Zora

Zora
CH 78


__ADS_3

Zora adalah orang terakhir yang memasuki celah tersebut.


Ketika dia masuk, beberapa hal pada dirinya telah berubah, seperti pakaian miliknya, juga cadar putih yang dengan manis bertengger menitupi sebagian wajahnya.


Melirik Hongling, "Saudara.. kamu.." ucap Zora terhenti.


Mengerti dengan maksud Zora, Hongling tersenyum tipis, "Tidak apa-apa".


"Baiklah". Ucap Zora mengangguk.


"Tempat ini..." ucap Wen Xia sedikit bersemangat, "Tidakkah kalian merasakan Aura Qi yang begitu melimpah?"


"Ya. Ini luar biasa". Timpal Li Wei.


Setelah memasuki Formasi tersebut, mereka dihadapkan dengan pemandangan yang sama seperti pertama kali mereka memasuki Hutan Terkutuk.


Itu dipenuhi dengan pepohonan.


Perbedaannya adalah, Aura di tempat ini jauh lebih baik dan tenang di bandingkan dengan wilayah diluaran sana.


Awalnya mereka berpikir, mereka akan melihat pemandangan perumahan ketika memasuki celah tersebut. Namun, itu sama sekali berbeda.


Meski demikian, Feng Mei telah mencoba untuk memeriksa tempat ini dengan kekuatan jiwa miliknya, dan betapa terkejutnya dia setelahnya.


Melihat Zora, "I-ini..."


Tenggorokannya tercekat, dia tidak tahu harus berkata apa.


'Bagaimana bisa?'


Ketika dia mendengar ucapan Zora saat itu, dia tidak dapat mempercayainya. Bagaimanapun juga, Hutan Terkutuk ini telah melegenda dan tidak mungkin bagi orang-orang untuk menetap di Hutan ini.


Namun, dia masih memutuskan untuk mengikuti Zora, hingga ketika mereka mencapai Inti Hutan Terkutuk dan melihat Formasi Sembilan Naga Merah, dia masih berpikir bahwa, mungkin ada sesuatu didalamnya yang telah dilindungi dan itu pasti bukan manusia.


Hanya saja, dia tidak berharap bahwa apa yang Zora katakan itu benar adanya.


Setelah lama bersama dengan Zora, dia tahu betul kesenjangan antara kekuatan mereka.


Dia hanya tidak berharap kekuatan Zora bahkan sangat luar biasa dan bahkan tidak dapat diterima dengan akal sehat.


Maksudnya.


Bagaimana dia bisa merasakan Aura Kehidupan ditempat ini?


Tidak apa-apa mengakui bahwa dia memiliki kekuatan yang luar biasa.


Karena memang demikian!


Tapi, bagaimana kekuatan jiwanya dapat melewati Formasi Sembilan Naga Merah tersebut dan merasakan Aura yang ada ditempat ini?


Dia bahkan yakin bahwa Hongling tidak dapat melakukan itu bahkan dengan kekuatannya yang sekarang.


Bagaimana mereka dapat dibandingkan?


Kembali ke akal sehatnya, Feng Mei tidak tahu harus berbuat apa. Namun, tiba-tiba dia merasakan beberapa Aura Asing yang mendekat.


Dia akan mengatakan sesuatu ketika dia melihat Zora menaikan jari telunjuknya.


Tidak hanya Feng Mei. Hongling dan tiga orang lainnya juga melihat tindakan Zora tersebut dan segera merapatkan mulut mereka masing-masing.


Hanya butuh waktu beberapa menit, ketika orang-orang dengan senjata panjang di masing-masing tangan mereka, muncul.


Dengan senjata di arahkan pada Zora dan yang lainnya, salah satu dari mereka berkata, "Siapa kalian?"


Melihat pemandangan ini...


Zora dan yang lainnya terdiam.


Ini mengejutkan mereka.

__ADS_1


Bukan karna orang-orang itu tiba-tiba mengarahkan senjata pada mereka.


Tapi...


Penampilan orang-orang itu...


Sebenarnya.. Tidak masalah..


Hanya saja..


Seorang wanita dengan sepasang tanduk dikepalanya, ditemani dengan empat orang lainnya yang memiliki penampilan yang berbeda-beda.


Salah satunya memiliki penampilan normal layaknya manusia, satunya lagi, memiliki penampilan yang meskipun terlihat sama dengan manusia, perbedaannya terletak pada tinggi badan, sedangkan 2 lainnya memiliki sepasang telinga runcing pada diri mereka masing-masing.


