur oleh Zora sendiri juga tidak main-main. Pada saat ini, tekanan yang mereka terima adalah 1.000 jin yang setara dengan 500kg.


Terdengar sangat tidak masuk akal, tapi mau bagaimana lagi? Ini adalah Tanah Kultuvator yang mana segala sesuatunya adalah hal biasa.


Empat orang lainnya tengah duduk bersemedi. Hanya dengan fokus dan mengumpulkan kekuatan, mereka dapat menahan tekanan tersebut.


Hongling adalah yang dapat bertahan. Mungkin karna dia berada di Ranah Divine tahap akhir dan identitasnya sebagai Binatang Surgawi, membuatnya lebih kuat dibandingkan dengan Ras Manusia.


Karna identitas itulah, yang membuat dia cukup stabil dari awal hingga akhir. Meski pada titik ini, dia terengah-engah dengan tubuh yang sedikit bergetar karna kelelahan. Namun, dia tetap bertahan.


Zora cukup puas dengan perkembangan mereka.


Selama tiga hari ini, mereka telah belajar banyak dalam mengendalikan kekuatan yang mereka miliki.


Mereka juga tidak buru-buru atau memaksakan diri untuk menahan setiap tekanan yang di berikan, hal itu membuat satu per satu dari mereka menerobos beberapa kali dalam 3 hari ini.


Bagaimana tidak? Asupan berbagai macam pil yang berisikan 10% Aura Qi di tambah tekanan yang memompa Aliran Qi setiap harinya, tentu saja memudahkan mereka untuk menerobos.


Zora sendiri juga tidak kosong.


Selama tiga hari ini, selain mengatur tekanan pada formasi dan memeriksa perkembangan mereka, dia juga melatih dan mengendalikan Elemen Cahaya miliknya.


Setelah Bola Kristal berwarna Pelangi tersebut lepas hari itu, dia tidak hanya menembus ke Tahapan Raja tetapi kekuatan Elemen Cahaya miliknya juga telah menerobos hingga ke level tertinggi atau murni. Yang bahkan hanya satu atau dua orang dari Ras Dewa yang dapat mencapainya.


Bagaimanapun juga, untuk meningkatkan kekuatan Elemen Cayaha hingga ke level murni bukanlah sesuatu yang mudah.


Selain itu, Elemen yang telah mencapai level murni, jika dibandingkan dengan Api Surgawi miliknya, kekuatannya hanya berada pada satu tingkat di bawahnya.


Memikirkan ini, dia tidak dapat membayangkan, apa jadinya jika dia meningkatkan semua Elemen miliknya ke level murni?


Sekuat apa jika dia berhasil melakukannya?


Zora menghela napasnya kasar.


Sejak dia mulai menjalani kehidupannya di dunia ini, dia hanya membayangkan kehidupan menarik apa yang akan dia lalui di masa depan. Tapi tidak pernah menyangka bahwa, setelah berkultuvasi dan menerobos dia menyadari, kehidupannya bahkan lebih menarik dari pada apa yang dia bayangkan.

__ADS_1


Meski begitu, dia juga sadar bahwa kekuatan yang dimilikinya saat ini, akan membawanya ke berbagai perjalanan hidup dan mati, dan dia harus siap tetang itu.


Tak ...


Suara tabrakan terdengar dari luar Formasi Cahaya Bulan.


Tabrakan itu terdengar sangat kecil, tetapi dengan pendengarannya yang begitu tajam, dia dapat mendengarnya dengan sangat jelas.


Zora mengerutkan keningnya.


Setelah menghabiskan waktu selama 3 hari berlatih dan menperhatikan orang-orang, ini adalah pertama kalinya suara tabrakan itu terdengar.


Awalnya, dia tidak terlalu memikirkannya, tetapi suara tabrakan itu terus menerus terdengar seperti tidak ada ruang baginya untuk menyerah begitu saja.


Sedikit kesal tetapi juga penasaran, Zora melangkah pergi menuju suara tabrakan itu terdengar.


Setelah menemukannya, Zora dikejutkan dengan pemandangan di hadapannya.


Melipat tangannya, memperhatikan si kecil yang tanpa menyerah dan terus menerus menabrak dinding Formasi seolah-olah dia dapat menghancurkannya dengan tubuh kecilnya, membuat keterkejutan Zora segera digantikan dengan senyum lucu di matanya.


