Zora

Zora
CH 69


__ADS_3

Karna tempat di sekitarnya telah rusak akibat pertempuran tadi, keempat orang tersebut segera berpencar mencari tempat yang baik untuk beristirahat.


Li Wei dan Ming Xie duduk bersama, keduanya tidak mengganggu Dong Fang ataupun Feng Mei yang tengah menyerap pil. Keduanya memperhatikan mereka sambil menggigit buah di tangan mereka.


Menarik Zora, Hongling bertanya, "Apa maksud dari pengendalian dirinya?"


Zora tahu siapa yang di maksud oleh Hongling. Tersenyum melalui matanya, dia tidak mengatakan apapun dan hanya berbalik untuk melihat Feng Mei dan Dong Fang.


Melihat bahwa Zora tidak ingin mengatakan apapun, Hongling tidak memaksanya. Dia hanya menghela napasnya pelan.


Tanpa mengalihkan pandangannya, "Kamu akan mengetahuinya. Saat itulah, kamu juga akan mengetahui alasan kenapa 'mereka', seperti yang pernah kamu tanyakan sebelumnya".


Hongling terdiam.


Melihat Zora yang begitu fokus, matanya mau tidak mau di alihkan untuk melihat kedua orang yang tengah duduk bersila.


Dia tidak bisa melihat apa yang spesial dari mereka, sampai-sampai dia sendiri yang membimbing mereka dengan sangat baik.


Memikirkan ini, dia tidak bisa tidak mengerutkan keningnya, bingung.


Mengalihkan pandangannya dari kedua orang tersebut, Zora dapat melihat kerutan dalam yang ada pada kening Hongling.


Tersenyum melalui matanya, dia menyentuh kening Hongling dengan jari telunjuknya sambil memutarnya pelan, "Berhentilah berpikir. Itu hanya akan membuatmu kewalahan".


Meluruskan kerutannya, dia mendengus sebagai jawabannya.


"Oh. Aku lupa menuliskan pesan agar Kaisar Běi tidak mengirimkan pasukannya untuk datang". Ucap Zora tiba-tiba sambil menepuk dahinya.


"Coba gunakan telepati". Ucap Hongling memberikan solusi.


Zora menatapnya, "Apakah itu mungkin? Jaraknya terlalu jauh".


"Kalau begitu jangan dipikirkan. Melihat bagaimana Kaisar Běi, dia pasti telah mengirim orang-orangnya sebelum mengirimkan pesan pada kita".


"Bagaimana kamu tahu?" Tanya Zora.


"Menebaknya".


Mengerutkan bibirnya, "Bagaimana jika Prajurit itu dibunuh? Orang-orang itu tidak mudah".


"Aku tahu, tapi coba pikirkan. Tempat ini sangat luas, mereka tidak mungkin akan menepi pada tempat yang sama, bukan?"


Memikirkan ini, Zora menghela napanya, lega.


Benar. Tempat ini sangat luas. Mereka pasti tidak menepi pada tempat yang sama, setidaknya.


"Semoga saja".


###


Empat hari kini kembali berlalu.


Dunia luar, tidak sedamai sebelumnya.


Segala sesuatu yang dibicarakan oleh orang-orang di pinggiran Hutan Terkutuk sebelumnya telah menyebar.


Tidak ada yang tahu siapa yang dengan sengaja menyebarkan berita tersebut.


Bahkan hilangnya Dong Fang, Feng Mei dan Li Wei di Hutan Terkutuk juga telah menyebar.


Orang-orang ini benar-benar menambahkan bahan bakar kedalam api.


Banyak orang berasumsi bahwa ketiganya telah mati di bunuh Binatang Iblis.


Ada juga yang mengatakan bahwa mereka tersesat.


Tapi banyak yang tidak percaya akan hal itu. Bagaimanapun juga, kedua orang yang hilang ini adalah jenius sejati. Mereka tidak mungkin dikalahkan begitu saja. Di tambah dengan Kaisar Dong dan Běi yang terlihat begitu santai pada masalah ini mereka tidak memikirkannya lebih jauh.


Tapi kali ini...


Berita tentang hal-hal yang terjadi di Hutan Terkutuk membuat para Guru dari Perguruan Bintang Utara dan Langit Cerah kewalahan. Bahkan Kaisar Dong dan Kaisar Běi juga tidak luput dari hal tersebut.


Untuk menangani masalah-masalah tersebut, Kaisar Dong dan Běi hanya bisa meyakinkan masyarakat bahwa segala sesuatu yang didengar adalah palsu.


