Zora

Zora
CH 63


__ADS_3

Si kecil Tin segera terbang menuju Zora setelah Hongling membuka celah Formasi untuknya.


Melihat marmut kecil dengan sepasang sayap, Dong Fang, Feng Mei dan dua lainnya tertegun.


Itu aneh!


Tapi ...


Melihat betapa imutnya marmut kecil itu, raut wajah para gadis berubah cerah.


"Itu sangat imut. Lihatlah matanya. Dia terlihat seperti kelinci versi mini". Seru Wen Xia langsung menyambar marmut kecil itu dari tangan Zora.


Bagaimana dia bisa menahannya?


Marmut kecil itu berwarna putih salju, dengan bulu yang bahkan lebih tebal dan banyak dari biasanya, ditambah warna merah muda pada matanya. Itu sangat menggemaskan.


Orang-orang yang menyaksikannya tercengang.


Zora yang marmutnya di ambil. "..."


Wajah Li Wei berubah pucat. Sedangkan Dong Fang dan Feng Mei masih tetap pada wajah datar mereka, tetapi tidak dengan jantung mereka yang berdetak dengan cepat.


Hongling menaikan alisnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa.


Wen Xia sama sekali tidak memperhatikan perubahan semua orang. Dia terlalu sibuk bermain dengan si kecil.


"Oh.. ada surat. Ternyata kamu adalah pengantar pesan". Ucap Wen Xia.


Di bawa tatapan semua orang, dia melepas gulungan kertas dari kaki si kecil, kemudian memberikannya pada Zora dan kembali bermain dengan si kecil tanpa memperdulikan orang-orang sekitar.


'Aku berharap Zora tidak membunuhnya'. Batin Li Wei.


Hongling, 'Anak ini, benar-benar berani'.


Zora hanya mengelah napasnya pelan, tidak peduli dengan kelakuan Wen Xia, dia segera membaca isi surat tersebut.


Hongling yang melihat bagaimana tanggapan Zora, dia tersenyum. 'Sepertinya dia harus terbiasa dengan sikap aneh beberapa dari mereka'. Ucapnya dalam hati.


"Pihak lain telah terlibat". Ucap Zora setelah membaca isi surat tersebut.


Hongling mengerti apa yang di maksud oleh Zora. Tapi.. yang menjadi pertanyaan baginya adalah, bagaimana pihak lain bisa terlibat?


Hongling berpikir sejenak, kemudian mengerutkan keningnya dan berkata, "Berita tentang pulihnya Hutan Kabut sepertinya telah bocor".


Tentu saja pembicaraan Zora dan Hongling tidak di mengerti oleh Dong Fang dan yang lainnya. Mereka hanya diam dan mendengarkan.


Tetapi, saat mendengar Hongling menyebut Hutan Kabut, Dong Fang dan yang lainnya secara tidak sadar mengalihkan atensinya masing-masing padanya.


Bahkan Wen Xia yang tengah bermain dengan Marmut kecil itupun berhenti.


Fokus mereka kini pada Zora dan Hongling.


Bagaimana mungkin mereka tidak tahu tentang apa yang terjadi pada Hutan Kabut bulan lalu? Berita itu bahkan menyebar seperti air ke seluruh Benua.


Zora tersenyum kecil di balik cadarnya saat mendengar bagaimana tanggapan Hongling, namun dia hanya menggelengkan kepalanya pelan dan berkata, "Aku percaya pada Kaisar Běi. Dia tidak mungkin membiarkan berita itu menyebar begitu saja".


Feng Mei jelas terkejut.


Dia paling tahu bagaimana Ayah Kaisarnya.


Tapi melihat dan mendengar ucapan Zora, dia merasa seperti mereka telah saling mengenal sejak lama.


"Sepertinya kamu sangat mengenal Ayah Kaisar dengan baik. Kamu bahkan mempercayai dia begitu saja". Ucap Feng Mei dengan ringan.

__ADS_1


"Ayah Kaisar?" Tanya Zora menaikan alisnya.


Dia tidak menanggapi Feng Mei, tentu dia terkejut dengan ucapa Feng Mei, begitu juga Hongling.


Meski mereka tahu bahwa Feng Mei merupakan Putri Mahkota suatu Benua, mereka tidak pernah berpikir bahwa dia berasal dari Kekaisaran Běi.


