Zora

Zora
CH 23


__ADS_3

Mereka bertiga kini telah sampai di Desa Lang, Desa yang pernah dia datangi hanya untuk sekedar menjual beberapa pilnya.


Akibat dari angin yang cukup besar, sebuah kertas ditiup kesana kemari hingga menabrak kaki Zora.


Dia dengan santainya menunduk mengambil kertas itu.


Senyum sinis terpatri dibalik cadarnya, "Mencariku? Heh..." gumamnya saat membaca tulisan dikertas itu yang sudah mulai memudar dan hampir menghilang.


Diremasnya kerta itu kemudian dibuang kesembarangan arah.


Kertas itu di tempelkan ke pelosok Benua Běi pada lima tahun yang lalu.


Kertas yang berisikan pencarian terhadap seorang Alkemis tingkat atas.


Kertas itu juga disebarkan saat setelah Rumah Pelelangan Pusat melelangkan Pil Kelas 7.


Perbedaan waktu antara Ruang Dimensi dan Dunia Luar memang sangat luar biasa.


Zora menghabiskan 2,5 bulan untuk berlatih di Ruang Dimensinya.


Waktu 2,5 bulan di dalam Ruang Dimensinya setara dengan Waktu 5 tahun di dunia luar.


Tetapi pertumbuhan Zora tetap mengikuti waktu dunia luar walaupun dia berada didalam Ruang Dimensi.


Artinya Zora sekarang berusia 15 tahun.


Zora tidak ingat tetang masa lalu dari pemilik tubuh yang dia tempati itu, sehingga dia menggunakan tanggal dan bulan lahirnya di kehidupan sebelumnya dan di kehidupan sebelumnya, Zora memiliki bulan lahir diawal tahun.


Sama halnya dengan Zora, Xiao Dai memiliki ukuran tubuh yang besar, namun usianya masihlah kecil, dia juga tidak ingin mengubah dirinya menjadi manusia.


Mereka sekarang berada di sebuah Rumah Makan yang pernah didatangi Zora lima tahun yang lalu.


Meskipun seorang Kultuvator tidak membutuhkan makanan, namun kesehatan tubuh perlu juga dijaga.


Zora memesan bebek peking, montou, ayam panggang, bebek panggang dan hainan jifan yang masing-masingnya 2 porsi untuk minumnya Zora memesan Teh Hitam.


Zora memberikan bagian ayam dan bebek panggangnya pada Xiao Dai dan Hongling.


Dia tidak bisa terlalu banyak makan daging, meskipun dia menyukai daging.


"Apa rencana mu selanjutnya?" Tanya Hongling, setelah mereka berdua selesai makan.


Kini mereka berdua tengah santai menyesap Teh Hitam, sambil menunggu Xiao Dai menyelesaikan makannya.


Tanpa mengalihkan pandangan dari cangkir teh di tangannya, "Kerajaan Běi". Ucapnya santai.


"Apa yang akan kau lakukan disana?"


"Mencari petunjuk". Ucap Zora lalu mengalihkan atensinya menatap Hongling, "Butuh berapa lama untuk kita sampai disana?" Tanyanya.


"4 sampai 5 hari jika kita menggunakan kuda, dan akan sampai 2 sampai 3 hari jika kita terbang". Jelas Hongling.


Zora meletakan cangkir tehnya, kepalanya mengangguk pelan, "kita akan menginap di Desa ini dan pergi besok pagi".


Hongling mengiyakan perkataan Zora.


Zora kini berubah, pikirnya.


Setelah keluar dari Hutan Kabut, Zora lebih banyak diam, lebih hemat dalam berbicara dan dingin.


Tetapi dia tidak menyalahkan hal itu.


Zora menyodorkan air yang dia keluarkan dari dalam Ruang Dimensinya pada Xiao Dai, dia menaruh air itu didalam cangkir yang ukurannya 2 kali lebih besar dari pada cangkir teh.

__ADS_1


"Air apa itu?" Tanya Hongling yang penasaran.


"Spritual". Jawab Zora singkat.


"Uhukk... uhukk.." batuk Hongling ketika mendengar jawaban singkat Zora.


Bagaimana dia bisa memberikan Air Spiritual kepada Xiao Dai untuk diminum secara cuma-cuma?


Itu terlalu gila...


Keberadaan Air spiritual sangatlah sulit ditemukan dialam rendah ini, dan gadis didepannya itu memberikan kepada Xiao Dai untuk diminum layaknya air biasa.


Hongling teringat kembali dengan 'air' yang diberikan Zora saat digua tadi, "apakah air itu yang kau gunakan tadi untuk menyembuhkanku?" Tanyanya dan hanya mendapatkan gelengan kepala dari Zora sebagai jawabannya.