Tentu saja apa yang mereka lakukan tidak sia-sia. Meskipun Kaisar Běi tidak meragukan keaslian cerita tersebut, dia tidak mungkin membenarkannya dengan ceroboh.

__ADS_1


Untungnya, semua cerita yang di dengar sangat tidak masuk akal. Jadi, sangat mudah untuk meyakinkan masyarakat hanya dengan kata-kata belaka.


Bukan hanya kedua Kaisar itu saja yang bergerak untuk memblokir segala berita.


Kaisar Zhong dan Xī juga berpartisipasi didalamnya.


Mereka bahkan memerintahkan Prajurit untuk menangkap berbagai jenis Binatang Pengantar pesan.


Meski Kaisar Xī enggan melakukannya, dia tidak bisa tidak untuk tidak mendengar perkataan Tuan Li. Jika berita itu benar adanya, mereka sama sekali tidak mampu menanggung konsekuensinya.


Bagaimanapun juga, orang ini tidak mudah untuk di provokasi.


Hanya butuh 3 hari, keempat Kaisar dari berbagai Kekaisaran berhasil membungkam orang-orang.


Saat ini...


Kerajaan Běi.


Kaisar Dong tengah duduk berhadapan dengan Kaisar Běi.


Saat mendengar berita tentang Putranya, dia tidak begitu khawatir.


Dia tahu kemampuan Putranya, dan dia juga tahu Putranya tidak akan melakukam sesuatu yang melebihi batas kemampuannya.


Meski demikian, dia tetap memerintahkan orang untuk terus melaporkan kondisi Kristal Kehidupan milik Putranya setiap saat.


Dia pikir, Putranya hanya pergi dengan santai untuk menambah banyak pengalaman bertarung. Siapa yang tahu, sehari setelahnya, dia mendapat kabar bahwa Putri Mahkota dari Kekaisaran Běi, Feng Mei juga ada bersama Putranya.


Guru Lei yang datang memberinya kabar saat itu, tidak mengatakan lebih detail segala sesuatunya, dan ketika dia mengetahuinya, dia dengan cepat berlayar menuju Kekaisaran Běi.


Dan disinilah dia.


Duduk berhadap-hadapan dengan Kaisar Běi yang terlihat tenang dan tenang.


Melihat Kaisar Běi yang tenang dan tenang, Kaisar Dong merasa tidak nyaman, "Kaisar Běi, apakah kamu tidak khawatir dengan putrimu?"


Kaisar Běi menatapnya dengan kosong. Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi matanya terus melirik jendela tanpa sadar.


Dia seperti menunggu sesuatu.


"Tidak ada". Jawab Kaisar Běi.


Namun, melihat Kaisar Dong yang gelisah, Kaisar Běi menaikan alisnya.


'Dia tidak mengkhawatirkan Putranya, tapi dia malah mengkhawatikar Putri kecilku lebih dariku?'


Menghelah napasnya pelan, Kaisar Běi berkata, "Jangan khawatir tentang mereka. Sudah 7 hari mereka dinyatakan hilang di tempat itu. Tapi apakah cahaya pada Kristal Kehidupan mereka bereaksi? Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak. Mereka pasti akan baik-baik saja".


Mendengar itu, Kaisar Dong terdiam cukup lama.


Meletakan cangkir ke meja dengan elegan. Dia berkata, "Kamu terlihat begitu percaya diri dengan kata-katamu".


Menyesap Teh-nya, "Sepertinya begitu".


Kaisar Dong. "..."


Cukup lama keduanya duduk menikmati Teh dan mengobrol.


Kaisar Dong yang awalnya gelisah, pada akhirnya berhasil ditenangkan oleh Kaisar Běi hanya dengan beberapa kata.


Cit...


Suara kecil dan halus membangkitkan kecerahan pada wajah Kaisar Běi yang bermartabat.


Dia tidak pernah terlihat seperti ini sebelumnya.


Namun kali ini, Kaisar Dong tertegun sejenak melihatnya.


Dia menyaksikan, Si kecil dengan bulu putih yang ternoda tanah, terbang menabrak Kaisar Běi dengan gelisah.


Si kecil tampak seperti di buru sesuatu.


Kaisar Běi tidak memperdulikan kotoran yang melekat pada tubuh Si kecil.


Dia menangkapnya dengan senyum cerah.

__ADS_1


Melepaskan kertas dari kaki kecilnya, Kaisar Běi tidak terburu-buru untuk membacanya.


Merobek sepotong roti, dia juga mengambil sedikit biji-bijian serta sedikit air, dia meletakannya pada piring kecil yang sepertinya memang telah disiapkan untuk Si kecil.


Mengelus kepala Si kecil yang tengah makan dengan lahap, "Kamu telah bekerja dengan keras".