Melihat sikap Zora dan Hongling, Feng Mei tiba-tiba menjadi gugup. Mengencangkan cengkramannya pada sudut pakaiannya dia berkata, "Ya. Apakah ada yang salah dengan itu?"


"Tidak". Ucap Zora dengan cepat. "Aku hanya terkejut. Aku tidak pernah menyangka bahwa kamu adalah putrinya. Sikap dan sifat kalian sangat jauh berbeda". Lanjut Zora.


Feng Mei. "..."


Zora tidak tahu bahwa ucapannya memiliki dampak pada Dong Fang, Li Wei dan Wen Xia.


Tidak dapat menahan lebih lama, Li Wei, Dong Fang dan Wen Xia tiba-tiba tertawa.


Bagaimanapun juga mereka tahu tentang hal itu.


Dan sebagai sahabat yang paling dekat dengan Feng Mei, Li Wei lebih mengetahui bagaimana sikap dan sifat Feng Mei yang terbilang sangat jauh berbeda dari kedua orang tuanya.


Mendapat ancaman dari mata Feng Mei. Dong Fang dan Wen Xia segera terdiam.


Tetapi tidak dengan Li Wei.


"Kamu sangat benar". Ucap Li Wei di sela-sela tawanya. "Tidak hanya berbeda dengan Kaisar Běi, bahkan Permaisuri dan Kakaknya Putra Mahkota juga memiliki sifat yang berbeda dengannya".


Feng Mei yang dikhianati oleh sahabatnya sendiri. "..."


Takut Li Wei akan berbicara lebih jauh, Feng Mei segera melototinya dengan tajam membuat Li Wei segera diam.


Hanya saja, itu tidak berhenti sampai disitu. Li Wei mendekati Zora secara perlahan dan membisiki sesuatu pada Zora.


Hal itu sukses membuat Zora tercengang.


Dia menatap lama Feng Mei.


Melihat wajah kesal Feng Mei, Zora terbatuk pelan kemudian berkata, "Baiklah, adakah dari kalian yang memiliki beberapa kertas dan alat tulis?"


Feng Mei adalah orang yang cerdas, mendengar ucapan Zora, dia tahu bahwa Zora tidak ingin membicarakan hal-hal lebih jauh lagi, jadi dia dengan segera mengeluarkan alat tulis dan beberapa kertas dari cincin ruang miliknya. "Aku memilikinya".


Zora mengangguk, "Kalian bertiga tulislah beberapa hal seperlunya saja". Ucap Zora sambil menunjuk Li Wei, Feng Mei dan Dong Fang.


"Mengapa kami harus menulis?" Tanya Li Wei penasaran.


Zora. "..." apakah kalian tidak berpikir. Bagaimana orang-orang mengkhawatirkan kalian yang menghilang di Hutan Terkutuk ini?


"Tentu saja untuk memberi kabar pada orang luar". Jawab Wen Xia.


Mendengar Wen Xia, Zora diam-diam memberikan jempol padanya.


"Tujuan kalian di tempat ini adalah untuk pelatihan dan pelatihan kalian telah berakhir beberapa hari yang lalu. Tidakkah kalian berpikir orang-orang akan khawatir?" Tambah Zora.


"Ya ampun. Kami bahkan melupakan hal itu. Apakah Guru dan yang lainnya akan memasuki Hutan untuk mencari kita?". Ucap Li Wei segera sambil menepuk dahinya.


Dong Fang dan Feng Mei tiba-tiba khawatir mendengar ucapan Li Wei.


Mereka tidak khawatir tentang apa yang orang-orang pikirkan tentang mereka.


Yang mereka khawatirkan adalah Guru dan teman-temannya nekat memasuki hutan untuk mencari mereka.


Bagaimanapun juga, mereka telah berhasil hingga ke Inti Hutan ini dan mengetahui berbagai kekuatan Binatang Iblis pada berbagai Lapisan.


Jika Guru dan yang lainnya nekat, itu akan membahayakan mereka.

__ADS_1


Melihat betapa paniknya kedua orang tersebut, Li Wei bertanya dengan bingung, "Ada apa dengan kalian?"


Feng Mei mendongak, "Bagaimana jika Guru dan yang lainnya benar-benar akan mencari kita?" Tanyanya pada Li Wei.


Meski Li Wei cerdas, dia cukup lambat dalam menangkap dan menanggapi sesuatu.


Jadi, pada saat Feng Mei bertanya padanya, dia menjawabnya dengan kosong, "Apa ada yang salah dengan itu? Bukankah itu bagus? Itu artinya mereka peduli pada kita".