"Lalu...? tanyanya lagi.


"Air Dewa dan Surgawi".


Hongling benar-benar kehabisan kata-kata sekarang.


Hari ini, entah sudah berapa kali Hongling dibuatnya terkejut ataupun tercengang.


Dia hanya mengelus dadanya berkali-kali, takut kalau-kalau dia memuntahkan semua darahnya dan mati.


Beruntungnya mereka makan di lantai dua ruang pribadi, kalau tidak mungkin orang-orang akan dengan segera bertemu raja yama.


Langit sudah mulai berwarna jingga keemasan.


Sedangkan mereka masih menyusuri jalanan mencari penginapan untuk ditempati setelah menyelesaikan urusan perut dan tanggungannya.


...


"Permisi, apakah disini ada kamar yang masih kosong?" Tanya Hongling pada resepsionis setelah mereka memasuki bangunan yang bertuliskan 'Penginapan Lang'.


Sifat Zora yang telah berubah membuatnya berpikir, bahwa dia akan lebih banyak bicara untuk mengganti gadis itu.


"Dua kamar untuk satu hari". Jawab Hongling.


Resepsionis mengangguk kepalanya mengerti, dengan senyum dibibirnya, dia meletakan 2 kunci diatas meja, "2 koin emas untuk biayanya".


Zora memberikan 2 koin emas pada resepsionis itu, sedangkan Hongling mengambil kunci yang diletakan resepsionis diatas meja.


Mereka berdua berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka masing-masing.


Zora membuka pintu kamarnya, begitu juga Hongling yang kamarnya berada disebelah kanannya.


Sebelum dia masuk, dia melemparkan sesuatu pada Hongling, "Untukmu". Dia lalu memasuki kamar itu tanpa mendengar jawaban dari Hongling.


Hongling hanya tersenyum tipis melihat benda kecil ditangannya itu, lalu mengenakannya dijarinya.


Itu adalah Cincin Ruang tingkat tinggi.


Zora cukup lelah dengan perjalanan yang mereka tempuh hari ini.


Dia membersihkan tubuhnya setelah memasuki kamar itu.


Selesai dengan aktivitasnya, dia dengan segera beristirahat dengan Xiao Dai yang berbaring disebelahnya.


...


Peluh keringat membasahi wajah juga tubuhnya, kerutan pada keningnya terlihat.


Ctarr

__ADS_1


Ctarr


Suara cambuk menggema dikepalanya.


"Tolong berhenti, hiks..hiks.."


"Aku tidak.. hiks.. hiks.."


Ctarr


Ctarr


.


.


.


.


.


"Rara, bangun.."


"Yang Mulia.. Yang Mulia.."


"Rara.."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Yang Mulia bangunlah.."


"Yang Mulia..."


.


.


Argh... Hah.. Hah.. Hah..


"Yang Mulia".


"Yang Mulia baik-baik saja?"


"Ya". Jawabnya lemah, "terima kasih". Ucapnya kembali.


Qing Yu keluar dari Ruang Dimensi saat mendengar Xiao Dai yang terus menerus memanggil nama junjungannya itu dengan sedikit panik.


Melihat kerutan pada kening dan wajah pucat junjungannya membuatnya ikut khawatir.


Beruntungnya mereka berhasil membangunkannya.


Brakk...


Suara pintu yang didobrak dengan paksa, menampilkan sosok familiar dengan wajah khawatirnya.


"Zora, kau baik-baik saja? Aku tadi mendengar suara teriakanmu, apakah ada yang masuk kekamar ini dan menyakitimu?" Rentetan pertanyaan diajukan Hongling saat menghampiri Zora.


Zora hanya menggelengkan kepalanya pelan, "hanya mimpi buruk".


"Benarkah begitu?" Tanya Hongling memastikan dan Zora menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


"Hufff, syukurlah.." Ucap Hongling merasa lega.


Kemudian dia mengalihkan atensinya kesana kemari, seperti mencari sesuatu yang hilang tetapi sama sekali tidak menemukannya.

__ADS_1


"Mungkin itu hanya halusinasiku saja, sebab tidak mungkin ada gadis lain di ruangan ini". Pikir Hongling.


Hongling masuk ke kamar Zora dengan kekhawatiran yang mendalam, membuatnya hanya memperhatikan Zora saja sehingga itu menjadi kesempatan untuk Qing Yu menghilang dari ruangan itu dan kembali ke Ruang Dimensi tanpa disadari oleh Hongling.


__ADS_2