Jelas bahwa mereka berasal dari Ras Iblis, Manusia, Dwarft juga Elf.


Tapi..


Bagaimana orang-orang itu bisa berkumpul di tempat ini?


Dan dilihat dari tindakan mereka, dapat disimpulkan bahwa mereka hidup berdampingan satu sama lain.


Kejutan di mata Zora segera berubah menjadi kilauan samar.


Dia sangat senang ketika mendengar cerita Hongling sebelumnya. Namun, dalam hitungan detik, dia di pukul dengan kenyataan yang tidak menyenangkan.


Dia pikir, dia akan membutuhkan waktu yang lama untuk menembus portal dan menjelajahi berbagai Alam Ras untuk melihat-lihat.


Siapa yang tahu bahwa akan ada hari ini.


Hari dimana dia dan yang lainnya tanpa sengaja menabrak hal-hal diluar dugaannya.


Ini benar-benar luar biasa.


Dong Fang, Feng Mei dan dua lainnya yang telah bersiap-siap bertarung, mengendurkan kembali niat mereka ketika melihat Zora.


Meski mereka telah dikejutkan oleh penampilan orang-orang itu, kewaspadaan mereka tetap ada.


"Apakah kamu pikir kami..." ucapan wanita dengan dua tanduk dikepalanya terhenti ketika melihat sorot mata Zora yang berkilauan.


Mengerutkan keningnya, "A-apa yang salah dengannya?" Tanyanya.


Mendengar pertanyaan wanita itu, semua orang segera mengalihkan atensinya masing-masing pada Zora.


Mengatupkan dua tanggannya kemudian ditempelkan pada dagunya, matanya berkedip-kedip memancarkan cahaya kekaguman.


Semua orang tertegun melihat itu.


Bahkan Hongling yang telah lama bersama dengan Zora tertegun melihat tingkah Zora yang seperti itu.


Menggeser sedikit senjata yang mengarah padanya, Zora berjalan menuju orang-orang tersebut.


Melihat bahwa Zora sama sekali tidak memiliki Aura membunuh pada mereka, wanita dengan sepasang tanduk di kepalanya membiarkan Zora begitu saja.


Siapa yang tahu, didetik berikutnya, Zora mengelilinginya dengan penuh minat.


Menunjuk tanduk dikepala wanita itu, Zora berkata dengan semangat, "Terlihat sangat bagus dan kuat. Benar-benar luar biasa".


Tidak hanya pada wanita bertanduk dua itu saja, melainkan semua orang yang ada disitu dia datangi satu persatu.


Menuju Ras Manusia, "Kita dari Ras yang sama, tapi saya tidak pernah melihat Ras manusia sekuat anda". Ucap Zora menganggukkan kepalanya.


Ras Manusia "..."


"Wah.. penampilan kalian sangat mempesona". Ucapnya ketika dia menghampiri dua Ras Elf tersebut. Mengelilingi mereka beberapa kali kemudian pergi ke Ras Dwarft.


Matanya bahkan lebih berkilau ketika melihat Ras Dwarft tersebut.


Zora adalah seorang gadis yang meskipun dingin, dia tidak bisa menahan dirinya jika berada dihadapan hal-hal yang sangat menggemaskan, seperti sekarang ini.

__ADS_1


Saat dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Ras Dwarft tersebut, tubuhnya tiba-tiba ditarik oleh seseorang.


Dia sedikit kesal, namun ketika dia melihat siapa pelakunya, dia berkedip dengan sedih, "Saudara, kamu...". Mempautkan bibirnya, dia tidak melanjutkannya, namun matanya melihat Ras Dwarft tersebut penuh penyesalan.


Melihatnya, Hongling kehilangan kata-kata.


Uhukk..uhukk..


Dia terbatuk pelan sebelum membuka mulutnya dan berkata, "Perhatikan gambarmu".


"Oh... ahem.." disadarkan dengan ucapan Hongling, Zora berdehem pelan. Memperbaiki gambarnya dalam hitungan detik, "Halo". Sapanya.


Orang-orang itu kembali dibuat tercengang oleh Zora.


Namun, itu hanya terjadi beberapa menit saja ketika suara seseorang mengintrupsi mereka.


Menyipitkan matanya, "Kalian.. bagaimana kalian bisa sampai ditempat ini?"


Itu adalah wanita dengan sepasang tanduk di kepalanya.


