
Ketika Hongling, Dong Fang dan Ling Fei Ting masuk ke ruangan, Zora sudah terbangun dari tidurnya.
Duduk disisi tempat tidur, Hongling mengeluarkan sapu tangan kemudian menyeka wajah Zora dalam diam.
Wen Xia masuk setelah beberapa menit ketiga orang itu masuk, menyerahkan gelasnya pada Zora, "Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Wen Xia cemas.
Zora tidak langsung menjawabnya, dia meminum beberapa teguk air, sebelum akhirnya membuka mulutnya dengan ringan, "Ya. Terima kasih".
Setelah beberapa saat, Zora mendapati mereka yang terus menerus memperhatikannya dengan khawatir.
Menghembuskan napasnya pelan, "Saya baik-baik saja, kalian dapat pergi beristirahat".
"Tapi..." ucap Hongling terputus.
Dia tidak tahu mimpi seperti apa yang dialami Zora. Setiap kali dia menemukannya, wajah Zora dipenuhi dengan keringat dan terlihat sangat pucat. Meski penasaran, dia tidak pernah bertanya lebih jauh.
"Tidak apa-apa. Lagipula, saya tidak sendirian di ruangan ini". Ucap Zora meyakinkan Hongling.
Dia sendiri mengerti mengapa Hongling bersikap seperti itu.
Hongling sering kali mendapatinya berteriak tidak jelas akibat mimpi buruknya dan ketika Hongling memasuki ruangan miliknya, dia akan mendapatinya telah terbangun dan duduk dengan linglung di tempat tidur.
Ketika dia mengalami hal tersebut dihitungan pertama dan kedua, dia masih dapat meyakinkan Hongling dan membuat Hongling meninggalkan dirinya sendiri.
Tetapi, karna dia merasa tidak enak disekujur tubuhnya, dia akhirnya memutuskan untuk berendam di Kolam yang ada didalam Ruang Dimensinya.
Namun, di hitungan ketiga, dia tidak memutuskan untuk berendam di Ruang Dimensi miliknya tetapi melanjutkan tidurnya. Siapa sangka bahwa dia akan kembali memimpikan hal-hal yang begitu menyiksa, dan bahkan membuat Hongling harus kembali ke ruangannya dan menjaganya sepanjang malam.
Itu semua kemudian berhenti ketika mereka mulai menyusuri lapisan demi lapisan Hutan Terkutuk.
Siapa yang tahu bahwa dia akan kembali mengalaminya sekarang?
Setelah berjuang untuk meyakinkan Hongling, ditambah dengan beberapa kalimat dari Feng Mei, Li Wei dan Wen Xia, Hongling akhirnya setuju dan pergi ke ruangan sebrang bersama Dong Fang untuk beristirahat.
Hal itu juga berlaku bagi Ling Fei Ting.
Setelah tiga orang tersebut kembali ke tempatnya masing-masing, Zora menatap tiga orang lainnya yang masih disisinya secara bergantian, "Kalian juga, beristirahatlah".
"Apakah itu akan baik-baik saja?" Tanya Li Wei.
Mengangguk pelan, "Hm".
Li Wei dan Wen Xia kembali ke tempat tidur dan segera berbaring.
Hanya butuh waktu beberapa menit hingga napas keduanya menjadi tenang dan teratur.
Zora masih belum tidur, matanya terbuka menatap langit-langit ruangan dengan dalam. Sedangkan Feng Mei, hanya bebaring dengan santai tanpa ada niat untuk tidur.
__ADS_1
Mendengar napas Li Wei dan Wen Xia yang teratur, Feng Mei berusaha merendahkan suaranya sebisa mungkin, "Bagaimana kamu mengetahuinya?" Tanyanya pada Zora.
Mendengar itu, Zora terbangun dari pikirannya, mengalihkan pandangannya pada Feng Mei yang tengah menutup matanya, dia menjawab dengan ringan, "Terlihat dengan sangat jelas". Kemudian mengembalikan atensinya pada langit-langit ruangan.
Zora tentu tahu ke arah mana pembicaraan Feng Mei, jadi dia hanya menjawabnya dengan santai.
"Sejelas itukah?" Tanya Feng Mei tidak percaya.
"Hm". Memikirkan sesuatu, Zora melanjutkan, "Tapi itu tidak apa-apa. Orang-orang dapat berubah kapan saja dan mereka akan berpikir demikian tanpa menyelinap lebih jauh".
"Oh..." membuka matanya, Feng Mei melihat penampilan samping Zora, "Lalu, apakah kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya?"
"Mungkin..."
"Mungkin?" Feng Mei menaikan alisnya saat mendengar jawaban Zora.
Itu adalah jawaban yang sama sekali tidak pasti.
Jika mereka pernah bertemu sebelumnya, ataupun pernah dekat sebelumnya, dia tentu dapat mengenal Zora hanya dengan sikapnya. Bagaimanapun itu tidak akan berubah meski jiwa mereka telah menempati tubuh orang lain.
Sayangnya, orang-orang disekitarnya, tidak ada yang sama seperti Zora.
Namun, anehnya Zora mengetahui tentang dia dengan sangat jelas.