"Bukan itu masalahnya". Ucap Feng Mei yang sedikit kesal.


"Kalau bukan itu, lalu apa?" Tanya Li Wei.


"Jie Jie Li Wei. Tidakkah kamu berpikir tentang kekuatan Binatang Iblis di setiap Lapisan Hutan ini? Jika mereka melakukan itu, mereka hanya akan mati sia-sia". Ucap Wen Xia memperjelas maksud Feng Mei.


Usia Wen Xia satu tahun di atas Zora, 16 tahun. Jadi jarak usia antara dia dengan Li Wei sekitar 3 tahun, yang mengharuskan dia memanggil Li Wei dengan sebutan Jie Jie (kakak perempuan).


Sadar dengan hal itu, Li Wei menjadi panik. "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana jika mereka benar-benar melakukannya?" Tanya Li Wei pada yang lainnya.


"Haruskah kita kembali ke pinggiran Hutan?" Tanyanya lagi.


"Tidak". Ucap Zora tiba-tiba membungkam Li Wei dan yang lainnya. "Mereka tidak akan melakukannya". Lanjutnya.


"Bagaimana kamu yakin tentang itu?" Tanya Dong Fang.


"Mereka mungkin memang mengkhawatirkan kalian. Tapi para Guru tidak mungkin membuat keputusan yang merugikan mereka. Jika demikian saya yakin akan ada dari mereka yang mencegah para Guru agar tidak memasuki Hutan ini". Jawab Hongling setelah lama berdiam diri.


Meski dia diam, dia menyimak apa yang mereka katakan sedari tadi. Jadi dia dapat menyimpulkannya setelah mendengarnya begitu lama.


"Apa yang dia ucapkan cukup masuk akal. Jika mereka melakukannya, saya pasti dapat merasakannya. Tetapi saya tidak merasakan apa-apa. Itu artinya mereka telah di cegah oleh beberapa orang dan telah kembali". Tambah Zora meyakinkan mereka.


"Dicegah beberapa orang? Apakah maksudmu itu adalah Leng Yu dan yang lainnya?" Tanya Hongling.


"Ya".


"Itu artinya, mereka telah mengatakan yang sebenarnya. Bagaimana ..." Ucap Feng Mei terhenti. Dia tidak tahu bagaimana melanjutkannya lagi.


Jika mereka mengatakan yang sebenarnya, Zora dan Hongling telah terekspos keluar.


Bagus jika mereka tidak menyebarkannya keluar. Bagaimana kalau ...


Memikirkan ini, Feng Mei menjadi panik dan linglung.


Tidak hanya Feng Mei. Bahkan Dong Fang, Li Wei dan Wen Xia juga panik.


Melihat mereka, Zora tersenyum kecil.


Dia tahu bahwa mereka sangat peduli padanya. Tapi, kepedulian mereka padanya suatu saat nanti akan berdampak kembali pada mereka.


Bagaimanapun juga, Phoenix Tujuh Warna telah menampakan dirinya.


Aneh, jika orang-orang dari Atas tidak memperhatikan hal tersebut.


Dia sedikit khawatir tentang itu. Mereka belum sekuat itu untuk bisa menjaga diri mereka sendiri.


Zora menghelah napasnya, "Tidak apa-apa. Mereka tidak punya pilihan lain. Selain itu, cepat atau lambat segalanya akan terungkap. Bagaimanapun juga, itu adalah satu-satunya cara agar tidak membahayakan diri mereka". Jelasnya.


"Apakah kamu yakin itu tidak apa-apa? Maksudku..." Ucap Wen Xia.


Zora tersenyum, tentu dia tahu maksud Wen Xia.


Dia tahu bahwa mereka takut, orang-orang akan menyusahkannya setelah keluar dari Hutan ini ketika berita tentang mereka menyebar luas.


Jika itu terjadi, mereka akan sulit untuk bergerak.

__ADS_1


"Ya. Saya percaya bahwa mereka tidak mengatakan secara detail tentang Kakak dan saya". Jawab Zora ringan. "Sudah. Jangan di pikirkan lagi. Segeralah tulis beberapa kata untuk dikirim". Lanjutnya.


"Oh". Ucap Feng Mei, Dong Fang, dan dua lainnya bersamaan. Kemudian melakukan apa yang di minta oleh Zora.


__ADS_2