Menaikan alisnya, dia berkata, "Berhenti melakukannya. Bahkan jika tubuhmu sebesar beruang sekalipun, itu tidak dapat mengubah apapun".


Dengan sayap kecilnya yang dikepak naik turun dengan cepat, ditambah gulungan kertas kecil yang di ikat pada kaki kecilnya, si kecil terlihat sangat kesusahan.


Namun, setelah berhenti berjuang untuk menghancurkan dinding formasi tersebut, si kecil dengan cepat mendaratkan kakinya di tanah dan menatap Zora dengan mata kecilnya.


Melihat itu, Zora tidak bisa membantu dan hanya berkata, "Tunggu sebentar".


Setelah mengatakan demikian, Zora berbalik dan pergi.


Dia berjalan kembali menuju Hongling dan yang lainnya.


Formasi Cahaya Bulan, di ciptakan oleh Hongling. Artinya hanya Hongling yang dapat membuka celah pada Formasi tersebut tanpa merusaknya.


Zora tentu sadar akan hal itu.


Itu sebabnya dia memilih untuk tidak ceroboh.


Meski Formasi Cahaya Bulan tidak sebanding dengan beberapa Formasi yang telah dia pelajari sebelumnya, Formasi Cahaya Bulan sendiri merupakan Formasi yang baru di ketahuinya tiga hari yang lalu.


Bukan hanya dirinya. Bahkan Dong Fang, Feng Mei dan dua lainnya juga baru mengenal formasi tersebut.

__ADS_1


Yang berarti mereka tidak pernah melihat ataupun mendengar tentang Formasi tersebut sebelumnya.


Begitu juga dengan dirinya. Bahkan setelah mengingat kembali setiap buku tentang formasi yang telah dia baca di Ruang Dimensi, dia tidak menemukan atau mengingat pernah melihat atau membaca tentang formasi tersebut.


Itu artinya, formasi tersebut bukan sesuatu yang biasa. Sehingga tidak ada satupun buku yang mencatat tentang itu.


Tapi bagaimana dengan Hongling yang mengetahui formasi tersebut?


Zora tidak berani memikirkan lebih jauh lagi.


Bagaimanapun juga, kasus dirinya dan Hongling sama. Mereka tidak dapat mengingat hal-hal penting. Bahkan jika dia bertanya langsung padanya, dia tidak yakin dapat mendapatkan jawaban yang sesuai.


Hanya dengan ini dia belajar, sekuat apapun dia, tidak berarti bahwa dia dapat mengendalikan segala sesuatu dibawahnya.


Meluruskan kembali kerutan yang ada pada keningnya, dia menghilangkan tekanan pada Formasi Kubus itu.


Meski dia tahu bahwa Hongling dapat melangkahkan kakinya keluar dari Formasi, dia hanya berpikir bahwa saatnya bagi mereka untuk beristirahat setelah menerima tekanan selama tiga hari tanpa henti.


Merasakan tekanan yang menghilang tiba-tiba, Hongling mendongak, menatap mata hitam milik Zora dia bertanya, "Ada apa?"


Dong Fang dan tiga lainnya yang tengah fokus bersemedi juga membuka mata mereka setelah merasakan tekanan yang menghilang tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan Hongling, mereka menatap Zora penuh harap.


Melihat itu, Zora terdiam.


Tanpa menghindari Dong Fang dan tiga lainnya, dia berkata, "Si kecil sepertinya memiliki beberapa hal yang perlu disampaikan pada kita".


Setelah mengatakan maksudnya, tanpa menunggu tanggapan orang-orang tersebut, Zora dengan malas berbalik pergi menuju si kecil yang dia maksud.


Hongling Tentu tahu si kecil yang di maksud Zora.


Itu adalah Tin, marmut kecil dengan sepasang sayap.


Tetapi, Hongling bahkan tidak repot-repot menjelaskannya pada Empat orang lainnya dan hanya mengikuti Zora dalam diam.


Melihat itu, Dong Fang dan tiga lainnya terdiam.


Mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Zora. Tapi melihat bagaimana Hongling mengikutinya dalam diam, mereka tidak bisa tidak melakukan hal yang sama.


Melupakan rasa lelah, mereka mengejar keduanya dengan penuh rasa penasaran.

__ADS_1


__ADS_2