Dia tidak tahu bagaimana Si kecil dapat bertahan di luaran sana.


Melewati lautan yang begitu luas, hanya dengan sayap kecilnya. Dia pikir Si kecil tidak akan berhasil. Siapa yang tahu, bahwa dia benar-benar melakukannya dengan baik.


Kaisar Dong tidak banyak bertanya kali ini. Dia hanya memperhatikan pergerakan Kaisar Běi dari awal hingga akhir.


Memperhatikan Si kecil, dia merasa sedikit tertarik, "Dia cukup unik".


Menarik kembali tangannya dari kepala Si Kecil, Kaisar Běi menganggukan kepala pelan, "Ya". Ucapnya sambil membuka gulungan kertas kecil yang di bawa Si Kecil dengan penuh perjuangan.


Membaca isinya, Kaisar Běi tertegun beberapa saat kemudian tersenyum lebih cerah dan bahkan sedikit lebih bersemangat.


"Seperti yang di harapkan". Gumamnya.


"Apa". Tanya Kaisar Dong yang penasaran dengan perubahannya.


Mendongak, Kaisar Běi tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengulurkan tangannya untuk memberikan kertas kecil itu pada Kaisar Dong.


Menaikan alisnya, Kaisar Dong terdiam.


Dia hanya bertanya dengan santai. Meskipun dia tahu bahwa Kaisar Běi akan mengatakannya, itu pasti tidak secara keseluruhan. Karna bagaimanapun, ada beberapa hal yang tidak perlu untuk diberitahukan kepada orang luar.


Meski mereka akan menjadi kerabat setelah pertunangan di adakan, informasi Kekaisaran adalah sesuatu yang sangat rahasia.


Dia tidak tahu apa isi dari kertas kecil itu. Tapi melihat Kaisar Běi menyerahkannya dengan santai, dia tidak berpikir lebih jauh dan hanya mengambilnya dengan santai juga.


Melihat Kaisar Běi yang tidak menyesali perbuatannya, dia segera menunduk, matanya fokus pada isi dari kertas kecil itu.


Bulu matanya yang panjang, sedikit berkibar.


Membaca kata demi kata, tangannya tanpa sadar bergetar. Mendongak, dia menatap Kaisar Běi dengan kata tidak percaya tertulis pada wajah agungnya.


Tapi melihat Kaisar Běi hanya tersenyum sebagai tanggapan, dia tahu bahwa itu adalah kebenarannya.


Tapi...


Bagaimana mungkin?


"J-jadi ini alasan mengapa kamu tidak begitu khawatir, Kaisar Běi?" Tanya Kaisar Dong dengan susah payah.


Ini adalah pertama kali baginya terlihat seperti ini. Dia tidak pernah segugup ini selama menjalani hidupnya, karna kekuatannya yang luar biasa, dia selalu dan selalu percaya diri.


Mengangguk, "Saya hanya menebaknya di awal. Tapi tidak berharap bahwa itu benar".


"Tapi ini..."


"Jangan meremehkan kedua orang yang ada bersama mereka".


Kaisar Běi tahu bahwa pria dihadapannya ini masih belum pulih dari keterkejutannya.


Dia juga bisa merasakan bahwa dia tidak begitu mempercayainya. Tapi, bagaimana mungkin dia hanya diam saja.


Dia telah bertemu dengan kedua orang itu sebelumnya. Meski tidak dapat mengukur tingkat Ranah mereka, dia yakin bahwa mereka sangat kuat.


Berhasil memulihkan Hutan Kabut dan menembus Inti Hutan Terkutuk bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh orang biasa.


"Apakah kamu pikir anak-anak akan berbohong dengan santai?" Tanyanya.


Kaisar Dong segera menggelengkan kepalanya cepat.


Terdengar tidak masuk akal, tapi dia begitu kenal dengan Putranya, dan tidak mungkin bagi mereka untuk berbohong.


Melihat Kaisar Dong yang mulai mempercayainya. Kaisar Běi tersenyum dan berkata dengan penuh semangat, "Rawat baik-baik jantungmu karna akan ada kejutan-kejutan lainnya yang bahkan lebih menarik dari ini di masa depan".


Melihat Kaisar Běi yang bersemangat, Kaisar Dong tidak mengatakan apa-apa. Dia kembali menunduk melihat tulisan-tulisan pada kertas itu dan menghela napasnya pelan.


Dia tidak tahu apakah harus mempercayai ucapan terakhir dari Kaisar Běi atau tidak.


Tapi jika isi dari kertas kecil ini benar, maka dia perlu mempersiapkan jantungnya dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2