Itu sangat lucu.
"Hanya seorang pengusaha".
Setelah menjawab Feng Mei, Zora menutup matanya pelan. Meski dia tidak ingin tidur kembali, dia masih merasakan kelelahan dan rasa kantuk yang luar biasa.
Feng Mei tenggelam dalam pikirannya setelah mendapat jawaban dari Zora. Kalimat "Hanya seorang pengusaha" terus memenuhi isi kepalanya.
"Zora... Zora... seorang pengusaha, Zora..." gumamnya pelan mencoba untuk memilah kembali ingatan dikehidupannya sebelumnya.
"Zora... Zora?" Melebarkan matanya Feng Mei akan mengatakan sesuatu, namun melihat Zora yang telah pulas tertidur dia dengan keras menghentikan dirinya sendiri.
o0o
Pagi berikutnya.
Zora dan yang lainnya bangun pagi-pagi sekali.
Mereka memiliki hal yang perlu mereka lakukan hari ini, 'menemui Patriak Desa Xi'an'.
Dengan berjalan kaki, butuh waktu tiga jam bagi mereka untuk sampai. Namun, karna mereka menggunakan kuda sebagai tunggangan, mereka hanya membutuhkan waktu setengah jam tanpa beristirahat.
Ling Fei Ting mendapatkan 4 kuda sebagai tunggangan, sehingga hanya dia sendiri yang menunggangi kuda sendirian, sedangkan yang lainnya berpasangan.
__ADS_1
Setelah setengah jam menyusuri jalan tanpa beristirahat sedikitpun, mereka akhirnya sampai pada sebuah bangunan yang terlihat cukup besar namun terlihat sederhana dan elegan.
Menyerahkan kuda-kuda pada pengawal yang bertugas, mereka segera menuju gerbang. Ling Fei Ting mengeluarkan sebuah plat dengan simbol di atasnya.
Melihat plat tersebut, pengawal segera mempersilakan mereka untuk masuk.
Memperhatikan sekitar, Dong Fang merasa bahwa tempat ini sangat luar biasa, dan ketika dia memikirkan kembali kalimat-kalimat yang dikatakan oleh Ling Fei Ting tadi malam membuat Dong Fang cukup kagum.
Pasalnya, Desa yang mereka tempati ini begitu luas.
Ini hanya sebuah Desa.
Ditambah dengan apa yang dikatakan oleh Ling Fei Ting bahwa Kota Chang'an memiliki 8 Desa sebagai pondasi, dan salah satunya adalah Desa Xi'an yang mereka pijaki saat ini.
Jika luas masing-masing Desa adalah sama, bisa di bayangkan seberapa luas keseluruhan tempat ini yang hanya bermodalkan Inti dari Benua Selatan? Belum lagi Kota Chang'an yang belum di hitung bagiannya.
Sebagai inti, dia tentu yakin bahwa luas Kota Chang'an 2 atau mungkin 3 kali lipat dari luas Desa ini.
Memikirkan ini, Dong Fang secara tiba-tiba tercekat dengan salivanya sendiri.
Dia tidak bisa membayangkan jika Benua Selatan ini merupakan Benua yang normal seperti lainnya.
Tidak adanya pepohonan yang menutupi dan tidak adanya Binatang Iblis dan Buas yang berkeliaran.
Menggelengkan kepalanya pelan, 'Mungkin, Benua ini akan menjadi Benua nomor 1 di Alam ini'. Batinnya meringis.
Bahkan dia sangat setuju dan mengakui bahwa Benua Timur tidak ada apa-apanya jika mereka dibandingkan.
Sangat di sayangkan bahwa tempat ini tersembunyi dan sangat sulit untuk di jangkau.
Ketika mereka memasuki bangunan tersebut, Ling Fei Ting mengarahkan mereka ke ruang tunggu dan kemudian dia pergi untuk melapor.
Setelah menunggu cukup lama, Ling Fei Ting kembali, mengangguk, Ling Fei Ting berkata dengan rasa bersalah, "Maaf. Kalian pasti sudah menunggu lama".
Menggelengkan kepalanya pelan, Hongling mewakili, "Tidak masalah".
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Feng Mei.
Dalam perjalanan menuju tempat ini, Zora lebih banyak diam. Itu berbeda dengan sikapnya saat pertama kali dibawa memasuki Desa.
Dong Fang, Feng Mei dan tiga lainnya berasumsi bahwa mungkin dia tidak enak badan akibat mengalami mimpi buruk semalam.
Namun, hal itu berbeda dengan Hongling. Ini sering terjadi pada Zora ketika dia mengalami mimpi buruk.
Dia akan menjadi hemat dalam berbicara seharian penuh.
Awalnya, Hongling juga berpikiran sama seperti yang lainnya. Hanya saja, setelah diberi tahu oleh Xiao Dai alasan kenapa Zora seperti itu, Hongling hanya bisa memperhatikannya dalam diam dan tidak mengganggunya dalam berbagai hal yang dia lakukan.
__ADS_1
Menatap mereka secara bergantian, Ling Fei Ting mengangguk pelan dan dengan lega dia berkata, "Patriak setuju untuk bertemu dengan kalian".