Menatapnya, "Hanya suatu kebetulan kami dapat mencapai tempat ini". Ucap Zora.


Mengerutkan keningnya, "Apakah kamu pikir kami akan mempercayai kalian?" Ucapnya, kemudian memerintahkan 4 orang yang bersamanya untuk menangkap Zora dan yang lainnya.


Menghelah napasnya panjang, Zora berkata dengan sedih, "Bagaimana kalian bisa memperlakukan kami seperti ini? Kami adalah tamu. Kami juga tidak jauh berbeda dengan kalian. Lagi pula, kami tidak melakukan hal-hal aneh, kami bahkan baru saja tiba ditempat ini. Namun kami segera diseret dan di penjarakan. Betapa menyedihkannya kami".


Dia, Hongling, dan 4 lainnya sama sekali tidak menghindar ketika mereka di tangkap.


"Meski kalian tidak melakukan apapun sekarang, itu sama sekali tidak menjamin di masa depan. Lagipula, kalian adalah orang asing yang entah bagaimana muncul ditempat ini. Kami hanya akan melakukan beberapa pemeriksaan, tentu tidak melakukan sesuatu yang memberatkan kalian". Ucap wanita dengan sepasang tanduk di kepalanya sambil mengikat kedua tangan Zora.


"Oh.. apakah kami akan dilepaskan setelahnya?" Tanya Zora tenang.


Wanita dengan sepasang tanduk, "..." dia sama sekali tidak yakin.


Tersenyum di balik cadarnya, "Saya sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi, tahukah kamu bahwa kalian telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya?"


Mengerutkan keningnya, wanita dengan sepasang tanduk tersebut berkata dengan percaya diri, "Gadis kecil, bahkan sebelum dirimu hadir didunia ini, kami telah melakukan tugas-tugas ini".


Mereka telah melakukan hal-hal ini selama puluhan tahun, dan selama itu pula, mereka tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun itu.


Bagaimana bisa, gadis kecil itu berbicara seolah-olah mereka telah melakukan kesalahan?


Zora tentu saja mengerti dengan apa yang wanita itu maksud.


Menggelengkan kepalanya pelan, "Biarkan aku katakan padamu. Pria dengan surai perak itu adalah saudaraku. Sedangkan 4 orang lainnya..." ucapan Zora terhenti disitu.


Dia tidak melanjutkan lebih jauh, tetapi wanita tersebut segera mengerti.


Mengalihkan atensinya, dia terdiam.


Tersenyum, "Bagaimana?" Zora bertanya dengan santai. "Kami akan dihukum jika kami benar-benar melakukan kesalahan. Tapi, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian sanggup dengan konsekuensinya?"


Wanita dengan sepasang tanduk di kepalanya, "..."


"Lepaskan mereka". Setelah berpikir sejenak, wanita itu berkata dengan sedikit kesal.


Zora tersenyum kemenangan.


Dia tahu bahwa wanita dihadapannya ini memiliki kekuatan yang bahkan lebih kuat dibandingakan 4 orang lainnya. Selain itu, dia juga dapat merasakan kekuatan spesial miliknya.


Hal itu menyebabkannya berkata demikian. Tidak peduli seberapa kuatnya mereka, mereka tidak dapat memutuskan beberapa hal yang bertentangan.


Mendengar ucapan wanita itu, orang-orangnya tidak bertanya lebih jauh tentang keputusannya dan segera melepaskan Hongling, Dong Fang dan 3 lainnya.


Sebagai pemimpin kelompok, mereka tentu percaya dengan intuisi pemimpin mereka.


Hongling sama sekali tidak terkejut dengan apa yang terjadi, tetapi tidak dengan Dong Fang, Feng Mei dan dua lainnya. Meski demikian, mereka bersyukur karna mereka tidak jadi ditangkap dan dikurung didalam penjara


Tidak peduli dengan sekitarnya, Zora menepuk-nepuk tangannya sambil berkata dengan ringan, "Jadi, dapatkah kami berkunjung ke tempat kalian?"

__ADS_1


Meliriknya, wanita itu berkata, "Kalian tinggal ditempat saya. Besok, kita pergi menemui Patriak untuk melapor". Mamanggil tunggangan untuk mereka, dia melanjutkan, "Dan sebaiknya kalian tidak melakukan hal-hal aneh. Jika tidak..."


"Baiklah.. kami mengerti, ayo pergi". Ucap Zora bersemangat.


__ADS_2